
"No" ucap Ana.
"Kenapa?" tanya Lino.
"Tolong ambilin buku tugas aku dong di rak buku" ucap Ana.
"Sama bolpoin nya juga" ucap Ana.
"Oke" ucap Lino.
Lalu Lino pun segera mengambil buku dan bolpoin Ana. Setelah mengambil buku dan bolpoin, Lino pun segera kembali menghampiri Ana.
"Ini" ucap Lino sambil memberikan buku dan bolpoin kepada Ana.
"Makasih" ucap Ana.
"Iya sama-sama" ucap Lino.
Lalu Ana pun segera menulis soal tugas bahasa Inggris.
"Na, aku numpang ke kamar mandi ya" ucap Lino.
"Oh iya" ucap Ana.
Lalu Lino pun segera membuka tas nya dan ia pun segera mengambil baju dan celananya.
"Kamu bawa baju ganti?" tanya Ana.
"Iya" ucap Lino.
"Ya udah aku ke kamar mandi dulu ya" ucap Lino.
"Iya" ucap Ana.
Lalu Lino pun segera masuk kedalam kamar mandi.
Lalu Ana pun terdiam sejenak.
"Ya ampun gue lupa, daleman gue ada di kamar mandi" batin Ana.
Lalu Ana pun segera berlari menuju kamar mandi.
Tok...tok...tok
Ana pun mengetuk pintu kamar mandi.
"No, buka dulu!" ucap Ana.
"Bentar, aku lagi pake celana" ucap Lino.
Setelah selesai berganti pakaian, Lino pun segera membuka pintu kamar mandi.
"Kenapa, Na?" tanya Lino.
"Aku pingin pipis" ucap Ana.
"Oh ya udah" ucap Lino.
Lalu Lino pun segera keluar dari kamar mandi, sedangkan Ana masuk kedalam kamar mandi.
Ana pun segera mengambil daleman nya, kemudian ia pun segera keluar dari kamar mandi.
Kemudian Ana pun segera keluar dari kamarnya.
"Na, mau kemana?" tanya Lino.
"Mau ke dapur dulu bentar" bohong Ana.
Setelah menaruh daleman nya di mesin cuci, Ana pun segera kembali menghampiri Lino di kamar.
Setelah sampai di kamar, Ana pun segera melanjutkan menulis PR nya.
Setelah selesai menulis soal, Ana pun langsung mengerjakan soal tersebut.
"No, PR kamu gak dikerjain?" tanya Ana sambil mengerjakan tugas nya.
"Enggak ah males! nanti aja aku ngerjainnya" ucap Lino.
"Sekarang aja ngerjainnya, kalau nanti keburu lupa" ucap Ana.
"Enggak nanti aja" ucap Lino.
"Oh iya, No! besok ada lomba basket ya di sekolah?" tanya Ana.
"Iya" ucap Lino.
"Berarti gak belajar dong" ucap Ana.
"Iya, gak belajar" ucap Lino.
"Besok aku mau sekolah ah! bosen soalnya kalau di rumah" ucap Ana.
"Tapi kan kamu masih sakit" ucap Lino.
"Enggak kok, aku udah sembuh" ucap Ana.
"Emang iya?" tanya Lino.
"Iya" ucap Ana.
"Lagian tubuh aku udah gak panas kok" ucap Ana.
Lalu Lino pun segera memegang kening Ana.
"Udah gak panas kan?" tanya Ana.
"Iya udah enggak" ucap Lino.
"Tapi kamu masih pusing gak?" tanya Lino.
"Masih dikit sih" ucap Ana sambil mengerjakan tugas nya.
"Kalau masih pusing jangan dulu sekolah deh" ucap Lino.
"Tapi aku pingin sekolah" ucap Ana.
"Ya udah deh terserah kamu aja" ucap Lino.
"Na, ini apa?" tanya Lino.
"Itu album foto, No" ucap Ana.
"Aku boleh lihat gak?" tanya Lino.
"Boleh" ucap Ana.
Lalu Lino pun segera melihat-lihat foto tersebut.
"Ini kamu?" tanya Lino.
"Ya iyalah itu aku, masa orang lain" ucap Ana.
"Kok lebih lucu waktu kecil sih" ucap Lino.
"Namanya juga masih kecil, pasti lucu lah" ucap Ana.
"Tapi sekarang juga masih lucu kok" ucap Lino.
"Udah tahu" ucap Ana dengan percaya diri.
"Kenapa ketawa?" tanya Ana.
"Enggak kenapa-napa" ucap Lino.
"Kamu ngeledek aku ya?" tanya Ana.
"Aku gak ngeledek kok" ucap Lino.
"Terus kenapa ketawa?" tanya Ana.
"Ya karena kamu lucu" ucap Lino.
"Perasaan aku gak ngelawak deh" heran Ana.
"Aku ketawa bukan karena kamu ngelawak, tapi karena tadi kamu percaya diri banget ngomong bahwa kamu lucu" jelas Lino.
"Ya aku emang lucu kan?" tanya Ana.
"Iya, lucu banget. Bahkan melebihi lucunya anak kecil" ucap Lino.
"Udah deh jangan ngebohong" ucap Ana.
"Siapa yang ngebohong" ucap Lino.
"Ya kamu lah" ucap Ana.
"Aku gak ngebohong kok, kan emang kamu lucu" ucap Lino.
"Udah jangan dibahas, aku lagi ngerjain tugas" ucap Ana.
Beberapa menit kemudian, tugas Ana pun selesai.
"Yeay! akhirnya udah juga" ucap Ana.
Sontak Lini yang sedang memainkan ponselnya pun langsung melihat kearah Ana.
"Udah selesai?" tanya Lino.
"Udah" ucap Ana.
"Kamu mau lihat?" tanya Ana.
"Emang aku boleh lihat?" tanya Lino.
"Ya boleh lah" ucap Ana.
"Ya udah aku lihat ya" ucap Lino.
"Iya, boleh" ucap Ana.
Lalu Lino pun segera mengambil buku tugas Ana, kemudian ia pun segera memfoto tugas tersebut.
"Kok difoto sih?" heran Ana.
"Iya, kan nanti ngerjainnya" ucap Lino.
"Sekarang aja, nanti keburu lupa" ucap Ana.
"Kalau sekarang aku nya lagi males" ucap Lino.
"Tinggal disalin doang masa males" ucap Ana.
"Ya kan aku lagi males, Na" ucap Lino.
"Emang kamu lagi apa sih? sampe-sampe gak mau nyalin tugasnya" ucap Ana.
"Aku lagi main game" ucap Lino sambil memainkan game diponselnya.
"Game mulu" ucap Ana.
"Seru tahu game nya" ucap Lino.
"Emang main game apa sih?" tanya Ana.
"Game cacing" ucap Lino.
Lalu Ana pun segera melihat kearah ponselnya Lino.
"Coba aku pingin main dong" ucap Ana.
"Kamu download aja di handphone kamu" ucap Lino.
"Enggak ah! memori handphone aku penuh" bohong Ana.
"Ya udah bentar ya, kalau aku udah mati baru aku kasih" ucap Lino.
"Lama banget mati nya" ucap Ana.
"Ya kan aku baru main" ucap Lino.
"Aku pingin main, No" ucap Ana.
"Iya bentar" ucap Lino.
"Cepet" ucap Ana.
"Bentar, Na" ucap Lino.
"Yah mati kan gara-gara kamu" ucap Lino.
"Kok kamu nyalahin aku sih, kan kamu yang main" ucap Ana.
"Ya kan kamu ganggu konsentrasi aku mulu" ucap Lino.
"Oh jadi aku ganggu kamu nih?" tanya Ana.
"Ya udah nih" ucap Lini sambil memberikan ponselnya kepada Ana.
"Gak jadi deh" ucap Ana sedikit kesal.
"Nih cepet main" ucap Lino.
"Tadi kamu gak ganggu kok, tapi aku nya aja yang gak jago mainnya" ucap Lino.
"Udah ah! aku ngantuk, aku pingin tidur" ucap Ana.
"Na, maafin aku" ucap Lino.
"Ngapain minta maaf? kamu kan gak salah" ucap Ana.
"Jangan marah dong" ucap Lino.
"Siapa juga yang marah" ucap Ana.
"Terus kenapa kamu cemberut?" tanya Lino.
"Kan aku udah bilang kalau aku ngantuk" ucap Ana.
"Oh iya, Na! aku mau beli seblak, kamu mau gak?" tanya Lino.
Lalu Ana pun langsung terdiam.
"Mau gak?" tanya Lino.
"Mau" ucap Ana tanpa melihat kearah Lino.
"Ya udah, aku beliin ya" ucap Lino sambil tersenyum.