ARLINO

ARLINO
Episode 116



Pagi hari


Tingtong...tingtong


"Mah, aku berangkat dulu ya! soalnya Lino udah nungguin didepan" ucap Ana.


"Habisin dulu makanannya" ujar mamah.


"Tapi Lino udah nungguin" ucap Ana.


"Pokoknya habisin dulu" ucap mamah.


"Ya udah iya" pasrah Ana.


Lalu mamah Ana pun segera pergi keluar untuk menghampiri Lino.


"Pagi tante" ucap Lino sambil tersenyum.


"Pagi" ucap mamah Ana.


"No, kamu masuk dulu aja. Soalnya Ana nya masih makan" ucap mamah Ana.


"Oh iya tante" ucap Lino.


"Kamu udah makan belum?" tanya mamah Ana.


"Udah kok, tante" ucap Lino.


"Ya udah ayo masuk" ucap mamah Ana.


"Iya, tante" ucap Lino.


Lalu mamah Ana dan Lino pun segera masuk kedalam rumah.


"No, kamu ke ruang makan aja! sambil nungguin Ana" ucap mamah Ana.


"Oh iya, tante" ucap Lino.


Lalu Lino pun segera pergi menuju ruang makan, sedangkan mamahnya Ana pergi menuju kamarnya.


"Pagi" ucap Lino sambil duduk disebelah Ana.


"No, maaf ya aku lama" ucap Ana.


"Iya gak apa-apa" ucap Lino.


"Tunggu ya, bentar lagi makanannya habis kok" ucap Ana.


"Iya, santai aja kali" ucap Lino.


Lalu Lino pun hanya melihat kearah Ana yang sedang makan.


"Jangan dilihatin" ucap Ana.


"Kenapa gak boleh dilihatin?" tanya Lino.


"Aku malu" ucap Ana.


"Masa cuma dilihatin jadi malu" ucap Lino.


"Ya iyalah malu" ucap Ana.


"Na" ucap Lino.


"Apa?" tanya Ana.


"Gak jadi" ucap Lino sambil tertawa kecil.


"Ih nyebelin" ucap Ana.


Setelah selesai makan, Ana pun langsung mencuci piring dan gelas yang telah ia gunakan.


Setelah mencuci piring dan gelas, Ana pun segera menghampiri Lino.


"Ayo berangkat" ucap Ana sambil menggandeng tangan Lino.


"Jangan pegangan nanti mamah kamu lihat" ucap Lino.


"Kalau mamah lihat emang kenapa?" tanya Ana.


"Gak apa-apa sih, cuma malu aja dilihat mamah kamu" ucap Lino.


"Ya udah ayo berangkat" ucap Ana.


"Pamitan dulu" ucap Lino.


"Oh iya lupa" ucap Ana.


Lalu Ana dan Lino pun segera pergi menuju kamar mamah Ana.


Tok...tok...tok


Ana pun mengetuk pintu kamar


Kemudian mamah Ana pun langsung membukakan pintu kamarnya.


"Mah, kita pamit dulu ya" ucap Ana.


"Iya" ucap mamah.


Lalu Ana dan Lino pun segera mencium tangan mamah Ana.


"Tante, kita pergi dulu ya" ucap Lino.


"Iya, hati-hati ya bawa motornya" ucap mamah Ana.


"Iya tante" ucap Lino.


Lalu Ana dan Lino pun segera pergi keluar.


"Nih, pake dulu helmnya" ucap Lino sambil memberikan helm kepada Ana.


"Pakein" ucap Ana dengan manja.


"Manja banget sih pacar gue" ucap Lino sambil tersenyum.


Lalu Lino pun segera memakaikan helm ke kepala Ana.


"Udah" ucap Lino.


"Ayo naik!" ucap Lino.


Lalu mereka berdua pun segera menaiki motor.


Kemudian Lino pun segera menarik kedua tangan Ana agar Ana memeluk pinggang Lino.


...****...


Setelah sampai di sekolah, mereka berdua pun segera turun dari motor.


"Ayo ke kelas" ucap Ana.


"Lepasin dulu helmnya" ucap Lino sambil tertawa kecil.


"Oh iya lupa" ucap Ana.


"Bukain dong" ucap Ana.


"Manja banget sih" ucap Lino sambil tersenyum.


Lalu Lino pun segera membuka helm yang dipakai Ana. Kemudian Lino pun segera menaruh helm nya di kaca spion motornya.


"Ayo" ucap Lino sambil memegang tangan Ana.


Lalu mereka berdua pun segera pergi menuju kelas.


Setelah sampai di kelas, Ana pun segera duduk dikursinya.


"Fel" ucap Lino.


"Kenapa?" tanya Felisa.


"Gue duduk bareng Ana ya, sehari aja" ucap Lino.


"Ah gak mau" ucap Felisa.


"Nanti luh duduk sama Gilang" ucap Lino.


"Ih aku gak mau, No! aku pingin sama Felisa" ucap Ana.


"Eh gak apa-apa deh, Na! luh duduk sama Lino aja" ucap Felisa.


"Loh kok gitu sih" ucap Ana.


"Gak apa-apa" ucap Felisa sambil mengambil tas nya.


Lalu Felisa pun segera pergi menuju kursi Lino.


Setelah Felisa pergi, Lino pun segera duduk disamping Ana.


"No, kamu ngapain sih duduk disini?" tanya Ana.


"Ya aku pingin duduk disini aja" ucap Lino.


"Felisa pasti kesel loh sama kamu" ucap Ana.


"Kata siapa dia kesel?" tanya Lino.


"Ya dia pasti kesel lah, masa udah enak-enak duduk terus sama kamu disuruh pindah" ucap Ana.


"Felisa gak kesel kok, malah dia seneng" ucap Lino.


"Maksudnya?" bingung Ana.


"Dia kan suka sama Gilang, jadi dia pasti seneng kalau duduk bareng Gilang" bisik Lino.


"Dia suka sama Gilang?" tanya Ana pelan.


Lino pun hanya mengangguk mengiyakan ucapan Ana.


"Kamu tahu dari mana?" tanya Ana.


"Sebenernya aku udah tahu dari pas kejadian video ciuman aku sama kamu" bisik Lino.


"Waktu itu kan kamu ambil handphone Gilang, terus kamu nanyain password hp nya Gilang. Terus kamu kan gak tahu tanggal lahir Gilang, nah disitu kan Felisa ngasih tahu kamu tanggal lahir Gilang. Jadi saat itu aku tahu bahwa dia suka sama Gilang" bisik Lino.


"Tapi katanya dia kan emang tahu tanggal lahir semua murid dikelas" ucap Ana.


"Dia bohong! soalnya aku tanya kapan ulang tahun aku ke dia, tapi dia bilang gak tahu" ucap Lino.


"Emang ulang tahun kamu kapan?" tanya Ana.


"22 Januari" ucap Lino.


"Kalau kamu?" tanya Lino.


"14 Februari" ucap Ana.


"Bertepatan sama hari valentine dong" ucap Lino.


"Iya" ucap Ana.


"Nanti kalau kamu ulang tahun mau kado apa?" tanya Lino.


"Aku gak mau kado apa-apa, aku cuma mau orang tua aku ada aja waktu aku ulang tahun" ucap Ana.


"Kalau kamu pingin kado apa dari aku?" tanya Ana.


"Aku pingin kamu nyanyiin lagu selamat ulang tahun buat aku" ucap Lino.


"Cuma gitu doang?" ucap Ana.


"Iya" ucap Lino.


"Enggak ada yang lain gitu?" tanya Ana.


"Ada sih, tapi kamu pasti gak bakal bisa kabulin" ucap Lino.


"Emang apa?" tanya Ana.


"Aku pingin jalan-jalan dari pagi sampai malem sama kamu" ucap Lino.


"Emang nanti ulang tahun kamu hari apa?" tanya Ana.


"Hari Sabtu" ucap Lino.


"Kalau cuma sebentar sih bisa, tapi kalau seharian kayaknya gak bisa deh, No" ucap Ana.


"Ya gak apa-apa, lagian kan aku gak maksa kamu buat ngabulin permintaan aku" ucap Lino.


"Tapi aku pastiin kalau aku bakal ada sama kamu kok walaupun gak seharian penuh" ucap Ana.


"Iya gak apa-apa, gak seharian juga aku udah seneng banget kok" ucap Lino.


"Orang tua kamu suka ngerayain ulang tahun kamu gak?" tanya Ana.


"Enggak, paling mereka cuma ngirim kue sama kado doang. Itu pun kue sama kadonya gak diantar sama mereka" ucap Lino.