
Hari Senin
"Ana, bangun" ucap mamah.
"Lima menit lagi, mah" ucap Ana dengan mata tertutup.
"Cepet bangun nanti kesiangan, kan sekarang UAS" ucap mamah.
Akhirnya Ana langsung membuka matanya, kemudian ia segera duduk sambil mengumpulkan nyawanya.
"Cepet mandi" ucap mamah.
"Iya" ucap Ana.
Kemudian mamah segera pergi.
Lalu setelah itu, Ana segera masuk kedalam kamar mandi.
Selesai mandi, ia segera memakai seragamnya. Lalu ia segera berdandan senatural mungkin. Selanjutnya ia segera memasukan buku dan ponsel kedalam tasnya.
Kemudian setelah itu, ia segera pergi menuju ruang makan untuk sarapan pagi.
Setelah sampai di ruang makan, Ana segera duduk dan ia langsung memakan makanan yang ada di meja.
"Ana" panggil mamah.
"Iya kenapa, mah?" tanya Ana.
"Papah kamu suka telepon kamu gak?" tanya mamah.
"Kalau sekarang-sekarang sih enggak, mah" ucap Ana.
"Emangnya kenapa, mah?" tanya Ana.
"Gak kenapa-napa, mamah cuma pingin nanya aja" ucap mamah.
"Oh iya, yang kemarin sama Clara tuh siapa?" tanya mamah.
"Itu Felisa, mah" ucap Ana.
"Oh dia yang suka sama Bagas ya?" tanya mamah.
"Bukan, yang suka sama Bagas tuh Lia" ucap Ana.
"Kalau Lia kenapa gak pernah main kesini?" tanya mamah.
"Waktu itu Lia pernah kesini kok, waktu Ana gak sekolah" ucap Ana.
"Oh gitu" ucap mamah.
Setelah makan, Ana segera mencuci piring dan gelas yang telah ia gunakan. Lalu setelah itu, Ana segera pamit kepada mamahnya.
Kemudian Ana segera pergi keluar untuk menunggu Lino.
Lima menit kemudian, akhirnya Lino datang. Lalu Ana segera menghampiri Lino dan ia langsung menaiki motor Lino. Kemudian Lino segera melajukan motornya menuju sekolah.
Setelah sampai di parkiran sekolah, Ana dan Lino segera turun dari motor. Lalu mereka berdua segera pergi menuju kelasnya.
Setelah sampai di kelas, Ana dan Lino segera menaruh tas nya. Setelah itu, mereka segera pergi menuju lapangan untuk upacara.
"Na" ucap Lino.
"Apa" ucap Ana.
"Mulai saat ini sampai seterusnya jangan deket-deket sama Naya ya" ucap Lino.
"Emang aku harus ngejauhin dia ya?" tanya Ana.
"Iya lah, Na! kan kamu tahu sendiri kalau dia udah jahat sama kamu" ucap Lino.
"Siapa yang jahat?" tanya Gilang yang tiba-tiba muncul.
"Luh yang jahat" ucap Lino.
"Enak aja" ucap Gilang sedikit kesal.
"No, ke UKS aja yuk! gue males upacara" ucap Gilang.
"Luh aja yang ke UKS" ucap Lino.
"Na, ke UKS yuk" ajak Gilang.
"Ngapain ngajak cewek gue" ucap Lino.
"Kan luh nya gak mau" ucap Gilang.
"Ya jangan ngajak dia juga kali, kan luh bisa ngajak Bagas atau Aldi" ucap Lino.
"Ya udah deh, gue upacara aja kalau gitu" ucap Gilang.
"Luh baris bareng gue ya" ucap Gilang.
"Gue mau baris sama Bagas" ucap Lino.
"Hah?" ucap Gilang terkejut.
"Kenapa?" tanya Lino.
"Luh udah baikan sama Bagas" ucap Gilang.
"Belum" ucap Lino.
"Terus kenapa mau deket-deket sama Bagas?" tanya Gilang.
"Ya gak apa-apa dong terserah gue" ucap Lino.
Setelah sampai di lapangan, mereka segera berbaris dijajaran kelasnya.
"Ngapain luh baris sama gue?" tanya Bagas.
"Emangnya gak boleh gitu?" ucap Lino.
Bagas pun tidak menjawab ucapan Lino.
"Gas, makasih ya" ucap Lino.
"Makasih soal apa?" tanya Bagas.
"Soal yang waktu itu" ucap Lino.
"Iya sama-sama" ucap Bagas.
"Makasih apa sih?" tanya Gilang yang baris dibelakang Lino.
"Kepo banget luh jadi orang" ucap Lino.
...****...
Setelah selesai upacara, semua siswa dan siswi segera pergi menuju kelas masing-masing.
Setelah sampai di kelas, Ana segera duduk dikursinya.
"Lia, luh kenapa duduk disini?" tanya Clara.
"Soalnya Naya nyuruh gue duduk disini" ucap Lia.
"Dia pasti malu ya gara-gara ketahuan kalau dia penguntitnya" ucap Felisa.
"Iya, dia penguntit nya" ucap Clara.
"Guys, udah jangan dibahas" ucap Ana.
"Kenapa Naya ngelakuin itu?" bisik Lia kepada Clara.
"Soalnya Naya suka sama Lino" ucap Clara.
"Hah?! serius?" ucap Lia.
"Iya, serius" ucap Clara.
"Padahal waktu itu gue belain dia, eh ternyata dia beneran penguntit nya" ucap Lia.
"Jahat banget ya dia sama Ana" ucap Clara.
"Iya bener, padahal kalau suka ya suka aja jangan sampai ngelukain pacar orang yang dia suka" ucap Lia.
"Pagi anak-anak" ucap Bu Shelly.
"Pagi Bu" ucap semua murid kelas XI MIPA 4.
"Silahkan bukunya dimasukan kedalam tas, lalu tas nya nanti disimpan didepan" ucap Bu Shelly.
"Baik, Bu" ucap semua murid.
Lalu murid-murid segera memasukan buku-buku yang ada diatas meja kedalam tas, kemudian mereka segera menyimpan tas nya di depan dekat meja guru.
Setelah itu, mereka segera duduk dikursinya masing-masing.
Setelah semuanya duduk, Bu Shelly segera membagikan lembar soal dan lembar jawaban kepada murid-muridnya.
"Jangan berisik ya" ucap Bu Shelly.
"Iya, Bu" ucap semuanya.
Kemudian mereka segera mengerjakan ulangan tersebut.
...****...
Skip
Bel istirahat pun berbunyi.
"Ayo ke kantin" ucap Clara.
"Ayo" ucap Felisa dan Lia bersamaan.
"Na, luh mau ke kantin bareng kita atau sama Lino?" tanya Clara.
"Gue mau bareng sama Lino aja" ucap Ana.
"Oh ya udah" ucap Clara.
Lalu Clara, Lia dan Felisa segera pergi ke kantin.
"No" panggil Ana.
"Apa?" tanya Lino yang sedang bermain game.
"Ke kantin yuk" ucap Ana.
"Bentar" ucap Lino.
"No, sebelah situ ada musuh" ucap Gilang.
"Dimana anjir?" tanya Lino.
"Didalam rumah warna hijau" ucap Gilang.
"Ya udah deh kalau gitu aku ke kantin sendiri aja" ucap Ana.
"Tunggu" ucap Lino sambil memegang tangan Ana.
"Ya udah ayo" ucap Lino.
"No, luh gimana sih! tim kita jadi kalah gara-gara luh" ucap Gilang.
"Gak apa-apa lah, namanya juga permainan pasti ada yang menang dan ada yang kalah" ucap Lino.
"Ya udah ayo, Na" ucap Lino.
"Gue ikut" ucap Gilang.
"Ngikut mulu luh" ucap Lino.
"Gak apa-apa dong" ucap Gilang.
Lalu mereka bertiga segera pergi ke kantin.
Setelah sampai di kantin, mereka bertiga segera duduk ditempat yang telah disediakan.
"Lang, pesenin sana" suruh Lino.
"Ana aja yang pesenin" ucap Gilang.
"Enak aja luh nyuruh-nyuruh pacar gue" ucap Lino.
"Ya udah aku aja yang pesenin" ucap Ana.
"Gak usah biar aku aja" ucap Lino.
"Kamu mau pesen apa?" tanya Lino.
"Aku pingin mie goreng yang pedes sama air mineral yang dingin" ucap Ana.
"Jangan yang pedes, kan masih pagi" ucap Lino.
"Ih gak apa-apa, lagian gak bakal sakit perut kok" ucap Ana.
"Ya udah iya" pasrah Lino.
Lalu Lino segera pergi untuk memesan pesanannya dan juga pesanan Ana.
"No!" panggil Gilang karena ia belum sempat memberitahu pesanannya kepada Lino.
"Gak ada akhlak banget ya pacar luh, bukannya sekalian pesenin" ucap Gilang.
Ana hanya tertawa kecil karena mendengar ucapan Gilang.
"Malah ketawa lagi" ucap Gilang.
"Habisnya lucu" ucap Ana.
"Lucu mata mu" ucap Gilang.
"Ya udah cepetan beli makanan, nanti takutnya keburu bel masuk" ucap Ana.
"Ya udah, gue mau beli makanan sama minuman dulu ya" ucap Gilang.
"Iya" ucap Ana.
Lalu Gilang segera pergi.