ARLINO

ARLINO
Episode 207



Krining...Krining


Bel istirahat pun berbunyi.


"No, kok Ana gak ke kelas sih. Padahal udah jam istirahat loh" ucap Gilang.


Lino langsung melihat kearah kursi Ana dan memang Ana belum ke kelas sejak saat Lino dan Ana tadi pagi ke rooftop.


Lino segera berlari menuju ke rooftop, takutnya terjadi sesuatu kepada Ana.


Ketika sampai di rooftop, ternyata memang benar dugaannya bahwa Ana sedang tidak baik-baik saja.


Lino segera menghampiri Ana.


"Na, bangun!" ucap Lino sambil menepuk-nepuk pipi Ana.


Karena Ana tidak bangun-bangun, akhirnya Lino segera menggendong Ana menuju UKS.


Lalu Lino segera menelpon Clara, karena Clara merupakan anak PMR.


Beberapa detik kemudian, Clara mengangkat panggilan telepon dari Lino.


"Kenapa, No?" tanya Clara.


"Luh ada dimana, Ra?" tanya Lino.


"Di kantin" ucap Clara.


"Luh bisa ke UKS sekarang gak?" tanya Lino.


"Luh sakit, No?" tanya Clara.


"Bukan gue, tapi Ana. Tadi dia pingsan di rooftop" ucap Lino.


"Ana pingsan?" tanya Clara.


"Iya" ucap Lino.


"Oh iya, sebelum kesini tolong beliin air mineral sama roti ya buat Ana. Nanti gue ganti uang nya" ucap Lino.


"Iya, sekarang gue beliin" ucap Clara.


"Ya udah kalau gitu gue tutup dulu ya teleponnya" ucap Lino.


"Iya" ucap Clara.


Lino segera mematikan panggilan teleponnya.


"Maafin aku ya" gumam Lino sambil mengelus rambut Ana.


Kemudian Lino segera pergi meninggalkan Ana di UKS.


Beberapa menit kemudian, Clara segera masuk kedalam UKS.


"Eh Ana, luh udah sadar" ucap Clara.


"Gue kenapa, Ra?" tanya Ana.


"Kata Lino tadi luh pingsan di rooftop" ucap Clara.


"Lino yang bawa gue ke UKS?" tanya Ana.


"Iya" ucap Clara.


"Sekarang Lino nya mana, Ra?" tanya Ana.


"Gue gak tahu, gue kan baru datang" ucap Clara.


Ana segera bangun dari ranjang.


"Luh mau kemana?" tanya Clara.


"Gue mau samperin Lino" ucap Ana.


"Udah luh diem aja disini, nanti juga Lino kesini kok" ucap Clara.


"Lino bakal kesini?" tanya Ana.


"Ya iyalah, masa dia gak kesini lagi" ucap Clara.


"Oh iya, ini buat luh. Tadi Lino yang nyuruh gue buat beliin luh air minum sama roti" ucap Clara sambil memberikan air dan roti kepada Ana.


"Ini beneran dari Lino?" tanya Ana.


"Iya" ucap Clara.


"Ya udah makan dulu rotinya" ucap Clara.


"Gue mau makan rotinya kalau Lino nya kesini" ucap Ana.


"Iya nanti Lino kesini kok" ucap Clara.


"Oh iya, karena luh udah bangun. Gue pergi ya, soalnya gue mau ngelanjutin makan gue. Tadi soalnya belum habis" ucap Clara.


"Ya udah luh pergi aja" ucap Ana.


"Luh gak apa-apa kan sendirian disini?" tanya Clara.


"Gak apa-apa kok" ucap Ana.


"Ya udah gue pergi dulu ya" ucap Clara.


"Iya" ucap Ana.


Lalu Clara segera pergi menuju kantin.


Setelah Clara pergi, Ana hanya menatap pintu UKS.


"Lino mana sih" gumam Ana.


Skip


Krining...Krining


Bel masuk berbunyi


Ana segera membawa air mineral dan roti tersebut. Kemudian ia segera pergi menuju kelasnya.


Saat sampai di kelas, Ana melihat Lino yang sedang duduk di kursi sambil memainkan ponselnya.


Lalu Ana segera menghampiri Lino.


Sontak Lino langsung melihat kearah Ana.


Ana langsung meletakkan air mineral dan roti di meja Lino. Setelah itu, ia segera pergi menuju kursinya.


"So sweet banget ngasih roti sama air" ucap Gilang.


"Oh iya, ngomong-ngomong tadi Ana kemana?" tanya Gilang namun tidak dijawab oleh Lino.


"Kacang...kacang" ucap Gilang sedikit kesal karena Lino tidak menjawab ucapannya.


...****...


Pulang sekolah


Ana segera pulang ke rumahnya dengan menggunakan ojek online.


Sesampainya di rumah, Ana segera turun dan ia langsung membayar ongkos ojek tersebut.


Setelah itu, Ana segera masuk kedalam rumah dan ia segera pergi menuju kamarnya.


Ketika berada di kamar, Ana segera mengemasi pakaian-pakaiannya kedalam koper. Setelah itu ia segera memesan taksi online.


Sambil menunggui taksi online datang, Ana mengganti pakaiannya terlebih dahulu. Setelah itu ia segera pergi keluar dengan membawa koper yang berisi pakaian-pakaiannya.


Setelah beberapa menit menunggu diluar, akhirnya taksi online datang. Lalu Ana segera masuk kedalam taksi online tersebut.


Setelah Ana naik, supir taksi tersebut segera melajukan mobilnya menuju tempat tujuan Ana.


...****...


**Skip


Malam hari**


Tingtong... tingtong


Lino segera pergi keluar untuk menemui orang yang menekan bel rumahnya.


Saat pagar rumahnya dibuka, ternyata orang yang bertamu ke rumah Lino adalah mamahnya Ana dan juga Raka.


"Ana mana?" tanya mamahnya Ana.


"Ana gak ada disini, tante" ucap Lino.


"Kamu jangan bohong, No" ucap mamah Ana.


"Lino gak bohong tante! coba aja cari kedalam kalau tante gak percaya" ucap Lino.


"Ka, ayo bantuin cari Ana" ucap mamah Ana.


"No, ada Ana gak?" tanya Raka.


"Gak ada, Ka" ucap Lino.


"Raka ayo bantuin tante cari Ana" ucap mamah Ana.


Raka hanya melihat kearah Lino.


"Ya udah cari aja, Ka" ucap Lino.


"Gak apa-apa, No?" tanya Raka.


"Gak apa-apa, cari aja. Lagian gak ada Ana disini" ucap Lino.


Lalu mamah Ana dan Raka segera masuk kedalam untuk mencari Ana. Sedangkan Lino, ia hanya diam di luar rumahnya.


Lino segera menelepon Clara untuk memastikan apakah ada Ana atau tidak di rumah Clara.


"Hallo, No" ucap Clara.


"Ra, ada Ana gak di rumah luh?" cemas Lino.


"Gak ada, No" ucap Clara.


"Yang bener?" ucap Lino.


"Ya bener lah, masa gue bohong" ucap Clara.


Lino langsung mematikan panggilan teleponnya. Kemudian ia menelpon Felisa.


"Hallo" ucap Felisa.


"Fel, ada Ana gak di rumah luh?" tanya Lino.


"Gak ada" ucap Felisa.


Lino langsung mematikan panggilan teleponnya.


Kemudian mamah Ana dan Raka keluar rumah, karena Ana tidak ada di rumah Lino.


"No, kamu tahu gak Ana kemana?" tanya mamah Ana khawatir.


"Gak tahu, tante" ucap Lino.


"Mungkin Ana ada di rumah Clara, Felisa atau Lia kali" ucap Raka.


"Dia gak ada disana, tapi gue udah nelpon mereka" ucap Lino.


"Terus dia kemana dong?" tanya Raka.


"Atau mungkin Ana ke rumah papahnya" ucap Lino.


Mamah Ana langsung terdiam setelah mendengar ucapan Lino barusan.


"Kamu tahu rumah papahnya Ana yang baru gak?" tanya mamah Ana.


"Tahu, tante" ucap Lino.


"Dimana?" tanya mamah Ana.


Lino langsung memberitahu alamat rumah papah Ana.


"Ya udah ayo, Ka" ucap mamah Ana.


Mamah Ana dan Raka segera pergi dengan mengendarai mobil mamahnya Ana.


...****...


Ketika sampai, mamah Ana dan Raka segera turun dari mobil. Kemudian mamah Ana segera menekan bel rumah mantan suaminya itu.


Tidak menunggu lama, papahnya Ana langsung membukakan pagar rumahnya.


"Ada apa?" tanya papah Ana.


"Ana mana?" tanya mamah Ana.


"Ada didalam" ucap papah Ana.


Mamah Ana segera masuk kedalam rumah tersebut.


"Ana!!!" teriak mamah.


Sontak Ana langsung buru-buru pergi ke kamar tamu dan ia segera mengunci pintu kamar tersebut.


"Ana ayo pulang!!!" teriak mamah.


"Ini ada apa sih?" bingung papah.


"Ana nya mana, mas?" tanya mamah.


Papah segera mencari Ana.


"Ana" panggil papah sambil mengetuk pintu kamar tamu.


"Ana, buka dulu pintunya" ucap papah.


"Ana ayo pulang!!" ucap mamah.


"Bukannya kamu ngebolehin Ana nginep disini ya" ucap papah.


"Enggak! siapa bilang aku ngijinin dia nginep disini" ucap mamah.


"Ana gak mau pulang sebelum mamah minta maaf ke Lino" teriak Ana.


"Na, Lino tuh anak geng motor! mamah gak mau dia deket-deket sama kamu karena mamah takut dia bawa pengaruh buruk buat kamu" ucap mamah.


"Lino anak baik-baik kok, mah" ucap Ana.


"Kalau dia anak baik-baik kenapa dia ikut balapan?" ucap mamah.


Cklek


Ana segera membuka pintu kamar.


"Lino ikut balapan karena dia kesepian, mah! dia gak punya siapa-siapa, jadi dia ikut balapan biar punya banyak temen" ucap Ana sambil meneteskan air matanya.


"Dia kan punya orang tua lengkap, harusnya dia bersyukur bukan malah ngelakuin hal gak berguna kayak gitu" kata mamah.


"Mamah gak tahu aja orang tua Lino kayak gimana" ucap Ana.


"Ini ada apa sih?" bingung papah.


"Itu, pah! mamah nyuruh Ana putus sama Lino cuma gara-gara Lino anak geng motor" ucap Ana.


"Yang diomongin sama mamah kamu bener, Na. Kamu jangan pacaran sama anak geng motor, nanti takutnya dia membawa pengaruh buruk buat kamu" ucap papah.


"Enggak, pah! Lino tuh baik, dia gak bawa pengaruh buruk buat Ana" ucap Ana.


"Na, ayo pulang! kasihan Raka kelamaan nungguin diluar" ucap mamah sambil menarik tangan Ana.


"Mah, Raka juga anak geng motor! kenapa mamah gak ngelarang Ana ngejauhin dia?" tanya Ana.


"Raka anak geng motor?" ucap mamah.


"Iya, dia juga anak geng motor. Bahkan dia se-geng sama Lino" ucap Ana.


Mamah Ana langsung terdiam setelah mendengar ucapan Ana.