ARLINO

ARLINO
Episode 164



"No, sepupu luh yang ceweknya atau cowoknya?" tanya Clara.


"Yang cowok" ucap Lino yang sedang menyetir.


"No, beneran kan dia mirip Acha?" tanya Clara.


"Iya, dia mirip sama Acha" ucap Lino.


"Ra, tadi gue lihat dress dia sama kayak yang dipake pagar ayu" ucap Lino.


"Kalau dia jadi pagar ayu, berarti dia masih ada disana dong" ucap Clara.


"Kemungkinan iya" ucap Lino.


Ana yang berada didalam mobil hanya bisa terdiam sambil mendengarkan percakapan antara Lino dan Clara.


"No, mampir dulu ke mini market dong! gue laper" ucap Clara.


Lalu Lino segera menghentikan mobilnya di depan mini market.


Kemudian Clara turun dari mobil Lino dan ia langsung masuk kedalam mini market.


"Na, kamu mau makanan atau minuman gak?" tanya Lino.


"Enggak" ucap Ana tanpa melihat kearah Lino.


"Aku beliin aja ya takutnya kamu pingin nyemil" ucap Lino.


"Terserah" ucap Ana.


Lalu Lino segera turun dari mobilnya dan ia langsung masuk kedalam mini market.


Setelah Lino pergi, air mata Ana langsung menetes karena ia takut kalau itu beneran Acha dan ia juga takut kalau Lino lebih memilih Acha dibandingkan dirinya.


Setelah membeli makanan dan minuman, Clara dan Lino segera kembali menuju mobilnya. Kemudian Lino segera kembali melajukan mobilnya.


"Na, kalau mau nyemil ambil aja" ucap Lino.


"Iya" ucap Ana.


"Na, luh kenapa diem aja?" tanya Clara.


"Gue gak kenapa-napa kok" ucap Ana.


Skip


Setelah sampai di gedung, mereka bertiga segera turun dari mobil.


"No, ayo! gue pingin cepet-cepet ketemu Acha" ucap Clara.


"Ayo, Na" ucap Lino sambil memegang tangan Ana.


Tiba-tiba Clara langsung diam mematung.


"Acha" gumam Clara.


"Acha" teriak Clara.


Lalu Clara langsung berlari menghampiri cewek tersebut dan ia langsung memeluknya.


Kemudian cewek tersebut langsung melepaskan pelukan Clara.


"Kamu siapa ya?" tanya cewek itu.


"Acha gue kangen sama luh" ucap Clara.


"Aku bukan Acha" ucap cewek itu.


"Luh Acha" ucap Clara.


"Bukan, aku bukan Acha" ucap cewek itu.


"Luh pasti hilang ingatan ya, Cha?" tanya Clara.


"Luh boleh ikut gue bentar gak?" tanya Clara.


"Kemana?" tanya cewek itu.


"Ikut gue dulu" ucap Clara sambil menarik pelan tangan cewek itu.


Clara segera membawa cewek itu ke hadapan Lino.


"Luh inget Lino kan?" tanya Clara.


"Lino siapa?" tanya cewek itu.


"Dia Lino, Cha" tunjuk Clara kepada Lino.


"Kamu kan orang yang tadi panggil aku Acha juga kan?" tanya cewek itu.


"Iya" ucap Lino.


"Cha, nama papah luh Deva kan?" tanya Clara.


"Iya, tapi aku bukan Acha" ucap cewek itu.


"Luh itu Acha, cuma pasti luh hilang ingatan deh makanya luh lupa sama kita" ucap Clara.


"Jadi kamu beneran Acha?" tanya Lino tak percaya.


"Aku Tasya bukan Acha" ucap cewek itu.


"No, udah jelas kan nama papah dia sama. Berarti dia Acha, No" ucap Clara.


Lalu Lino langsung memeluk Acha.


Tiba-tiba hati Ana langsung sakit karena melihat Lino yang memeluk


"Ih lepasin" ucap cewek itu sambil mendorong tubuh Lino.


"Tasya" panggil seseorang.


Lalu seseorang itu langsung menghampiri Lino, Ana, Clara dan cewek itu.


"Ayo ikut papah" ucap papah cewek itu.


"Om Deva" ucap Clara.


"Ayo Tasya, ikut papah" ucap papahnya sambil menarik tangan cewek itu.


Lalu Clara segera berlari menghampiri Acha dan papahnya.


"Om, om kenapa bohongin semua orang bahwa Acha meninggal" ucap Clara.


"Kamu siapa sih, saya gak kenal kamu" ucap om Deva.


"Saya Clara, sahabatnya Acha" ucap Clara.


"Saya gak punya anak yang namanya Acha" ucap om Deva.


"Cha" ucap Clara sambil memegang tangan Acha.


"Lepasin anak saya! atau kamu mau saya panggil satpam biar ngusir kamu dari sini" ucap om Deva.


"Pah, Acha siapa sih?" tanya Tasya.


"Papah gak tahu" ucap papahnya.


...****...


"No, itu Acha" ucap Clara sambil menangis.


"Iya itu Acha, Ra" ucap Lino.


"Ya udah luh jangan nangis, Ra. Kan harusnya luh seneng kalau Acha masih hidup, bukan malah sedih" ucap Lino.


"Oh iya, No! Ana kemana?" tanya Clara.


"Dia tadi ke toilet" ucap Lino.


"No, Ana kayaknya cemburu deh tadi waktu luh peluk Acha" ucap Clara.


"Luh minta maaf sana sama Ana" ucap Clara.


"Iya gue bakal minta maaf kok" ucap Lino.


"Tadi tuh gue reflek banget meluk Acha, Ra. Soalnya gue kangen banget sama dia" ucap Lino.


"Ra, luh tolong susulin Ana di toilet dong" suruh Lino.


"Toilet nya dimana, No?" tanya Clara.


"Disana" tunjuk Lino.


"Ya udah kalau gitu gue susulin Ana dulu ya" ucap Clara.


"Iya" ucap Lino.


Lalu Clara segera menyusul Ana ke toilet.


* Toilet


"Na" panggil Clara.


Sontak Ana langsung mengusap air matanya, kemudian ia segera membuka pintu toilet yang ia gunakan.


"Na, luh nangis ya?" tanya Clara karena melihat mata Ana yang sembab.


"Enggak kok" ucap Ana.


"Gue tahu kok tadi luh cemburu kan saat Lino meluk Acha?" tanya Clara.


"Enggak, gue malah seneng kok karena tahu Acha masih hidup" ucap Ana.


"Lagian tadi gue tahu kalau Lino pasti kangen banget sama Acha, makanya dia peluk Acha" ucap Ana.


"Ya udah kalau gitu kita samperin Lino yuk" ucap Clara.


Akhirnya mereka berdua segera pergi menghampiri Lino.


"No, ayo pulang" ucap Clara.


"Ya udah ayo" ucap Lino.


Lalu mereka bertiga segera pergi menuju parkiran.


Setelah itu, mereka bertiga segera masuk kedalam mobil Lino. Kemudian Lino segera melajukan mobilnya.


"Na, maafin aku ya" ucap Lino sambil menyetir.


"Maafin apa?" tanya Ana.


"Tadi aku peluk Acha" ucap Lino.


"Gak usah minta maaf, lagian kan kamu peluk Acha karena kamu kangen sama dia" ucap Ana sambil melihat kearah jalan.


"Maaf ya, Na" ucap Lino lagi.


"Udah jangan dibahas lagi" ucap Ana.


Trining...trining


Ana segera melihat ke layar ponselnya dan ia langsung mengangkat panggilan telepon dari mamahnya.


"Hallo, mah" ucap Ana.


"Na, kamu udah pulang belum?" tanya mamah.


"Sebenernya tadi udah sih, mah. Tapi Ana balik lagi ke pernikahan sepupu Lino" ucap Ana.


"Kenapa balik lagi?" tanya mamah.


Ana hanya terdiam.


"Hallo, Na" ucap mamah karena Ana hanya terdiam.


"Iya, mah" ucap Ana.


"Kamu udah makan belum sayang?" tanya mamah.


"Udah kok, mah" ucap Ana.


"Oh iya, besok pembagian raport kan?" tanya mamah.


"Iya, mah" ucap Ana.


"Mamah harus ke sekolah nya jam berapa, Na?" tanya mamah.


"Jam sembilan, mah" ucap Ana.


"Nanti kesananya bareng kamu kan?" tanya mamah.


"Iya, mah" ucap Ana.


"Oh iya, kamu masih ada disana ya, Na?" tanya mamah.


"Ana sekarang lagi diperjalanan pulang, mah" ucap Ana.


"Na, kalau kamu udah pulang nanti kamu tolong belanja ya. Soalnya bahan-bahan makanan udah pada habis" ucap mamah.


"Sekarang mamah transfer ya uang nya ke rekening kamu" ucap mamah.


"Iya" ucap Ana.


"Nanti mamah kirim di chat ya list belanjaannya" ucap mamah.


"Iya, mah" ucap Ana.


"Ya udah kalau gitu mamah matiin dulu ya teleponnya" ucap mamah.


"Iya, mah" ucap Ana.


Lalu mamah Ana segera mematikan panggilan teleponnya.