ARLINO

ARLINO
Episode 111



"Kenapa?" tanya Lino karena Ana menatapnya.


"Enggak kenapa-napa" ucap Ana.


Trining...trining


Lalu Ana pun segera melihat kearah ponselnya dan ternyata ada panggilan telepon dari Clara.


"Hallo" ucap Ana.


"Luh dimana, Na?" tanya Clara.


"Gue di rumahnya Lino" ucap Ana.


"Pasti Lino ya yang ngajak luh bolos?" tuduh Clara.


"Bukan! tapi gue sendiri yang ngajak bolos. Lagian kan gak bakal belajar" ucap Ana.


"Iya juga sih" ucap Clara.


"Oh iya, luh mau apa ya telepon gue?" tanya Ana.


"Tadinya gue mau ajakin luh nongkrong di cafe" ucap Clara.


"Nongkrong di cafe bareng anak-anak yang lain?" tanya Ana.


"Iya" ucap Clara.


"Tapi pasti luh gak mau, kan luh lagi sama Lino" ucap Clara lagi.


Lalu Lino pun segera mengambil handphone Ana.


"Hallo, Ra" ucap Lino.


"Eh kenapa, No?" tanya Clara.


"Mau nongkrong di cafe ya?" tanya Lino.


"Iya" ucap Clara.


"Cafe mana?" tanya Lino.


"Cafe Melati" ucap Clara.


"Ya udah sekarang gue sama Ana kesana" ucap Lino.


"Oh oke" ucap Clara.


Lalu Lino pun segera mematikan panggilan teleponnya.


"Ya udah ayo kita pergi" ucap Lino.


"Tapi eskrimnya belum habis" ucap Ana.


"Ya udah habisin dulu, kalau udah habis baru berangkat" ucap Lino.


Lalu Ana pun segera menghabiskan eskrim tersebut.


Setelah habis, Ana pun segera membuang plastik eskrim tersebut. Kemudian ia pun segera mencuci tangan. Setelah itu, ia pun kembali menghampiri Lino.


"Ya udah ayo" ucap Ana.


Lalu Ana dan Lino pun segera keluar dari rumah, kemudian Lino pun segera mengunci pintu rumahnya.


Lalu mereka berdua pun segera menaiki motor.


"Pegangan" suruh Lino.


Lalu Ana pun segera memegang pundak Lino.


"Jangan dipundak dong" ucap Lino.


Kemudian Ana pun segera memeluk erat leher Lino.


"Sakit, Na" ucap Lino.


"Sorry sengaja" ucap Ana sambil tertawa kecil.


Lalu Ana pun segera memeluk pinggang Lino. Setelah itu, Lino pun langsung melajukan motornya menuju cafe Melati.


Setelah sampai di cafe tersebut, Lino dan Ana pun segera turun dari motor. Kemudian mereka berdua pun segera masuk kedalam cafe tersebut.


"Na, sini" ucap Felisa sambil melambaikan tangannya.


Kemudian Ana dan Lino pun segera menghampiri mereka berempat.


Lalu Ana dan Lino pun segera duduk.


"Kalian kok udah pesen duluan sih" ucap Ana.


"Habisnya luh berdua lama" ucap Felisa.


"Kamu mau apa? biar aku yang pesenin" ucap Lino.


"Ice chocolate sama brownies" ucap Ana.


Lalu Lino pun segera pergi untuk memesan pesanannya dan juga Ana.


Setelah itu, Lino pun segera menghampiri mereka berlima dan ia pun langsung duduk disebelah Ana.


"Sekolah kita juara ke berapa?" tanya Ana.


"Juara ke dua" ucap Felisa.


"Juara ke satu sekolah mana?" tanya Ana.


"SMA Mutiara" ucap Clara.


"Tadi luh lihat Ardan tanding dong, Ra" ucap Ana.


"Na, udah jangan bahas Ardan. Nanti yang ada gue jadi gagal move on" ucap Clara.


"No" panggil Lia.


"Kenapa?" tanya Lino.


"Luh kenapa lihatin Naya mulu?" tanya Lia.


Sontak semuanya pun langsung melihat kearah Lino.


"Gue gak lihatin dia kok" bohong Lino.


"No, inget! luh udah punya pacar, jadi luh jangan lirik-lirik cewek lain" ucap Clara.


"Siapa juga yang lirik cewek lain" ucap Lino.


"Terus tadi kenapa lihatin Naya?" tanya Lia.


"Gak ada binatang kok" ucap Felisa sambil melihat rambut Naya.


"Soalnya tadi binatangnya udah terbang" bohong Lino.


"Guys, gimana kalau nanti malam kita jalan-jalan" ucap Felisa.


"Jalan-jalan kemana?" tanya Clara.


"Kemana aja gitu" ucap Felisa.


"Gue sih mau aja, tapi yang lain gimana?" tanya Clara.


"Gue gak bisa, soalnya pasti gak diijinin sama orang tua gue" ucap Lia.


"Iya juga ya" ucap Felisa.


"Ana juga gak bisa, soalnya nanti malem mau jalan-jalan sama gue" ucap Lino.


"Mau jalan-jalan kemana?" tanya Naya.


Sontak Lino pun langsung melihat kearah Naya.


"Hmm pokoknya ke tempat yang indah" ucap Lino.


"Mau kemana sih, No?" tanya Ana.


"Nanti juga kamu tahu" ucap Lino.


"Guys, gue pulang dulu ya soalnya gue ada urusan" ucap Naya.


"Urusan apa?" tanya Lino.


"Orang tua gue udah pulang dari Jerman" ucap Naya.


"Oh gitu" ucap Lino.


"Ya udah gue pulang dulu ya" ucap Naya.


"Iya" ucap semuanya.


"Oh iya, nanti tolong kasihin ya uangnya" ucap Naya sambil menaruh uang diatas meja.


"Iya" ucap Lia.


Lalu Naya pun segera pergi.


"No, luh kenapa sih lihatin Naya kayak gitu?" heran Felisa.


"Kayak gitu gimana maksud luh?" tanya Lino.


"Kayak ada sesuatu gitu antara luh sama Naya" ucap Felisa.


"Enggak kok" ucap Lino.


"Jangan-jangan luh suka ya sama Naya?" tuduh Clara.


"Kaga lah" ucap Lino.


Lalu pelayan cafe pun segera menghampiri mereka.


"Nih pesanannya" ucap pelayan tersebut sambil menaruh pesanan Ana dan Lino.


"Makasih" ucap Ana sambil tersenyum.


"Iya sama-sama" ucap pelayan tersebut.


Lalu pelayan tersebut pun segera pergi.


"Jangan senyum sama cowok lain, nanti dia baper sama kamu" ucap Lino sedikit cemburu.


"Gak bakal baper lah, kan kita baru kenal" ucap Ana.


"Cemburuan banget sih jadi cowok" ucap Felisa.


"Gak apa-apa dong, berarti itu tandanya gue sayang sama Ana" ucap Lino.


Ana pun langsung tersenyum saat mendengar ucapan Lino.


"Aduh rasanya gue pingin pindah ke mars deh" ucap Lia.


"Gue juga jadi pingin pindah ke Saturnus deh" ucap Clara.


"Udah jangan senyum mulu, cepet makan brownies nya" suruh Lino.


Lalu Ana pun segera memakan brownies yang ia pesan.


"Kamu mau?" tanya Ana karena Lino menatap Ana yang sedang memakan brownies.


"Mau, tapi pingin disuapin" ucap Lino.


"Guys pergi yuk! kita gak cocok ditempat ini" ucap Clara.


"Ih kenapa pergi?" tanya Ana.


"Habisnya luh berdua bikin iri gue aja, udah tahu posisi gue tuh lagi patah hati gara-gara Ardan jadian sama cewek" ucap Clara.


"Ya maaf" ucap Ana.


"Makanya cari cowok dong biar bisa move on dari Ardan" ucap Lino.


"Ya udah cariin sama luh" ucap Clara.


"Kalau bisa temen luh aja" ucap Clara.


"Temen gue yang mana nih?" tanya Lino.


"Anak Skz" ucap Clara.


"Skz apaan?" tanya Felisa.


"Nama gengnya Lino" ucap Clara.


"Pake geng segala, emang nya dia geng motor apa" ucap Felisa.


"Kan emang geng motor" ucap Clara.


"Geng motor?" bingung Felisa.


"Lino anak geng motor?" tanya Lia.


"Bukan kok!" sahut Ana.


"Iya bukan, tadi gue cuma bercanda doang" ucap Clara.


"Kirain gue dia anak motor" ucap Lia.