ARLINO

ARLINO
Episode 34



"Mereka ngomongin apa sih?" tanya Bagas.


"Gue juga gak tahu" ucap Clara.


"Na, luh beneran gak apa-apa kan?" tanya Bagas.


"Iya, gue gak apa-apa" ucap Ana.


Kemudian Lino dan Raka pun segera kembali menghampiri Ana dan Bagas.


"Kalian ngomongin apa?" tanya Clara.


"Rahasia" ucap Raka.


"Ana, Clara, lebih baik kalian ke kamar sana" ucap Raka.


"Yaudah ayo, Na!" ajak Clara.


"Tapi gue belum ngantuk" ucap Ana.


"Udah kalian berdua ke kamar aja, nanti juga pasti kalian tidur kok kalau udah berbaring di kasur" ucap Bagas.


Akhirnya Ana dan Clara pun segera pergi menuju kamarnya Clara.


"Tadi Lino sama Raka ngomongin apa ya?" tanya Clara kepada Ana.


"Ngomongin tentang penguntit itu kali" ucap Ana.


"Tapi kenapa mereka ngomongin nya jaga jarak sama kita?" tanya Clara.


"Gue juga gak tahu" ucap Ana.


"Na, gue tidur duluan ya! soalnya gue ngantuk banget" ucap Clara sambil tidur disebelah Felisa.


"Yaudah tidur aja" ucap Ana.


"Andai aja gue tadi gak minum kopi, pasti sekarang gue udah tidur" batin Ana.


Ana pun memutuskan untuk kembali pergi ke ruang tamu untuk menemui Lino, Raka dan Bagas. Karena ia merasa bosan di kamar Clara.


"Ana, ngapain kesini? bukannya tidur" ucap Raka.


"Kan gue udah bilang, kalau gue gak ngantuk" ucap Ana sambil duduk disebelah Raka.


"Suruh siapa coba minum kopi" ucap Raka.


"Gue kira kan, gue gak bakal insomnia" ucap Ana.


"Si Bagas tidur?" tanya Ana memastikan.


"Ya iyalah, orang merem gitu matanya" ucap Raka.


"Siapa tahu kan pura-pura" ucap Ana.


"Ana" ucap Raka.


"Apaan?" tanya Ana.


"Luh sekarang lagi deket sama siapa?" tanya Raka.


"Maksudnya?" tanya Ana.


"Cowok yang lagi deket sama luh siapa? gue pingin tahu" ucap Raka.


"Gak ada" ucap Ana.


"Luh suka sama siapa sih? luh kok gak pernah cerita sih tentang masalah percintaan luh ke gue" ucap Raka.


"Emang luh kenapa pingin tahu?" tanya Ana.


"Ya pingin tahu aja, gue cuma takut aja kalau luh gak normal" ucap Raka.


Ana pun langsung memukul kepala Raka dengan menggunakan bantal kecil.


"Enak, aja! gue masih normal" sahut Ana.


"Terus cowok yang luh suka siapa?" tanya Raka.


"Gak ada!" sahut Ana.


"Tuh, kan! berarti luh gak normal" ucap Raka.


"Ih, Raka!!!" kesal Ana.


"Luh berdua sering berantem ya?" tanya Lino tiba-tiba.


"Kadang-kadang sih, soalnya seru aja berantem sama Ana" ucap Raka.


"Seru matamu!" kesal Ana.


Lino pun hanya tersenyum mendengar ucapan Ana.


"Luh kenapa senyum, No?" tanya Raka.


"Lucu aja kalau lihat si Ana marah" ucap Lino.


"Lucu? hmm..gue jadi curiga" ucap Raka.


"Maksud luh?" tanya Lino.


"Luh suka ya sama Ana?" tanya Raka sambil tersenyum.


"Enggak! si Ana yang suka sama gue" ucap Lino.


Raka pun langsung melihat kearah Ana.


"Oh, jadi luh suka sama Lino?" tanya Raka.


"Enggak" ucap Ana gugup.


"Luh kok kayak gugup gitu sih jawabnya" ucap Raka.


"Gue gak gugup kok, lagian gue suka sama seseorang" ucap Ana.


"Siapa?" tanya Lino.


"Yang pasti bukan luh" ucap Ana berbohong.


"Na, luh gak berbakat buat ngebohong" sahut Raka.


"Udah ah! gue mau tidur" ucap Ana.


"Luh mau tidur atau mau kabur?" tanya Raka.


"Ya mau tidur lah" ucap Ana.


"Katanya tadi gak ngantuk" ucap Raka.


"Kan itu tadi, sekarang gue ngantuk" ucap Ana.


"Luh bukan kabur karena takut ketahuan kan?" tanya Raka.


"Bukan!" sahut Ana.


Ana pun langsung pergi ke kamar Clara.


"Luh tahu si Ana suka sama luh?" tanya Raka.


"Tahu" ucap Lino.


"Luh tahu dari mana?" tanya Raka.


"Gue punya feeling aja" ucap Lino.


"Terus luh suka gak sama Ana?" tanya Raka.


"Gue gak tahu" ucap Lino.


"Luh pasti masih mikirin Acha ya?" tanya Raka.


Lino pun hanya mengangguk mengiyakan ucapan Raka.


"Acha pasti bahagia kok, kalau luh bahagia sama cewek yang lain" ucap Raka.


"Enggak ah, lagian si Bagas suka sama Ana" ucap Lino.


"Ya kalau luh suka sama Ana juga gak apa-apa kali, Ana nya aja suka sama luh" ucap Raka.


"Masalahnya gue gak mau berantem lagi gara-gara masalah cewek" ucap Lino.


"Dengan luh kayak gitu, udah pasti luh suka kan sama Ana?" tanya Raka.


Lino pun hanya terdiam.


"Gue juga gak tahu tentang perasaan gue ke Ana" ucap Lino.


"Udah, No! luh jangan bohongin perasaan luh sendiri" ucap Raka.


"Luh gak marah kalau gue suka ke Ana?" tanya Lino.


"Enggak, malah gue seneng akhirnya luh bisa move on dari Acha" ucap Raka.


"Acha pasti seneng kok kalau luh bahagia" ucap Raka lagi.


......****......


Pagi hari


"Fel, Na! bangun" ucap Clara.


Felisa pun terbangun dari tidurnya.


"Kenapa, Fel?" tanya Felisa.


"Gue lapar! masakin makanan dong" ucap Clara.


"Suruh Ana aja, gue gak bisa masak" kata Felisa.


"Na, bangun!!!" teriak Clara.


"Berisik, Ra! gue sakit kepala nih gara-gara bergadang" ucap Ana dengan mata tertutup.


"Masakin gue dong! gue lapar" ucap Clara.


"Sama Felisa aja masaknya" ucap Ana masih dengan mata tertutup.


"Gue gak bisa masak" ucap Felisa.


"Yaudah suruh Lia aja yang masak" ucap Ana.


"Yaudah deh" ucap Clara.


"Yaudah ayo bangun, Na! kita makan" kata Felisa.


"Luh berdua duluan aja" ucap Ana.


Akhirnya Clara dan Felisa pun segera pergi ke kamar tamu untuk menemui Lia dan Naya.


Setelah sampai di kamar tamu, Clara dan Felisa pun langsung membangunkan Lia dan Naya.


Setelah itu, Clara pun menyuruh Lia untuk membuatkan makanan.


Clara, Lia, Naya dan Felisa pun segera pergi ke dapur untuk membuat nasi goreng, sebenarnya cuma Lia saja yang membuat nasi goreng yang lain nya hanya mengobrol.


"Ana mana?" tanya Naya.


"Masih tidur, katanya dia lagi sakit kepala" ucap Felisa.


"Gue bangunin anak-anak cowok dulu ya" ucap Naya sambil pergi ke ruang tamu.


"Gue ikut, lagian disini gue gak ngebantuin apapun" ucap Felisa sambil mengikuti Naya.


"Kok pada ninggalin gue sih" ucap Lia.


"Tenang, gue disini kok" ucap Clara.


"Ra, luh nanti bawain gelas ya" ucap Lia.


"Sip" kata Clara.


"Oh iya, nanti sisain buat Ana ya! kasihan dia kalau gak kebagian" kata Clara.


"Iya siap, lagian nasi gorengnya banyak kok" ucap Lia.


Setelah selesai membuat nasi goreng, Lia pun segera membawa nasi goreng itu ke ruang makan, sedangkan Clara hanya membawa gelas yang berisi air.