
Setelah selesai membeli makeup, Ana pun segera kembali menghampiri Raka.
"Lama banget" ucap Raka yang dari tadi menunggu Ana.
"Iya, soalnya gue juga kan sekalian beli makeup buat gue sendiri. Terus tadi banyak banget yang beli, jadi ngantrinya lama" ucap Ana.
"Ya udah cepet naik" ucap Raka.
Lalu Ana pun segera menaiki motor Raka.
Setelah itu mereka berdua pun segera pergi membeli tas untuk mamahnya Raka.
Skip
Sesudah membeli tas, mereka berdua pun segera pergi ke toko kue.
Setelah sampai, mereka berdua pun segera masuk kedalam toko kue tersebut.
"Na, tolong pilihin dong kuenya" ucap Raka.
"Kenapa harus gue yang milih?" tanya Ana.
"Kan luh cewek, jadi luh pasti tahu kue ulangtahun kesukaan cewek" ucap Raka.
"Yang ini aja" tunjuk Ana.
"Oh ya udah" ucap Raka.
"Luh mau kue gak?" tanya Raka.
Ana pun hanya mengangguk.
"Ya udah beli" ucap Raka sambil tertawa kecil.
"Ih gue kira luh mau traktir gue" ucap Ana.
"Iya, gue traktir" ucap Raka.
"Serius?" tanya Ana.
"Iya serius" ucap Raka.
"Ya udah cepet, gue mau sekalian bayar" ucap Raka.
Lalu Ana pun segera mencari kue brownies.
Kemudian Ana pun langsung mengambil kue brownies tersebut.
"Kak, saya mau beli kue yang ini" ucap Raka kepada pelayan toko kue tersebut.
"Oke, kak" ucap pelayan tersebut.
"Kue nya dipakein lilin angka ya, kak" ucap Raka.
"Umurnya berapa?" tanya pelayan tersebut.
"38 tahun" ucap Raka.
Lalu pelayan tersebut segera menancapkan lilin nya pada kue ulang tahun tersebut.
"Ka, gue mau ini ya" ucap Ana.
"Iya boleh" ucap Raka.
Lalu Ana pun segera meletakkan kue tersebut di meja kasir.
"Berapa semuanya?" tanya Raka.
"Dua ratus lima puluh ribu" ucap pelayan itu.
Lalu Raka pun segera membayar kue-kue tersebut.
Setelah membayar, Raka pun segera mengambil kue tersebut.
"Biar gue aja yang bawa" ucap Ana.
"Gak apa-apa, biar gue aja" ucap Raka.
Lalu mereka berdua pun segera pergi menuju parkiran.
"Sini biar sama gue aja yang bawa, luh kan harus bawa motor" ucap Ana.
"Ya udah nih" ucap Raka sambil memberikan plastik berisi kue kepada Ana.
Lalu Ana pun segera mengambil plastik tersebut.
Kemudian mereka berdua pun segera menaiki motor.
Setelah itu, Raka pun segera melajukan motornya.
(Di perjalanan)
"Mamah luh ada di rumah gak?" tanya Ana.
"Gak ada, dia kan lagi kerja" ucap Raka.
"Ya udah sekarang kita ke rumah luh aja, sekalian beres-beres" ucap Ana.
"Eh gimana kalau kita beli hiasannya dulu" ucap Raka.
"Oh ya udah" ucap Ana.
Lalu mereka berdua pun segera pergi untuk membeli hiasan-hiasan untuk ulang tahun mamahnya Raka.
Setelah sampai, Raka pun segera membeli hiasan untuk ulang tahun mamahnya. Sedangkan Ana, ia hanya menunggu diluar.
Setelah selesai membeli hiasan, Raka pun segera kembali menghampiri Ana.
"Ya udah ayo" ucap Raka.
Lalu mereka berdua pun segera menaiki motor, kemudian Raka pun segera melajukan motornya menuju rumahnya.
...****...
Setelah sampai, Ana dan Raka pun segera masuk kedalam rumah Raka.
Kemudian mereka berdua pun segera menghias ruang tamu.
"Ka, bantuin gue niup balonnya" ucap Ana.
"Bentar, gue mau beresin kursi dulu" ucap Raka.
Trining...trining
"Hallo, No" ucap Ana.
"Na, aku udah minta maaf ke Naya" ucap Lino.
"Bagus deh kalau gitu" ucap Ana.
"Kalau ke Lia udah belum?" tanya Ana.
"Udah, tapi lewat chat" ucap Lino.
"Kok lewat chat sih" ucap Ana.
"Tadi sebenernya aku tuh ke rumah Lia, terus mau minta maaf ke dia. Tapi papahnya malah ngusir aku" ucap Lino.
"Aku gak sempet bilang maaf ke Lia, jadi akhirnya aku bilang maaf nya lewat chat" ucap Lino.
"Papahnya kenapa ngusir kamu?" tanya Ana.
"Kayaknya sih papahnya ngelarang Lia pacaran, makanya aku tadi di usir karena papahnya nyangka kalau aku pacar Lia" ucap Lino.
"Segitunya amat" ucap Ana.
"Iya, tadi juga sebenernya aku agak takut sama papahnya Lia" ucap Lino.
"Oh iya, No! udah dulu ya teleponnya, soalnya aku sama Raka lagi sibuk nih" ucap Ana.
"Sibuk ngapain?" tanya Lino.
"Sibuk nyiapin buat acara ulang tahun mamahnya Raka" ucap Ana.
"Acaranya dimana?" tanya Lino.
"Di rumah Raka" ucap Ana.
"Ya udah, aku sekarang kesana ya" ucap Lino.
"Mau ngapain?" tanya Ana.
"Ya aku mau bantuin juga" ucap Lino.
"Ya udah cepet kesini" ucap Ana.
"Iya" ucap Lino.
"Kalau gitu aku matiin dulu ya teleponnya" ucap Lino.
"Iya" ucap Ana.
Lalu Lino pun segera mematikan panggilan teleponnya.
"Na" panggil Raka.
"Apaan?" tanya Ana.
"Menurut luh, mejanya lebih baik ditaruh disamping atau di depan?" tanya Raka.
"Didepan lah" ucap Ana.
"Oh oke" ucap Raka.
"Acaranya mau malem?" tanya Ana.
"Ya iyalah, kan mamah gue pulangnya malem" ucap Raka.
"Ka, gue nitip kado gue ya" ucap Ana.
"Oh ya udah simpen aja dikamar gue" ucap Raka.
Lalu Ana pun segera menyimpan kado tersebut di kamar Raka.
Setelah selesai menyimpan kadonya, Ana pun segera kembali menghampiri Raka.
"Bagus gak, Na?" tanya Raka.
"Bagus kok, apalagi kalau ditambah balon-balon" ucap Ana.
"Balonnya baru ditiup dua?" ucap Raka.
"Iya, soalnya gue cape niup nya" ucap Ana.
"Na, gue mau nyimpen kue nya di kulkas dulu ya" ucap Raka.
"Iya ucap Ana.
"Oh iya! kue gue nya jangan dibawa" ucap Ana.
Lalu Raka pun segera menaruh kue brownies milik Ana diatas meja. Setelah itu, Raka pun segera membawa kue ulang tahun tersebut dan ia pun segera pergi ke dapur untuk menyimpan kue ulang tahun tersebut kedalam kulkas.
Setelah selesai menyimpan kue, Raka pun kembali menghampiri Ana dan ia pun segera membantu Ana meniup balon.
Tingtong...tingtong
"Itu siapa sih yang neken bel" ucap Raka.
"Itu Lino kali" tanya Ana.
"Dia mau ngapain kesini?" tanya Raka.
"Mau bantuin kita" ucap Ana.
"Ya udah sana, luh aja yang buka pintunya. Gue lagi mager keluar" ucap Raka.
Lalu Ana pun segera pergi keluar untuk menghampiri Lino.
Setelah sampai di luar, Ana pun segera membukakan pagar.
"Lama banget bukanya" ucap Lino.
"Maaf" ucap Ana.
"Ya udah ayo masuk" ucap Ana.
"Bentar, aku mau masukin motor aku dulu" ucap Lino.
"Oh ya udah" ucap Ana.
Lalu Lino pun segera memasukan motornya ke garasi rumah Raka.
Setelah itu, Lino dan Ana pun segera masuk kedalam rumah Raka.