
"Kamu waktu nembak aku gugup gak?" tanya Ana.
"Ya gugup lah" ucap Ana.
"Oh iya, kamu waktu itu nembak aku dimana sih? aku lupa" tanya Ana.
"Disini" ucap Lino.
"Waktu bolos bukan sih?" tanya Ana.
"Iya kalau gak salah" ucap Lino.
"Coba kamu tembak aku lagi dong" perintah Ana.
"Ngapain? kan kita udah pacaran" ucap Lino.
"Aku pingin denger lagi waktu kamu nembak aku" ucap Ana.
"Gak mau ah!" ucap Lino.
"Please, sekali aja" mohon Ana.
"Kamu aja yang nembak aku" ucap Lino.
"Kata-katanya gimana?" tanya Ana.
"Ya terserah kamu" ucap Lino.
"Lino" panggil Ana.
"Kenapa?" tanya Lino sambil tersenyum.
"Ih jangan senyum! aku lagi mau acting" ucap Ana.
"Emang kalau aku senyum kenapa?" tanya Lino.
"Nanti aku jadi salah tingkah duluan" ucap Ana.
"Ya udah, aku gak bakal senyum deh" ucap Lino.
"Ya udah ayo mulai" ucap Lino.
"Lino" ucap Ana.
"Kenapa?" tanya Lino.
"Sebenernya aku udah lama suka sama kamu" ucap Ana.
"Iya, terus?" tanya Lino.
"Kamu mau gak jadi pacar aku?" tanya Ana.
"Gak mau" ucap Lino.
"Kamu udah punya cewek ya?" tanya Ana.
"Enggak" ucap Lino.
"Terus kamu kenapa nolak aku?" tanya Ana.
"Aku gak mau jadi pacar kamu karena aku pinginnya jadi suami kamu" ucap Lino sambil tersenyum.
Ana langsung salah tingkah karena mendengar ucapan Lino.
"Udahan ah! kamu gak serius acting nya" ucap Ana.
"Aku udah serius loh, Na" ucap Lino.
"Tadi harusnya kamu langsung jawab iya aja" ucap Ana.
"Iya deh iya, cowok emang selalu salah" ucap Lino.
"No" panggil Ana.
"Apa lagi?" tanya Lino.
"Orang-orang kan kalau lagi pacaran suka manggil sayang ya?" tanya Ana.
"Hmm" ucap Lino.
"Tapi kok kamu gak pernah manggil sayang ke aku" ucap Ana.
"Bukannya pernah ya waktu itu" ucap Lino.
"Kapan?" tanya Ana.
"Waktu di timezone" ucap Lino.
"Tapi kan itu udah lama" ucap Ana.
"Jadi kamu pingin aku manggil sayang ke kamu?" ucap Lino.
Ana hanya mengangguk mengiyakan ucapan Lino.
"Tapi kalau kamu keberatan, gak usah" ucap Ana.
"Ya udah, mulai sekarang aku manggil sayang deh" ucap Lino.
"Eh gak usah deh" ucap Ana.
"Katanya mau dipanggil sayang" ucap Lino.
"Gak usah, gak jadi" ucap Ana.
"Kamu ngambek ya?" tanya Lino.
"Enggak" ucap Ana.
"Terus kenapa gak mau dipanggil sayang?" tanya Lino.
"Soalnya nanti kalau kamu manggil kayak gitu, bisa-bisa jantung aku jadi gak sehat" ucap Ana.
"Kok bisa gitu?" bingung Lino.
"Iya soalnya pasti jantung aku deg-degan terus" ucap Ana.
Lalu Lino hanya tertawa mendengar ucapan Ana.
"Lucu banget sih" ucap Lino.
"Aku?" tanya Ana.
"Iya" ucap Lino sambil tersenyum.
"Oh iya, No! kamu masih meriang gak?" tanya Ana.
"Kalau pagi, siang, sore sih enggak. Tapi kalau malem suka meriang" ucap Lino.
"Kan aku udah bilang, kamu harus minum obat supaya sembuh" ucap Ana.
"Obatnya udah beli belum?" tanya Ana.
"Belum" ucap Lino.
"Ya udah, aku beliin ya" ucap Ana.
"Gak usah" ucap Lino.
"Dadah, aku mau beli obat dulu" ucap Ana sambil berjalan keluar.
"Aww" teriak Lino.
Lalu Ana segera kembali menghampiri Lino.
"Kenapa?" tanya Ana sambil duduk disebelah Lino.
Lino segera memeluk Ana dari belakang.
"Jangan pergi" ucap Lino.
"Ih kirain kamu kenapa" ucap Ana.
"Lepasin dulu, aku mau beli obat di apotek" ucap Ana.
"Gak usah, nanti aku suruh Gilang aja buat beliin aku obat" ucap Lino sambil melepaskan pelukannya.
"Tapi kan Gilang lagi ketemuan sama Felisa" ucap Ana.
"Kan setelah ketemuan belinya" ucap Lino.
"Nanti aja" ucap Lino.
"Sekarang" suruh Ana.
"Kalau sekarang, dia gak bakal angkat teleponnya. Soalnya kan dia lagi bareng Felisa" ucap Lino.
"Iya juga sih" ucap Ana.
Tingtong...tingtong
"Biar aku aja yang samperin keluar" ucap Ana.
Lalu Ana segera pergi keluar.
Sesampainya di luar, Ana langsung terdiam karena melihat Acha.
"Permisi, ini rumahnya Arlino kan?" tanya Acha.
Ana hanya mengangguk mengiyakan pertanyaan dari Acha.
"Arlino nya ada?" tanya Acha.
"Ada" ucap Ana.
"Aku boleh ketemu sama Arlino nya gak?" tanya Acha.
"Boleh" ucap Ana sedikit sedih.
"Ya udah ayo masuk" ucap Ana.
Lalu Ana dan Acha segera masuk kedalam.
"Siapa, Na?" tanya Lino sambil menonton televisi.
Ana hanya diam saja.
Lalu Lino segera melihat kearah Ana.
"Acha" gumam Lino.
"No, katanya dia mau ketemu kamu" ucap Ana dengan mata yang berkaca-kaca.
"Oh ya udah silahkan duduk" ucap Lino kepada Acha.
"Na, sini duduk" ucap Lino sambil menyuruh Ana duduk disebelahnya.
Lalu Ana dan Acha segera duduk.
"Ada apa?" tanya Lino.
"Katanya waktu kecelakaan, aku bareng kamu ya?" tanya Acha.
"Iya" ucap Lino.
"Aku ditabrak sama siapa?" tanya Acha.
"Gak tahu" ucap Lino.
"Pelakunya belum ketangkap?" tanya Acha.
"Belum" ucap Lino.
"Katanya papah aku buatin makam palsu aku ya?" ucap Acha.
Lino hanya mengangguk mengiyakan ucapan Acha.
"Waktu dulu aku sekelas ya sama kalian?" tanya Acha.
"Kalau sama aku sekelas, tapi kalau sama Ana enggak. Soalnya dia baru pindah ke SMA Tunas Bakti waktu kelas sebelas" ucap Lino.
"Kalau Lia, Clara sama Felisa, mereka itu sahabat aku?" tanya Acha kepada Lino.
"Iya" ucap Lino.
"Berarti kamu juga sahabat aku kan?" tanya Acha.
"Iya" bohong Lino.
Sontak Ana langsung melihat kearah Lino.
"Oh iya, katanya ada sahabat aku yang meninggal ya?" tanya Acha.
"Iya" kata Lino.
"Dia meninggal kenapa?" tanya Acha.
"Dia meninggal karena overdosis" jelas Lino.
"Oh iya, nama kamu siapa?" tanya Acha kepada Ana.
"Nama aku Ana" ucap Ana.
"Kamu pacarnya Arlino ya?" tanya Acha.
"Iya, dia pacar aku" sahut Lino.
"Oh pantes aja, kalian berduaan mulu" ucap Acha.
"Nanti aku boleh gak main bareng kalian semua? soalnya aku gak punya temen sama sekali di sekolah" tanya Acha.
"Boleh" ucap Lino.
"Oh iya, aku boleh minta nomer kalian berdua gak?" tanya Acha.
"Boleh gak, Na?" tanya Lino.
"Iya, boleh kok" ucap Ana.
Lalu Lino segera memperlihatkan nomer telponnya kepada Acha.
Kemudian Acha segera menyimpan nomer telepon Lino.
"Nomer yang Ana mana?" tanya Acha.
"Ini" ucap Ana sambil memperlihatkan nomer teleponnya kepada Acha.
"Makasih ya" ucap Acha.
"Iya sama-sama" ucap Ana.
"Ya udah kalau gitu, aku pulang dulu ya" ucap Acha.
"Iya" ucap Lino.
"Ana, aku pulang dulu ya" ucap Acha.
"Iya" ucap Ana.
Lalu Acha segera pergi.
"No" panggil Ana.
"Kenapa?" tanya Lino.
"Kamu kenapa ngakunya sebagai sahabat Acha?" tanya Ana.
"Ya terus aku harus jawab apa, Na?" tanya Lino.
Ana hanya terdiam.
"No, aku pulang dulu ya" ucap Ana.
"Udah, kamu disini dulu aja" ucap Lino.
"Aku lagi sakit loh, Na! masa kamu tinggalin aku sendiri" ucap Lino.
"Ya udah iya, aku gak bakal pulang" ucap Ana.
"Nah, gitu dong" ucap Lino.
"No, ganti dong acara televisi nya" ucap Ana.
"Emang kamu mau nonton apa?" tanya Lino.
"Sinetron aja deh" ucap Ana.
Lalu Lino segera memindahkan ke channel yang ada sinetron nya.