ARLINO

ARLINO
Episode 267



"Udah jenguk papah Lino nya?" tanya mamah.


"Udah kok, mah" ucap Ana.


"Papahnya Lino sakit apa?" tanya mamah.


"Ana gak tahu, soalnya tadi Ana gak nanya tentang penyakitnya" ucap Ana.


"Nanti ajak dong orang tuanya Lino kesini" ucap mamah.


"Gak bisa, mah" ucap Ana.


"Kenapa gak bisa?" tanya mamah.


"Soalnya orang tua Lino kayaknya orang yang sibuk banget" ucap Ana.


"Oh gitu ya" kata mamah.


"Mah" panggil Ana.


"Iya kenapa?" tanya mamah.


"Ana sebenernya udah tahu" ujar Ana.


"Udah tahu apa?" tanya mamah.


"Ana udah tahu kalau mamah dan papah sebenernya udah pisah" ucap Ana.


Mamah langsung terdiam sejenak.


"Maafin mamah ya, Na. Mamah terpaksa bohong biar kamu gak sedih" ucap mamah sambil menunduk.


"Mamah gak usah minta maaf, lagian Ana gak apa-apa kok" ucap Ana sambil tersenyum.


"Ya udah kalau gitu Ana ke kamar dulu ya, mah" ucap Ana.


"Iya" ucap mamah.


Ana segera pergi menuju kamarnya.


* Kamar


Trining...trining


Ana melihat ke layar ponselnya dan ada panggilan telepon dari nomor tidak dikenal.


Lalu Ana segera menolak panggilan tersebut.


Beberapa menit kemudian, nomer telepon tersebut menelepon Ana lagi.


"Siapa sih?" gumam Ana.


Akhirnya Ana mengangkat panggilan telepon tersebut.


"Hallo" ucap seseorang.


Ana terdiam sejenak.


"Ana" ucapnya.


"Iya ada apa, Cin?" tanya Ana.


"Maafin gue ya, Na" ucap Cindy.


"Maaf soal apa?" tanya Ana.


"Maaf karena gue udah ngebohongin luh" ucap Cindy.


"Iya, gue udah maafin luh kok" kata Ana.


"Maaf ya gue baru minta maaf sekarang, soalnya gue malu banget sama luh" kata Cindy.


"Iya, gak apa-apa" ucap Ana.


"Makasih ya karena udah maafin gue" kata Cindy.


"Iya sama-sama" ucap Ana.


"Oh iya, Na! kita main yuk!" ajak Cindy.


"Main kemana?" tanya Ana.


"Ke cafe" jawab Cindy.


"Nanti kita nongkrong sambil ngobrol-ngobrol" ucap Cindy.


"Gimana kalau ke cafe nya besok aja. Soalnya aku capek hari ini" ucap Ana.


"Capek? emang habis ngapain?" tanya Cindy.


"Aku tadi habis pergi ke rumah sakit, terus ini baru aja sampe rumah" ucap Ana.


"Siapa yang sakit, Na?" tanya Cindy.


"Papahnya Lino" jawab Ana.


"Na, gue tutup dulu ya teleponnya. Soalnya orang tua gue manggil gue" ucap Cindy.


"Iya" ucap Ana.


"Ya udah besok jangan lupa ya" ucap Cindy.


"Jangan lupa apa?" bingung Ana.


"Ke cafe" ucap Cindy.


"Oh kirain apa" ucap Ana.


"Ya udah gue tutup ya teleponnya" ucap Cindy.


"Iya" ucap Ana.


Lalu Cindy segera mematikan panggilan teleponnya.


...****...


Keesokan harinya


* Sekolah


"Ana" panggil Cindy sambil menghampiri Ana.


"Hai" ucap Ana.


"Bareng ya ke kelasnya" ucap Cindy.


"Iya" ucap Ana.


"Luh gak sama pacar luh?" tanya Cindy.


"Enggak, soalnya dia hari ini gak sekolah" ucap Ana.


"Kenapa gak sekolah?" tanya Cindy.


"Soalnya papah nya kan lagi sakit" ucap Ana.


"ANA!!" teriak Clara sambil berlari menghampiri Ana.


Sontak Ana langsung menoleh kearah belakang.


"Heh! luh ngapain bareng Ana?" sinis Clara.


"Na, anterin gue yuk!" ucap Clara.


"Anterin kemana?" tanya Ana.


"Udah luh ikut aja" ucap Clara sambil menarik Ana.


Clara membawa Ana menuju kearah kantin.


Sesampainya di kantin, Clara langsung membeli makanan dan minuman.


"Luh belum sarapan, Ra?" tanya Ana.


"Belum" ucap Clara.


"Oh iya, luh ngapain sih deket-deket sama dia?" tanya Clara.


"Emang kalau gue deket sama dia kenapa?" tanya Ana.


"Dia kan udah ngebohongin luh, Na" ucap Clara.


"Gak apa-apa, Ra. Lagian kan dia udah minta maaf" ucap Ana.


"Luh baik banget sih, Na. Padahal dia udah bohongin luh" ucap Clara.


"Ya udah ayo ke kelas" ucap Ana.


Akhirnya mereka berdua segera pergi menuju kelasnya.


Sesampainya di kelas, Ana dan Clara duduk dikursinya masing-masing.


"Luh berdua berangkat sekolah bareng ya?" tanya Lia.


"Enggak, tadi kita ketemu aja pas di deket gerbang sekolah" ucap Ana.


"Oh iya, Na! luh gak berangkat bareng Lino ya?" tanya Clara.


"Enggak" ucap Ana.


"Kenapa gak berangkat bareng?" tanya Clara.


"Soalnya Lino gak sekolah" jawab Ana.


"Lino sakit ya?" tanya Clara.


"Enggak" jawab Ana.


"Terus dia kenapa gak sekolah?" tanya Clara.


"Soalnya papahnya sakit, makanya dia gak sekolah" jawab Ana.


"Selamat pagi anak-anak" ucap pak Samsul.


"Selamat pagi, pak" ucap semuanya.


"Sebelum pelajaran dimulai, silahkan berdoa sesuai dengan agamanya masing-masing" ucap pak Samsul.


Semua orang yang berada dikelas langsung berdoa.


Sesudah berdoa, pak Samsul langsung menjelaskan materi kepada murid-muridnya.


...****...


Skip


* Kantin


"Guys, gue boleh makan bareng kalian gak?" tanya Cindy.


Sontak Ana, Lia, Clara dan Felisa langsung melihat kearah Cindy.


"Maaf, tapi kita pingin makan berempat" ucap Felisa.


"Oh gak boleh ya" ucap Cindy.


"Boleh kok, Cin. Sini duduk!" suruh Ana.


"Gue ditempat lain aja, Na" ucap Cindy sambil pergi.


"Guys, kalian gak boleh kayak gitu. Kasihan tahu dia" ucap Ana.


"Na, luh masih aja baik sama dia" ucap Felisa.


"Tapi kan dia kasihan guys" ucap Ana.


"Ana" panggil Gilang sambil duduk disebelah Felisa.


"Apa?" tanya Ana.


"Cie udah direstuin nih" ucap Gilang.


"Maksudnya?" bingung Ana.


"Kata Lino katanya papahnya mulai suka sama luh" ucap Gilang.


"HAH?! papah Lino suka Ana?" tanya Felisa sedikit kaget.


"Iya, kan awalnya papahnya kurang setuju sama Ana. Tapi sekarang katanya papahnya mulai nanyain tentang Ana mulu ke Lino" ucap Gilang.


"Ya ampun! aku kira papah Lino naksir sama Ana" ucap Felisa.


"Bukan gitu sayang" ucap Gilang sambil tertawa kecil.


"Lino cerita gitu ke luh?" tanya Ana.


"Bukan cuma ke gue sih, tapi ke anak-anak Skz juga dia cerita" ucap Gilang.


"Cie Ana" ucap Felisa.


"Ih apaan sih" ucap Ana tersipu malu.


"Emang awalnya papahnya Lino gak suka Ana karena apa?" tanya Lia.


"Gue gak tahu" ucap Gilang.


"Tapi mungkin papahnya Lino gak suka Ana karena Ana berisik banget orangnya" sambung Gilang.


"Emang gue berisik banget ya dulu?" tanya Ana.


"IYA!" ucap semuanya.


"Atau jangan-jangan luh pernah ngomong kasar kali, makanya papahnya jadi gak suka sama luh" ucap Felisa.


"Enggak ah! Ana gak pernah ngomong kasar" kata Clara.


"Ya kan siapa tahu pernah keceplosan ngomong kasar" ucap Felisa.


"Lang, Lino suka ngomongin gue ya ke temen-temennya?" tanya Ana.


"Bukan suka lagi, tapi sering" ucap Gilang.


"Lino cerita tentang apa aja?" tanya Ana.


"Ya cerita banyak hal. Sampe hal gak penting tentang luh, dia selalu ceritain" ucap Gilang.


"Contohnya apa?" tanya Ana.


"Dia pernah bilang kayak gini, Ana beneran sayang gak sih sama gue. Gitu katanya" ucap Gilang.


"Kan udah jelas luh suka sama Lino. Tapi dia pernah nanya kayak gitu. Kan jadinya pertanyaan dia gak penting" kata Gilang.