My Kenzo

My Kenzo
Musim Kedua : Hari Pertama



Dava menghela napas kasar, melepaskan kostum cosplayernya. Pantulan wajahnya di cermin terlihat, besok adalah batas waktunya, ayahnya yang sudah berumur mungkin akan dipukuli habis-habisan.


Jemari tangannya gemetar melepaskan rambut palsu yang dipakainya. Pesan akhirnya di kirimkannya, 'Kita bertemu di depan taman hiburan, aku akan menunggumu,'


Pemuda itu menghela kembali napas, semua orang berkata pacar pertamanya adalah Kiki, hanya pernah melakukan hubungan layaknya suami-istri dengan Kiki sebelum semua ingatannya menghilang. Setelah 7 tahun akhirnya dirinya harus berhubungan dengan seorang wanita.


Menikah, menemukan wanita yang dicintainya? Itulah harapannya. Sebelum akhirnya melakukan hubungan di malam pertama, tapi kali ini? Setelah 7 tahun menjaga prinsip, usai kehilangan ingatannya, semua menjadi percuma. Dirinya harus berhubungan dengan istri orang.


Jantungnya berdegup kencang, darahnya berdesir kala mengingat wanita yang menyenangkan untuk diganggu nya itu. Tapi tetap saja istri orang, milik orang lain, bukan miliknya.


Pakaian terbaik yang dimilikinya? Hanya sebuah kemeja putih murah, dengan celana bahan panjang berwarna hitam, mirip seorang lulusan SMU yang hendak melamar pekerjaan. Semua dibawanya pada hari ini, membersihkan tubuhnya di toilet umum taman bermain.


Penampilannya benar-benar diperhatikan olehnya. Lotion dipakainya, hanya lotion murah dengan harga dibawah 10.000 rupiah. Parfum? Dia memang memilikinya, parfum yang dijual di pinggir jalan, memiliki bau menyengat.


Kenzo yang selalu mengenakan parfum beraroma maskulin dengan pakaian serasi entah berada dimana saat ini. Orang tuanyalah yang terpenting, suatu pengikat yang membuatnya tidak pernah ingin mengambil resiko, mencari pekerjaan di bidang lain.


Dava? Apa sama dengan Kenzo? Tentu saja, hanya tiga hal yang membedakan. Dava memiliki orang tua yang harus dilindunginya, tidak berani mengambil resiko tentang hidupnya, dan hatinya belum dimiliki wanita manapun.


Kenzo? Pemuda ini memiliki banyak luka, tidak memiliki siapapun kecuali Amel, berani mengambil resiko karena pengalaman pahit dalam hidupnya memiliki ambisi untuk membuat semua berjalan sesuai yang seharusnya. Hati Kenzo? Tentu hanya dimiliki oleh istrinya Amel.


Dua orang yang sama, namun hanya sebuah ingatan membuatnya bagikan memiliki kepribadian yang berbeda.


Setelah beberapa menit menunggu mobil itu akhirnya sampai juga. Seorang supir berada di bagian depan, sementara dirinya duduk canggung dengan Amel yang berada di sampingnya. Membuat Kenzo mencintainya lagi itulah keinginan Amel.


Bau wewangian yang lembut tercium, wanita itu terlihat lebih cantik hari ini. Tentu saja, Amel tidak pernah melakukan perawatan total dalam hidupnya. Hanya untuk menemui makhluk penindas yang dicintainya, dirinya melakuannya.


Jantung Dava berdegup cepat, apa jalan yang diambilnya salah? Tapi ini untuk ayahnya.


"Tenanglah, anggap kita sudah kenal dari hari aku dilahirkan..." Amel tersenyum padanya.


Amel Anggraini...nama yang kamu berikan... gumamnya dalam hati, menatap sosok suaminya.


Dava tidak menjawab, hanya terdiam tidak mengerti pada wanita yang duduk di sampingnya. Hingga jemari tangan Amel terangkat, luka di dahi Dava dirabanya.


Aku mendengar semuanya tentang hidupmu dari Frans. Apa menyakitkan? Pecahan kaca yang melukai dahimu... karena itu aku tidak ingin memaksamu untuk kembali mengingat segalanya... batinnya, air mata Amel tertahan, wajah yang masih terlihat sama.


"Jadilah pria simpananku, berapapun akan aku berikan..." bisiknya.


Maaf aku egois, tapi aku ingin lukamu sembuh perlahan. Selama itu juga aku akan menahanmu, untuk hanya mencintaiku, untuk hanya menjadi milikku... mata Dava ditatapnya, suaminya masih bersembunyi disana. Hatinya dapat merasakannya.


"A...aku tolong bayar hutang ayahku..." pintanya.


Amel mengangguk kemudian tersenyum. Orang tua adalah hal yang selalu diinginkan Kenzo dahulu, dunia impiannya yang menjadi nyata kini.


***


Mobil perlahan berhenti di depan villa, villa yang dihuni oleh lima orang? Tidak, dua orang remaja serta sepasang anak kembar itu tidak terlihat saat ini, entah kemana.


Mata Dava menelisik mencari keberadaannya, ditengah jantungnya yang terus menerus berdegup cepat. Dengan ragu langkah wanita itu, diikutinya.


Kaki jenjang, lekuk tubuh, semuanya sempurna, tidak ada celah sama sekali. Wajah cantik alami tanpa makeup sedikitpun, rambut hitam sedikit bergelombang, pria mana yang tidak takluk padanya. Bahkan jauh melebihi kecantikan Kiki.


Kenapa Amel ingin menjadikannya pria simpanan? Itulah tidak dimengerti olehnya, mungkin tidak dibayar pun pengusaha muda akan melayaninya tanpa bayaran. Menjadi selingkuhan dari seorang wanita cantik yang kaya.


Satu hal lagi yang ingin diketahui oleh Dava, dimana tuan pemilik villa ini? Suami dari wanita yang akan ditidurinya.


"Dimana suamimu?" tanyanya mengikuti langkah Amel ke lantai dua dengan ragu.


"Dia sedang bekerja..." hanya itulah jawaban dari wanita yang tertunduk, berusaha untuk tersenyum.


"Bekerja? Apa dia jarang pulang?" tanya Dava kembali.


"Dia selalu menganggap dirinya orang jahat, tapi dia selalu bekerja untuk melindungi orang kecil yang sering terinjak..." jawaban ambigu dari Amel, mulai membuka pintu kamar utama. Kamar yang ditempatinya seorang diri, semenjak Kenzo menghilang.


Dengan ragu Dava masuk kedalamnya...


Setelah 7 tahun, akhirnya kamu pulang... Sudah puas membuatku merindukanmu... kata-kata yang tertahan dalam benak Amel.


"Buka kemejamu..." ucap Amel masih berusaha tersenyum.


Jemari tangan Dava gemetar, dirinya akan melanggar semua prinsip yang dijaganya kali ini. Satu-persatu kancing itu terbuka, memperlihatkan tubuh putih seorang pria dengan banyak luka.


Air mata Amel mengalir, meraba bekas luka tembakan yang memang ada sebelum bertemu dirinya. Dari area punggung menembus ke dadanya. Hingga pandangan mata Amel beralih, meraba bekas luka 7 tahun lalu di bahu suaminya.


"Kenapa menangis?" tanyanya tidak mengerti.


"Apa sakit?" tidak menjawab, Amel balik bertanya.


Mata itu di tatapnya lebih dalam, mata yang tidak asing bagi Dava. Tapi siapa? Apa dirinya harus melakukannya kali ini? Meniduri istri orang lain...


Namun, perasaan berdebar ini sungguh sulit ditahannya. Apalagi kala bibir indah berkata,"Aku mencintaimu..."


Aku juga... ingin rasanya Dava berkata demikian pada wanita yang hanya pernah beberapa kali ditemuinya.


Amel kembali berjinjit, mengecup pelan bibirnya. Melepaskan segala perasaannya? Itulah yang dilakukan Dava, membiarkan tubuh dan hatinya menikmati semua getaran yang ada.


Kala tangan wanita yang telah memiliki dua anak itu melepas ikat pinggangnya. Tidak dapat menahan dirinya lagi, gelisah itulah perasaan yang tertahan hingga jemari tangannya bergerak sendiri menuntunnya melakukan lebih.


Resleting mini dress yang dipakai Amel diturunkannya hingga sehelai kain itu teronggok di lantai. Meninggalkan tubuh putih tanpa noda, harun aroma tubuhnya tercium lebih banyak.


Membutakan logika Dava, istri orang? Masa bodoh. Dirinya menginginkan Amel, sangat...


Tidak ingin kehilangan tubuh di hadapannya, lebih tepatnya hati di hadapannya. Seolah hanya itulah tempatnya bersandar, entah kenapa.


Kenzo masih mencintainya setelah 7 tahun. Tidak mencintai wanita manapun, meskipun semua kenangannya menghilang.


Sapuan lidah yang membelit, celana panjang itu teronggok di lantai juga pada akhirnya. Meninggalkan tubuh Dava yang menginginkan hal lebih. Ciumannya telah turun pada leher...


Gila!! Perasaan ini membuatnya benar-benar gila. Dengan cepat menanggalkan tiga helai kain yang menutupi tubuh mereka. Seakan tidak sabaran.


"Emmgghhh..."menegang, seolah semua urat syaraf di tubuhnya menegang. Memejamkan matanya kala tangan halus wanita itu membelai otot-otot dada dan perutnya. Darahnya berdesir, tidak ingin berhenti, tubuhnya semakin beringas.


Mulutnya semakin nakal saja, tidak dapat menahan ini lagi, seluruh aroma tubuh yang menyeruak membuatnya semakin gila. Lenguhan wanita itu, membuatnya menginginkan mendengar itu lagi. Hingga mereka bersama saling menuntun dalam sentuhan tubuh serta pangutan bibir.


Tempat tidur yang selama 7 tahun hanya ditiduri sesekali oleh seorang nyonya pemilik villa, kini tuan pemilik villa itu telah kembali. Tidak mengingat apapun, namun masih mencintai hati istrinya.


Aku menginginkannya...aku menginginkannya... hanya itu yang ada di fikiran Dava saat ini, menatap wanita di bawah tubuhnya bagaikan miliknya seorang diri.


Mendamba tubuhnya, mengecup setiap jengkal membuatnya melenguh.


Hingga tanpa mereka sadari tubuh itu telah menyatu. "Kenzo..." satu kata dari bibir Amel tanpa sadar, menikmati sensasi kala tubuhnya diguncang.


Kenzo...apa dia suamimu? Tapi aku menginginkanmu, mulai mencintaimu... ingin memilikimu hanya untukku...ini salah... batinnya ingin menghentikan semuanya.


Namun sulit, mata wanita itu menatapnya lebih dalam, menjangkau tengkuknya menautkan bibir mereka kembali.


Tidak berhenti, membuatnya lebih menggila lagi... Aku tau ini salah, hanya karena pertemuan singkat aku mencintaimu? Ini konyol, benar-benar perasaan yang gila. Apa kamu dapat menjadi milikku? Lupakan suamimu...


Tapi apa dia lebih tampan dariku, dia memang lebih kaya...aku tau...tapi aku benar-benar menginginkanmu...


Amel menatap mata suaminya, mata yang sama, wajah dingin yang sama. Menginginkannya, takut kehilangannya...


Hingga suara lenguhan panjang, mereka bersamaan, saling menatap, dalam deru napas memburu.


"Aku menginginkanmu..." Dava tertunduk keringat membasahi wajahnya. Kata-kata mendominasi bagaikan sosok Kenzo.


Amel tersenyum, mengalungkan tangannya pada leher suaminya. Menariknya untuk menyatukan bibir mereka kembali.


Pintu kamar yang setengah terbuka, menampakkan sedikit dari dua pasang kaki manusia, bergerak membelit menikmati segalanya.


Hati pemuda itu terasa lengkap, merindukan satu hal yang tidak diingatnya. Hingga air matanya mengalir di tengah kegiatannya.


Akhirnya suamiku pulang... tubuh polos suaminya didekap dalam penyatuan. Janda? Semua orang yang mengetahui tentang menghilangnya Kenzo, mengatakannya janda kaya dengan beberapa orang anak angkat serta dua orang anak kandung.


Beberapa kali mencoba dipertemukan seolah-olah tidak sengaja dengan pengusaha muda oleh Frans.


Tapi, tidak ada yang dapat menghilangkan Kenzo dari hatinya. Tau kenapa? Karena hanya Kenzo yang dapat mencintai semua kekurangannya...


***


Di tempat lain...


Seorang pemuda menyeret kopernya di area bandara. Tujuannya? Mencari janda muda cantik, pintar yang tiga tahun ini diincarnya.


Frans memang membocorkan kematian Kenzo pada beberapa orang yang dianggapnya pantas untuk menjadi pasangan Amel. Walau wanita itu selalu menolak...


Kini nyi pesugihan itu sedang meniduri manusia polos. Tidak menyadari, siluman lainnya akan muncul, menariknya agar lebih menyukai sesama siluman keji, kalangan atas.


Pertanyaannya kapan iblis bernama Kenzo akan muncul? Mengikat istrinya, menendang siluman-siluman kelas rendah yang mendekat...


Entahlah...


Bersambung