ARLINO

ARLINO
Episode 139



Pagi hari


Seperti biasa, Ana segera pergi menuju ruang makan untuk sarapan pagi.


"Mah, Ana makannya dikit aja ya" ucap Ana.


"Loh kenapa dikit?" tanya mamah.


"Soalnya bentar lagi Lino kesini" ucap Ana.


"Kalau kesini emang kenapa?" tanya mamah.


"Nanti pasti Lino lama nunggu Ana makan. Lagian bentar lagi mau jam tujuh, pasti nanti Ana bakal telat kalau kelamaan makannya" ucap Ana.


"Ya udah mamah masukin ke tempat makan aja ya, biar kamu makannya disekolah" ucap mamah.


"Ya udah deh, masukin ke tempat makan aja" ucap Ana.


Lalu mamah segera mengambil tempat makan. Setelah itu, mamah segera memasukan nasi goreng ke tempat makan.


"Nih" ucap mamah sambil memberikan tempat makan kepada Ana.


Lalu Ana segera mengambil tempat makan tersebut dan ia langsung menaruhnya tempat makan tersebut kedalam tas.


"Ana, pamit dulu ya mah" ucap Ana sambil mencium tangan mamahnya.


"Lino nya emang udah kesini?" tanya mamah.


"Belum sih, tapi Ana mau tunggu di luar aja" ucap Ana.


"Ya udah Ana pergi dulu ya, mah" ucap Ana.


"Iya" ucap mamah.


Lalu Ana segera keluar rumah untuk menunggu Lino.


5 menit kemudian, akhirnya Lino datang.


"Ayo, Na" ucap Lino.


"Nih, pake dulu helm nya" ucap Lino sambil memberikan helm kepada Ana.


Lalu Ana segera memakai helm tersebut dan ia langsung menaiki motor Lino.


...****...


Setelah sampai di parkiran sekolah, Ana dan Lino segera turun dari motor. Lalu mereka berdua segera pergi menuju kelasnya.


Setelah sampai, Ana dan Lino segera masuk kedalam kelas. Lalu mereka segera duduk dikursinya masing-masing.


"Na" ucap Felisa.


"Apa" ucap Ana.


"Semalem Clara cerita tentang kejadian kemarin" ucap Felisa.


"Luh udah maafin Naya?" tanya Felisa.


"Iya, udah" ucap Ana.


"Oh iya, semalem Naya kirim chat di grup yang cuma ada kita berempat. Dia bilang terima kasih ke gue, Clara sama Lia dan juga dia bilang maaf ke kita" ucap Felisa.


"Tapi setelah bilang terima kasih dan maaf, tiba-tiba dia keluar dari grup" ucap Felisa.


"Maafin gue ya, Fel. Karena gue, semuanya jadi kayak gini" ucap Bina merasa bersalah.


"Bukan salah luh kok" ucap Felisa.


Kemudian Clara masuk kedalam kelas dan ia langsung duduk dikursinya.


"Pada ngomongin apa?" tanya Clara.


"Ngomongin tentang kejadian kemarin" ucap Felisa.


"Oh tentang itu" ucap Clara.


"Lebih baik sekarang kita lupain aja ya kejadian itu. Lagian kan Ana sama Naya udah baikan lagi" ucap Clara.


"Guys!" ucap ketua kelas yang bernama Putra.


Sontak semua orang yang dikelas langsung melihat kearah Putra.


"Kenapa?" tanya Aldi.


"Duduk dulu!" ucap Putra serius.


Lalu semua orang yang dikelas langsung duduk dikursinya masing-masing.


"Gue ada kabar duka" ucap Putra.


"Kenapa, put?" tanya Aldi.


"Naya meninggal dunia" ucap Putra lagi.


Sontak semua orang yang berada dikelas langsung terdiam karena mendengar ucapan Putra.


"Luh jangan bercanda, put" ucap Clara dengan mata yang berkaca-kaca.


"Gue serius" ucap Putra sambil menunduk.


"Gak mungkin! kemarin Naya masih baik-baik aja kok" ucap Clara sambil meneteskan air matanya.


"Nanti pulang sekolah, kita ke rumah Naya" ucap Putra.


"Gue mau kesana sekarang aja" ucap Felisa.


"Tapi kan kita lagi UAS" ucap Putra.


"Gak apa-apa, nanti gue UAS susulan aja" ucap Felisa.


"Gue juga mau ke rumah Naya sekarang" ucap Clara.


"Gue juga" ucap Lia.


Lalu Clara, Felisa dan Lia segera pergi.


"Meninggal nya karena apa?" tanya Putri.


"Overdosis obat" ucap Putra.


Lalu Ana segera mengambil tasnya dan ia langsung pergi.


"Na!" teriak Lino sambil mengejar Ana.


Lalu Lino langsung memegang tangan Ana.


"Ini semua salah aku, No" ucap Ana sambil menangis.


"Ini bukan salah kamu kok" ucap Lino.


"Ini emang salah aku, No" lirik Ana.


"Bukan salah kamu, Na" ucap Lino sambil memeluk Ana.


"No, aku mau ke rumah Naya" ucap Ana.


"Ya udah, kamu tunggu disini ya. Aku mau ambil tas aku dulu" ucap Lino.


Lalu Lino segera pergi ke kelasnya untuk mengambil tas. Setelah itu, ia segera kembali menghampiri Ana.


"Ayo" ucap Lino.


"Kalian mau kemana? bukannya masuk kelas" ucap pak Sandy.


"Kita mau melayat, pak" ucap Lino.


"Siapa yang meninggal?" tanya pak Sandy.


"Temen sekelas kita" jawab Lino.


"Siapa?" tanya pak Sandy.


"Naya, pak" ucap Lino.


"Innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un" ucap pak Sandy.


"Kita berdua boleh ijin kan, pak?" tanya Lino.


"Ya sudah boleh, tapi nanti kalian harus ikut UAS susulan" ucap pak Sandy.


"Makasih ya, pak" ucap Ana.


"Iya" ucap pak Sandy.


"Oh iya, nanti tolong bilangin ke keluarganya kalau guru-guru bakal kesana setelah pulang sekolah" ucap pak Sandy.


"Iya, pak" ucap Lino.


"Kalau gitu kita berdua pergi dulu ya, pak" ucap Lino.


"Iya, hati-hati ya dijalan nya" ucap pak Sandy.


"Iya, pak" ucap Lino.


Lalu Ana dan Lino segera pergi menuju parkiran sekolah.


Setelah sampai di parkiran, Ana dan Lino segera menaiki motornya. Lalu Lino langsung melajukan motornya.


"Mau kemana?" tanya pak satpam.


"Mau ngelayat, pak" ucap Lino.


Lalu pak satpam langsung membukakan pagar sekolah.


Kemudian Lino segera melajukan motornya menuju rumah Naya.


Setelah sampai disana, mereka berdua melihat banyak sekali orang yang sedang melayat ke rumah Naya.


Kemudian mereka berdua segera turun dari motor.


"Ayo masuk, Na" ucap Lino sambil memegang tangan Ana.


Lalu mereka berdua segera masuk kedalam rumah Naya.


"Permisi" ucap Lino saat melewati orang-orang.


Lalu Lino dan Ana langsung menghampiri Clara, Felisa dan Lia. Kemudian Lino dan Ana segera duduk.


Lalu Bagas segera menghampiri Ana.


"Nih" ucap Bagas dengan mata yang berkaca-kaca.


Sontak Ana langsung melihat kearah Bagas.


"Surat dari Naya buat luh" jelas Bagas.


Lalu Ana langsung mengambil surat tersebut.


Setelah suratnya diambil oleh Ana, kemudian Bagas segera pergi.


"Isi suratnya apa, Na?" tanya Lia.


Lalu Ana langsung membuka surat tersebut.


To : Ana


From : Naya


Na, maafin gue ya.


Selama ini gue udah jahat banget sama luh.


Walaupun luh udah maafin gue, tapi gue merasa bersalah banget.


Gue sebenernya gak ada niatan buat nyebarin video luh. Gue cuma mau ngancam luh doang supaya luh ngejauhin Lino.


Dan tentang gue yang ngelukain luh waktu itu karena gue gak ada pilihan lain soalnya gue takut ketahuan sama luh, makanya gue jadi ngelukain tangan luh.


Entah kenapa gue merasa malu banget sama diri gue sendiri karena gue sejahat itu sama luh. Kadang gue mikir kenapa gue bisa sejahat ini sama luh, padahal luh baik banget sama gue.


Oh iya, sekali lagi tolong maafin kesalahan-kesalahan gue ya dan gue juga mau bilang makasih karena luh udah mau jadi sahabat gue.


Setelah membaca surat tersebut, Ana langsung menangis sesenggukan.


...****...


* Pemakaman


Jenazah Naya pun segera dikuburkan.


Setelah dikuburkan, semua orang pun langsung berdoa.


Setelah acara pemakaman selesai, beberapa orang segera meninggalkan pemakaman.


"Na, ayo" ucap Lino.


"Aku mau disini dulu, No" ucap Ana sambil menatap kearah kuburan Naya.


"Ra, Fel, udah jangan nangis! kalau luh nangis, Naya pasti sedih" ucap Lia kepada Clara dan Felisa.