
"Mamah gak kerja?" tanya Lino.
"Kerja kok, paling bentar lagi mamah berangkat" ucap mamah Lino.
"Mah, aku ijin mau camping ya besok" ucap Lino.
"Tumben kamu ijin ke mamah, biasanya juga gak pernah ijin" ucap mamah.
"Pasti kamu ijin karena ada Ana kan?" tuduh mamah.
"Enggak kok, mah" ucap Lino.
"Ya udah, No! mamah pergi dulu ya" ucap mamah Lino.
"Iya" ucap mamah.
"Ana, jagain Lino ya" ucap mamah Lino.
"Iya, tante" ucap Ana.
Lalu mamah Lino pun segera pergi.
"No, aku malu banget udah ngebohongin mamah kamu" ucap Ana.
Lino pun hanya tertawa mendengar ucapan Ana.
"Malah ketawa lagi" ucap Ana.
"Habisnya lucu banget" ucap Lino.
"Mamah kamu tahu gak kalau kamu suka balapan motor?" tanya Ana.
"Kalau itu enggak, mamah tahunya kalau aku suka bolos" ucap Lino.
"Kamu sering banget ya bolosnya?" tanya Ana.
"Iya" ucap Lino.
"Kok kita ngomong nya jadi pake aku kamu ya" heran Lino.
"Kan kamu duluan yang ngomongnya pake aku kamu, jadi aku ikutin deh" ucap Ana.
"Kenapa kamu ikutin?" tanya Lino.
"Ya udah deh pake luh gue aja" ucap Ana.
"Eh gak usah! biarin pake aku kamu aja ngomongnya" suruh Lino.
"Hoodie nya kayaknya kebesaran deh di kamu" ucap Lino sambil tersenyum.
"Ya iyalah, kan badan kamu lebih besar dari aku" ucap Ana.
"Nonton film yuk" ucap Lino.
"Nonton film apa?" tanya Ana.
"Zombie" ucap Lino.
"Ya udah ayo" ucap Ana.
"Bentar ya, aku ambil laptop dulu dikamar" ucap Lino.
Lalu Lino pun segera pergi menuju kamarnya.
Trining...trining
Ana pun segera mengangkat panggilan teleponnya.
"Hallo, mah" ucap Ana.
"Kamu dimana? kok belum pulang" tanya mamah.
"Aku lagi kerja kelompok, mah" bohong Ana.
"Kerja kelompok dimana?" tanya mamah.
"Di rumah Clara" bohong Ana.
"Mah" panggil Ana karena mamahnya tidak berbicara.
"Ya udah, nanti kamu pulang ya" ucap mamah.
"Iya" ucap Ana.
Lalu mamah Ana pun segera mematikan panggilan teleponnya.
"Siapa yang telepon, Na?" tanya Lino sambil menaruh laptop di meja.
"Mamah" ucap Ana.
"Kamu mau pulang sekarang atau nanti?" tanya Lino.
"Nanti aja" ucap Ana.
"Oh ya udah" ucap Lino.
Lino pun segera menyalakan laptop nya, lalu ia pun segera mencari film zombie.
Keduanya pun duduk dilantai sambil menyender pada sofa dan mereka pun fokus menonton film tersebut sambil memakan snack.
30 menit kemudian, Ana pun mengantuk dan ia pun langsung tertidur sambil menyender di sofa.
Lino pun melirik kearah Ana, dan ia pun langsung tersenyum saat melihat Ana tertidur.
Lino pun mengambil ponselnya dan ia langsung memfoto dirinya dan Ana yang sedang tertidur.
Lalu setelah itu, Lino pun segera menggendong Ana menuju kamar tamu.
Setelah sampai di kamar tamu, Lino pun segera menaruh Ana di kasur. Lalu setelah itu, ia pun kembali ke ruang tamu.
****
Malam hari
Ana pun terbangun dari tidurnya, dan ia pun langsung melihat ke sekitar.
Kemudian Ana pun segera menuju ke ruang tamu.
"No" panggil Ana.
"Eh udah bangun" ucap Lino.
"Sekarang jam berapa?" tanya Ana.
"Jam 7" ucap Lino.
"Tadi aku udah bangunin kamu, tapi kamu nya gak bangun-bangun" ucap Lino.
"Ya udah aku pulang dulu ya" ucap Ana.
"Bentar, aku ambil kunci mobil dulu" ucap Lino sambil pergi menuju kamarnya.
Ana pun segera kembali ke kamar tamu untuk mengambil seragamnya, lalu ia pun segera pergi ke ruang tamu lagi.
"Ya udah ayo" ucap Lino.
Lalu mereka berdua pun segera pergi dengan menggunakan mobil.
"No, AC nya matiin dong" ucap Ana.
"Oh iya maaf aku lupa, kamu kan gak suka dingin" ucap Lino sambil mematikan AC mobilnya.
"Na" panggil Lino.
"Kenapa?" tanya Ana.
"Soal hubungan kita jangan dikasih tahu ke orang lain dulu ya" ucap Lino.
"Emang kenapa?" tanya Ana.
"Aku takut kalau penguntit itu ngikutin kamu lagi" ucap Lino.
"Ya udah iya, aku gak bakal kasih tahu ke orang lain kok" ucap Ana.
"Oh iya! kan besok kita duduknya barengan, terus kalau orang curiga tentang hubungan kita gimana?" ucap Ana.
"Bilang aja kita cuma sahabatan" ucap Lino.
"Sahabatan?" ucap Ana.
"Iya" ucap Lino.
"Ya udah deh" ucap Ana sedikit sedih.
"Kamu gak apa-apa kan?" tanya Lino.
"Enggak apa-apa" ucap Ana.
"Maaf ya" ucap Lino.
"Gak usah minta maaf juga kali, No" ucap Ana.
"Aku takut kamu jadi sedih" ucap Lino.
"Enggak kok, lagian kan hubungan gak perlu diumbar" ucap Ana.
"Na" panggil Lino.
"Apa?" tanya Ana sambil melihat kearah Lino.
"Maafin sikap aku waktu dulu ya" ucap Lino.
"Maaf, waktu dulu aku kasar banget sama kamu" ucap Lino.
"Enggak apa-apa kok. Lagian itu dulu, sekarang kan sikap kamu udah berubah" ucap Ana.
Trining...trining
Ana pun segera mengangkat panggilan teleponnya.
"Hallo, mah" ucap Ana.
"Kamu dimana sih, Na? masa belum pulang juga kerja kelompok nya" ucap mamah.
"Aku lagi diperjalanan pulang kok, mah" ucap Ana.
"Lama banget kerja kelompoknya" ucap mamah.
"Soalnya tugasnya susah, mah. Jadi pulangnya kemaleman deh" bohong Ana.
"Kamu pulangnya naik apa?" tanya mamah.
"Naik grab" bohong Ana.
"Ya udah deh, kalau gitu mamah tutup ya teleponnya" ucap mamah.
"Iya" ucap Ana.
Mamah pun segera menutup panggilan teleponnya.
"No" ucap Ana.
"Iya, kenapa?" tanya Lino.
"Aku kan pake baju sama celana kamu, terus kalau aku ketahuan bohong sama mamah gimana? kan aku bilang ke mamah kalau kerja kelompoknya di rumah Clara. Masa aku bilang bahwa aku pake baju Clara, kan gak mungkin Clara punya baju cowok" ucap Ana.
"Bilang aja kalau Clara suka ngoleksi Hoodie cowok" ucap Lino.
"Masalahnya Clara kan badannya kecil, sedangkan Hoodie ini besar banget" ucap Ana.
"Tapi kan sekarang jamannya oversize" ucap Lino.
"Iya juga sih" ucap Ana.
****
"Makasih, No" ucap Ana.
"Iya sama-sama" ucap Lino.
"Ya udah, aku masuk dulu ya" ucap Ana.
"Iya" ucap Lino sambil tersenyum.
Lalu Ana pun segera turun dari mobil Lino. Dan ia pun segera masuk kedalam rumahnya.
"Kamu dari mana?" tanya papah yang sedang duduk disofa.
Ana pun langsung buru-buru menuju kamarnya tanpa menjawab pertanyaan dari papahnya.
Lalu Ana pun segera mengunci pintu kamarnya.
Tok...tok
"Ana, buka pintunya" ucap papah sambil mengetuk pintu kamar Ana.
Ana pun tidak menghiraukan ucapan papahnya, dan ia pun langsung menuju kasurnya. Setelah itu, Ana pun langsung tidur.