ARLINO

ARLINO
Episode 201



"Oh iya, Na! kamu udah beli buku belum?" tanya Lino.


"Udah kok, kemarin dibeliin sama mamah" ucap Ana.


"Kalau kamu udah beli belum?" tanya Ana.


"Belum" ucap Lino.


"Ya udah beli aja sekarang" ucap Ana.


"Kamu mau gak temenin aku beli bukunya?" tanya Lino.


"Ya mau lah" ucap Ana.


"Ya udah nanti habis dari sini kita ke toko alat tulis ya" ucap Lino.


"Iya" ucap Ana.


Skip


Setelah selesai dari cafe, mereka berdua segera pergi ke toko alat tulis.


Sesampainya di toko alat tulis, Ana dan Lino segera turun dan langsung masuk kedalam toko tersebut.


Saat masuk, Lino segera membeli beberapa buku tulis. Sedangkan Ana membeli beberapa bolpoin.


"Mamah kamu kemarin gak beliin kamu bolpoin?" tanya Lino.


"Beli kok" ucap Ana.


"Terus kenapa beli lagi?" tanya Lino.


"Soalnya bolpoin nya lucu, jadi aku beli deh" ucap Ana.


"Oh iya, mbak! sama bolpoin yang ini juga ya" ucap Lino sambil memberikan bolpoin yang Ana pegang.


"Biar aku aja yang bayar" ucap Lino lagi.


"Makasih" ucap Ana.


"Iya sama-sama" ucap Lino.


Setelah jumlah belanjaan nya sudah dihitung, Lino segera membayarnya.


Kemudian mereka berdua segera pergi ke parkiran.


Sesampainya di parkiran, Lino dan Ana segera menaiki motor. Lalu Lino segera melajukan motornya menuju rumah Ana.


Ketika sampai rumah, Ana segera turun dari motor Lino.


Ana segera mengambil bolpoin nya yang berada didalam kantong. Setelah itu, ia segera memberikan kantong tersebut kepada Lino.


"Ya udah, aku pulang dulu ya" ucap Lino.


"Iya" ucap Ana.


Lino segera melajukan motornya menuju rumahnya.


...****...


Beberapa hari kemudian...


* Sekolah


Semua siswa dan siswi berbaris dijajaran kelasnya masing-masing karena hari ini dilaksanakan kegiatan upacara bendera.


"Na" panggil Felisa dengan suara pelan.


"Apa?" tanya Ana.


"Setelah sama luh, Lino jarang telat ya datang ke sekolahnya" ucap Felisa.


"Iya, soalnya kan gue suka nyuruh dia buat pasang alarm jam 5, makanya jadi gak telat" ujar Ana.


"Oh iya, luh duduk sama siapa?" tanya Felisa.


"Gue duduk sendiri" ucap Ana.


"Maaf ya, Na" ucap Felisa.


"Maaf kenapa?" tanya Ana.


"Soalnya kan gue duduk bareng Clara" ucap Felisa.


"Gak usah minta maaf kali, lagian gue gak apa-apa kok duduk sendiri" ucap Ana.


"Beneran gak apa-apa?" tanya Felisa memastikan.


"Iya, gak apa-apa kok" ucap Ana.


"Oh iya, gimana kalau nanti gue suruh Lia buat duduk sama luh" ucap Felisa.


"Gak usah, soalnya kan Lia duduk sama Putri" ucap Ana.


"Suruh Lino aja yang duduk disebelah luh" ucap Felisa.


"Enggak mau, nanti kalau duduk sama Lino bisa-bisa jadi gak fokus belajarnya" ucap Ana.


"Iya juga sih" kata Felisa.


"Oh iya, Clara mana ya?" tanya Ana.


"Dia di UKS" ucap Felisa.


"Sakit?" ucap Ana.


"Iya" ucap Felisa.


"Sakit apa?" tanya Ana.


"Sakit maag kali, soalnya dia gak makan-makan dari kemarin" ucap Felisa lagi.


"Kenapa gak makan-makan?" tanya Ana.


"Soalnya dia sedih kali, kan beberapa hari yang lalu Ardan kan meninggal" ucap Felisa.


"Innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un" ucap Ana.


Skip


Setelah selesai upacara, semua siswa dan siswi segera masuk kedalam kelas masing-masing.


"Na, aku disini ya" ucap Lino sambil duduk disebelah Ana dengan membawa tas nya.


"Ih jangan! kasihan Gilang sendiri" ucap Ana.


"Gak apa-apa, lagian Gilang juga gak masalah kalau duduk sendirian" ucap Lino.


"Udah aku bilang jangan, nanti aku gak fokus belajarnya" ucap Ana.


"Selamat pagi anak-anak" ucap guru.


"Selamat pagi, pak" ucap semua murid-murid yang berada didalam kelas.


"No, cepet pindah" ucap Ana pelan.


"Gak mau" ujar Lino.


"Ih nyebelin" ucap Ana.


"Sebelumnya saya akan perkenalkan nama saya terlebih dahulu" ucap guru tersebut.


"Perkenalkan nama saya pak Samsul, disini saya mengajar mata pelajaran sejarah" ucap pak Sejarah.


"Samsul bukannya merek handphone ya?" bisik Lino.


"Itu sams*ng, No" ucap Ana.


Kemudian pak Samsul segera menjelaskan materi tentang mata pelajaran sejarah kepada murid-muridnya.


"No, jangan main handphone" ucap Ana pelan.


"Iya..iya" ucap Lino.


"Iya tapi kok masih pegang handphone nya" ucap Ana sambil melihat kearah papan tulis.


"Soalnya ini ada chat dari Gilang" ucap Lino.


"Pasti dia nyuruh bolos ya?" tanya Ana.


"Iya" ucap Lino.


"Jangan bolos! kita kan udah kelas dua belas" ucap Ana.


"Iya, aku gak bakal bolos kok" ucap Lino sambil menyimpan ponselnya di saku celananya.


"Awas aja kalau bolos" ucap Ana.


"Emang kalau bolos kenapa? kamu mau marahin aku?" tanya Lino sambil tersenyum.


"Iya, aku mau marahin kamu" ucap Ana.


"Harusnya aku bolos aja ya, biar kamu marahin aku terus" ucap Lino.


"Kok malah mau dimarahin sih, aneh banget" ucap Ana.


"Iya soalnya kalau kamu marah makin lucu, jadi mirip kayak anak kucing" ucap Lino.


"Enak aja! masa disamain kayak anak kucing" ucap Ana.


"Lah kan emang mirip" ucap Lino.


"Gak mirip" ucap Ana.


"Itu yang dibelakang, jangan ngobrol terus!" ucap pak Samsul.


"Maaf, pak" ucap Ana dan Lino bersamaan.


...****...


Krining...Krining


Bel istirahat berbunyi


"No, aku ke kantin nya bareng temen-temen ya" ucap Ana.


"Iya" ucap Lino.


Ana bergegas menghampiri Clara.


"Ra, udah jangan sedih mulu" ucap Ana.


"Iya bener kata Ana" ucap Felisa.


"Lebih baik kita ke kantin aja yuk!" ucap Ana.


"Ayo" ucap Felisa.


"Ayo, Ra!" ucap Ana.


"Ya udah ayo" ucap Clara.


"Lia, mau ikut ke kantin gak?" ucap Ana.


"Enggak" ucap Lia.


"Kenapa gak ke kantin?" tanya Felisa.


"Soalnya gue bawa bekal" ucap Lia.


"Ya udah kita ke kantin dulu ya" ucap Felisa.


"Iya" ucap Lia.


Mereka bertiga segera pergi menuju kantin.


Ketika sampai di kantin, mereka segera membeli makanan dan minuman.


Setelah itu, mereka bertiga segera duduk ditempat yang telah disediakan. Lalu mereka segera menikmati makanan dan minuman yang telah mereka beli.


"Guys" panggil Ana.


Clara langsung melihat kearah Ana.


"Apa?" tanya Felisa.


"Hmm...Acha udah tahu" ucap Ana.


"Udah tahu apa?" tanya Felisa.


"Udah tahu kalau dulu Lino itu pacarnya" ucap Ana.


"Acha tahu dari siapa?" tanya Clara.


"Gue gak tahu. Tapi yang pasti kata Lia, Acha tahu tentang hal itu" ucap Ana.


"Kata Lia?" tanya Clara.


"Iya, tapi Lia juga gak tahu tentang siapa yang ngasih tahu ke Acha" ucap Ana.


"Kok Acha bisa tahu rumah Lia? bukannya dia hilang ingatan" ucap Clara.


"Mungkin Acha nanya alamat Lia di chat kali" ucap Felisa.


"Oh iya, Na! luh udah baikan belum sama Lia?" tanya Clara.


"Udah kok, Lia udah maafin gue" ucap Ana.


"Emang luh berdua berantem karena apa sih?" tanya Felisa penasaran.


"Maaf gue gak bisa jelasin, soalnya kalau dijelasin luh bakal tahu rahasia Lia" ucap Ana.


"Udah luh jangan kepo, Fel" ucap Clara.


"Luh tahu rahasianya, Ra?" tanya Felisa.


"Tahu lah" ucap Clara.


"Kok cuma gue doang sih yang gak tahu" keluh Felisa.


"Udah lebih baik luh jangan tahu, soalnya kalau luh tahu pasti luh bakal nyebarin ke semua orang" ucap Clara.


"Gue gak suka nyebarin kok" ucap Felisa.


"Tapi suka keceplosan kan?" tanya Clara.


"Iya sih" ucap Felisa sambil nyengir.