ARLINO

ARLINO
Episode 169



"Ya udah cepet naik" ucap Lino.


Lalu Ana segera menaiki motor Lino.


Setelah itu, Lino segera melajukan motornya menuju rumah papahnya Ana..


Skip


Setelah sampai, Ana dan Lino segera turun dari motor.


Kemudian Ana segera menekan bel rumah papahnya.


Tidak lama setelah menekan bel, papah Ana segera datang dan ia langsung membukakan pagar rumahnya.


"Ana" ucap papah.


"Apa kabar, pah?" tanya Ana.


"Papah baik kok" ucap papah.


"Itu siapa, Na?" tanya papah.


"Dia pacar Ana, pah" ucap Ana.


"Hallo, om" sapa Lino sambil salam.


"Iya, hallo juga" ucap papah Ana.


"Nama kamu siapa?" tanya papah.


"Nama saya Arlino, om" ucap


"Ya udah ayo masuk dulu" suruh papah.


Lalu mereka segera masuk kedalam rumah.


"Silahkan duduk dulu" ucap papah kepada Ana dan Lino.


Lalu Ana dan Lino segera duduk di sofa.


"Bentar ya, papah mau ambil minum dulu" ucap papah.


"Gak usah, pah. Lagian kita berdua gak bakal lama kok disininya" ucap Ana.


"Oh iya, pah! ini buat papah" ucap Ana sambil memberikan kue kepada papahnya.


"Makasih ya" ucap papah sambil mengambil kue tersebut.


"Iya sama-sama" ucap Ana.


"Oh iya, tadi pagi pembagian raport kan?" tanya papah.


"Iya, pah" ucap Ana.


"Kamu rangking berapa?" tanya papah.


"Rangking lima, pah" ucap Ana.


"Pinter banget anak papah" ucap papah.


"Enggak, pah! Ana biasa aja, gak sepinter temen Ana" ucap Ana.


"Kalau rangking lima udah termasuk pinter lah" ucap papah.


"Iya kan, No?" tanya papah.


"Iya, om. Ana pinter banget" ucap Lino.


"Na, mamah kamu tahu kalau kamu kesini?" tanya papah.


"Enggak tahu, pah" ucap Ana.


"Kamu gak bilang ke mamah dulu?" tanya papah.


"Enggak" kata Ana.


"Kenapa gak bilang?" tanya papah.


"Ana takut mamah marah kalau Ana kesini" ucap Ana.


"Mamah gak bakal marah lah sama kamu, lagian kan kamu ke rumah papah" ucap papah.


"Lain kali kalau mau kemana-mana bilang dulu ke mamah" ucap papah.


"Iya, pah" ucap Ana.


"Oh iya, papah punya sesuatu buat kamu" ucap papah.


"Apaan, pah?" tanya Ana.


"Tunggu dulu, papah mau ambil barangnya di kamar papah" ucap papah.


Lalu papah Ana segera pergi menuju kamarnya.


"No, kamu kenapa sih main handphone mulu" ucap Ana.


"Ini aku lagi chat sama mamah aku, Na" ucap Lino.


"Oh gitu" ucap Ana.


"Nanti habis pulang dari sini mau jalan-jalan dulu atau enggak?" tanya Ana.


"Terserah kamu" ucap Lino.


"Kamu masih mau jalan-jalan atau enggak?" tanya Lino.


"Aku masih mau jalan-jalan" ucap Ana.


"Ya udah nanti habis dari sini kita jalan-jalan" ucap Lino.


Lalu papah Ana segera kembali menghampiri Ana dan Lino.


"Ini" ucap papah Ana sambil memberikan tote bag kepada Ana.


"Apaan ini, pah?" tanya Ana sambil mengambil tote bag tersebut.


"Itu dress" ucap papah.


"Papah tadinya mau kasihin dress itu besok ke kamu, eh tahunya kamu nya sekarang kesini" ucap papah.


"Makasih ya, pah" ucap Ana.


"Iya sama-sama" ucap papah.


"Ya udah kalau gitu Ana sama Lino pamit ya, pah" ucap Ana.


"Mau kemana? baru juga datang, masa langsung pulang" ucap papah.


"Soalnya kita berdua mau jalan-jalan, pah" ucap Ana.


"Oh mau jalan-jalan" ucap papah.


"Iya, pah" ucap Ana.


"Ya udah kalau gitu hati-hati ya" ucap papah.


"Iya, pah" ucap Ana.


Lalu Ana dan Lino segera salam kepada papah Ana.


Setelah itu, mereka berdua segera keluar dari rumah papahnya Ana.


Kemudian Ana dan Lino segera menaiki motor. Lalu Lino segera melajukan motornya.


(Di perjalanan)


"Mau jalan-jalan kemana, Na?" tanya Lino.


Lalu Lino melihat ke kaca spionnya dan ia melihat ada orang yang sedang mengikutinya.


"Na" panggil Lino.


"Kenapa, No?" tanya Ana.


"Cepet pegangan yang kenceng ke aku" suruh Lino.


"Emang kenapa, No?" tanya Ana.


"Cepet!" perintah Lino.


Lalu Ana segera memeluk Lino dari belakang.


Kemudian Lino segera melajukan motornya dengan kecepatan tinggi.


"No, jangan ngebut!!" teriak Ana namun tidak dihiraukan oleh Lino.


Lalu Lino segera melajukan motornya menuju rumah Ana.


Setelah sampai, Lino segera memberhentikan motornya.


"Kok malah pulang sih, katanya mau jalan-jalan dulu" ucap Ana sedikit kesal.


"Jalan-jalannya besok aja" ucap Lino.


"Tadi kenapa sih pake ngebut segala?" tanya Ana sambil turun dari motor Lino.


"Soalnya tadi ada orang yang ngikutin kita" ucap Lino.


"Siapa?" tanya Ana.


"Ya aku gak tahu, kan dia pake helm" ucap Lino.


"Jadi sekarang kita gak jadi nih jalan-jalannya?" tanya Ana.


"Iya, gak jadi. Nanti aja jalan-jalannya" ucap Lino.


"Ya udah kalau gitu aku pulang dulu ya" ucap Lino namun tidak dijawab oleh Ana.


"Na, aku pulang dulu" ucap Lino lagi.


"Ya udah sana" usir Ana.


Lalu Ana segera masuk kedalam rumahnya.


Setelah Ana masuk kedalam rumah, Lino segera melajukan motornya menuju rumahnya.


...****...


"Kamu kenapa cemberut gitu?" tanya mamah.


"Gak apa-apa" ucap Ana sambil duduk di sofa.


"Berantem ya sama Lino?" tanya mamah.


"Enggak" ucap Ana.


"Terus kamu kenapa cemberut?" tanya mamah.


"Habisnya Lino nya ngeselin" ucap Ana.


"Itu apa, Na?" tunjuk mamah pada tote bag yang dibawa Ana.


"Itu dress, mah" ucap Ana.


"Dari Lino?" tanya mamah.


"Iya, mah" bohong Ana.


"Oh iya, Ana! tolong kasihin kue ini ke mamahnya Raka ya" ucap mamah.


"Bentar ya, mah! Ana mau simpen tote bag ini dulu di kamar" ucap Ana.


"Oh ya udah" ucap mamah.


Lalu Ana segera pergi menuju kamarnya.


Sesampainya di kamar, Ana langsung menyimpan tas dan tote bag yang berisi dress.


Setelah itu, Ana segera kembali menghampiri mamahnya.


"Kue nya mana, mah?" tanya Ana.


"Ini" ucap mamah sambil memberikan kue tersebut kepada Ana.


Lalu Ana segera mengambil kue tersebut.


Setelah itu, ia segera pergi menuju rumah Raka.


Sesampainya di rumah Raka, Ana segera menekan bel rumahnya Raka.


Tidak lama setelah menekan bel, Raka segera menghampiri Ana dan ia langsung membukakan pagar rumahnya.


"Ada apa nih?" tanya Raka.


"Ini buat tante sama om" ucap Ana sambil memberikan kue kepada Raka.


"Buat gue mana?" tanya Raka.


"Gak ada" ucap Ana.


"Makasih loh" ucap Raka sambil mengambil kue tersebut.


"Iya sama-sama" ucap Ana.


"Na, emang beneran ya kalau Acha masih hidup?" tanya Raka.


Ana hanya mengangguk mengiyakan ucapan Raka.


"Gue kira Lino cuma halu" ucap Raka.


"Lino gak halu kok" ucap Ana.


"Acha emang masih hidup" ucap Ana lagi.


"Syukur deh kalau dia masih hidup" ucap Raka.


"Ya udah kalau gitu gue pulang dulu ya" ucap Ana.


"Luh gak mau main dulu di rumah gue?" tanya Raka.


"Enggak" ucap Ana.


"Soalnya gue sibuk banget" ucap Ana.


"Sibuk kenapa?" tanya Raka.


"Sibuk karena mau nonton drama Korea" ucap Ana.


"Luh korea mulu deh, gak bosen apa" ucap Raka.


"Ya enggak bosen lah" ucap Ana.


"Emang luh ngerti ya bahasa nya?" tanya Raka.


"Ngerti sedikit" ucap Ana.


"Ya udah kalau gitu gue pulang dulu ya, Ka" ucap Ana.


"Iya" ucap Raka.


Lalu Ana segera pergi menuju rumahnya.