
* Pagi hari
Tingtong...tingtong
Mamah Ana segera pergi keluar untuk menghampiri orang yang membunyikan bel rumahnya.
Sesampainya di luar, mamah Ana segera membukakan pagar rumahnya.
"Pagi, tante" ucap Lino sambil salam ke mamah Ana.
"Pagi juga, No" ucap mamah Ana.
"Ana nya ada, tante?" tanya Lino.
"Ana nya gak ada, No" canda mamah Ana.
"Emang Ana nya kemana, tante?" tanya Lino.
"Ana nya ada di rumah sakit, kan dia lagi sakit" ucap mamah Ana.
"Rumah sakit mana, tante?" tanya Lino.
"Enggak bercanda, Ana ada didalem kok" ucap mamah Ana.
"Kirain beneran di rumah sakit" ucap Lino.
"Enggak kok" ucap mamah Ana.
"Ya udah ayo masuk" ucap mamah Ana.
"Oh iya, tante! ini buat tante sama Ana" ucap Lino sambil memberikan kantong plastik kepada mamahnya Ana.
"Ini apa, No?" tanya mamah Ana sambil mengambil kantong plastik tersebut.
"Donat" ucap Lino.
"Makasih ya" ucap mamah Ana.
"Iya sama-sama" ucap Lino.
"Oh iya, bukannya kemarin kamu lagi sakit ya?" tanya mamah Ana.
"Iya, tante. Tapi sekarang udah sembuh kok" ucap Lino.
"Walaupun udah sembuh harusnya kamu istirahat aja dulu, jangan keluar rumah" ucap mamah Ana.
"Gak apa-apa, tante. Lagian Lino bosen di rumah mulu" ucap Lino.
"Ya udah ayo masuk, No" ucap mamah Ana.
Lalu mamah Ana segera mengantarkan Lino ke kamar Ana.
Cklek
Mamah Ana langsung membuka pintu kamar Ana.
"Ana bangun! ada Lino nih" ucap mamah.
Ana langsung terbangun dari tidurnya.
"Tuh ada Lino" ucap mamah.
Sontak Ana langsung menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
"Kamu ngapain kesini?" tanya Ana.
"Aku mau jenguk kamu" ucap Lino.
"Na, mamah berangkat kerja dulu ya" ucap mamah.
"Iya" ucap Ana.
"No, jagain Ana ya" ucap mamah.
"Iya siap, tante" ucap Lino.
"Oh iya, Na! nih donat dari Lino" ucap mamah sambil meletakan kantong plastik di meja dekat kasur Ana.
Kemudian mamah Ana segera pergi.
"Kamu kan lagi sakit, No! ngapain coba kesini" ucap Ana.
"Aku udah sembuh kok" ucap Lino.
"Beneran?" tanya Ana.
"Iya, aku udah sembuh" ucap Lino.
"Muka kamu kenapa ditutupin?" tanya Lino.
"Aku malu, kan aku baru bangun tidur" ucap Ana.
"Ya udah bentar ya, aku mau cuci muka sama gosok gigi dulu" ucap Ana sambil buru-buru pergi ke kamar mandi.
Setelah selesai, Ana segera kembali menghampiri Lino.
"Kamu udah makan belum?" tanya Lino.
"Belum" ucap Ana.
"Ya udah makan dulu" ucap Lino.
"Kalau kamu udah makan belum?" tanya Ana.
"Udah" ucap Lino.
"Ya udah kalau gitu aku makan dulu ya" ucap Ana.
"Iya" ucap Lino.
"Ya udah ayo temenin" ucap Ana sambil memegang pergelangan tangan Ana.
"Ya udah ayo" ucap Lino sambil menggenggam tangan Ana.
Mereka berdua segera pergi ke ruang makan.
Sesampainya di ruang makan, Ana dan Lino langsung duduk dikursi.
"Kamu gak akan makan?" tanya Ana.
"Enggak, kan aku udah makan" ucap Lino.
"Siapa tahu kan mau lagi" ucap Ana.
"Enggak kok" ucap Lino.
"Ya udah cepet makan" perintah Lino.
"Iya, kan ini juga mau" ucap Ana.
Ana langsung memakan nasi goreng buatan mamahnya.
"Kamu kedinginan ya?" tanya Lino.
"Hmm" ucap Ana.
"Mau aku ambilin jaket gak?" tanya Lino.
"Enggak, gak usah" ucap Ana.
"Jangan! soalnya aku belum mandi" ucap Ana.
"Ya gak apa-apa" ucap Lino.
"Nanti aja peluknya kalau aku udah mandi" ucap Ana.
"Oh iya, Na! sekarang bulan apa sih?" kode Lino.
"Bulan Januari" ucap Ana.
"Emang kenapa?" tanya Ana padahal ia tahu bahwa Lino sedang memberi ia kode.
"Gak kenapa-napa, aku cuma nanya doang" ucap Lino.
Skip
Setelah makan, Ana langsung pergi ke kamar mandi yang ada di kamarnya. Sedangkan Lino, ia menunggu di ruang tamu sambil menonton televisi.
20 menit kemudian...
Ana segera ke ruang tamu untuk menemui Lino.
"No, makasih ya donat nya" ucap Ana sambil menjinjing kantong plastik yang berisi donat.
"Iya sama-sama" ucap Lino.
Lalu Ana segera duduk disebelah Lino sambil memakan donat yang dikasih Lino.
"Kamu mau gak?" tanya Ana.
"Enggak" ucap Lino.
"Oh iya, kalau kamu kesini berarti Gilang sama Alex pulang dong ke rumahnya masing-masing" ucap Ana.
"Enggak, mereka berdua masih ada di rumah aku. Masih pada tidur" ucap Lino.
"Masih pada tidur?" ucap Ana.
"Iya" ucap Lino.
"Mungkin mereka bakal bangun sekitar jam satu siang" ucap Lino.
"Pasti semalem pada begadang ya?" tanya Ana.
"Iya, kita semalem nonton bola makanya kita begadang" ucap Lino.
"Emang nonton bola seru ya?" tanya Ana.
"Iya, seru. Tapi kalau kata orang yang suka" ucap Lino.
"Kamu bisa main bola gak?" tanya Ana.
"Bisa" ucap Lino.
"Kalau bisa kenapa gak ikut ekskul main bola?" tanya Ana.
"Enggak ah! aku males ikut ekskul" ucap Lino.
"Sama dong, aku juga males ikut ekskul" ucap Ana.
"Oh iya, No! kamu masih sering menggambar gak?" tanya Ana.
"Sekarang aku udah gak ngegambar lagi" ucap Lino.
"Kenapa?" tanya Ana.
"Soalnya sekarang hidup aku udah gak kesepian lagi, makanya aku berhenti ngegambar" ucap Lino.
"Emang waktu dulu kamu kesepian banget ya?" tanya Ana.
"Iya" ucap Lino.
"Tapi sekarang udah gak kesepian lagi, soalnya ada kamu" ucap Lino.
"Karena ada aku?" tanya Ana.
"Iya" ucap Lino.
"Karena semenjak ada kamu, aku ngerasa bahagia lagi" ucap Lino.
"Syukur deh kalau kamu merasa bahagia, aku jadi ikut seneng dengernya" ucap Ana.
"Makasih ya" ucap Lino.
"Makasih buat apa?" bingung Ana.
"Karena berkat kamu, hidup aku jadi lebih berwarna" ucap Lino.
"Kayaknya aku deh yang harusnya berterimakasih ke kamu, soalnya kamu selalu ada buat aku" ucap Ana.
"Aku jadi pingin nangis deh kalau bahas deep talk kayak gini" ucap Ana.
"Kenapa pingin nangis?" tanya Lino.
"Soalnya aku terharu karena denger kamu bilang kayak gitu" ucap Ana.
"Udah lebih baik kamu makan donat aja, jangan nangis" ucap Lino sambil tertawa kecil.
"Tapi aku udah kenyang" ucap Ana.
"Ya udah simpen aja donatnya, nanti kamu makan lagi kalau lagi pingin" ucap Lino.
"Ya udah kalau gitu aku ke dapur dulu ya, mau simpen donatnya" ucap Ana.
"Iya" ucap Lino.
Lalu Ana segera pergi ke dapur untuk menyimpan donat.
Setelah menyimpan donat, Ana langsung mencuci tangannya.
Kemudian Ana segera membuat es jeruk untuknya dan juga Lino.
Setelah selesai membuat es jeruk, Ana segera kembali menghampiri Lino.
"Ini, No! maaf ya aku lupa ngasih kamu minum" ucap Ana sambil menaruh dua gelas di meja.
"Iya gak apa-apa" ucap Lino sambil tersenyum.
"Lagian kamu kenapa gak bilang coba" ucap Ana.
"Bilang apa?" tanya Lino.
"Bilang minta minum" ucap Ana.
"Kan biasanya tuan rumah yang nawarin duluan, bukan tamu yang minta" ucap Lino.
"Iya juga sih" ucap Ana.
"Ya udah ayo minum" ucap Ana.
"Makasih ya udah peka bawain minum" ucap Lino sambil tersenyum.
"Iya sama-sama, tapi maaf ya telat ngasih nya" ucap Ana.
"Iya gak apa-apa" ucap Lino.
Lalu Lino dan Ana segera meminum es jeruk tersebut.