
"Ya udah ayo naik bianglala" ucap Lino mengalihkan pembicaraan.
"Enggak ah! aku mau pulang aja" ucap Ana.
"Loh kok pulang sih" ucap Lino.
"Habisnya kamu nya lagi kesel sama aku" ucap Ana.
"Aku udah gak kesel kok" ucap Lino.
"Beneran?" tanya Ana memastikan.
"Iya beneran" ucap Lino sambil tersenyum.
"Ya udah ayo" ucap Lino sambil merangkul pinggang Ana.
Lalu mereka berdua pun segera pergi menuju wahana bianglala.
Setelah sampai, mereka berdua pun segera membeli tiket. Kemudian mereka berdua pun segera menaiki bianglala tersebut.
Setelah berada di atas, Lino pun segera berpindah duduk menjadi disebelah Ana.
"Ih Lino! nanti gak seimbang" ucap Ana.
"Tenang, gak bakal jatuh kok" ucap Lino.
"No, foto yuk" ucap Ana.
"Ayo" ucap Lino.
Lalu mereka berdua pun berfoto bersama.
"No, bagus banget ya fotonya" ucap Ana sambil memperlihatkan foto diponselnya.
"Iya" ucap Lino sambil tersenyum.
"No, kamu pindah aja deh duduknya. Aku takut jatuh" ucap Ana.
"Kalau takut jatuh ya pegangan aja" ucap Lino.
Lalu Ana pun langsung memegang besi bianglala tersebut.
"Ngapain pegang besi" ucap Lino.
"Terus pegang apa?" tanya Ana.
"Pegang tangan aku lah" ucap Lino.
"Emang gak apa-apa kalau pegang tangan kamu?" tanya Ana.
"Ya gak apa-apa" ucap Lino.
Lalu Ana pun segera menggenggam tangan Lino.
Kemudian Lino pun tersenyum saat Ana menggenggam tangannya.
"Oh iya, aku punya sesuatu buat kamu" ucap Lino.
"Apa?" tanya Ana.
"Tutup mata kamu dulu" ucap Lino.
"Kamu mau cium aku ya?" tanya Ana polos.
"Kamu kok bisa berpikiran aku mau cium kamu sih" ucap Lino sambil menahan tawanya.
"Terus kamu mau apa?" tanya Ana.
"Aku mau ngasih sesuatu buat kamu" ucap Lino.
"Ya udah cepet tutup mata" ucap Lino.
Lalu Ana pun segera menutup matanya.
Kemudian Lino pun segera mengambil kotak kecil dari saku jaketnya. Lalu ia pun segera membuka kotak tersebut.
"Buka mata kamu" ucap Lino.
Lalu Ana pun segera membuka matanya.
"Ini buat aku?" tanya Ana saat melihat kalung yang dipegang oleh Lino.
"Iya buat kamu lah" ucap Lino.
"Makasih" ucap Ana.
"Iya sama-sama" ucap Lino.
"Aku pakein ya" ucap Lino.
"Iya" ucap Ana.
Lalu Lino pun segera memasangkan kalung pada leher Ana.
"Deketan, Na! aku susah pasangin nya" ucap Lino.
Lalu Ana pun mendekat kearah Lino.
"Udah belum?" tanya Ana.
Lalu Lino pun menatap wajah Ana.
"Belum" bohong Lino.
"Susah banget ya pasanginnya?" tanya Ana.
"Iya susah" ucap Lino sambil menatap wajah Ana.
Kemudian Lino pun mendekatkan wajahnya ke wajah Ana.
Chup
Lino pun mencium bibir Ana.
Kemudian Lino pun langsung mengalungkan tangan Ana pada lehernya.
Ana pun hanya bisa diam sambil menutup matanya.
Lalu Ana pun langsung memukul tubuh Lino, karena ia kehabisan nafas.
Sontak Lino pun segera menyudahi ciumannya.
Kemudian keduanya pun langsung mengatur nafas masing-masing.
Setelah selesai menaiki bianglala, mereka berdua pun segera pergi menuju parkiran.
Setelah sampai di parkiran, mereka berdua pun segera masuk kedalam mobil.
Lalu Lino pun segera melajukan mobilnya menuju rumah Ana.
Saat diperjalanan, mereka berdua pun tidak mengobrol sama sekali.
Karena suasananya canggung, akhirnya Lino pun memutuskan untuk memulai obrolan.
"Na" ucap Lino sambil menyetir.
"Hmm?" ucap Ana.
"Kamu ngantuk gak?" tanya Lino basa-basi.
"Iya" ucap Ana.
"Kalau ngantuk tidur aja, nanti kalau udah sampe aku bakal bangunin kamu" ucap Lino.
"Ya udah aku tidur dulu ya" ucap Ana.
"Iya" ucap Lino.
Ana pun segera menutup matanya namun ia tidak tidur karena membayangkan kejadian ciuman bersama Lino.
...****...
Setelah sampai, Lino pun segera membangunkan Ana.
Lalu Ana pun langsung terbangun karena sebenarnya ia tidak tertidur.
"Udah sampe" ucap Lino.
"Iya" ucap Lino.
"Kamu hati-hati ya" ucap Ana.
"Iya sayang" ucap Lino.
Lalu Ana pun hanya tersenyum karena mendengar ucapan Lino.
"Ya udah cepet turun, kok malah bengong sih" ucap Lino sambil menahan tawanya.
"Oh iya" ucap Ana.
Lalu Ana pun segera turun dari mobil Lino.
"Ya udah cepet masuk" ucap Lino.
"Aku masuk kalau kamunya udah pergi" ucap Ana.
"Ya udah aku pergi ya" ucap Lino.
"Iya" ucap Ana.
Lalu Lino pun segera melajukan mobilnya.
Setelah Lino pergi, Ana pun segera masuk kedalam rumahnya.
Setelah masuk rumah, Ana pun langsung menghampiri mamahnya yang sedang duduk di sofa ruang tamu.
"Main kemana aja tadi?" tanya mamah.
"Cuma ke pasar malam doang, mah" ucap Ana.
"Kalung siapa itu, Na?" tanya mamah saat melihat kalung yang dipakai oleh Ana.
"Ini kalung Ana" ucap Ana.
"Dapet dari Lino?" tanya mamah.
"Iya" ucap Ana.
"Ya udah kamu tidur sana" ucap mamah.
"Iya" ucap Ana.
Lalu Ana pun langsung pergi menuju kamarnya.
Setelah sampai di kamarnya, Ana pun segera berganti pakaian.
Setelah berganti pakaian, Ana pun segera memainkan ponselnya dan ia pun segera mengirim pesan kepada Lino.
...****...
Arlino POV
Setelah sampai di rumah, Lino pun segera memasukan mobilnya ke garasi.
Setelah itu, ia pun segera mengunci pagar rumahnya. Lalu ia pun segera masuk kedalam rumahnya dan tidak lupa Lino pun mengunci pintu rumahnya.
Lalu ia pun segera pergi menuju kamarnya, kemudian ia pun segera mengganti pakaiannya.
Setelah berganti pakaian, Lino pun segera duduk dikasurnya sambil memainkan ponselnya dan ia pun melihat ada pesan masuk dari Ana.
Ana :
Good night, semoga mimpi indah
Lalu Lino pun langsung tersenyum saat membaca pesan tersebut.
Kemudian ia pun segera membalas pesan tersebut.
^^^Lino :^^^
^^^Good night too 🤍^^^
Ana :
Udah sampe rumah?
^^^Lino :^^^
^^^Udah^^^
^^^Lino :^^^
^^^Kamu kenapa belum tidur?^^^
Ana :
Aku gak bisa tidur
^^^Lino :^^^
^^^Kenapa gak bisa tidur?^^^
Ana :
Gak tahu
^^^Lino :^^^
^^^Pasti kamu gak bisa tidur karena mikirin ciuman tadi ya^^^
Ana :
Bukan kok
^^^Lino :^^^
^^^Ya udah cepet tidur, nanti kesiangan loh^^^
Ana :
Kan aku udah bilang kalau aku gak bisa tidur
^^^Lino :^^^
^^^Ya udah kalau gitu aku tidur duluan ya^^^
Ana :
Jangan tidur dulu
Ana :
Aku masih pingin chat sama kamu
^^^Lino :^^^
^^^Kita teleponan aja ya, jangan chat^^^
Ana :
Oke
Lalu Lino pun segera menelepon Ana.
"Hallo" ucap Ana.
"Iya" ucap Lino sambil tiduran dikasurnya.
"Jangan dimatiin ya teleponnya" ucap Ana.
"Iya, enggak bakal dimatiin kok" ucap Lino.
"No, makasih ya kalung nya. Aku suka banget" ucap Ana.
"Iya sama-sama" ucap Lino sambil menutup matanya.
"Kamu ngantuk banget ya?" tanya Ana karena mendengar suara Lino yang pelan.
"Iya" ucap Lino.
"Ya udah aku matiin aja ya teleponnya" ucap Ana.
Lalu Ana pun segera mematikan panggilan teleponnya.