
Hari Minggu
Tok...tok...tok
Mamah mengetuk pintu kamar Ana.
Karena tidak dibuka, akhirnya ia langsung membuka pintu kamar.
"Ana, bangun!" ucap mamah.
Ana membuka matanya perlahan.
"Kenapa, mah?" tanya Ana.
"Ayo, sarapan!" ucap mamah.
"Ana masih ngantuk, mah" ucap Ana.
"Nanti aja sarapannya" ucap Ana.
"Ya udah deh terserah kamu, tapi inget nanti harus makan" ucap mamah.
"Hmm" gumam Ana sambil menutup matanya.
Lalu mamah Ana segera pergi.
Trining...trining
Ana meraba dengan mata tertutup untuk mencari ponselnya. Setelah itu, ia langsung mengangkat panggilan telepon tersebut.
"Hallo. Ini siapa?" tanya Ana dengan mata terpejam.
"Saya tukang antar paket, mbak" ucapnya.
Ana membuka kedua matanya dan ia langsung melihat ke layar ponselnya.
"No, ngapain nelpon pagi-pagi?" tanya Ana.
"Pagi?! ini udah siang, Na" ucap Lino.
"Udah jam 10" sambung Lino.
"Oh gitu" ucap Ana.
"Kamu baru bangun ya?" tanya Lino.
"Iya" ucap Ana.
"Kamu ngapain telepon aku?" tanya Ana.
"Aku bosen aja, makanya aku telepon kamu" ucap Lino.
"Oh iya, besok aku gak bakal sekolah" ucap Lino.
"Kenapa gak sekolah?" tanya Ana.
"Soalnya papah aku lagi sakit" ucap Lino.
"Jadi sekarang kamu ada di rumah papah kamu?" tanya Ana.
"Enggak, sekarang aku ada di rumah sakit" ucap Lino.
"Mamah kamu juga ada disana?" tanya Ana.
"Iya" ucap Lino.
"Semoga papah kamu cepet sembuh ya" ucap Ana.
"Iya, aamiin" ucap Lino.
"No, aku boleh kesana gak sekarang? soalnya aku pingin jenguk papah kamu" ucap Ana.
"Jangan, soalnya jauh" ucap Lino.
"Ya gak apa-apa, lagian kan aku kesananya mau pake taksi" ucap Ana.
"Gak boleh" ucap Lino.
"Kenapa sih gak boleh?" keluh Ana.
"Soalnya aku takut kamu kenapa-napa dijalan" ucap Lino.
"Gak bakal kok" ucap Ana.
"Jangan Ana!" ucap Lino.
"No, aku minta nomer telepon mamah kamu dong" pinta Ana.
"Buat apa minta nomer telepon mamah?" tanya Lino.
"Hmm...buat nanyain kabar mamah kamu" ucap Ana.
"Mau nanyain kabar atau nanyain alamat rumah sakit?" tanya Lino.
"Ya nanyain kabar lah" ucap Ana.
"Ya udah tunggu sebentar" ucap Lino.
"Hallo" ucap mamah Lino.
Sontak Ana langsung terkejut saat mendengar suara mamahnya Lino.
"Eh tante" ucap Ana.
"Ada apa, Na?" tanya mamah Lino.
"Hmm...tante gimana kabarnya?" tanya Ana.
"Tante baik-baik aja kok, cuma ini suami tante lagi sakit" ucap mamah Lino.
"Oh iya, tante. Ana boleh jenguk papahnya Lino gak?" tanya Ana.
"Boleh kok" ucap mamah Lino.
"Alamatnya dimana ya, tante?" tanya Ana.
Mamah Lino langsung memberi tahu alamat rumah sakit dan ruang rawat papahnya Lino.
"Mah, jangan dikasih tahu!" terdengar suara Lino yang memarahi mamahnya.
"Hallo" ucap Lino.
"Iya" ucap Ana.
"Pokoknya kamu jangan kesini" ucap Lino.
"Kalau aku mau kesana gimana?" ucap Ana.
"Bandel banget ya kamu" ucap Lino.
"Enggak, aku gak bandel" ucap Ana sambil mematikan panggilan teleponnya.
Ana segera mengambil pakaian dan handuknya. Setelah itu, ia segera masuk kedalam kamar mandi.
"Mah, kenapa sih ngasih tahu alamat rumah sakitnya ke Ana?" ucap Lino sedikit kesal.
"Kan dia mau jenguk papah kamu, No" ucap mamah.
"Tapi mah, Lino khawatir sama Ana. Kalau dia kenapa-napa dijalan gimana coba" ucap Lino.
"Ana gak akan kenapa-napa kok, No" ucap mamah.
Lino segera menelpon Ana, tetapi Ana tidak menjawab panggilan telepon dari Lino.
"Gak diangkat lagi" keluh Lino.
"Kamu khawatir banget ya sama Ana?" tanya mamah.
"Ya iyalah, mah" ucap Lino.
"Pasti kamu khawatir sebab kejadian waktu itu ya" ucap mamah.
Lino hanya mengangguk mengiyakan ucapan mamahnya.
Skip
"No, kamu kenapa sih mondar-mandir terus?" tanya papah.
"Lino khawatir sama Ana, pah" jawab Lino.
"Bukannya khawatir sama kondisi papah, ini malah khawatir sama cewek itu" ucap papah sedikit kesal.
"Lino khawatir kok sama dua-duanya" ucap Lino.
"Dari ekspresi kamu juga ketahuan bahwa kamu lebih khawatir sama cewek itu" ucap papah.
"Pah, papah kenapa sih kayak benci banget sama Ana?" tanya mamah.
"Ya karena cewek itu pasti cuma manfaatin Lino doang" ucap papah.
"Manfaatin apa sih, pah? orang jelas-jelas Ana anak baik-baik kok" ucap mamah.
Tok...tok...tok
Pintu diketuk oleh seseorang.
Lino segera membuka pintu tersebut.
"Eh, Na! kamu gak kenapa-napa kan?" tanya Lino.
"Enggak kok" ucap Ana.
"Ya udah ayo masuk" suruh Lino.
"Siang tante, om" ucap Ana.
"Siang juga Ana" ucap mamah Lino.
Ana segera salam kepada kedua orang tua Lino.
"Ana, kamu kesini naik apa?" tanya tante.
"Ana kesininya naik taksi, tante" ucap Ana.
"Oh iya, ini buat om" ucap Ana sambil memberikan kue brownies kepada papahnya Lino.
"Saya gak suka brownies" ucap papahnya Lino.
"Pah! bisa gak sih ngehargain pemberian orang? Ana jauh-jauh loh datang kesini cuma buat jenguk papah" emosi Lino.
"No, udah gak apa-apa. Lagian kan papah kamu emang gak suka brownies" ucap Ana.
"Na, sini kue nya buat tante aja" ucap mamah Lino.
Ana langsung memberikan kue tersebut kepada mamahnya Lino.
"Makasih ya" ucap mamah Lino.
"Iya sama-sama" ucap Ana.
Trining...trining
Ana melihat ke layar ponselnya dan ternyata ada panggilan telepon dari mamahnya.
"Om, tante. Ana keluar sebentar ya soalnya ada telepon" ucap Ana.
"Iya" ucap mamah Lino.
Ana segera pergi keluar.
"Pah, bisa gak sih bersikap baik sama Ana?" ucap Lino.
"Cukup papahnya aja yang bikin sakit hati dia, jangan orang lain!" ucap Lino.
"Maksudnya?" bingung papah.
"Papahnya Ana selingkuh, pah!" ucap Lino.
"Jadi Lino mohon sama papah agar papah bersikap baik sama Ana" ucap Lino.
Papah Lino langsung terdiam.
Tok...tok..tok
Ana mengetuk pintu. Setelah itu, ia segera membuka pintu ruangan tersebut.
"Ana" panggil papah Lino.
"Iya, ada apa om?" tanya Ana.
"Sini dulu" perintah papah Lino.
Ana segera mendekat kearah papahnya Lino.
"Ada apa, om?" tanya Ana sedikit gugup.
"Maafin om ya, om udah bersikap gak baik sama Ana" ucap papah Lino.
"Iya gak apa-apa kok, om" ucap Ana dengan mata yang berkaca-kaca.
"Kamu takut ya sama om?" tanya papah Lino.
"Enggak kok, om" gemetar Ana.
"Na, kamu nangis ya?" tanya Lino memastikan karena suara Ana bergetar.
"Hiks...hiks" tangis Ana.
"Loh! kamu kenapa nangis?" tanya papah Lino.
"Ana kira om bakal marahin Ana" ucap Ana sambil nangis sesenggukan.
Lino dan mamahnya langsung tersenyum mendengar ucapan Ana.