
Beberapa hari ini Tio, datang menemui Grace. Namun, tidak ada hasilnya, wanita itu bagaikan enggan untuk bicara dengannya. Berbeda dengan wanita lainnya yang menginginkan kemewahan darinya, itulah Grace.
Mandiri dari dahulu, tidak menginginkan milik orang lain, tidak otoriter, kekasihnya memiliki semua sifat yang diinginkannya dari seorang wanita. Hingga pada akhirnya Tio kembali menelan kekecewaan, resepsionis hotel mengatakan General Manager mereka menolak untuk menemuinya.
Pemuda itu kembali keluar menghela napas kasar, perlahan Grace akan kembali. Mungkin itulah yang ada di fikirannya.
***
Suara dentuman musik terdengar, tugas skripsinya sudah selesai. Hal yang dilakukannya? Menghapus penatnya dari tugas kampus, sekaligus menunggu Grace kembali. Seberapa besar pun kesalahannya, wanita itu lambat-laun akan memaafkannya. Itulah Grace, wanita yang menjadi kekasihnya beberapa tahun ini.
Hingga Grisella terlihat disana, tertunduk berjalan mendekatinya."Tio malam ini aku ingin..." ucapnya, menyentuh bagian dada pemuda itu.
Tio tersenyum, tidak biasanya Grisella sendiri yang berinisiatif. Mungkin karena telah merasakan bagaimana berhubungan layaknya suami-istri tanpa pengaman.
Dua orang yang tersenyum...
Satu jam berlalu, tempat tidur hotel tidak berhenti berderit. Pasangan yang masih memejamkan matanya menonggakkan kepalanya hingga benih-benih hangat itu kembali terasa dalam penyatuan mereka."Hah...hhh..." Tio terkulai mengatur napasnya, memeluk tubuh indah itu.
Grisella menelan ludahnya, menatap ke arah langit-langit kamar."Kak aku hamil..."
"Lalu?" Tio tersenyum, membelai rambutnya,"Sudah telat berapa hari?" tanyanya.
"7 hari, tapi hasilnya positif. Kak Tio akan menikahiku kan?" Grisella menatap penuh harap padanya.
Tio mulai duduk menyandarkan punggungnya pada sandaran tempat tidur."Kamu ingin menikah denganku, kemudian perjodohanmu dengan Ferrell gagal?" tanyanya.
"Itu hanya janji ayahku! Sudah berbulan-bulan, hampir satu tahun, ayahku tidak bisa mendatangkannya ke rumahku..." ucapnya mulai menahan air matanya. Takut dan malu? Tentu saja hal yang tidak pasti, telah diumbarnya kemana-mana.
Apalagi dirinya kini tengah mengandung, tidak ada banyak waktu untuknya menunggu perjodohan yang tidak jelas akan terjadi atau tidak.
Tio menghela napas kasar, kemudian tersenyum."Ada dua solusi lain, solusi pertama gugurkan, jika kamu tidak ingin malu. Solusi kedua, buat anak ini untuk menjerat pria idamanmu. Bukannya kamu sendiri yang bilang, kalau ada desas-desus mobil Ferrell berhenti di depan gang rumahmu pukul 3 pagi. Sewa paparazi membuat berita bohong bahwa Ferrell ayah dari anakmu. Kamu dan keluargamu tidak malu, anak itu memiliki ayah, dan kamu mempunyai calon suami idamanmu."
"Tapi, aku bahkan tidak pernah bertemu dengan Ferrell. Bagaimana jika dia..." kata-kata Grisella disela.
"Karena beresiko, hasilnya juga besar. Tapi dia publik figur, anggota keluarganya juga bersahabat dengan anggota keluargamu. Kecuali Ferrell memiliki kekuasaan untuk mencegah berita miring tentangnya. Mau tidak mau dia harus menikahimu jika tidak ingin terjerat skandal," Tio mulai bangkit, meraih jubah mandinya. Kemudian memungut celana panjangnya, mengambil salah satu kartu ATM miliknya.
"Aku selalu menepati janjiku, jika ingin menikah denganku dan menanggung malu sudah berbohong pada semua orang tentang pernikahanmu dengan Ferrell, jangan ambil kartu ATM ini! Tapi jika kamu masih ingin mendapatkan Ferrell, entah dengan menggugurkan anak itu dan menunggunya,"
"Atau kamu ingin menyewa paparazi untuk menjeratnya, ambil kartu ATM ini gunakan uang yang ada didalamnya. Terserah keputusanmu, dalam kartu ATM ini ada sekitar 700 juta rupiah."
"Tapi aku peringatkan sekali lagi, jika kamu mengambil kartunya, aku anggap anak itu sudah digugurkan, maka aku sepenuhnya lepas dari tanggung jawab," ucapnya menyodorkan kartu ATM pada Grisella.
Tangan wanita itu mengepal bingung harus bagaimana. Menikah dengan Tio, menginginkan pertanggungjawabannya menjadi tujuan awalnya. Namun, pemuda ini memberikan pilihan lain padanya.
Tio benar, jika dirinya menikah dengannya maka nama keluarganya akan tercemar sebagai pembohong. Dirinya juga akan dicibir semua orang karena membual tentang Ferrell. Tidak, ini tidak boleh, tangan remaja labil itu meraih kartu ATM dengan ragu.
Tio menghela napas kasar, sudah diduga olehnya. Jika Grisella tidak mengambil kartu ATM tersebut, dirinya akan benar-benar bertanggung jawab. Walaupun pernikahan hanya berdasarkan tanggung jawab dan napsu, akan dijalani olehnya.
Ada kalanya harta akan habis, jika suatu saat nanti keluarganya jatuh. Grisella akan pergi meninggalkannya, anaknya? Remaja ini benar-benar akan menjadi wanita berhati keji.
Tidak memilih menikah dengan ayah kandung anak dalam kandungannya, merupakan cerminan dirinya tidak akan pernah menjadi ibu yang baik.
Masalah anak dalam kandungan Grisella? Dirinya hanya dapat menunggu saat ini. Jika anak itu digugurkan itu adalah hak Grisella. Tapi jika anak itu berakhir dilahirkan kemudian ditelantarkan, anak itu akan diasuh olehnya, selaku ayah kandungnya.
Tio berjalan menuju kamar mandi guna membersihkan dirinya, namun sebelum pintu kamar mandi tertutup rapat dirinya menatap Grisella yang memegang erat kartu ATM pemberiannya. Mengetikkan sesuatu di phonecellnya, wanita serakah yang paling dibencinya.
Wanita-wanita yang sering ditiduri oleh ayahnya, menyakiti hati ibunya. Terkadang Tio tidak mengerti kenapa dirinya dapat terjerumus sedalam ini. Namun, merendahkan harga diri wanita murahan menjadi kesenangan tersendiri baginya. Seolah-olah pembalasan bagi wanita-wanita bayaran ayahnya.
Menganggap ada dua spesies wanita di dunia ini, wanita murahan dan wanita yang pantas dijadikan istri. Mungkin itulah sebabnya, Tio tidak menggangu Glory lagi, setelah mengetahui sifatnya yang setia pada pasangannya. Dan hanya mencintai Grace, wanita terbaik dalam hidupnya.
Inilah akhir petualangan masa mudanya, petualangan untuk membalas spesies wanita murahan yang sampai saat ini masih melekat pada ayahnya. Saatnya memikirkan masa depannya, kembali pada Grace yang entah akan bersedia menerima permintaan maafnya atau tidak.
***
Hal yang dilakukan Grisella? Mungkin dirinya tidak sadar diri melupakan kekuasaan seluruh anggota keluarga Ferrell. Hanya kekuasaan Damian yang setara dengan Erlang yang ada di fikirannya.
Menghubungi ibunya, membuat kebohongan baru, itulah yang dilakukannya. Berharap Ferrell akan dengan mudah dikendalikan untuk menikahinya, guna mempertahankan karir Ferrell sebagai seorang dokter sekaligus selebriti. Terjerat skandal merupakan hal yang buruk bagi kedua profesi tersebut bukan?
Tinggal mencari koneksi menghubungi paparazi. Beberapa orang paparazi dihubungi olehnya. Tindakan yang benar-benar bodoh.
***
Seorang wartawan yang baru saja dihubungi, berlari mendekati seorang pria paruh baya."Bos ada berita terbaru, ini akan menjadi hot topik, rating kita akan naik tinggi. Kita harus mengadakan wawancara eksklusif,"
"Berita apa?" sang pria paruh baya menghela napas kasar.
"Ferrell yang beberapa minggu ini menghilang dari layar kaca, menghamili seorang remaja SMU. Berita besar kan bos? Aku minta kenaikan gaji..." jawabnya, membayangkan kariernya akan meningkat pesat.
Sang pria paruh baya pemilik stasiun Televisi, memukul kepalanya, menendang betisnya."Bodoh Ferrell itu keponakanku!" bentak Glen dengan nada tinggi.
"Kalau adik dan adik iparku sampai tau berita ini. Satu keluarga mereka akan datang dari negara mereka masing-masing," Glen memijit pelipisnya sendiri.
Bawahan Glen mengusap-usap tulang keringnya yang masih terasa sakit."Memang seberapa mengerikannya W&G Company? Setahuku cabang perusahaan mereka disini tidak begitu besar."
"Disini memang tidak, tapi di negara lain jangan ditanya. Adik iparku cukup ditakuti, jika Ferrell benar-benar menyukainya, ke ujung dunia pun wanita itu tidak dapat lolos dari keluarganya. Tapi jika ini hanya kebohongan, maka seperti dulu, mereka akan menginjak leher si pembual tanpa ampun ..." jawaban dari Glen tidak sabar keluarga adiknya, si tahu bulat di goreng 500 an kembali.
"Lalu apa yang harus kita lakukan?" tanyanya.
"Mudah, jangan ikut memberitakan. Biarkan wanita itu keluar menggunakan stasiun TV lain. Aku ingin melihat kegaduhan besar yang akan terjadi..." Glen mulai tertawa kencang, bahkan terbatuk-batuk."Setelah ini kita akan mendapatkan wawancara eksklusif dari keponakanku si dokter kaku..."
Bersambung