ARLINO

ARLINO
Episode 71



Ana dan Clara pun segera masuk kedalam tenda.


"Luh berdua kenapa sih didalam tenda mulu?" tanya Clara kepada Naya dan Lia.


"Soalnya kita malas gerak" ucap Lia.


"Oh iya, si Felisa kemana? bukannya dia tadi bilang mau ke tenda" ucap Clara.


"Tadi Felisa di suruh sama Bu Shelly" ucap Naya.


"Di suruh apa?" tanya Clara.


"Gue juga gak tahu" ucap Naya.


"Ra, anterin gue ke lapangan yuk! gue lapar" ucap Naya.


"Ya udah ayo" ucap Clara.


"Ana, Lia ikut gak?" tanya Clara.


"Enggak" ucap Ana dan Lia bersamaan.


Lalu Clara dan Naya pun segera pergi menuju lapangan.


Karena merasa bosan, akhirnya Lia pun segera duduk diluar tenda.


Trining..trining


Sontak Ana pun langsung melihat kearah ponsel Lia dan Ana pun terkejut saat melihat nama yang menelepon ke nomer Lia.


Dan disitu tertulis "Bagas🤍"


Lalu Ana pun segera mengambil ponsel tersebut dan ia langsung memberikannya kepada Lia.


Lia pun langsung terdiam setelah Ana memberikan ponsel tersebut.


"Luh baca namanya?" tanya Lia memastikan.


"Iya" ucap Ana.


"Ini bukan Bagas kelas kita kok" ucap Lia gugup.


"Padahal gue gak nanya loh" ucap Ana.


"Ya kan siapa tahu luh curiga kalau ini Bagas kelas kita" ucap Lia.


Lalu Lia pun segera mematikan panggilan tersebut tanpa mengangkatnya.


"Kenapa gak diangkat?" tanya Ana.


"Gak apa-apa" ucap Lia


Lia pun segera masuk kedalam tenda.


Kemudian Ana pun segera mengikuti Lia.


"Lia" panggil Ana.


"Kenapa?" tanya Lia.


"Itu Bagas kelas kita kan?" tanya Ana.


"Udah gue bilang bukan!" ucap Lia.


"Kalau bukan kenapa gak diangkat?" ucap Ana.


"Ya karena gue gak mau angkat" ucap Lia.


"Kalau luh gak mau angkat, gue semakin curiga bahwa itu Bagas kelas kita" ucap Ana.


"Emang kalau Bagas kelas kita kenapa? masalah buat luh?" ucap Lia.


"Gue saranin luh jangan deket sama dia deh, lebih baik cari cowok yang lain" ucap Ana.


"Luh kok ngatur hidup gue sih" kesal Lia.


"Gue bukan ngatur, tapi gue gak mau luh kenapa-napa" ucap Ana.


"Maksudnya?" tanya Lia.


"Bagas tuh orangnya kasar banget, Lia" ucap Ana.


"Luh jangan fitnah deh, Na" ucap Lia.


"Gue gak fitnah, kan gue udah ngalamin diperlakukan kasar sama dia" ucap Ana.


"Gue mohon, luh jauhin dia ya" ucap Ana.


"Luh masih suka ya sama Bagas?" tanya Lia.


"Gue gak suka" ucap Ana.


"Bilang aja luh masih suka sama dia, terus luh fitnah dia supaya gue ngejauhin dia kan" ucap Lia.


"Sumpah! gue gak suka sama dia" ucap Ana.


"Udah lah, Na! lebih baik luh jangan ikut campur, lagian terserah gue dong mau suka sama siapa" ucap Lia.


"Oh iya, Na! luh jadi cewek gak usah sok cantik deh, seenaknya mainin hati cowok" ucap Lia.


Ana pun langsung terdiam setelah mendengar ucapan Lia.


Kemudian Clara dan Naya pun masuk kedalam tenda.


"Kenapa nih? kok pada diem-dieman?" tanya Clara.


"Gak apa-apa" ucap Lia.


Lalu Ana pun segera pergi.


"Ana kenapa?" tanya Clara kepada Lia.


"Gue gak tahu" ucap Lia.


****


Ana pun segera mengirim pesan kepada Lino.


Ana :


Lalu dengan cepat, Lino pun membalas pesan dari Ana.


Lino :


Kemana?


Ana :


Ke tempat yang kemarin


Lino :


Ya udah aku kesana sekarang


Lalu Arlino pun segera pergi menuju tempat tersebut.


Setelah sampai, Lino pun langsung menghampiri Ana dan duduk disampingnya.


"Kenapa, Na?" tanya Lino.


"Aku tadi berantem sama Lia" ucap Ana.


"Berantem kenapa?" tanya Lino.


"Berantem soal Bagas" ucap Ana.


"Jadi Lia suka sama Bagas, terus tadi aku bilang sama Lia buat jauhin Bagas karena aku gak mau kalau nanti Lia dikasarin sama Bagas. Tapi Lia nya marah sama aku" ucap Ana.


"Apa aku salah ya ngelarang dia buat jauhin Bagas?" tanya Ana.


"Kamu gak salah kok kan kamu niatnya baik, tapi kalau masalah Lia yang suka sama Bagas itu hak Lia. Jadi kamu jangan ikut campur tentang perasaan Lia" ucap Lino.


"Jadi aku salah ya" ucap Ana.


"Enggak kok, Na" ucap Lino.


"Oh iya, Na! Raka udah tahu" ucap Lino.


"Udah tahu apa?" tanya Ana.


"Udah tahu kalau kita pacaran" ucap Lino.


"Kamu kasih tahu dia?" tanya Ana.


"Iya, soalnya dia nuduh aku php-in kamu. Makanya aku kasih tahu yang sebenernya bahwa aku gak php-in kamu dan aku sama kamu tuh sebenernya pacaran" ucap Lino.


"No" ucap Ana.


"Kenapa?" tanya Lino.


"Aku pinginnya kita pacaran terang-terangan didepan orang" ucap Ana sambil menunduk.


"Enggak, Na! Nanti penguntit itu nyelakain kamu lagi, kan kamu tahu sendiri kalau orang yang deket aku bakal celaka" ucap Lino.


"Tapi aku gak mau harus sembunyi kayak gini" ucap Ana tampak sedih.


"Ya udah, ayo" ucap Lino.


"Kemana?" tanya Ana.


"Katanya gak mau sembunyi-sembunyi" ucap Lino.


"Ayo" ucap Lino sambil memegang tangan Ana.


Lalu Ana pun tersenyum.


Kemudian mereka berdua pun berjalan-jalan disekitar area camping sambil bergandengan tangan.


"Mau kemana, No?" tanya Ana.


"Kita ke tenda aku, aku mau ngenalin kamu sebagai pacar aku ke temen-temen aku" ucap Lino.


Akhirnya mereka berdua pun segera pergi menuju tenda.


Setelah sampai di tenda, Gilang dan Raka pun langsung melihat kearah Lino dan Ana.


"Guys! kenalin ini pacar gue" ucap Lino.


"Anjir! tuh kan gue udah nebak, pasti ada sesuatu diantara kalian" ucap Gilang.


"Na, kenalan dong sama mereka" ucap Ana.


"Kan kita udah kenal" ucap Ana.


"Ya kenalan lagi, tapi sebagai pacar aku" ucap Lino.


"Kenalin gue pacarnya Lino" ucap Ana sambil menahan tawanya.


"Hai pacarnya Lino, salam kenal ya" canda Gilang.


"Selamat ya, akhirnya luh berdua jadian juga" ucap Raka.


"Ana, luh jadian sama Lino?" tanya Aldi yang tiba-tiba muncul.


"Iya" ucap Ana.


"Oh jadi gara-gara luh, Lino sama Bagas berantem?" tanya Aldi.


Lalu Ana pun langsung terdiam setelah mendengar ucapan Aldi.


"Luh apa-apaan sih! kalau gak tahu ceritanya jangan ikut campur" kesal Lino.


"No, luh kayaknya emang suka nikung sahabat luh sendiri ya" ucap Aldi.


"Maksud luh apa ngomong kayak gitu!" ucap Lino.


"Di, udah jangan ikut campur" ucap Gilang.


"Waktu dulu kan luh nikung Raka, eh sekarang luh nikung Bagas" ucap Aldi.


Bughh


Lino pun langsung memukul Aldi karena ia sangat kesal dengan ucapan Aldi barusan.


"No, udah!!" ucap Gilang.


Lalu Gilang dan Raka pun segera memisahkan keduanya.