ARLINO

ARLINO
Episode 220



"Ana nya cantik gak, No?" tanya Clara saat selesai mendandani Ana.


"Cantik" ucap Lino sambil tersenyum.


"Ya udah kalau gitu ayo berangkat" ucap Lino.


"Berangkat kemana, No?" tanya Ana.


"Ke basecamp lah, kan katanya Clara mau ke basecamp" ucap Lino.


"Terus gue berangkat nya sama siapa, No?" tanya Clara.


"Ya sama Raka lah" ucap Lino.


"Ya udah ayo kita berangkat" ucap Clara heboh.


"Bentar! aku mau simpan makeup dulu ya" ucap Ana.


"Iya" ucap Lino.


Lalu Ana segera pergi menuju kamarnya.


Setelah sampai di kamarnya, Ana segera menyimpan makeup. Setelah itu, ia segera kembali menghampiri Lino dan Clara.


"Ayo berangkat!" ucap Ana.


Ana, Lino dan Clara segera pergi keluar.


"Pintunya dikunci jangan ya?" tanya Ana.


"Ya dikunci dong, Na" ucap Lino.


"Kalau dikunci, terus mamah gimana masuk ke rumah nya?" tanya Ana.


"Emang mamah luh gak ada kunci cadangan, Na?" tanya Clara.


"Enggak, kan mamah gue biasanya pake kunci yang ini" ucap Ana.


"Ya udah kuncinya titip aja ke orang tua nya Raka" ucap Lino.


"Eh iya juga ya" ucap Ana.


"Ya udah kalau gitu aku ke rumah Raka dulu ya, sekalian nanti aku ajak Raka buat ke basecamp" ucap Ana.


"Iya" ucap Lino.


Ana segera pergi menuju rumah Raka.


5 menit kemudian...


Ana segera kembali menghampiri Lino dan Clara.


"Raka nya mana, Na?" tanya Clara.


"Raka nya lagi ngeluarin motor dulu, tapi bentar lagi dia bakal kesini kok" ucap Ana.


"Ya udah ayo naik, Na" ucap Lino.


"Sebentar, aku mau tutup pagar dulu" ucap Ana.


Ana segera menutup pagar rumahnya, lalu ia segera naik ke motor Lino.


Tin...tin


Raka segera datang menghampiri Ana, Lino dan juga Clara.


"Ayo naik, Ra" ucap Raka.


Clara segera naik ke motor Raka.


Setelah itu mereka berempat segera pergi ke basecamp.


* Basecamp


Setelah sampai, mereka berempat segera turun dari motor.


"Ini basecamp nya Skz, Ka?" tanya Clara.


"Iya" ucap Raka.


"Ya udah ayo masuk" ucap Lino.


Lalu Lino dan Raka duluan masuk kedalam.


"Didalam banyak orang gak, Na?" tanya Clara.


"Gue gak tahu, kan gue belum masuk kedalam" ucap Ana


"Ya udah ayo, Ra" ucap Ana sambil menarik tangan Clara.


Lalu Ana dan Clara segera masuk kedalam basecamp SKZ.


"Na, Ra! kesini" teriak Lino.


"Ana kesini,. No?" tanya Bayu.


"Iya" ucap Lino.


"Eh ada Clara juga ternyata" ucap Bayu.


"Sini duduk, Ra" ucap Bayu.


"Woy, inget! dia lagi deket sama Bobby" ucap Lino.


"Iya gue tahu, gue kan cuma nyuruh dia duduk doang" ucap Bayu.


"Ra, sini duduk nya deket gue aja" ucap Ana.


Clara segera duduk disebelah Ana.


"Nih" ucap Lino sambil memberikan minuman kaleng dan snack kepada Ana dan Clara.


"Makasih" ucap Ana dan Clara bersamaan.


"Iya sama-sama" ucap Lino sambil duduk disebelah Ana.


"Alex mana, Bay?" tanya Raka.


"Tadi dia lagi jalan-jalan sama Viona" ucap Bayu.


"Jalan-jalan kemana?" tanya Raka.


"Tadi sih katanya dia mau ke cafe" ucap Bayu.


"Oh gitu" ucap Raka.


"No, Clara katanya pingin nonton televisi" ucap Ana.


"Ih! siapa yang bilang kayak gitu" ucap Clara.


"Kalau mau nonton televisi ya nyalain aja televisi nya" ucap Lino.


"Boleh?" tanya Ana memastikan.


"Ya boleh lah" ucap Lino.


"Remote tv nya mana, No?" tanya Ana.


"Itu" tunjuk Lino.


Ana segera mengambil remote, lalu ia langsung menyalakan televisi.


"Bayu" panggil Ana.


"Apa sayang" canda Bayu.


Sontak Lino langsung menatap tajam kearah Bayu dan ia langsung melempar batal tepat pada wajah Bayu.


"Gue bercanda, No! serius amat sih hidup luh" ucap Bayu.


"Oh iya! ada apa, Na?" tanya Bayu.


"Gak jadi deh" ucap Ana.


"Lah! aneh banget luh jadi orang" ucap Bayu.


"Soalnya gue lupa mau ngomong apa" ucap Ana.


"Oh iya, Na! luh habis dari mana? kok luh pake makeup segala" ucap Bayu.


"Habis dari rumah" ucap Ana.


"Oh kirain habis dari kondangan" ucap Bayu.


"Enggak kok" ucap Ana.


"Oh gitu" ucap Bayu.


Ting


Ana segera melihat ke layar ponselnya dan ternyata ada pesan masuk dari Clara.


Sontak Ana langsung menatap kearah Clara dengan tatapan bingung.


Lalu Ana segera membuka pesan dari Clara.


Clara :


Na, pacar luh ngambek tuh kelihatannya, gara-gara Bayu tadi manggil luh sayang


Setelah membaca pesan tersebut, Ana langsung melihat kearah Lino dan memang benar bahwa raut wajah Lino seperti sedang kesal.


"Sayang" panggil Ana.


Lino langsung melihat kearah Ana karena sedikit terkejut dengan perkataan nya.


"Jangan marah, No" ucap Ana.


"Enggak, aku gak marah kok" ucap Lino.


"Luh marah sama gue, No?" tanya Bayu memastikan.


"Enggak!" ucap Lino dengan dingin.


Ana segera menatap Lino sambil tersenyum. Lalu ia segera menggenggam tangan Lino.


"Udah lah, gue mau pulang aja" ucap Clara saat melihat Ana yang menggenggam tangan Lino.


"Ya udah ayo gue anterin pulang" ucap Bayu.


"Jangan...jangan! biar gue aja yang anterin luh. Soalnya kalau dianterin sama Bayu, bisa-bisa luh diajak jalan-jalan dulu" ucap Raka.


"Lah! padahal kan tadi gue cuma asal ngomong aja" ucap Clara.


"Kirain beneran mau pulang" ucap Bayu.


"Enggak kok" ucap Clara.


"Oh iya, No! mamah kamu udah pulang atau masih ada di rumah kamu?" tanya Ana.


"Udah pulang" ucap Lino.


"Kalau Gilang gimana? bukannya dia nginep di rumah kamu ya?" tanya Ana.


"Iya, dia emang nginep. Tapi tadi pagi-pagi banget dia langsung buru-buru pulang ke rumahnya" ucap Lino.


"Oh gitu" ucap Ana.


"Guys! gue pulang dulu ya" ucap Bayu.


"Pulang atau mau pergi ke rumah cewek?" tanya Raka.


"Ya pulang lah" ucap Bayu.


Lalu Bayu segera pergi keluar.


"No" panggil Ana.


"Apa, Na?" ucap Lino.


"Kamu tadi marah ya sama Bayu?" tanya Ana.


"Enggak kok" ucap Lino.


"Udah jangan bohong, soalnya kelihatan dari wajah kamu kalau kamu tadi lagi kesel" ucap Ana.


"Iya, tadi aku kesel dikit" ucap Lino terus terang.


"Kalau sekarang masih kesel gak?" tanya Ana.


"Udah enggak kok" ucap Lino.


"Biasanya dulu kalau luh kesel suka marah-marah, No. Tapi kok sekarang malah diem" kata Raka.


"Soalnya sekarang gue mau belajar menahan emosi gue" ucap Lino.


"Guys, gue mau pulang ya. Soalnya gue ngantuk banget nih pingin tidur" ucap Clara.


"Masa jam segini tidur sih, Ra" ucap Raka.


"Soalnya gue semalem nonton drama Korea bareng Ana makanya sekarang jadi ngantuk" ucap Clara.


"Ka, anterin Clara pulang sana!" perintah Lino.


"Ya udah ayo, Ra" ucap Raka.


"Ra, kan baju tidur luh masih ada di rumah gue" ucap Ana.


"Gak apa-apa simpan dulu aja baju nya di rumah luh" ucap Clara.


"Ya udah besok aja ya gue kasih ke luh nya baju nya" ucap Ana.


"Iya" ucap Clara.


"Ya udah ayo, Ra" ucap Raka.


"Gue pergi dulu ya guys" ucap Clara kepada Ana dan Lino.


"Iya" ucap Ana dan Lino bersamaan.


"Hati-hati ya, Ra" ucap Ana.


"Iya" ucap Clara.


"Ka, bawa nya jangan ngebut-ngebut" ucap Ana.


"Iya, gue gak bakal ngebut kok bawa nya" ucap Raka.


Lalu Clara dan Raka segera pergi.


"Na" panggil Lino.


"Apa" ucap Ana.


"Na, jangan lupa ya besok" ucap Lino.


"Emang besok kenapa, No?" tanya Ana.


"Bikinin aku makanan" ucap Lino.


"Oh bikin makanan, kirain apa" ucap Ana.


"Bikinin ya" ucap Lino.


"Iya, nanti besok aku bikinin" ucap Ana.


"Oh iya, makanan nya mau apa?" tanya Ana.


"Nasi goreng aja deh" ucap Lino.


"Oh iya, nanti bikinnya yang banyak ya soalnya kan nanti makannya bareng kamu" ucap Lino.


"Makan nya bareng aku?" tanya Ana.


"Iya lah, masa aku makan sendirian" ucap Lino.


"Ya udah iya, nanti aku bikin nasi goreng nya yang banyak" ucap Ana.


"Nanti makan nya di rooftop ya" ucap Lino.


"Iya, terserah kamu aja deh" ucap Ana.


Beberapa menit kemudian Alex dan Viona datang.


"Eh ada luh berdua" ucap Alex saat melihat ada Ana dan Lino.


"Na, ayo duduk" ucap Alex.


"Gue udah duduk, Lex" ucap Ana.


"Bukan ke luh, tapi ke Viona" ucap Alex.


"Oh kirain luh ngomong ke gue" ucap Ana sedikit malu.


Lalu Viona segera duduk disebelah Alex.


"Kalian berdua dari kapan kesini nya?" tanya Alex.


"Oh iya! Bayu mana, No?" tanya Alex.


"Dia udah pulang" ucap Lino.


"Oh gitu" ucap Alex.


"Oh iya! ini bekas siapa? kok ada lima kaleng minuman" ucap Alex.


"Itu bekas gue, Ana, Clara, Raka, sama Bayu" jelas Lino.


"Oh tadi ada Clara sama Raka juga" ucap Alex.


"Iya" ucap Lino.


"Clara mau ngapain kesini?" tanya Alex.


"Dia katanya pingin lihat basecamp kita, soalnya dia penasaran" ucap Lino.


"Oh kirain pingin ketemu sama Bobby" ucap Alex.


"Tapi kayaknya dia kesini emang pingin ketemu Bobby sih" ucap Lino.


"Enggak kok!" sahut Ana.


"Clara kesini emang penasaran sama tempatnya" ucap Ana.


"Oh gitu, kirain kesini gara-gara pingin modus sama Bobby" ucap Lino.


"Enggak kok, Clara kesini bukan karena pingin modus" ucap Ana.


"Na, kita ke rumah aku yuk!" ajak Lino.


"Mau ngapain, No?" tanya Ana.


"Hayo mau ngapain luh ngajak Ana ke rumah" ucap Alex sambil tersenyum.


"Gue mau kasih sesuatu ke Ana" ucap Lino.


"Ngasih apa hayo?" ucap Alex.


"Kepo luh jadi orang" ucap Lino.


"Kamu mau kasih aku apa, No?" tanya Ana penasaran.


"Kamu ikut dulu aja, nanti juga kamu pasti tahu kok" ucap Lino.


"Kamu mau kasih aku seblak ya, No?" tanya Ana memastikan.


Alex dan Viona langsung tertawa karena mendengar perkataan Ana.


"Bukan seblak" ucap Lino.


"Es krim?" tebak Ana.


"Bukan juga" ucap Lino.


"Coklat?" tebak Ana.


"Bukan" ucap Lino.


"Terus apa dong?" tanya Ana.


"Udah kamu ikut dulu aja, nanti juga kamu bakal tahu kok" ucap Lino.


"Ya udah ayo ke rumah kamu" ucap Ana.


"Lex, Na! gue sama Ana pergi dulu ya" ucap Lino.


"Iya" ucap Alex dan Ana bersamaan.


"Ya udah ayo, Na" ucap Lino.


Akhirnya Ana dan Lino segera pergi keluar.


Setelah diluar, Ana dan Lino segera naik ke motor. Lalu Lino segera melajukan motornya menuju rumahnya.


...****...


* Rumah Lino


Sesampainya di rumah Lino, Ana segera turun dari motor.


"Na, tolong bukain pagar nya dong" perintah Lino.


"Oke" ucap Ana.


Ana segera membuka pagar rumah Lino.


Lalu Lino segera memasukkan motornya ke garasi.


"Tutup lagi pagar nya, Na" teriak Lino.


"Oke" ucap Ana.


Ana kembali menutup pagar rumah Lino.


Sesudah itu, Ana dan Lino segera masuk kedalam rumah.


"Duduk dulu, Na" perintah Lino.


Ana segera duduk di sofa ruang tamu.


"Bentar ya, aku mau ambilin minum dulu buat kamu" ucap Lino.


"Iya" ucap Ana.


"Oh iya! mau air putih atau jus kemasan?" tanya Lino.


"Air putih aja, No" ucap Ana.


"Tunggu sebentar ya" ucap Lino.


"Iya, jangan lama-lama ya" ucap Ana sambil tersenyum.


"Iya" ucap Lino sambil tersenyum.


Lalu Lino segera pergi ke dapur.


Setelah mengambil air minum, Lino segera kembali menghampiri Ana yang berada di ruang tamu.


"Ini minum nya, Na" ucap Lino sambil memberikan air minum kepada Ana.


"Makasih" ucap Ana sambil mengambil air minum yang diberikan Lino.


"Iya sama-sama" ucap Lino.


Ana langsung meminum air minum yang diberikan Lino.


"Oh iya, kamu mau cemilan gak?" tanya Lino.


"Enggak ah! kan tadi aku udah makan snack waktu di basecamp" ucap Ana.


"Oh iya, Na! kamu tunggu dulu disini ya" ucap Lino.


"Emang kamu mau kemana?" tanya Ana.


"Aku mau ke kamar dulu" ucap Lino.


"Mau ngapain?" tanya Ana.


"Mau ngambil sesuatu buat kamu" ucap Lino.


"Oh ya udah sana" ucap Ana.


Lalu Lino segera pergi menuju kamarnya.


Beberapa menit kemudian, Lino segera kembali menghampiri Ana.


"Ini" ucap Lino sambil memberikan sikat gigi baru dan pasta gigi rasa buah ke Ana.


"Ya ampun Lino, aku kira kamu mau kasih aku apa eh tahu nya mau ngasih ini" ucap Ana sambil tertawa kecil.


"Iya, kan waktu itu kita ngomong mau sikat gigi bareng" ucap Lino.


"Aku kira kamu cuma bercanda ngomong kayak gitu, jadi nya aku iya-in aja" ucap Ana.


"Enggak, aku serius ngomong nya" ucap Lino.


"Ya udah ayo sikat gigi bareng" ucap Lino.


"Ya udah deh ayo" ucap Ana karena ia takut Lino jadi ngambek kalau tidak dituruti.


Lalu mereka berdua segera pergi ke kamar mandi. Setelah itu, mereka langsung menggosok gigi bersama.


Setelah selesai menggosok gigi, mereka berdua segera keluar dari kamar mandi.


Kemudian mereka segera duduk di sofa sambil menonton televisi.


...****...


"Na, bangun! udah sore" ucap Lino.


Ana segera membuka matanya perlahan.


"Kenapa, No?" tanya Ana sambil mengucek matanya.


"Bangun, udah sore" kata Lino.


"Kok aku ada di kamar kamu, No" ucap Ana sambil bangun dengan posisi duduk.


"Iya soalnya tadi kamu ketiduran di sofa. Makanya aku langsung bawa kamu ke kamar, biar tidurnya nyaman" ucap Lino.


"Oh gitu" ucap Ana.


"Ya udah ayo pulang" ucap Lino.


"Sebentar, aku mau cuci muka dulu" ucap Ana.


"Ya udah cepet" ucap Lino.


"Aku ikut ke kamar mandi ya, No" ucap Ana lagi.


"Iya" ucap Lino.


Ana segera pergi menuju kamar mandi.


Saat di kamar mandi, Ana langsung mencuci wajahnya. Setelah selesai mencuci wajahnya, Ana segera menghampiri Lino.


"Ya udah ayo, Na" ucap Lino.


"No, aku pingin digendong" pinta Ana dengan manja.


"Kenapa pingin digendong?" tanya Lino sambil tersenyum.


"Soalnya aku masih pusing" bohong Ana.


"Kamu masih pusing?" tanya Lino sambil menahan tawanya karena tahu Ana berbohong.


"Iya, soalnya kan aku baru bangun tidur" ucap Ana.


"Ya udah cepet naik ke punggung aku" perintah Lino.


Ana segera naik ke punggung Lino. Kemudian Lino langsung menggendong Ana menuju keluar rumahnya.


Setelah sampai diluar, Lino segera menurunkan Ana. Lalu ia segera mengunci pintu rumahnya.


Lalu mereka berdua segera naik ke motor. Kemudian Lino segera melajukan motornya menuju rumah Ana.


Skip


Sesampainya di rumah, Ana segera turun dari motor Lino.


"Oh iya, besok jangan lupa bawa nasi goreng ya" ucap Lino.


"Iya bawel" ucap Ana.


"Nasi goreng nya jangan pedes ya, soalnya aku gak terlalu suka pedes" ucap Lino.


"Iya, nanti aku buat yang gak pedes" ucap Ana.


"Ya udah kalau gitu aku pulang dulu ya" ucap Lino.


"Iya" ucap Ana.


"Hati-hati ya, No" ucap Ana.


"Iya" ucap Lino.


Lino segera melajukan motornya.


Setelah Lino pergi, Ana segera masuk kedalam rumahnya.


"Habis dari mana kamu?" tanya mamah.


"Tadi Ana habis main bareng Lino, Clara sama Raka" ucap Ana.


"Tapi kok Raka ada di rumahnya" ucap mamah.


"Iya soalnya dia pulang duluan" jelas Ana.


"Terus kamu kenapa lama pulangnya?" tanya mamah.


"Iya soalnya tadi Ana main games sama temen-temen Lino yang lainnya. Makanya baru pulang sekarang" bohong Ana padahal tadi ia banyak menghabiskan waktunya untuk tidur.


"Oh iya, mah! mamah waktu itu tahu dari mana sih kalau Lino anak geng motor" ucap Ana tiba-tiba.


"Mamah tahu dari orang. Terus dia bilang katanya kamu pacaran sama anak geng motor" jelas mamah.


"Siapa orangnya, mah?" tanya Ana.


"Mamah juga gak tahu. Waktu itu dia tiba-tiba aja nyamperin mamah terus bilang kalau kamu pacaran sama anak geng motor" ucap mamah.


"Yang bilang nya cewek atau cowok?" tanya Ana.


"Cowok" ucap mamah.


"Oh cowok" ucap Ana.


"Iya" ucap mamah.


"Ya udah kalau gitu Ana pergi ke kamar dulu ya, mah" ucap Ana.


"Iya" ucap mamah.


Lalu Ana segera pergi menuju kamarnya.


Sesampainya di kamar, Ana langsung naik ke atas kasurnya sambil memainkan ponselnya.


Trining...trining


Ana segera melihat ke layar ponselnya dan ternyata ada panggilan telepon dari Clara.


Lalu Ana segera mengangkat panggilan telepon tersebut.


"Kenapa, Ra?" tanya Ana.


"Na, luh masih ada di basecamp gak?" tanya Clara.


"Enggak, emang kenapa?" tanya Ana.


"Enggak kenapa-napa, gue cuma nanya aja" ucap Clara.


"Oh iya! tadi pas gue sama Raka pulang, Bobby ke basecamp gak?" tanya Clara.


"Gue gak tahu. Soalnya setelah luh pulang, gue sama Lino juga langsung pergi" jelas Ana.


"Oh iya, luh kok tiba-tiba nanyain Bobby sih" ucap Ana.


"Gue cuma nanya aja" ucap Clara.


"Katanya nya gak suka, tapi kok nanyain" ucap Ana.


"Gue cuma nanya aja, Na" ucap Clara.


"Atau jangan-jangan luh berubah pikiran ya, Ra?" tanya Ana.


"Berubah pikiran gimana maksud luh?" tanya Clara.


"Kan luh suka nya sama Bayu. Tapi karena Bayu nya playboy, luh jadi suka sama Bobby deh" ucap Ana.


"Enggak sih, gue belum suka sama dia" ucap Clara.


"Kalau belum suka ngapain nanyain Bobby?" tanya Ana.


"Kan gue udah bilang kalau gue cuma nanya doang" ucap Clara.


"Ekhem...ekhem!"


"Ih Ana! gue kan cuma nanya doang" ucap Clara.


"Cie" ucap Ana.


"Udah ah! gue matiin dulu teleponnya" ucap Clara.


Lalu Clara segera mematikan panggilan teleponnya.