
Pelayan cafe segera mengantarkan pesanan kepada Ana, Lino dan mamahnya Lino.
"Ini pesanannya" ucap pelayan cafe sambil menaruh tiga ice americano.
"Terima kasih" ucap mamah Lino dan Ana.
"Iya sama-sama" ucap pelayan cafe.
Lalu pelayan cafe tersebut segera pergi.
"Ayo diminum, Na" ucap mamah Lino.
"Iya, tante" ucap Ana.
Ana segera meminum ice americano.
"Gimana, Na? enak gak?" tanya Lino sambil menahan tawanya.
Ana hanya mengangguk padahal sebenarnya ia tidak suka dengan rasanya.
"Oh iya, kalian habis ini mau kemana?" tanya mamah.
"Lino habis dari sini mau langsung nganterin Ana pulang" ucap Lino.
"Kok pulang sih, harusnya tuh kamu ngajak Ana jalan-jalan dulu" ucap mamah.
"Soalnya kan Ana pasti pingin istirahat, mah" ucap Lino.
"Oh Ana sering tidur siang ya?" tanya mamah Lino.
"Gak sering kok, tante. Paling kalau kecapean aja, baru Ana tidur siang" ucap Ana.
"Nanti tante boleh gak main ke rumah Ana?" tanya mamah Lino.
"Boleh banget, tante" ucap Ana.
"Emang mau ngapain main ke rumah Ana?" tanya Lino.
"Ya kan mamah mau kenalan sama orang tua nya Ana" ucap mamah.
"Nanti kapan-kapan kita makan bareng ya sama orang tua kamu" ucap mamah Lino.
"Iya, tante" ucap Ana.
"Jangan, mah!" ucap Lino.
"Kenapa jangan?" tanya mamah.
"Soalnya kalau mamah ajak papah, nanti suasananya jadi canggung" ucap Lino.
"Mamah gak akan ajak papah kamu kok" ucap mamah.
"Oh iya, kayaknya sekarang mamah harus pergi dulu deh soalnya ada meeting" ucap mamah.
"Oh ya udah" ucap Lino.
"Oh iya, kalian gak usah bayar ya soalnya biar mamah aja yang traktir kalian" ucap mamah.
"Makasih, tante" ucap Ana.
"Iya sama-sama" ucap mamah Lino sambil pergi.
"Na, pulang sekarang aja yuk!" ajak Lino.
"No, aku masih pingin main" ucap Ana.
"Main kemana?" tanya Lino.
"Main ke rumah kamu" ucap Ana.
"Oh iya, No! kucing-kucing kamu kan belum dikasih makan" ucap Ana.
"Oh iya, aku lupa" ucap Lino.
"Ya udah ayo ke rumah aku" ajak Lino.
Lalu Ana dan Lino segera pergi.
(Diperjalanan)
Trining... trining
Ana segera melihat ke layar ponselnya dan ternyata ada panggilan telepon dari mamahnya.
Lalu Ana segera menjawab panggilan telepon tersebut.
"Hallo, mah" ucap Ana.
"Na, mamah sekarang mau pergi ke Jakarta" ucap mamah.
"Emang mau ngapain kesana, mah?" tanya Ana.
"Sahabat mamah meninggal, Na" ucap mamah.
"Jadi sekarang mamah harus kesana" sambung mamah.
"Berarti mamah nginep dong disana" ucap Ana.
"Iya" ucap mamah.
"Kamu gak apa-apa kan sendiri di rumah?" tanya mamah.
"Iya gak apa-apa kok, mah" ucap Ana.
"Nanti kalau kamu takut sendiri, kamu nginep aja di rumah Raka" ucap mamah.
"Ana gak takut kok, mah" ucap Ana.
"Oh iya, mamah udah transfer uang ke rekening kamu" ucap mamah.
"Makasih, mah" ucap Ana.
"Iya" ucap mamah.
"Nanti kalau mau makan beli aja ya" ucap mamah.
"Iya, mah" ucap Ana.
"Ya udah kalau gitu mamah tutup dulu ya teleponnya" ucap mamah.
"Iya" ucap Ana.
"Hati-hati ya bawa mobilnya, mah" ucap Ana.
"Iya" ucap mamah sambil mematikan panggilan teleponnya.
"Kenapa, Na?" tanya Lino.
"Sahabat nya mamah meninggal, jadi sekarang mamah mau kesana" ucap Ana.
"Mamah kamu mau nginep?" tanya Lino.
"Iya" ucap Ana.
"Oh iya, Na! ice americano nya kenapa gak dihabisin?" tanya Lino.
"No, aku gak suka sama minumannya" ucap Ana.
"Katanya tadi suka" ucap Lino sambil tersenyum.
"Aku tadi bohong, kirain aku minuman yang kamu pesen enak. Eh tau nya gak enak" ucap Ana.
"Walaupun gak enak ya habisin aja. Mubazir tau kalau gak dihabisin" ucap Lino.
"Buat kamu aja deh, No" ucap Ana.
"Gak mau ah! perut aku udah kenyang" ucap Lino.
"Masa cuma minum aja kenyang" kata Ana.
"Habisin ya, please! sayang soalnya kalau gak dihabisin" ucap Ana.
"Suruh siapa coba beli minuman itu" ucap Lino.
"Ya udah deh kalau kamu gak mau, aku buang aja minuman nya" ucap Ana.
"Gak boleh, dosa!" ucap Lino.
"Ya udah habisin sama kamu" ucap Ana.
"Ya udah aku bakal habisin, tapi ada syaratnya" ucap Lino.
"Cuma habisin minuman doang masa pake syarat segala" ujar Ana.
"Ya udah sih, berarti aku gak bakal ngehabisin minumannya" ucap Lino.
"Ya udah syaratnya apa?" tanya Ana.
Lino menunjuk pipinya sambil tersenyum jahil.
"Gak mau!" tolak Ana.
"Ya udah sih kalau gak mau" ucap Lino.
"Yang lain aja syaratnya" ucap Ana.
Lalu Lino langsung menunjuk bibirnya sambil tersenyum.
"Ya udah deh" ucap Ana sambil tersenyum jahil.
Lino langsung memberhentikan mobilnya dipinggir jalan.
"Ya udah ayo cium" ucap Lino.
"Kamu tutup mata dulu" perintah Ana.
Akhirnya Lino segera menutup matanya.
Dengan terpaksa Ana langsung meminum ice americano nya.
"Kok lama banget sih, Na" heran Lino.
"Udah habis" ucap Ana.
Lino langsung membuka matanya.
"Gak jadi, minumannya udah habis" ucap Ana sambil nyengir.
"Kamu buang minumannya ya?" tanya Lino.
"Enggak, aku habisin kok minumannya" ucap Ana.
Lino mendekat kearah Ana.
"No, mau ngapain?" gugup Ana.
Lino langsung melihat kearah luar untuk memastikan bahwa minumannya dibuang atau tidak oleh Ana.
"Kamu beneran ngehabisin minumannya ya?" tanya Lino sambil kembali duduk dikursi stir.
"Ya iyalah" ucap Ana.
"Gak jadi dong cium nya" keluh Lino.
"Ya emang gak jadi, kan aku udah habisin minumannya" ucap Ana sambil tersenyum.
"Ya udah ayo berangkat!" perintah Ana.
Akhirnya Lino segera melajukan mobilnya menuju basecamp.
* Basecamp
Setelah sampai di basecamp, Lino segera memberhentikan mobilnya.
"No, ini dimana?" tanya Ana.
"Ini di basecamp, tempat kumpul anak-anak Skz" jelas Lino.
"Ngapain kesini?" tanya Ana.
"Aku mau ambil barang-barang aku" ucap Lino.
"Ya udah kamu tunggu dulu ya disini" suruh Lino.
"No, aku ikut aja deh. Soalnya takut kalau sendirian disini" ucap Ana.
"Ya udah ayo turun" ucap Lino.
Ana dan Lino segera turun dari mobil. Lalu mereka berdua segera masuk kedalam basecamp.
Ana memegang tangan Lino dengan erat.
"Kenapa?" tanya Lino.
"Takut" ucap Ana pelan.
"Jangan takut, lagian gak ada hantu didalem" ucap Lino.
"Lex" panggil Lino.
"Oy!" sahut Alex.
"Ada apa, No?" tanya Alex.
"Gue mau tinggal lagi di rumah" ucap Lino.
"Ya udah gue bantuin ya bawa tas nya" ucap Alex.
"Gak usah, biar sama gue aja" ucap Lino.
"Gak apa-apa, biar gue bantu" ucap Alex sambil membawakan tas milik Lino.
Lalu Alex segera pergi keluar.
Lino segera membawa kopernya.
"Ya udah ayo, Na" ucap Lino.
Ana dan Lino segera pergi keluar.
Kemudian barang-barang pun dimasukkan kedalam mobil.
"Ya udah kalau gitu gue pulang dulu ya" ucap Lino.
"Iya" ucap Alex.
"Ya udah ayo masuk, Na" suruh Lino.
Akhirnya Ana dan Lino segera masuk kedalam mobil.
Sesudah itu, Lino segera melajukan mobilnya menuju rumahnya.
* Rumah Lino
Sesampainya di rumah Lino, Lino segera turun dari mobil dan ia segera membuka pagar rumahnya. Setelah itu, ia segera kembali masuk kedalam mobilnya. Lalu Lino segera memasukan mobilnya kedalam rumahnya
"Ayo turun" ucap Lino sambil mengeluarkan tas dan koper nya.
Ana segera turun dari mobil.
"Ayo masuk, Na" suruh Lino.
Mereka berdua segera masuk kedalam.
Lino segera menyimpan tas dan koper nya di ruang tamu.
"Ya udah ayo kasih makan kucing kamu" ucap Ana.
"Ya udah ayo" ucap Lino sambil menutup pintu rumahnya.
Sesampainya di taman, Lino dan Ana langsung memberi makan kucing-kucing milik Lino.
"Na, kamu tunggu dulu disini ya. Soalnya aku mau ganti baju dulu" ucap Lino.
"Aku ikut" ucap Ana.
"Kok ikut sih" heran Lino.
"Soalnya aku takut" ucap Ana.
"Takut apa?" tanya Lino.
"Takut hantu, kan kata kamu di rumah kamu ada hantunya" ucap Ana.
"Kemarin aku cuma bercanda" ucap Lino.
"Tapi kamu kemarin ngomongnya serius" ucap Ana.
"Enggak aku cuma bercanda kok" ucap Lino.
"Ya udah aku ke kamar dulu ya" ucap Lino sambil pergi.
Ana segera berlari menyusul Lino.
"Lino ikut!" ucap Ana.
"Aku mau ganti baju, Na" ucap Lino.
"Iya aku tahu" ucap Ana.
"Kalau tahu kenapa mau ikut?" tanya Lino.
"Ya karena aku takut" ucap Ana.
"Ya udah tapi kamu jangan ikut ya ke kamar mandi nya" ucap Lino.
"Ya iyalah, masa aku ikut" ucap Ana.
"Ya udah ayo" ucap Lino.
Mereka berdua segera pergi menuju kamar Lino.
* Kamar
Lino segera mengambil baju dan celana nya.
Setelah itu, ia segera masuk kedalam kamar mandi.
"No, cepetan!" teriak Ana.
"Baru juga masuk, Na" teriak Lino.
Beberapa menit kemudian, Lino keluar dari kamar mandi dan ia segera menghampiri Ana.
"Katanya pingin main kesini, tapi kok takut" heran Lino.
"Aku bercanda kok kemarin. Serius deh" ucap Lino padahal sebenarnya rumah Lino memang sedikit angker.
"Beneran cuma bercanda?" tanya Ana.
"Iya, aku bohong kemarin. Disini gak ada hantu kok" ucap Lino.
"Terus yang ketuk pintu siapa?" tanya Ana.
"Itu Gilang, dia kemarin jahilin kamu" ucap Lino.
"Beneran Gilang?" tanya Ana memastikan.
"Iya" ucap Lino.
"Ya udah ayo" suruh Lino.
Ana dan Lino segera pergi menuju ruang tengah.
"Na, kamu mau pulang gak?" tanya Lino sambil duduk di sofa.
"Enggak" ucap Ana.
"Aku mau main dulu disini" ucap Ana sambil duduk disebelah Lino.
Trining...trining
Ana segera mengambil ponselnya yang berada disaku.
Saat melihat ke layar ponsel, ternyata itu panggilan telepon dari papahnya.
"Telepon dari siapa?" tanya Lino.
"Dari papah" ucap Ana sambil tersenyum.
"No, kamu jangan berisik ya" perintah Ana.
"Iya" ucap Lino sambil tersenyum.
Ana segera mengangkat panggilan telepon dari papahnya.
"Hallo, pah" ucap Ana.
"Na, kamu dimana?" tanya papah.
"Aku ada di rumah, pah" bohong Ana.
"Tapi kok rumahnya sepi sih" ucap papah.
Ana langsung menggigit bibir bawahnya.
"Maksud Ana itu Ana ada di sekolah, pah" ucap Ana.
"Katanya tadi ada di rumah" ucap papah.
"Tadi Ana salah ngomong, pah" ucap Ana.
"Kamu kok jam segini masih ada di sekolah sih" heran papah.
"Soalnya Ana ada tugas kelompok, pah" ucap Ana.
"Ya udah sekarang Ana ke rumah ya" ucap Ana.
"Eh gak usah! kamu kan lagi kerja kelompok" ucap papah.
"Udah beres kok kerja kelompok nya" ucap Ana.
"Ya udah kalau gitu Ana ke rumah ya sekarang" ucap Ana sambil mematikan panggilan teleponnya.
"No, kayaknya aku harus pulang deh. Soalnya papah aku udah pulang ke rumah" ucap Ana sambil tersenyum.
"Ya udah ayo aku anter" ucap Lino.
"Gak usah, aku bisa pulang sendiri" ucap Ana.
"Ya udah aku pergi dulu ya" ucap Ana sambil pergi keluar.
Lino segera menyusul Ana keluar.
"Na, pulang nya bareng aku" ucap Lino sambil mengunci pintu.
Sehabis itu Lino segera menghampiri Ana.
"Ya udah ayo" ucap Lino.
"No, kamu gak capek apa bolak-balik?" tanya Ana.
"Enggak" ucap Lino.
"Ya udah cepet naik!" perintah Lino.
Ana segera menuruti perintah Lino.
Setelah itu, Lino segera melajukan mobilnya menuju rumah Ana.
(Diperjalanan)
"No, nanti kalau udah nganterin aku, kamu langsung pulang aja ya soalnya aku takut papah marah karena yang nganterin aku itu kamu" ucap Ana.
"Iya, nanti aku langsung pulang" ucap Lino.
"Kamu turunin aku nya jangan dideket rumah aku ya" ucap Ana.
"Iya" ucap Lino.
"Aku gak sabar deh pingin cepet-cepet ketemu papah" ucap Ana sambil tersenyum.
Lino sekilas melihat kearah Ana.
"Kayaknya kamu seneng banget ya, Na" ucap Lino sambil tersenyum.
"Iya, aku seneng banget" ucap Ana.
...****...
Skip
"No, turun disini aja" ucap Ana.
"Tapi kan masih jauh, Na" ucap Lino.
"Gak apa-apa" ucap Ana.
"Ya udah kalau gitu aku pulang dulu ya" ucap Ana.
"Iya" ucap Lino.
Ana segera turun dari mobil, lalu ia segera berlari menuju ke rumahnya.
* Rumah
Setelah sampai, Ana melihat papahnya yang sedang bersama seorang wanita. Lalu Ana berjalan menghampiri papahnya.
"Papah" panggil Ana sambil tersenyum.
Ana langsung salam kepada papahnya.
"Hallo, tante" ucap Ana sambil salam kepada wanita yang bersama papahnya.
"Na, sebenernya papah pingin ngomong sesuatu ke kamu" ucap papah.
"Mau ngomong apa, pah?" tanya Ana.
"Sebenernya papah sama mamah udah lama bercerai" ucap papah.
Seketika tubuh Ana langsung mematung saat mendengar ucapan papahnya.
"Papah bercanda kan?" tanya Lino.
"Papah gak bercanda, Na" ucap papah.
"Oh iya, wanita disamping papah ini calon papah, bentar lagi kita mau nikah" ucap papah.
"Selamat ya, pah! semoga lancar sampai hari pernikahan" ucap Ana sambil menahan tangisnya.
"Oh iya, pah! kayaknya Ana harus pergi lagi ke sekolah, soalnya ada barang ada yang ketinggalan dikelas" bohong Ana.
Lalu Ana segera berlari sambil menelepon Lino.
Tidak menunggu lama, Lino langsung mengangkat panggilan telepon dari Ana.
"Hallo, Na" ucap Lino.
"Hiks..hiks" tangis Ana.
"Kamu kenapa, Na?" tanya Lino.
"No, kamu dimana?" tanya Ana gemetar.
"Aku ini lagi diperjalanan pulang, Na" ucap Lino.
"No, kamu bisa balik lagi kesini gak?" ucap Ana sambil menangis.
"Ya udah aku sekarang ke tempat yang tadi ya" ucap Lino.
"Iya" lirih Ana.
Lino langsung mematikan panggilan teleponnya.
Beberapa menit kemudian, mobil Lino datang menghampiri Ana. Lalu Lino segera turun dari mobilnya.
"Kamu kenapa?" cemas Lino.
"No, sakit" lirih Ana sambil menangis.
"Kepala kamu sakit lagi?" tanya Lino memastikan.
Ana hanya menggelengkan kepalanya.
"Ya udah ayo masuk ke mobil dulu" ucap Lino sambil menuntun Ana agar masuk kedalam mobil.
Setelah itu Lino juga masuk kedalam mobil.
"Ya udah sekarang kita ke rumah sakit ya" ucap Lino.
Ana hanya menggelengkan kepalanya.
"Kamu kenapa sih, Na?" bingung Lino.
"Papah tadi udah cerita yang sebenernya" ucap Ana.
"Cerita apa?" tanya Lino.
"Mamah sama papah aku sebenernya udah cerai" ucap Ana sambil menangis.
Lino hanya terdiam karena ia juga merasa bersalah kepada Ana karena tidak memberitahu Ana yang sebenarnya.
"Dan tadi papah aku bilang kalau dia mau nikah lagi" ucap Ana sesenggukan.
Lino langsung mendekat kearah Ana dan ia langsung memeluk nya sambil menenangkan Ana.
"Udah jangan nangis terus-menerus, nanti kamu capek" ucap Lino.
"No, kamu kenapa sih gak bilang kalau orang tua aku cerai" lirih Ana.
"Maafin aku ya" ucap Lino sambil mengelus-elus rambut Ana.
"Ya udah sekarang kita ke rumah aku aja ya" ucap Lino.
Ana hanya mengangguk mengiyakan ucapan Lino.
Kemudian Lino segera melajukan mobilnya menuju rumahnya.
...****...
Ketika sampai, mereka berdua segera turun dari mobil dan mereka langsung masuk kedalam rumah.
"Lebih baik kamu istirahat dulu aja, biar nenangin pikiran kamu" ucap Lino.
"No, aku boleh pinjem baju sama celana kamu gak?" tanya Ana sambil mengusap air matanya.
"Iya boleh" ucap Lino.
"Ya udah ayo ke kamar" ajak Lino.
Ana dan Lino segera pergi menuju kamar Lino.
* Kamar
"Mau yang mana?" tanya Lino sambil membuka lemarinya.
"Terserah kamu" ucap Ana.
"Hoodie sama celana panjang aja ya" ucap Lino.
Ana hanya mengangguk.
"Ya udah nih" ucap Lino sambil memberikan hoodie dan celana panjang kepada Ana.
"Aku pinjem ya" ucap Ana.
"Iya" ucap Lino.
"Ya udah cepet ganti!" suruh Lino.
Ana segera masuk kedalam kamar mandi.
Beberapa menit kemudian...
Ana segera keluar dari kamar mandi dan ia langsung menghampiri Lino.
"No, aku boleh nginep disini gak?" tanya Ana.
"Nginep?" tanya Lino memastikan.
"Iya" ucap Ana.
"Aduh gimana ya, Na. Masalahnya kan kamu cewek, masa kamu nginep di rumah cowok" ucap Lino padahal sebenarnya dulu Ana pernah nginep dirumahnya.
"Tapi kan kita gak bakal ngapa-ngapain ini, lagian kan ada kamar kosong" ucap Ana.
"Ya emang sih" ucap Lino.
"Ya udah kalau gak boleh gak apa-apa, nanti aku nginep di rumah Raka aja" ucap Ana.
"Ya udah iya" pasrah Lino.
"Tapi kamu tidur nya di kamar tamu ya" ucap Lino.
"Iya" ucap Ana.
"No, aku boleh istirahat sebentar gak? soalnya aku pusing banget" ucap Ana.
"Ya udah kalau gitu aku anter ya ke kamar tamu nya" ucap Lino.
"Iya" ucap Ana.
Lino segera mengantar Ana menuju kamar tamu.
Setelah sampai, Ana segera membuka pintu kamar tamu.
"Istirahat ya, jangan mainin handphone" suruh Lino.
"Iya" ucap Ana.
"Aku tidur dulu ya, No" ucap Ana.
"Iya" ucap Lino.
Ana segera masuk kedalam kamar dan ia langsung menutup pintu kamar.
Lino segera duduk di sofa ruang tengah, lalu ia segera menelepon Raka.
Tidak menunggu lama, Raka langsung menjawab panggilan telepon dari Lino.
"Ada apa, No?" tanya Raka.
"Ana udah tahu bahwa orang tuanya udah cerai" ucap Lino.
"Lah! terus reaksi dia gimana pas tahu tentang hal itu?" tanya Raka.
"Dia nangis, terus dia gak mau pulang" jelas Lino.
"Sekarang dia ada di rumah luh?" tanya Raka.
"Iya" ucap Lino.
"Ya udah sekarang gue kesana ya" ucap Raka.
"Eh jangan! soalnya Ana nya lagi tidur" ucap Lino.
"Oh iya, mamahnya Ana pergi ke Jakarta. Jadi nanti Ana bakal nginep di rumah gue" ucap Lino.
"Nginep di rumah luh?" ucap Raka.
"Iya" ucap Lino.
"Awas aja ya kalau luh macem-macemin Ana" ucap Raka.
"Gue janji kok gak bakal macem-macemin Ana" ucap Lino.
"Lagian gue cinta sama dia, jadi gue gak bakal ngerusak dia" jelas Lino.
"Nanti jangan lupa kasih makan" suruh Raka.
"Iya, nanti gue bakal beliin makanan yang banyak buat Ana" ucap Lino.
"Oh iya, No! luh udah baikan ya sama papah luh?" tanya Raka.
"Belum" ucap Lino.
"Terus kenapa luh kembali lagi ke rumah?" tanya Raka.
"Soalnya kan kata mamah ini rumah punya gue, jadi papah gue gak berhak ngusir gue" ucap Lino.
"Pasti mamah sama papah luh kemarin berantem ya, No?" tanya Raka.
"Iya" ucap Lino.
"Oh iya, nanti bilangin ke Ana kalau kunci gembok ada di gue" ucap Raka.
"Iya, nanti gue bakal bilang ke Ana" ucap Lino.