ARLINO

ARLINO
Episode 217



Tok...tok...tok


"Buka aja, mah! gak dikunci kok" ujar Lino.


Mamah segera membuka pintu kamar Lino.


"Ada apa, mah?" tanya Lino.


"Ini mamah buatin nasi goreng untuk kamu" ucap mamah.


"Tumben mamah masak" ucap Lino.


"Mamah taruh nasi goreng sama air putih nya di meja ya" ucap mamah.


"Iya" ucap Lino.


"Makasih ya, mah" ucap Lino lagi.


"Iya sama-sama" ucap mamah.


"Ya udah mamah kebawah dulu ya, soalnya mau istirahat" ucap mamah.


"Iya" ucap Lino.


Mamah segera pergi.


Setelah mamahnya pergi, Lino segera menutup pintu kamarnya. Kemudian ia segera memakan nasi goreng tersebut.


"Uhuk...uhuk" Lino tersedak akibat memakan nasi goreng tersebut, karena nasi goreng tersebut sangat pedas.


"Gila, pedes banget!" ucap Lino.


"Bisa sakit perut nih kalau gue makan. Tapi kalau gue gak makan, nanti mubazir" ucap Lino.


Cklek


Pintu pun terbuka.


"Anjir kaget!" ucap Lino saat melihat Gilang.


"Masa kaget lihat cowok ganteng" ucap Gilang.


"Idih percaya diri banget luh" ucap Lino.


"Ya harus percaya diri lah" ucap Gilang.


"Oh iya, luh mau ngapain kesini?" tanya Gilang.


"Ya gue mau main lah" ucap Gilang.


"Eh bukannya luh tadi mau ke basecamp ya?" tanya Lino.


"Gue tadi emang ke basecamp, tapi pas kesana cuma ada Alex doang. Makanya gue ke rumah luh deh" ucap Gilang.


"Oh iya, Lang! tolong bantuin gue dong" ucap Lino.


"Tolongin apa?" tanya Gilang.


Lino segera menutup pintu kamarnya.


"Tolong habisin ini" ucap Lino pelan.


"Ya udah sini" ucap Gilang sambil mengambil nasi goreng yang dipegang Lino.


"Ini pasti bikinan mamah luh ya?" tanya Gilang.


"Iya" ucap Lino.


Gilang segera memakan nasi goreng tersebut.


Uhuk...uhuk


"Pedes banget anjir!" ucap Gilang.


"Gue gak mau ah!" ucap Gilang lagi.


"Please, habisin!" mohon Lino.


"Gak mau!" ucap Gilang.


"Nanti gue turutin deh keinginan luh kalau luh habisin nasi goreng ini" ucap Lino.


"Apapun?" ucap Gilang.


"Iya, apapun" ucap Lino.


"Janji ya" ucap Gilang.


"Iya gue janji" ucap Lino.


Akhirnya Gilang dengan terpaksa harus memakan nasi goreng tersebut.


"Bisa-bisa sakit perut nih gue" ucap Gilang.


"Udah makan aja, jangan banyak omong" ucap Lino.


"Kalau gue masuk rumah sakit, luh harus tanggung jawab ya" ucap Gilang.


"Iya, nanti gue bayarin biaya rumah sakitnya" ucap Lino.


...****...


Jam 4 sore


* Rumah Ana


Trining... trining


Ana segera melihat ke layar ponselnya dan ternyata ada panggilan telepon dari Clara.


Lalu ia segera mengangkat panggilan telepon tersebut.


"Hallo, Ra" ucap Ana.


"Na, main yuk" ajak Clara.


"Main kemana?" tanya Ana.


"Main kemana aja kek, soalnya gue bosen banget di rumah" ucap Clara.


"Mainnya berdua?" tanya Ana.


"Bertiga" ucap Clara.


"Sama Felisa?" tanya Ana memastikan.


"Iya" ucap Clara.


"Sekarang nih mainnya?" tanya Ana.


"Ya sekarang dong, masa tahun depan" ucap Clara.


"Oh iya, terus kesananya naik apa?" tanya Ana.


"Naik motor" ucap Clara.


"Masa naik motor bertiga" ucap Ana.


"Ya enggak lah! luh sama gue, nanti Felisa sendiri" ucap Clara.


"Ya udah kalau gitu gue mandi dulu ya" ucap Ana.


"Luh jam segini belum mandi?" tanya Clara.


"Ya belum" ucap Ana.


"Pasti kalau gak diajak jalan gak bakal mandi kan luh" tuduh Clara.


"Kok luh tahu aja sih, Ra" ucap Ana.


"Ya udah sana mandi!" perintah Clara.


"Ya udah iya" ucap Ana.


Ana segera mematikan panggilan teleponnya.


Kemudian ia segera mengambil pakaiannya dan handuk. Setelah itu, ia segera pergi menuju kamar mandi.


Skip


Sesudah mandi Ana segera menghampiri mamahnya.


"Mamah" panggil Ana.


"Apa?" ucap mamah yang berada didapur.


Ana segera pergi menuju kearah dapur.


"Wih bikin apa nih?" tanya Ana.


"Bikin pizza" ucap mamah.


"Ana mau dong" ucap Ana.


"Iya nanti, kan sekarang baru bikin adonannya dulu" ucap mamah.


"Nanti sisain buat Ana ya, mah" ucap Ana.


"Ya iyalah bakal mamah sisain" ucap mamah.


"Oh iya, kamu mau kemana? kok rapi banget" ucap mamah.


"Ana mau jalan-jalan" ucap Ana.


"Jalan-jalan sama Lino lagi?" tanya mamah.


"Bukan! tapi sama Clara dan Felisa" jawab Ana.


"Mau jalan-jalan kemana?" tanya mamah.


"Gak tahu" ucap Ana.


Tingtong...tingtong


"Mah, Ana pergi dulu ya" ucap Ana.


"Iya" ucap mamah.


Ana segera pergi keluar untuk menemui Clara.


Sesampainya di luar, Ana segera membuka pagar rumahnya.


"Ya udah ayo" ucap Ana.


"Bentar dulu, Na! gue mau ketemu mamah luh dulu" ucap Clara.


"Ngapain ketemu mamah gue?" tanya Ana.


"Soalnya gue mau ijin ngajak luh jalan-jalan " ucap Clara.


"Gak usah! lagian gue udah bilang ke mamah kalau gue mau jalan-jalan sama luh dan juga Felisa" ucap Ana.


"Tapi gue pingin ijin dulu, sekalian kan gue udah lama gak nyapa mamah luh" ucap Clara.


"Ya udah deh ayo masuk" ucap Ana.


Akhirnya Ana dan Clara segera pergi menuju dapur.


"Sore, tante" sapa Clara.


"Eh Clara" ucap mamah Ana.


"Tante lagi bikin apa?" tanya Clara.


"Lagi bikin pizza" ucap mamah Ana.


"Wih enak banget kayaknya" ucap Clara.


"Belum juga nyoba, Ra" heran Ana.


"Walaupun belum nyoba tapi pas lihat adonannya, gue jadi ngiler. Soalnya tercium bau-bau kelezatan" ucap Clara.


"Bisa aja kamu" ucap mamah Ana.


"Nanti kalau udah jadi, Clara mau ya tante" ucap Clara.


"Iya boleh" ucap mamah Ana.


"Ra, ayo pergi!" ajak Ana.


"Oh iya, tante! Clara ijin ajak Ana jalan-jalan ya" ucap Clara.


"Iya boleh, tapi hati-hati ya bawa kendaraannya" ucap mamah Ana.


"Siap, tante! Clara pasti hati-hati kok" ucap Clara.


"Ya udah kita berangkat dulu ya, mah" ucapan Ana.


"Iya" ucap mamah.


Ana dan Clara segera pergi keluar.


"Oh iya, Na! nanti malem gue boleh nginep di rumah luh gak?" tanya Clara.


"Ya boleh lah" ucap Ana.


"Ya udah berarti nanti habis pulang dari cafe, kita ke rumah gue dulu ya soalnya mau ambil baju tidur sama skincare " ucap Clara.


"Oke" ucap Ana.


"Ya udah ayo naik" ucap Clara.


Ana segera menaiki motor Clara.


...****...


* Rumah Felisa


Setelah sampai, Clara segera menekan bel rumah Felisa.


Lalu Felisa segera membuka pagar rumahnya.


"Ayo berangkat, Fel" ucap Clara.


"Bentar! gue mau ngeluarin motor gue dulu" ucap Felisa.


"Ayo, Na" ucap Clara.


Ana segera mengikuti Clara, lalu ia langsung menaiki motor Clara.


Setelah motornya dikeluarkan, Felisa langsung menutup pagar rumahnya. Kemudian ia segera kembali menaiki motornya.


"Mau kemana nih?" tanya Felisa.


"Ke cafe" ucap Clara.


"Cafe yang mana?" tanya Felisa.


"Nanti luh ikutin gue aja dari belakang" ucap Clara.


Clara segera melajukan motornya.


Kemudian Felisa juga segera melajukan motornya sambil mengikuti dari belakang.


...****...


* Cafe


Ketika sampai di cafe, mereka bertiga segera turun dari motor. Kemudian mereka segera masuk kedalam cafe tersebut.


Setelah masuk, mereka segera duduk ditempat yang telah disediakan.


"Kalian mau pesen apa?" tanya Clara.


"Bentar! gue lihat menu nya dulu" ucap Ana.


"Gue pesen waffle sama matcha latte deh" ucap Felisa.


"Ya udah nih tulis sama Luh, soalnya tulisan gue jelek" ucap Clara.


Felisa segera menuliskan pesanannya di nota.


"Kalian mau pesen apa?" tanya Felisa.


"Gue pesen ice capuccino sama tiramisu cake" ucap Clara.


Lalu Felisa langsung menuliskan pesanan Clara di nota.


"Na, luh mau apa?" tanya Felisa.


"Gue mau ice chocolate sama brownies" ucap Ana.


Felisa segera menuliskan pesanan Ana.


"Sini, biar gue yang kasihin" ucap Clara sambil mengambil nota tersebut.


Lalu Clara segera pergi untuk memesankan makanan dan minuman.


Setelah nota tersebut sudah diberikan kepada pelayan cafe, Clara segera duduk kembali bersama Ana dan Felisa.


"Na, handphone luh baru ya?" tanya Clara saat melihat Ana yang sedang memainkan ponselnya.


"Iya" ucap Ana.


"Ini dapet ngasih Lino" jelas Ana.


"Lino ngasih luh handphone?" tanya Felisa.


"Iya" ucap Ana.


"Luh pasti bohong kan? itu pasti dibeliin orang tua luh" ucap Clara.


"Gue gak bohong kok, handphone ini beneran dari Lino" ucap Ana.


"Gue gak percaya" ucap Clara.


"Ya udah sih kalau gak percaya" ucap Ana.


"Tapi kayaknya emang bener dari Lino, Ra. Soalnya kan Lino kaya, jadi pasti apapun yang Ana mau dituruti" ucap Felisa.


"Sebenernya ini bukan kemauan gue, tapi ini Lino yang ngasih. Soalnya Lino ngerasa bersalah karena bikin handphone gue kecebur" ucap Ana.


"Oh pantes aja diganti sama handphone baru" ucap Felisa.


"Gila! loyal banget ya ternyata si Lino" ucap Clara.


"Lino emang loyal tahu, gue juga waktu itu pernah traktir sama dia" ucap Felisa.


"Kalau ditraktir sih gue juga pernah" ucap Clara.


Beberapa menit kemudian, pelayan cafe segera menghampiri Ana, Clara dan Felisa.


"Ini pesanannya " ucap pelayan cafe tersebut sambil meletakkan pesanan mereka bertiga.


"Terimakasih" ucap Ana, Clara dan Felisa bersamaan.


"Iya" ucap pelayan cafe.


Lalu pelayan cafe tersebut segera pergi.


Setelah pelayan cafe tersebut pergi, mereka bertiga segera menikmati makanan dan minuman yang telah mereka pesan.


"Na, luh masih berantem ya sama Lia?" tanya Felisa.


"Sebenernya gue sih gak berantem, gue biasa aja ke Lia. Cuma Lia nya aja yang masih marah sama gue" ucap Ana.


"Luh harus sabar aja ya, Na! nanti juga Lia bakal minta maaf kok sama luh, tapi pasti agak lama sih minta maaf nya soalnya dia tuh gengsian banget orangnya" ucap Felisa.


"Na, luh harus terus-terusan baik sama dia walaupun sikap dia kayak gitu. Soalnya kalau luh baik sama dia, nanti juga pasti dia bakal ngerasa malu sendiri karena ngelihat luh tetep baik ke dia walaupun sikap dia gitu ke luh" kata Clara.


"Iya, gue bakal terus baik ke Lia kok" ucap Ana.