ARLINO

ARLINO
Episode 73



"No, boleh foto bareng gak?" tanya Ana.


"Boleh" ucap Lino.


Lalu Ana pun segera memfoto dirinya dan Lino menggunakan kamera ponselnya.


"Makasih" ucap Ana.


"Kok bilang makasih?" bingung Lino.


"Iya kan kamu udah mau foto bareng sama aku" ucap Ana.


"Oh iya, tadi kamu dihukum ya sama pak Dimas?" tanya Ana.


"Iya" ucap Lino.


"Dihukum apa?" tanya Ana.


"Suruh bersihin toilet" ucap Lino.


"Pasti kamu capek ya?" tanya Ana.


"Iya capek banget" ucap Lino.


"Kamu udah makan belum?" tanya Ana.


"Belum" ucap Lino.


"Loh kenapa gak makan?" tanya Ana.


"Males" ucap Lino.


"Masa makan doang males" ucap Ana.


"Atau mau aku suapin?" tanya Ana.


"Enggak usah" ucap Lino.


"Masa kamu gak makan, nanti kalau sakit gimana" ucap Ana.


"Kamu tunggu dulu disini ya" ucap Ana.


"Mau kemana?" tanya Lino.


"Mau ke lapangan dulu bentar, nanti kesini lagi kok" ucap Ana.


Lalu Ana pun segera pergi menuju lapangan untuk mengambil nasi goreng dan 2 botol air mineral.


Setelah selesai mengambil makanan dan minuman, Ana pun langsung menemui Lino kembali.


Setelah sampai, Ana pun langsung duduk disebelah Lino


"Mau makan sendiri atau mau aku suapin?" tanya Ana.


"Makan sendiri aja" ucap Lino.


"Ya udah nih" ucap Ana sambil memberikan nasi goreng dan air mineral kepada Lino.


"Makasih" ucap Lino.


"Iya sama-sama" ucap Ana.


"Kamu gak makan?" tanya Lino.


"Aku udah makan kok" ucap Ana.


Lino pun segera memakan nasi goreng tersebut.


Lalu Ana pun menatap Lino yang sedang memakan nasi goreng.


"Kamu mau?" tanya Lino karena Ana menatapnya.


"Enggak, kan aku udah makan" ucap Ana.


"Terus kenapa lihatin aku kayak gitu?" tanya Lino.


"Aku gak lihatin kamu kok" ucap Ana sambil mengalihkan pandangannya.


Karena merasa gugup, Ana pun berniat untuk meminum air mineral namun ia tidak bisa membuka tutup botolnya.


Lino yang peka pun langsung membuka tutup botol air mineral tersebut.


"Makasih" ucap Ana.


Lalu Ana pun segera meminum air mineral tersebut.


"Oh iya, No! terus yang jaga dori siapa dong?" tanya Ana.


"Gak ada yang jaga" ucap Lino.


"Kalau dori lapar gimana?" tanya Ana.


"Ya tinggal makan, lagian aku udah naro banyak makanan kucing jadi dia tinggal makan" ucap Lino.


"Ngomong-ngomong kamu kenapa sih setiap ngobrol sama aku suka ngebahas dori?" tanya Lino.


"Soalnya aku gak punya topik lagi" ucap Ana terus terang.


Lino pun hanya tertawa kecil mendengar ucapan Ana.


"Kenapa ketawa?" tanya Ana.


"Soalnya lucu aja gitu" ucap Lino.


"Emangnya kamu susah ya nyari topik buat ngobrol sama aku?" tanya Lino.


"Kadang susah, kadang juga enggak susah" ucap Ana.


"Heh kalian berdua!" ucap guru.


Lalu guru tersebut pun langsung menghampiri Ana dan Lino.


"Ngapain disini? bukannya ke lapangan" ucap guru tersebut.


"Bapak sendiri, kenapa gak ke lapangan?" tanya Lino balik.


"Ya saya mau nyari siswa yang gak ikut kegiatan dilapang" ucap guru itu.


"Ya udah cepet ke lapangan!" perintah guru itu.


"No, ayo" ucap Ana.


Lalu mereka berdua pun segera pergi menuju lapangan.


"Nyebelin banget tuh guru, ganggu orang aja" kesal Lino.


"No, udah. Jangan emosi terus" ucap Ana sambil tersenyum.


"Habisnya ganggu banget, orang lagi makan juga" ucap Lino.


Setelah sampai dilapangan, mereka berdua pun segera duduk.


Drrttt


Ana pun segera melihat ponselnya dan ternyata ada pesan masuk dari Clara.


Clara :


Na, kok lama banget di toilet nya


"Siapa?" tanya Lino.


"Clara" ucap Ana.


"No, aku harus jawab apa ya?" tanya Ana sambil memperlihatkan chat dari Clara.


"Jawab aja lagi sama aku" ucap Lino.


"Kan katanya kamu pingin terang-terangan pacarannya" ucap Lino.


"Ya udah deh" ucap Ana.


Ana pun segera membalas pesan dari Clara.


Clara :


Na, kok lama banget di toilet nya


^^^Ana :^^^


^^^Gue lagi gak di toilet, Ra^^^


^^^Gue lagi sama Lino^^^


Clara :


Kenapa sama Lino?


^^^Ana :^^^


^^^Soalnya gue pacaran sama Lino^^^


Clara :


Serius luh?


^^^Ana :^^^


^^^Iya^^^


Clara :


Na, luh dimana sekarang?


^^^Ana :^^^


^^^Di lapangan^^^


Clara :


Maksud gue disebelah mananya?


^^^Ana :^^^


^^^Dideket pohon yang paling besar^^^


Clara :


Oh iya, gue lihat


Gue otw kesana


...****...


"Guys, gue pergi dulu ya" ucap Clara.


"Mau kemana?" tanya Naya.


"Mau nyamperin Ana" ucap Clara.


"Udah lah, disini aja. Ngapain nyamperin Ana, kan sahabat luh itu kita bukan Ana" ucap Lia.


"Tapi Ana juga sahabat gue" ucap Clara.


"Jadi luh lebih pilih Ana dari pada kita?" tanya Lia.


"Guys udah dong! masa cuma gitu doang kalian jadi berantem" ucap Felisa.


Lalu Lia pun segera pergi.


"Si Lia kenapa sih? masa cuma gara-gara gue mau nyamperin Ana, dia nya jadi ngambek" ucap Clara.


"Dia cemburu, Ra. Habisnya luh mainnya sama Ana terus, bukan sama kita" ucap Naya.


"Ya ampun, ngapain cemburu coba" ucap Clara.


"Ra, emang luh mau ngapain nyamperin Ana?" tanya Felisa.


"Gue mau ngobrol tentang suatu hal sama dia" ucap Clara.


"Hal apa?" tanya Naya dan Felisa.


"Pokoknya nanti juga luh berdua bakal tahu" ucap Clara.


"Ya udah, gue pergi dulu ya. Nanti gue balik lagi kesini kok" ucap Clara.


"Oke" ucap Felisa.


Lalu Clara pun segera pergi menghampiri Ana dan Lino.


Setelah sampai, Clara pun segera duduk disebelah Ana.


"Luh ngapain kesini?" tanya Lino.


"Gue mau ketemu Ana lah, ya kali ketemu luh" ucap Clara.


"Eh emang bener ya kalian pacaran?" tanya Clara memastikan.


"Iya" ucap Lino.


"Gue kira luh php-in Ana, No" ucap Clara.


"Kaga lah" ucap Lino.


"Kapan jadiannya?" tanya Clara.


"Kemarin" ucap Ana.


"Cie akhirnya luh jadian juga sama Lino" ucap Clara.


"Apaan sih, Ra" ucap Ana tersipu malu.


"No, si Ana tuh suka banget loh sama luh" jelas Clara.


"Bahkan mamah Ana juga udah tahu bahwa Ana suka sama luh" ucap Clara.


"Mamah kamu tahu, Na?" tanya Lino memastikan.


"Iya" kata Ana.


"Sekarang mah pake aku kamu ya" sindir Clara.


"Berisik luh" ucap Lino.


"No, katanya luh berantem ya sama Aldi" ucap Clara.


"Luh tahu dari mana?" tanya Lino.


"Tahu dari Felisa" ucap Clara.


"Iya, gue berantem sama dia" ucap Lino.


"Berantem kenapa?" tanya Clara.


"Ra, udah jangan bahas tentang itu" ucap Ana.


"Ya maaf, gue kan pingin tahu aja tentang masalahnya" ucap Clara.


"Tadi siang Aldi bilang bahwa gue nikung Ana dari Bagas" jelas Lino.


"Yang ada Bagas kali yang nikung luh, kan luh duluan yang suka sama Ana" ucap Clara.