
Ana segera mengambil ponselnya yang berada disaku celananya. Lalu ia segera memesan ojek online.
Rintik hujan berjatuhan, hingga membuat pakaian Ana basah.
"Gak ada tempat buat neduh lagi" gumam Ana.
Tubuh Ana merasa kedinginan dan bibirnya seketika menjadi pucat.
"Lama banget sih" ucap Ana gemetar karena ia sangat kedinginan.
Duarr
"Mamah!!" jerit Ana.
Ana segera mematikan ponselnya karena takut ponselnya tersambar petir.
Kemudian Ana berjongkok sambil memeluk dirinya sendiri supaya tidak terlalu kedinginan.
Beberapa menit kemudian, abang ojek online datang menghampiri Ana.
Lalu Ana buru-buru naik ke motor abang ojek online itu.
Skip
Sesampainya di rumah, Ana segera turun dan ia langsung membayar ongkos ojek online tersebut.
Setelah itu, Ana langsung masuk kedalam rumahnya.
"Ana, kamu dari mana aja?" tanya mamah.
"Ana habis dari rumah Lia, mah" ucap Ana gemetar.
"Ya udah cepet ganti baju biar gak masuk angin" ucap mamah.
Ana segera pergi menuju kamarnya.
Ketika sampai di kamar, Ana langsung mengganti pakaiannya. Setelah itu, ia segera tidur.
...****...
Jam 19.00
Tok...tok
"Ana, ayo makan dulu" ucap mamah.
Lalu mamah Ana segera membuka pintu kamar Ana.
"Ana, ayo bangun" ucap mamah sambil duduk dipinggir kasur.
"Mah, Ana gak enak badan" ucap Ana.
"Kamu sakit?" tanya mamah.
"Hmm" ucap Ana.
"Kamu sih pake hujan-hujanan, bukannya neduh dulu" ucap mamah.
"Ya udah, mamah mau ambil makan sama obat dulu ya buat kamu" ucap mamah.
Mamah Ana segera pergi.
Setelah itu, mamah Ana segera kembali menghampiri Ana.
"Ini makan dulu" ucap mamah.
Lalu Ana segera duduk sambil menyender ke headboard.
"Nih makan" ucap mamah.
"Suapin" manja Ana.
"Ya udah mamah suapin" ucap mamah.
Mamah Ana segera menyuapi Ana.
"Kamu mau ngapain ke rumah Lia?" tanya mamah.
"Ana mau minta maaf sama Lia" ucap Ana.
"Emang kamu salah apa sama Lia?" tanya mamah.
"Ana salah gara-gara bilang ke Lino sama Clara soal Lia yang suka sama Bagas" jelas Ana.
"Terus tadi Lino bilang ke Bagas, kalau Lia suka sama Bagas. Makanya Lia jadi marah ke Ana gara-gara rahasianya disebar" ucap Ana.
"Kamu ngapain coba ngasih tahu ke yang lain" ucap mamah.
"Habisnya An kan waktu itu pingin tahu bahwa Lia sama Bagas itu beneran pacaran atau enggak dan ternyata mereka gak pacaran" ucap Ana.
"Mah, gimana dong? Lia jadi marah ke Ana" ucap Ana.
"Kamu udah minta maaf kan? ya berarti masalahnya udah selesai" ucap mamah.
"Ana belum minta maaf" ucap Ana.
"Terus tadi kamu ke rumah Lia ngapain?" tanya mamah.
"Ana tadi cuma ketemu sama pembantunya Lia, terus kata pembantu nya Lia lagi tidur, akhirnya Ana nyuruh pembantunya buat nyampein permintaan maaf dari Ana ke Lia" jelas Ana.
"Kalau gitu berarti permasalahannya udah selesai, kan kamu udah nyampein permintaan maaf kamu lewat pembantu Lia" ucap mamah.
"Kalau gak disampein sama pembantunya gimana?" tanya Ana.
"Ya pasti disampein lah" ucap mamah.
Trining...trining
Ana segera melihat ke layar ponselnya dan ternyata ada panggilan video call dari Lino.
Kemudian Ana segera mengangkat panggilan video call nya.
"Kenapa, No?" tanya Ana.
"Enggak kenapa-napa, aku cuma pingin video call aja" ucap Lino.
"Kamu lagi makan ya?" tanya Lino saat melihat Ana yang sedang mengunyah.
"Iya, aku lagi makan" ucap Ana.
"Mah, udah ah makannya" kata Ana.
"Satu sendok lagi" ucap mamah.
"Ya udah iya" ucap Ana.
"Cepet buka mulutnya" perintah mamah.
Ana segera menuruti perintah mamahnya.
"Iya" ucap Ana.
Lalu mamah Ana segera pergi.
"Kamu lagi sakit?" tanya Lino.
"Iya, gara-gara tadi kehujanan" ucap Ana.
Ana langsung memakan obat yang tadi dibawa oleh mamahnya.
"Emang tadi Gilang gak nganter kamu sampe rumah?" tanya Lino.
"Gilang nganter sampe rumah kok, tapi tadi sore aku ke rumah Lia terus kehujanan deh" ucap Ana.
"Emang kamu gak masuk ke rumahnya?" tanya Lino.
"Enggak, soalnya kan Lia nya lagi tidur. Jadi aku mutusin buat pulang lagi. Eh pas lagi pesen ojek online tiba-tiba hujan, terus pakaian aku jadi basah semua. Makanya pas sampe rumah, badan aku jadi panas terus aku jadi bersin-bersin" jelas Ana.
"Dan sekarang hidung aku jadi pilek" ucap Ana.
"Emang pas nunggu ojek, kamu gak neduh dulu gitu?" tanya Lino.
"Enggak, soalnya gak ada tempat buat neduh" ucap Ana.
"Emang orang tua nya Lia gak nyuruh kamu masuk?" tanya Lino.
"Orang tua nya tadi gak ada, yang ada cuma pembantunya" ucap Ana.
"Pembantunya gak nyuruh kamu masuk?" tanya Lino.
"Enggak, soalnya dia langsung masuk aja setelah aku ngasih pesan buat Lia" jawab Ana.
"Pesan apa?" tanya Lino.
"Aku tadi mau bilang minta maaf ke Lia, makanya aku ke rumahnya" ucap Ana.
"Minta maaf? emang kamu salah apa?" tanya Lino.
"Aku kan udah ngasih tahu soal Lia yang suka sama Bagas ke kamu sama Clara. Makanya aku minta maaf ke Lia" ucap Ana.
"Tadi sih kamu pake bilang ke Bagas, makanya Bagas nanya ke Lia tentang itu" ucap Ana.
"Ya maaf, aku kan tadinya cuma mau ngasih tahu Bagas aja. Lagian kalau diem-diem kayak gitu, gak bakal tahu lah Bagas nya kalau Lia suka" ucap Lino.
"Kamu gak usah minta maaf, lagian yang salah itu aku. Harusnya waktu itu aku gak ngasih tahu kamu" ucap Ana.
"Aku juga salah kok, Na! kan aku tadi yang bilang ke Bagas" ucap Lino.
"No, Lia bakal maafin aku gak ya?" tanya Ana.
"Dia bakal maafin kamu kok. Lagian kan cuma masalah itu doang, masa iya Lia marahnya sampe segitunya" ucap Lino.
"Oh iya, No! udah dulu ya, aku mau telepon Clara soalnya mau bilang kalau besok aku gak jadi mainnya" ucap Ana.
"Oh ya udah" ucap Lino.
"Aku matiin ya video call nya" ucap Ana.
"Iya" ucap Lino.
"Oh iya, Na! kalau nanti udah telepon sama Clara, kamu langsung tidur ya. Jangan begadang" perintah Lino.
"Iya" ucap Ana.
Ana segera mematikan panggilan video call nya.
Kemudian Ana segera menelepon Clara.
Beberapa detik kemudian, Clara langsung mengangkat panggilan telepon dari Ana.
"Hallo, Na" ucap Clara.
"Ra, gue besok gak akan jadi mainnya" ucap Ana.
"Loh kenapa?" tanya Clara.
"Soalnya gue lagi sakit" ucap Ana.
"Oh ya udah deh gak apa-apa" ucap Clara.
"Cepet sembuh ya" ucap Clara.
"Iya, makasih" ucap Ana.
"Ra" ucap Ana.
"Kenapa?" tanya Clara.
"Tadi Lia marah ke gue" ucap Ana.
"Marah kenapa?" tanya Clara.
"Dia marah ke gue gara-gara gue kasih tahu soal Lia yang suka sama Bagas ke Lino sama ke luh" ucap Ana.
"Perasaan luh ngasih tahu ke gue nya udah lama deh, kok dia marahnya sekarang" heran Clara.
"Iya soalnya Bagas nanya ke Lia soal itu" ucap Ana.
"Emang Bagas tahu dari mana?' tanya Clara.
"Tahu dari Lino" ucap Ana.
"Ya ampun, Lino ngapain coba ngasih tahu Bagas" ucap Clara.
"Lino ngasih tahu Bagas biar Bagas tahu kalau Lia suka sama Bagas" ucap Ana.
"Oh jadi Lino pingin comblangin Lia sama Bagas?" ucap Clara.
"Iya semacam itu" ucap Ana.
"Tapi harusnya Lia berterima kasih dong, kan Lino udah bantuin dia" ucap Clara.
"Mungkin Lia gak mau kali kalau dicomblangin orang, makanya dia jadi marah" ucap Ana.
"Tapi kalau gue sih ya, gue lebih baik dicomblangin tahu, soalnya supaya orang itu tahu kalau gue suka sama dia" ucap Clara.
"Bahkan Felisa sama Gilang aja dicomblangin kan sama luh dan Lino?" tanya Clara.
"Iya sih" ucap Ana.
"Udah, sekarang luh lebih baik jangan mikirin tentang masalah itu. Luh istirahat aja sana, kan luh lagi sakit" ucap Clara.
"Ya udah deh, kalau gitu gue tutup dulu ya teleponnya" ucap Ana.
"Iya" ucap Clara.
Ana segera mematikan panggilan teleponnya. Kemudian ia segera tidur.