ARLINO

ARLINO
Episode 163



Setelah itu Ana segera duduk disofa ruang tamu dan ia segera menelepon Clara.


Beberapa detik kemudian, Clara langsung menjawab panggilan telepon dari Ana.


"Hallo" ucap Clara.


"Ra, gue boleh nanya sesuatu gak sama luh" ucap Ana.


"Ya boleh lah" ucap Clara.


"Gue boleh minta alamat rumah orang tuanya Acha gak?" ucap Ana.


"Buat apa minta alamat orang tua Acha?" tanya Clara.


"Gue pingin minta aja, soalnya gue pingin kesana" ucap Ana.


"Mau ngapain kesana?" tanya Clara.


"Pingin silaturahmi aja sama orang tua Acha" ucap Ana.


"Emang luh kenal sama orang tua Acha?" tanya Clara.


"Enggak" ucap Ana.


"Terus luh mau ngapain kesana?" tanya Clara.


"Pingin silaturahmi aja, lagian kan gak ada salahnya silaturahmi" ucap Ana.


"Ya silaturahmi nya sih gak salah, tapi masalahnya luh kan gak kenal sama orang tua nya Acha" ucap Clara.


"Ya udah kalau gitu silaturahmi nya sama luh aja, kan luh pasti kenal sama orang tua Acha" ucap Ana.


"Emang mau kapan kesananya?" tanya Clara.


"Sekarang" ucap Ana.


"Loh! bukannya luh mau ke nikahan sepupu nya Lino ya?" tanya Clara.


"Gue udah pulang" ucap Ana.


"Oh udah pulang" ucap Clara.


"Iya" ucap Ana.


"Ya udah, anterin gue kesana yuk! gue pingin banget kesana" ucap Ana.


"Ya udah, sekarang gue otw ke rumah luh" ucap Clara.


"Makasih ya udah mau anterin gue kesana" ucap Ana.


"Iya sama-sama" ucap Ana.


"Ya udah kalau gitu gue tutup dulu ya teleponnya" ucap Clara.


"Iya" ucap Ana.


Lalu Clara segera mematikan panggilan teleponnya.


...****...


Tingtong...tingtong


Ana segera pergi menghampiri orang yang menekan bel rumahnya.


Kemudian Ana segera membuka pagar rumahnya.


"Ayo berangkat" ucap Clara.


"Bentar, gue mau kunci pintu dulu" ucap Ana.


Lalu Ana segera mengunci pintu rumahnya, kemudian ia segera menutup pagar rumahnya.


Setelah itu, Ana segera menaiki motor Clara.


Lalu Clara segera melajukan motornya menuju rumah orang tuanya Acha.


"Ra, setelah Acha meninggal, luh pernah ke rumahnya lagi gak buat silaturahmi sama orang tua nya Acha" ucap Ana.


"Semenjak Acha meninggal, gue gak pernah kesana lagi" ucap Clara.


"Kenapa gak kesana?" tanya Ana.


"Soalnya gue gak terlalu deket sama orang tua Acha, jadi gue mutusin buat gak kesana. Soalnya kalau kesana gue bingung mau ngomong apa" ucap Clara.


"Kalau sahabat Acha yang lain pernah kesana gak?" tanya Ana.


"Enggak" ucap Clara.


"Rumahnya jauh gak, Ra?" tanya Ana.


"Enggak sih, paling 30 menit nyampe" ucap Clara.


Skip


Setelah sampai, Ana dan Clara langsung turun dari motor.


"Ini rumahnya, Ra?" tanya Ana.


"Iya" ucap Clara.


Lalu Ana segera menekan bel rumah tersebut.


Satu menit kemudian, seseorang datang membukakan pagar rumah.


"Mau cari siapa ya?" tanya orang itu.


Clara bingung karena orang yang membukakan pagar ternyata bukan orang tua Acha.


"Bapak orang tuanya Acha kan?" tanya Ana memastikan.


"Bukan, Na! itu bukan orang tua Acha" ucap Clara.


"Saya bukan orang tuanya Acha" ucap bapak itu.


"Oh bukan ya" ucap Ana.


"Oh iya, pak! saya boleh ketemu orang tua nya Acha gak?" tanya Ana.


"Disini gak ada orang tuanya Acha" ucap bapak itu.


"Mungkin maksud kamu itu orang yang sebelumnya tinggal disini ya?" tanya bapak itu.


"Iya, mereka sekarang ada dimana pak?" tanya Ana.


"Hah?" bingung Clara.


"Anaknya cewek kan?" tanya Ana.


"Kalau itu saya gak tahu" ucap bapak itu.


"Ya udah kalau gitu makasih ya informasi nya" ucap Ana.


"Iya sama-sama" ucap bapak itu.


"Pak, maaf ya ngeganggu waktunya" ucap Ana.


"Iya gak apa-apa, neng" ucap bapak itu.


Lalu bapak tersebut segera menutup pagar rumahnya.


"Na, Acha kan anak satu-satunya" ucap Clara.


"Apa jangan-jangan Acha gak meninggal" ucap Clara.


"Ra, tadi sebenernya gue lihat orang yang mukanya mirip sama Acha" ucap Ana.


"Makanya gue pingin kesini karena gue pingin pastiin bahwa Acha masih hidup atau enggak" ucap Ana.


"Luh lihat dimana, Na?" tanya Clara.


"Di nikahannya sepupu Lino" ucap Ana.


"Na, luh tadi samperin dia gak?" tanya Clara.


"Enggak, tapi tadi Lino samperin dia" ucap Ana.


"Lino samperin dia?" tanya Clara.


"Iya" ucap Ana.


"Na, kita ke rumah Lino yuk sekarang" ucap Clara.


"Mau ngapain?" tanya Ana.


"Gue pingin tahu tadi Acha ngomong apa aja ke Lino" ucap Clara.


"Ya udah ayo" ucap Ana.


Lalu Ana dan Clara segera menaiki motor. Kemudian Clara segera melajukan motornya menuju rumah Lino.


Sesampainya di rumah Lino, Ana dan Clara langsung turun dari motornya.


Kemudian Clara langsung menekan bel rumah Lino.


Tidak menunggu lama, Lino segera datang dan ia segera membuka pagar rumahnya.


"Ada apa kesini?" tanya Lino.


"No, yang tadi luh temuin di pernikahan sepupu luh itu Acha, No" ucap Clara.


"Itu bukan Acha, Ra" ucap Lino.


"Tapi dia mirip kan sama Acha?" tanya Clara.


"Iya" ucap Lino.


"Itu beneran Acha, No! itu Acha" ucap Clara dengan mata yang berkaca-kaca.


"Tapi itu bukan Acha" ucap Lino.


"Terus kalau bukan Acha, kenapa dia bisa mirip sama Acha?" tanya Clara.


"Tapi tadi katanya namanya Tasya, bukan Acha" ucap Lino.


"Enggak, No! itu Acha" ucap Clara sambil meneteskan air matanya.


"Bisa aja kan dia hilang ingatan" ucap Clara.


"Tapi kan Acha udah meninggal, Ra" ucap Lino.


"Acha belum meninggal, No!" ucap Clara.


"Papah Acha bawa Acha ke rumah sakit yang ada di Singapura" ucap Clara.


"Luh tahu dari mana?" tanya Lino.


"Gue tahu dari bapak-bapak yang ngebeli rumah orang tuanya Acha" ucap Clara.


"Acha beneran belum meninggal?" tanya Lino.


"Gue gak tahu, tapi gue pingin lihat dulu orang yang mirip Acha, biar ngebuktiin bahwa itu Acha atau bukan" ucap Clara.


"No, kita ke nikahan sepupu luh yuk! soalnya sepupu luh pasti tahu deh alamat rumah orang yang mirip Acha" ucap Clara.


"Tapi kan mereka lagi nikahan, Ra. Masa gue harus nanyain alamat cewek yang mirip Acha ke sepupu gue sih" ucap Lino.


"No, gue pingin kesana sekarang! please! gue kangen sama Acha" ucap Clara.


"Ya udah lebih baik sekarang luh masukin motor luh ke garasi. Nanti kita bertiga kesananya naik mobil gue" ucap Lino.


Lalu Clara segera memasukan motornya ke garasi.


"Ya udah, kalau gitu gue ambil kunci mobil gue dulu" ucap Lino kepada Clara.


Lalu Lino segera pergi untuk mengambil kunci mobil.


Setelah mengambil kunci mobil, Lino segera mengunci pintu rumahnya. Kemudian Lino segera mengeluarkan mobilnya.


"Ra, tolong tutupin pagarnya" suruh Lino.


Lalu Clara segera menutup pagar rumahnya Lino. Setelah itu, ia segera masuk kedalam mobil Lino.


"Na, kamu kenapa duduk dibelakang?" tanya Lino.


"Aku mau temenin Clara" ucap Ana.


"Udah kamu didepan aja" ucap Lino.


"Iya, luh duduk didepan aja" ucap Clara.


Lalu Ana segera pindah ke kursi depan.


Setelah itu, Lino segera melajukan mobilnya menuju gedung pernikahan sepupu nya.