ARLINO

ARLINO
Episode 121



"Berarti aku harus cerewet dong" ucap Ana.


"Iya, tapi jangan terlalu sering juga" ucap Lino.


"Oh iya, kamu berangkat jam berapa nanti malam?" tanya Lino.


"Enggak tahu" ucap Ana.


"Ya udah kalau gitu biar aku aja yang anterin kamu" ucap Lino.


"Gak usah, kan aku berangkatnya mau bareng temen-temen aku" ucap Ana.


"Kan kamu juga malam nanti mau balapan kan?" tanya Ana.


"Iya, tapi aku balapannya sekitar jam 1 malem" ucap Lino.


"Berarti kamu gak tidur dong" ucap Ana.


"Iya" ucap Lino.


"Pantes aja kamu sering ngantuk di sekolah" ucap Ana.


"Oh iya, No! aku tutup dulu ya teleponnya, soalnya aku mau tidur siang" ucap Ana.


"Iya" ucap Lino.


Lalu Ana pun segera mematikan panggilan teleponnya.


...****...


Skip


Malam hari


Trining...trining


Ana pun segera melihat ponselnya dan ternyata ada panggilan masuk dari Naya.


"Hallo, Nay" ucap Ana.


"Na, luh udah siap-siap belum?" tanya Naya.


"Udah" ucap Ana.


"Ya udah nanti gue jemput luh ya" ucap Naya.


"Iya" ucap Ana.


"Ya udah kalau gitu gue tutup dulu ya teleponnya" ucap Naya.


"Iya" kata Bina.


Lalu Naya pun segera mematikan panggilan teleponnya.


Kemudian Ana pun segera pergi menghampiri mamahnya yang sedang menonton televisi.


"Mah" panggil Ana.


"Kenapa sayang?" tanya mamah.


"Aku mau main ya" ucap Ana.


"Main kemana?" tanya mamah.


"Ke pasar malam" ucap Ana.


"Sama Lino?" tanya mamah.


"Bukan, tapi sama temen-temen aku" ucap Ana.


"Oh iya, tadi Lino main ke rumah ya?" tanya mamah.


"Enggak kok, tadi Lino cuma nganterin Ana pulang doang terus dia langsung pulang lagi" ucap Ana.


"Terus ini bekas gelas siapa?" tanya mamah.


"Hmm...itu bekas Ana, mah" ucap Ana.


"Oh kirain bekas siapa" ucap mamah.


"Kamu udah makan belum?" tanya mamah.


"Belum" ucap Ana.


"Ya udah makan dulu, belum berangkat ini kan" ucap mamah.


"Enggak ah, Ana mau diet" ucap Ana.


"Ya ampun Ana, kamu ngapain diet segala. Kamu kan kurus, masa mau diet sih" ucap mamah.


"Aku gendut tahu, mah. Lihat aja pipi Ana tembem gini" ucap Ana.


"Ya gak apa-apa, malah tambah lucu kalau chubby gitu" ucap mamah.


"Lucu apanya coba" ucap Ana.


"Kamu tuh udah kurus, jadi gak usah diet segala. Nanti kalau diet yang ada kamu jadi sakit" ucap mamah.


"Iya...iya gak jadi diet deh" ucap Ana.


"Temen kamu tuh nama-namanya siapa aja sih? mamah lupa" ucap mamah.


"Namanya Clara, Naya, Lia sama Felisa" ucap Ana.


"Oh kalau Clara sama Naya sih mamah masih inget. Tapi kalau yang lainnya mamah gak tahu" ucap mamah.


"Oh iya, Lino gak diajak kesananya?" tanya mamah.


"Enggak lah, kan ini khusus cewek-cewek doang" ucap Ana.


"Siapa tahu kan bawa pacarnya masing-masing" ucap mamah.


"Mereka gak punya pacar, mah" ucap Ana.


"Serius gak punya?" tanya mamah.


"Iya gak punya" ucap Ana.


"Temen-temen kamu kan pada cantik, masa gak punya pacar sih" ucap mamah.


"Sebenernya mereka tuh lagi naksir sama cowok tapi mereka tuh malu aja ngungkapin nya" ucap Ana.


"Siapa yang malu ngungkapin perasaannya?" tanya mamah.


"Sedangkan Clara, dia suka sama orang tapi orang itu udah punya pacar" ucap Ana.


"Kenapa suka sama orang yang udah punya pacar? kan cowok lain banyak" ucap mamah.


"Soalnya cowok yang Clara taksir adalah first love nya, jadi dia susah move on" ucap Ana.


"Oh pantes aja susah move on nya" ucap mamah.


"Kalau Naya?" tanya mamah.


"Kalau Naya sih Ana kurang tahu sama cowok yang dia suka, soalnya Naya gak pernah cerita" ucap Ana.


"Kalau temen kamu yang satu lagi?" tanya mamah.


"Kalau Lia, dia suka sama Bagas" ucap Ana.


"Bagas mantan kamu?" tanya mamah.


"Iya" ucap Ana.


"Ngapain suka sama cowok kasar kayak gitu?" tanya mamah.


"Soalnya Lia gak tahu sikap asli Bagas mah, jadi mungkin dia tertarik sama Bagas karena Bagas ganteng kali" ucap Ana.


"Tapi menurut mamah sih gantengan Lino daripada Bagas" ucap mamah.


"Ya iyalah, pacar Ana gitu loh" ucap Ana sambil tersenyum.


"Oh iya, Naya sama Bagas tuh adik kakak kan?" tanya mamah.


"Ana gak tahu sih, tapi kata Clara sih mereka bukan saudara kandung" ucap Ana.


"Oh iya, nih uang buat jajan disana" ucap mamah.


"Gak usah, mah! lagian Ana ada uang kok" ucap Ana.


"Gak apa-apa, ambil aja" ucap mamah sambil memberikan uang kepada Ana.


"Ya udah deh kalau mamah maksa, Ana terima aja uang nya" ucap Ana sambil mengambil uang tersebut.


"Temen-temen kamu kok belum datang sih" ucap mamah.


"Bentar lagi juga datang kok, mah" ucap Ana.


Tingtong...tingtong


"Tuh, kan! baru aja Ana ngomong" ucap Ana.


"Ya udah, mah! Ana pamit dulu ya" ucap Ana.


"Iya" ucap mamah.


"Pulangnya jangan malem-malem ya" ucap mamah.


"Siap bos" ucap Ana.


Lalu Ana pun segera mencium pipi mamahnya.


"Dadah" ucap Ana.


Lalu Ana pun segera pergi keluar untuk menghampiri teman-temannya.


"Na, ayo masuk" ucap Naya.


"Iya" ucap Ana.


Lalu Ana pun segera masuk kedalam mobil.


Kemudian Ana pun melihat ada Bagas yang sedang duduk dikursi setir.


Setelah Ana masuk, lalu Naya pun segera masuk kedalam mobil.


"Na, maaf ya gue ajak kakak gue" ucap Naya.


Ana pun hanya terdiam.


"Ngapain minta maaf, harusnya dia berterima kasih karena gue udah mau nganterin kalian" ucap Bagas.


"Yang lainnya mana?" tanya Ana.


"Sekarang kita mau jemput kok" ucap Naya.


"Ya udah ayo" ucap Naya kepada Bagas.


"Mau ke rumah siapa dulu?" tanya Bagas.


"Ke rumah Clara" ucap Naya.


Lalu Bagas pun segera melajukan mobilnya menuju rumah Clara.


(Di perjalanan)


"Ana, papah luh beneran selingkuh ya?" tanya Bagas.


"Hah?" ucap Naya terkejut.


"Kak, kalau ngomong tuh dijaga" bisik Naya namun Ana masih bisa mendengarnya.


"Enggak kok!" bohong Ana sambil menahan air matanya agar tidak menangis.


"Terus cewek yang waktu itu sama papah luh siapa?" tanya Bagas.


"Itu temen papah gue" bohong Ana.


"Temen kok mesra banget" ucap Bagas.


"Kak, udah!" ucap Naya.


Lalu Ana pun segera menelpon Clara agar ia tidak mendengar pertanyaan-pertanyaan yang lainnya dari Bagas.


"Hallo, Na" ucap Clara.


"Ra, luh udah siap-siap belum?" tanya Ana.


"Udah kok" ucap Clara.


"Oh iya, Naya udah jemput luh belum?" tanya Clara.


"Udah, ini gue lagi di mobil Naya. Bentar lagi kita ke rumah luh" ucap Ana.