ARLINO

ARLINO
Episode 60



"Na, luh kenapa?" tanya Lino sambil memegang pergelangan tangan Ana.


"No, gue pingin pergi dari sini" ucap Ana sambil menangis.


"Ya udah kita pergi ya" ucap Lino.


Lalu Lino dan Ana pun segera masuk kedalam mobil. Kemudian Lino pun langsung melajukan mobilnya.


"Gue gak mau pulang" ucap Ana sambil menangis.


"Terus mau kemana?" tanya Lino.


"Gak tahu, pokoknya gue gak mau pulang" ucap Ana makin menangis.


"Nanti orang tua luh nyariin, Na" ucap Lino.


"Enggak! gue gak mau pulang" ucap Ana sambil menangis sesenggukan.


"Ya udah kita jalan-jalan dulu aja ya" ucap Lino.


Ana pun hanya mengangguk mengiyakan ucapan Lino.


Kemudian Lino pun mengendarai mobilnya menuju pantai.


Setelah sampai, Lino pun segera memberhentikan mobilnya. Dan mereka berdua pun tidak langsung turun dari mobil.


Lino pun melihat kearah Ana yang sedang menangis.


"Na, keluar yuk!" ajak Lino.


Ana pun hanya mengangguk mengiyakan ucapan Lino.


Lalu mereka pun segera keluar dari mobil.


Setelah itu, mereka berdua pun segera pergi menuju kearah pantai, lalu mereka pun duduk diatas pasir.


"Luh kenapa?" tanya Lino.


Ana pun semakin menangis saat Lino bertanya seperti itu.


"Gue ada salah sama luh?" tanya Lino.


Ana pun hanya menggelengkan kepalanya seraya menjawab tidak.


"Terus luh kenapa nangis?" tanya Lino.


"Papah gue, No" ucap Ana sambil menangis.


"Papah luh kenapa?" tanya Lino.


"Papah gue selingkuh" ucap Ana semakin menangis.


Lino pun langsung terdiam setelah mendengar ucapan Ana.


Setelah itu, Lino pun langsung memeluk Ana.


"Papah jahat banget sama gue, No" lirih Ana.


"Udah ya jangan nangis" ucap Lino sambil menepuk pelan punggung Ana.


"No, gue pingin mati aja kalau kayak gini" ucap Ana.


"Jangan ngomong gitu, Na" ucap Lino.


Trining...trining


Lino pun segera melepaskan pelukannya.


Ana pun segera mengambil ponselnya yang berada didalam tasnya.


Lalu Ana pun melihat ke layar ponselnya, dan ternyata mamahnya yang menelepon.


Ana pun langsung mengusap air matanya dan ia pun langsung mengangkat telepon dari mamahnya.


"Hallo, mah" ucap Ana sambil menahan tangisnya.


"Na, kamu dimana? kok belum pulang sampai sekarang" ucap mamah.


"Aku lagi dipantai, mah" ucap Ana.


"Oh iya mah, sekarang aku mau nginep di rumah Clara ya soalnya aku udah janji sama dia" ucap Ana.


"Loh ngapain nginep?" tanya mamah.


"Soalnya orang tua Clara pergi keluar kota, makanya Clara minta Ana buat nginep dirumahnya" bohong Ana.


"Oh gitu, ya udah tapi nanti subuh kamu pulang ya. Kan besok kamu sekolah" ucap mamah.


"Iya, mah" ucap Ana.


"Mah, Ana tutup dulu ya teleponnya" ucap Ana karena ia tidak kuat menahan tangisnya.


Lalu Ana pun segera mematikan panggilan teleponnya.


Setelah mematikan teleponnya, Ana pun langsung menangis lagi.


"Udah jangan nangis lagi" ucap Lino sambil mengusap air mata Ana.


"Luh mau nginep di rumah Clara?" tanya Lino.


Ana pun hanya mengangguk mengiyakan ucapan Lino.


"Ya udah sekarang lebih baik kita ke rumah Clara yuk" ajak Lino.


Akhirnya mereka berdua pun segera pergi menuju mobil, kemudian mereka pun langsung masuk kedalam mobil. Lalu Lino pun segera melajukan mobilnya menuju rumah Clara.


Setelah sampai, Lino pun langsung melihat kearah Ana dan ternyata Ana sedang tertidur.


Lalu Lino pun segera keluar dari mobilnya dan ia langsung menekan bel rumah Clara.


Lino pun terus-menerus menekan bel tersebut, namun tidak ada yang datang menghampirinya.


Kemudian Lino pun segera menelepon Clara.


"Hallo, No" ucap Clara.


"Gue diperjalanan lagi mau ke Bogor" ucap Clara.


"Luh ke Bogor? mau ngapain?" tanya Lino.


"Mau melayat" ucap Clara.


"Siapa yang meninggal?" tanya Lino.


"Istrinya om gue" ucap Clara.


"Turut berduka cita ya" ucap Lino.


"Iya" ucap Clara.


"Ya udah gue matiin ya teleponnya" ucap Lino.


"Iya" ucap Clara.


Lino pun segera mematikan panggilan teleponnya.


Setelah itu, ia pun masuk kedalam mobilnya dan ia segera melajukan mobilnya menuju rumahnya karena tidak ada pilihan lain.


Skip


"Na, bangun" ucap Lino sambil menepuk pundak Ana.


Lalu Ana pun terbangun.Dan Ana pun segera turun dari mobil.


"Loh kok ke rumah luh sih" ucap Ana.


"Iya, soalnya Clara gak ada di rumahnya" ucap Lino.


"Emang Clara kemana?" tanya Ana.


"Dia lagi ke Bogor" ucap Lino.


"Ya udah ayo masuk" ucap Lino.


Ana pun hanya diam mematung.


"Tenang, gue gak bakal macem-macem kok sama luh. Lagian luh bisa tidur di kamar tamu kok, kalau perlu kunciin pintunya kalau luh takut gue macem-macem" ucap Lino.


"Ya udah yuk masuk!" ajak Lino.


Akhirnya Ana pun memberanikan diri untuk masuk kedalam rumah Lino.


"Luh duduk dulu disini, gue mau ngunciin pagar rumah dulu" ucap Lino sambil pergi keluar.


Ana pun segera duduk disofa ruang tamu sambil melihat-lihat ke sekeliling.


Setelah selesai mengunci pagar rumahnya, Lino pun segera mengunci pintu rumahnya dan ia pun segera menghampiri Ana.


"Na" ucap Lino.


Ana pun langsung melihat kearah Lino.


"Kalau luh ngantuk, tidur aja! Kamar tamu nya yang sebelah situ" ucap Lino sambil menunjuk kearah kamar tamu.


"Ya udah gue tidur dulu ya, No" ucap Ana.


"Iya" ucap Lino.


Lalu Ana pun segera menuju kamar tamu dan ia pun segera tidur.


Setelah Ana pergi, Lino pun segera menuju kamarnya dan ia pun segera tidur.


****


Jam 05.00


Ana pun bangun dari tidurnya, kemudian ia pun segera pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka.


Setelah itu, Ana pun segera keluar dari kamar. Dan ia pun segera pergi menuju kamar Lino.


Tok...tok..tok


"No" panggil Ana.


Lalu pintu kamar Lino pun terbuka.


"Kenapa, Na?" tanya Lino sambil mengucek matanya.


"Gue mau pulang" ucap Ana.


"Ya udah, bentar gue ambil kunci dulu" ucap Lino.


Lino pun segera mengambil kunci pintu, kunci pagar dan kunci mobil.


"Ya udah ayo" ucap Lino.


Ana dan Lino pun segera pergi.


Lalu Lino pun segera membuka kunci pintunya, lalu setelah itu ia pun membuka gembok pagarnya.


"Makasih ya, No" ucap Ana.


"Iya sama-sama" ucap Lino.


Ana pun berniat untuk pergi namun dicegah oleh Lino.


"Biar gue antar ke rumah luh" ucap Lino.


"Gak usah, No! gue bisa pulang naik taksi kok" ucap Ana.


"Gak! biar gue aja yang anter luh" ucap Lino.


"Ayo naik ke mobil" ajak Lino.


Akhirnya mereka berdua pun segera memasuki mobil. Lalu Lino pun segera mengeluarkan mobilnya ke depan rumahnya. Kemudian ia pun turun dari mobilnya.


"Bentar ya! aku mau kunci pintu rumah dulu" ucap Lino sambil pergi.


Setelah selesai mengunci pintu dan pagar rumahnya, Lino pun segera kembali masuk kedalam mobilnya dan ia pun segera melajukan mobilnya menuju rumah Ana.