
"Nih" ucap Lino sambil memberikan mie goreng dan air mineral kepada Ana.
"Makasih" ucap Ana.
"Iya sama-sama" ucap Lino.
Lalu Lino segera duduk berhadapan dengan Ana.
"Gilang mana?" tanya Lino.
"Beli makanan" ucap Ana.
"Kamu kenapa sih gak sekalian aja beliin makanan buat Gilang, kasihan tahu dia" ucap Ana.
"Gak apa-apa, gak usah kasihanin dia" ucap Lino.
"Dasar sahabat gak ada akhlak" ucap Ana sambil tertawa kecil.
"Tadi kamu bilang apa?" tanya Lino.
"Aku gak bilang apa-apa kok" ucap Ana.
Lalu Lino langsung mencubit pipi Ana.
"Aaa sakit" ringis Ana.
"Gemes banget sih" ucap Lino sambil melepaskan cubitannya.
"Heh! jangan pacaran mulu" ucap Gilang yang baru datang.
Lalu Gilang segera duduk disebelah Lino.
"Ya udah cepet makan" ucap Lino.
"Iya, ini juga kan mau makan" ucap Ana.
Lalu mereka bertiga segera menikmati makanan dan minuman.
"Eh, itu Naya kenapa ya gak gabung bareng Clara, Felisa sama Lia" heran Gilang.
"Na, mereka berantem ya?" tanya Gilang.
Ana hanya diam, tidak menjawab pertanyaan dari Gilang.
"Kok luh diem sih" ucap Gilang.
"Lang, bisa gak sih jangan ngurusin orang lain. Mau mereka berantem atau enggak kan itu urusan mereka" ucap Lino.
"Sensi banget luh, kan gue cuma nanya" ucap Gilang.
"Udah jangan berantem" ucap Ana.
"Siapa yang berantem?" tanya Lino.
"Ya kalian berdua" ucap Ana.
"Kita gak berantem kok. Iya kan, Lang?" tanya Lino.
"Iya kita gak berantem kok" ucap Gilang.
"Hallo guys" ucap Raka sambil duduk disebelah Ana.
"Hallo juga" ucap Ana.
"Cie mantan duduk sebelahan" ucap Gilang.
Lalu Lino langsung menatap tajam kearah Gilang.
Kemudian Gilang langsung terdiam karena ditatap Lino.
"Jangan cemburu, No! gue sama Ana kan cuma sahabatan" ucap Raka.
"Kamu cemburu, No?" tanya Ana.
"Enggak kok" ucap Lino.
"Oh iya, No! nanti pulang sekolah mau ke basecamp gak?" tanya Gilang.
"Enggak, gue mau ke rumah Ana" ucap Lino.
"Ngapain ke rumah Ana?" tanya Gilang.
"Ya mau main lah" ucap Lino.
"Gue boleh ikut gak?" tanya Gilang.
"Enggak" ucap Lino.
"Boleh kok, Lang" ucap Ana.
"Kok boleh sih, Na" keluh Lino.
"Ya gak apa-apa, lagian biar seru" ucap Ana.
"Nanti aku ajak temen-temen aku juga" ucap Ana.
"Gue boleh ikut gak?" ucap Raka.
"Boleh" ucap Ana.
"Emang nanti mau ngapain di rumah Ana?" tanya Raka.
"Mau belajar bareng" ucap Ana.
"Yaelah, gue kira mau nonton film sambil nyemil gitu" ucap Gilang.
"Belajar bareng, Na?" tanya Lino.
"Iya lah, emang kamu mau ngapain ke rumah aku?" tanya Ana.
"Ya tadinya aku mau nonton film bareng" ucap Lino.
"Lebih baik belajar aja, jangan nonton film" ucap Ana.
"Eh kayaknya gue gak jadi ikut deh" ucap Raka.
"Loh kok gitu" ucap Ana.
"Males belajar gue" ucap Raka.
"Pokoknya harus ikut, kan tadi udah janji bakal ikut" ucap Ana.
"Kapan gue janji?" tanya Raka.
"Tadi. Iya kan, No?" tanya Ana.
"Iya" pasrah Lino.
"Kaga mau ah, lagian tadi gue kan cuma ngomong doang gak pake janji segala" ucap Raka.
"Pokoknya harus ikut" ucap Ana.
"Kalau gak ikut, gue bakal laporin ke orang tua luh" ucap Ana.
"Laporin apa?" bingung Raka.
"Laporin ke orang tua luh kalau luh gak belajar" ucap Ana.
"Ya udah laporin aja, gue gak takut" ucap Raka.
"Na, udah jangan dipaksa" ucap Lino.
"Ya udah deh terserah luh aja" ucap Ana kepada Raka.
"Tahu ah!" kesal Ana.
"Loh kok ngambek" ucap Gilang.
"Jangan ngambek, Na! biarin aja kalau mereka gak ikut, lagian kan mereka pasti rugi soalnya aku bakal traktir kamu sama temen-temen kamu makanan sama minuman" ucap Lino.
"Luh mau traktir?" tanya Raka dan Gilang bersamaan.
"Iya lah" ucap Lino.
"Ya udah gue ikut" ucap Raka.
"Gue juga ikut" ucap Gilang.
"Giliran ditraktir aja pada gercep" ucap Ana.
...****...
Krining...Krining
Bel masuk pun berbunyi.
Semua siswa dan siswi segera pergi menuju kelasnya masing-masing.
"Guys" panggil Ana kepada Felisa, Clara dan Lia.
Lalu Clara dan Lia segera melihat kearah belakang.
"Kenapa, Na?" tanya Clara.
"Nanti pulang sekolah mau ikut belajar di rumah gue gak?" tanya Ana.
"Gue mau ikut" ucap Felisa.
"Gue juga ikut" ucap Clara.
"Gue boleh ikut gak?" tanya Lia.
"Boleh" ucap Ana.
"Lia, emang luh dibolehin main ke rumah Ana?" tanya Clara.
"Boleh, lagian kan kita mau belajar bareng. Pastinya orang tua gue gak bakal ngelarang" ucap Lia.
"Ya udah nanti pulang sekolah ke rumah gue ya" ucap Ana.
"Iya" ucap Clara, Felisa dan Lia.
"Oh iya, Naya mau ikut gak ya?" tanya Ana.
"Na, ngapain sih ngajakin dia kan dia udah jahat sama luh" ucap Felisa.
"Tapi gue gak enak sama dia, masa kalian diajak sedangkan dia enggak" ucap Ana.
"Gak apa-apa, lagian dia pasti gak mau ikut soalnya kan dia pasti malu" ucap Clara.
"Selamat siang anak-anak" ucap pak Dodi.
"Siang, pak" ucap semua murid.
Lalu pak Dodi segera membagikan lembar soal dan lembar jawaban kepada masing-masing murid.
Kemudian semua murid kelas XI MIPA 4 segera mengerjakan ulangan tersebut.
...****...
Bel pulang pun berbunyi.
"Na, ayo pulang" ucap Lino.
"Bareng dong! kan kita juga mau ke rumah Ana" ucap Felisa.
"Ya udah ayo" ucap Lino.
"Woy tunggu!" ucap Gilang.
"Gilang juga ikut?" tanya Felisa.
"Iya" ucap Ana.
"Ya udah ayo" ucap Lino.
Lalu mereka segera menuju parkiran sekolah.
Setelah sampai di parkiran, mereka semua segera pergi menuju rumah Ana.
Setelah sampai, Ana segera turun dari motor dan ia langsung membukakan pagar rumahnya.
Lalu Lino dan teman-temannya Ana segera memasukan motornya kedalam.
"Ya udah ayo masuk" ucap Ana sambil membuka pintu rumahnya.
Kemudian mereka semua segera masuk kedalam rumah Ana.
"Duduk dulu guys" ucap Ana.
Lalu teman-teman Ana segera duduk disofa.
"Bentar ya, gue mau ambil minum dulu" ucap Ana.
"Aku bantuin ambil minum ya" ucap Lino.
"Ya udah ayo" ucap Ana.
Lalu Ana dan Lino segera mengambil air minum dan cemilan.
Setelah mengambil air minum dan cemilan, mereka berdua segera pergi menghampiri teman-temannya.
Lalu Ana dan Lino segera menaruh air minum dan cemilan diatas meja.
"Bentar ya, gue mau ganti baju dulu sekalian mau ambil buku" ucap Ana.
"Oh iya" ucap semuanya.
Lalu Ana segera pergi menuju kamarnya.
"Naya kenapa gak diajak?" tanya Gilang.
"Soalnya hubungan kita lagi gak baik sama dia" ucap Felisa.
"Maksudnya?" bingung Gilang.
"Naya tuh sebenernya yang nguntit Ana" jelas Felisa.
"Beneran, No?" ucap Gilang dan Raka bersamaan.
Lino pun hanya mengangguk mengiyakan ucapan Gilang dan Raka.
"Kenapa dia nguntit Ana?" tanya Gilang.
"Soalnya dia suka sama gue, makanya Naya nyuruh Ana buat ngejauhin gue" ucap Lino.
"Ana pasti kecewa banget sama Naya" ucap Gilang.
"Ya pasti lah secara kan dia temennya Ana" ucap Lino.
"Apa jangan-jangan rumor yang ada di Faceb**k waktu itu ulah Naya" ucap Lia.
"Bisa jadi" ucap Lino.