ARLINO

ARLINO
Episode 75



Pagi hari


"Pengumuman...pengumuman! diharapkan untuk semua siswa dan siswi untuk segera berkumpul di lapangan" ucap guru melalui speaker.


"Guys ayo ke lapangan" ucap Felisa.


"Luh duluan aja" ucap Naya.


"Ya udah" ucap Felisa.


"Lia ayo" ajak Felisa.


"Gue nanti aja kesananya" ucap Lia.


"Guys ayo" teriak Clara dari luar tenda.


Lalu Felisa pun segera menghampiri Ana dan Clara yang berada diluar tenda.


"Ayo" ucap Felisa.


"Naya sama Lia gak ikut?" tanya Clara.


"Nanti nyusul katanya" ucap Felisa.


"Oh gitu" ucap Clara.


"Ya udah ayo" ucap Felisa.


Lalu mereka bertiga pun segera pergi menuju lapangan.


Setelah sampai di lapangan, ternyata sudah banyak orang yang berkumpul.


"Silahkan baris yang rapi" ucap guru.


Akhirnya semua siswa dan siswi pun berbaris dengan rapi.


"Mau ngapain sih ini?" tanya Clara.


"Olahraga bareng kali" ucap Felisa.


"Ana, luh kenapa diem mulu?" tanya Clara.


"Ana!" panggil Clara.


Ana pun langsung melihat kearah Clara.


"Kenapa?" tanya Ana.


"Luh bengong ya" ucap Clara.


"Iya maaf" ucap Ana.


"Ada apa?" tanya Ana lagi.


"Felisa tadi nanya sama luh" ucap Clara.


"Mau tanya apa, Fel?" ucap Ana.


"Luh kenapa diem mulu?" tanya Felisa.


"Gue gak apa-apa kok" ucap Ana.


"Semalem luh berantem ya sama Naya?" tanya Felisa.


"Enggak kok" ucap Ana.


Semua guru pun ikut berbaris dilapangan.


Kemudian guru-guru perempuan pun segera menuju ke depan barisan. Lalu salah satu guru perempuan itu menyetelkan musik. Setelah musik dinyalakan, guru itu pun langsung senam mengikuti alunan musik. Lalu siswa dan siswi pun mengikuti gerakan senam yang dilakukan oleh guru yang berada didepannya.


...****...


Senam pun telah selesai.


Ana, Clara dan Felisa pun segera mengambil makanan dan minuman yang telah disediakan.


Kemudian mereka pun segera duduk didekat lapangan sambil memakan makanan yang telah mereka ambil tadi.


"Ra, tuh gebetan luh" ucap Felisa.


"Mana?" ucap Clara sambil melihat ke sekitar.


"Itu loh" ucap Felisa.


"Oh iya" ucap Clara sambil tersenyum.


"Dua cewek itu siapa?" tanya Felisa.


"Itu temennya Bina" ucap Clara.


"Salah satunya pacarnya Ardan?" tanya Felisa.


"Bukan kok" ucap Clara.


"Oh Ardan jomblo" ucap Felisa.


"Katanya sih gitu" ucap Clara.


"Tapi masa cowok kayak Ardan jomblo" ucap Felisa


"Fel, jangan buat gue jadi overthinking dong" ucap Clara.


"Ya maaf" ucap Felisa.


"Oh iya, Na! selamat ya" ucap Felisa.


"Maksudnya, Fel?" bingung Ana.


"Selamat karena luh sama Lino udah jadian" ucap Felisa.


"Oh kirain apa" ucap Ana.


"Luh ditembaknya waktu hari Jumat kan?" tanya Felisa.


"Iya" ucap Ana.


"Berarti ditembaknya waktu luh bolos sekolah dong" ucap Felisa.


"Iya" ucap Ana.


"Luh bolos sekolah?" tanya Clara.


"Iya" ucap Ana.


"Kenapa bolos?" tanya Clara.


"Ya karena diajak Lino bolos lah, Ra" sahut Felisa.


"Enggak kok, gue emang pingin bolos waktu itu" ucap Ana.


"Kenapa pingin bolos?" tanya Clara.


"Soalnya gue males sekolah waktu itu" ucap Ana.


"Ditembak nya dimana, Na?" tanya Felisa penasaran.


"Di rumah Lino" ucap Ana.


"Jadi luh bolosnya ke rumah Lino?" tanya Felisa.


"Sebenernya kita berdua ke pantai dulu sih, terus udah itu baru ke rumah Lino" ucap Ana.


"Ra" ucap Felisa.


"Liat tuh!" tunjuk Felisa.


"Kenapa sih?" bingung Clara.


"Tadi Ardan ngasih tisu ke cewek itu" ucap Felisa.


"Nah, kan! temen-temennya pada pergi, berarti Ardan lagi pdkt sama itu cewek" ucap Felisa.


Clara pun langsung sedih karena melihat Ardan dengan cewek tersebut.


"Udah jangan sedih, lagian cowok masih banyak kok" ucap Ana.


"Ya udah cepet cowok buat gue" ucap Clara frustasi.


"Sama si Aldi aja" ucap Ana.


"Ih gak mau" ucap Clara.


"Terus mau nya siapa?" tanya Ana.


"Mau nya Ardan" ucap Clara.


"Ardan kan sukanya sama cewek itu" ucap Felisa.


"Udah ah jangan dibahas!" kesal Clara.


Lalu Lino, Raka dan Gilang pun segera menghampiri mereka bertiga.


"Hai guys" ucap Gilang.


Lalu Lino, Raka dan Gilang pun segera duduk bersama Ana, Clara dan Felisa.


"Ngapain kesini?" tanya Felisa.


"Mau ketemu kalian lah" ucap Gilang.


"Oh iya, tadi lagi ngomongin apa?" tanya Gilang.


"Lagi ngomongin gebetannya Clara" ucap Felisa.


"Siapa?" tanya Gilang.


"Itu orangnya" tunjuk Felisa.


"Maksud luh Ardan?" ucap Gilang.


"Kok luh tahu dia" ucap Clara.


"Kan dia temen gue" ucap Gilang.


"Gue bilangin ah" usil Gilang.


"Ih jangan! dia udah ada cewek" ucap Clara.


"Ceweknya yang lagi sama dia?" tanya Gilang.


"Iya" ucap Clara.


"Na, luh kenapa?" tanya Raka.


"Gak apa-apa" ucap Ana.


"Cewek gue kenapa?" tanya Lino kepada Clara dan Felisa.


"OMG, cewek gue dong" sindir Felisa.


"Bisa gak sih jangan romantis didepan orang jomblo" ucap Clara sedikit kesal.


"Sorry" ucap Lino kepada Clara.


"Aku gak kenapa-napa kok" ucap Ana kepada Lino.


"Guys, kita pergi aja yuk! nanti mereka keganggu kalau ada kita" ucap Felisa.


"Jangan pergi dong! udah disini aja" ucap Ana.


"Gue pergi dulu ya" ucap Raka.


"Ka, tungguin gue" ucap Gilang sambil menyusul Raka.


"Ra, ayo pergi dari sini!" ucap Felisa.


"Ih jangan pergi dong" ucap Ana.


"Biarin aja mereka pergi, Na" ucap Lino.


"Ayo, Ra" ucap Felisa sambil menarik tangan Clara.


Lalu Lino pun segera duduk didekat Ana.


"Kamu ada masalah lagi?" tanya Lino.


Ana pun hanya terdiam.


"Tentang papah kamu?" tanya Lino.


"Bukan" ucap Ana.


"Terus tentang apa?" tanya Lino.


Ana pun tidak menjawab pertanyaan dari Lino.


"Kamu inget gak tentang kesepakatan kita?" tanya Lino.


"Inget" ucap Ana.


"Apa aja coba?" tanya Lino.


"Kalau ngambek jangan diem-dieman, terus kalau kita lagi kesel atau marah harus diungkapin" ucap Ana.


"Nah itu, jadi kamu ungkapin aja masalahnya sama aku" ucap Lino.


"Tapi aku enggak lagi kesel atau marah sama kamu" jelas Ana.


"Terus kenapa dong?" tanya Lino.


"Semalem Naya marah sama aku" ucap Ana.


"Marah kenapa?" tanya Lino.


"Dia ngira aku putusin Bagas karena mau jadian sama kamu" ucap Ana.


"Sekarang Naya dimana?" tanya Lino.


"Kamu mau ngapain nanyain dia?" tanya Ana.


"Aku mau bilang ke dia soal alasan kamu putus sama Bagas" ucap Lino.


"Jangan, No! nanti masalahnya jadi panjang" ucap Ana sambil menahan tangan Lino agar tidak pergi.


"Masa kamu diem aja sih, Na. Kamu tuh seharusnya langsung aja jelasin ke dia tentang sikap asli Bagas" ucap Lino.


Ana pun langsung terdiam.


"Ya udah ayo kita ketemu Naya" ucap Lino sambil memegang tangan Ana.