Hopeless

Hopeless
Chapter 80



Luna berjalan santai menuju kelasnya, jika bukan Darrel yang membujuknya sampai menampakkan wajah melas, gadis itu pasti enggan berangkat ke Sekolah hari ini. Perasaan hatinya masih memburuk karena kabar yang Darrel sebarkan, apalagi Monica dengan bangganya memamerkan cincin di media sosialnya.


Dalam media sosial itu Nampak Monica yang mengenakan cincin dengan caption “ Now, I’m is Darrel’s fiancé.” Membuat siapapun yang membaca pasti salah paham dan akhirnya berita itu menjadi heboh sampai ke penjuru Sekolah, bahkan tukang kebun sekolah ikut membicarakan hal itu.


“ Lunetta! Lo Lunetta kan?” panggil seseorang dari arah belakang yang membuat Luna menghentikan langkahnya dan berbalik.


Luna mendapati seorang gadis dengan pakaian ketat, memakai flat shoes ( Dimana seharusnya memakai fantofel) dengan kaos kaki di bawah mata kaki , tak lupa gincu merah menyala dengan rambut yang akan berwarna merah jika terkena sinar matahari.


Ingin rasanya Luna menertawai sekolah ini. Bahkan sekolah sebagus STM Taruna masih memiliki aib seperti ini, apakah gadis bernama Monica itu tidak salah masuk sekolah? Tapi bagaimana bisa bertahan sampai 3 tahun?


“ Iya kak, saya Lunetta,” ujar Luna dengan sopan, meski ingin rasnaya Luna menendang kepala yang hanya sebatas telinganya, bahkan Luna sedikit menunduk untuk melihat orang itu ( Postur tubuh Luna yang memang tinggi ditambah Luna Makai Fantofel yang membuat tingginya bertambah lagi 3 cm)


“ Ehem, kenalin aku monica,” ujar Monica mengulurkan tangannya dan disambut hangat oleh Luna, namun hati Luna mencelos saat mendapati Monica mengelapkan tangannya ke rok setelah bersalaman dengan Luna.


“ Eum, kamu pasti udah dengar kan berita tentang aku sama Darrel?” Tanya Monica yang sepertinya tidak ingin berbasa – basi.


“ Iya kak sudah, ada apa ya?” Tanya Luna yang sebenarnya mengerti arah pembicaraan gadis itu, namun Luna berpura-pura saja.


“ Kamu udah tahu aku tunangan sama Darrel, nih cincinnya, jadi aku minta ke kamu agak jaga jarak ya sama dia,” ujar gadis itu tersenyum sambil mengangkat jarinya. Bahkan cincin yang dipakai Monica tidak sama dengan yang dipakai Darrel.


Untung Luna anak baik yan gsabar, jika tidak, Luna akan mengeluarkan kalungnya dan menyabetkan kalung Liontin beserta cincin kepada gadis itu lalu memberikan kalung setara harga rumah itu ke Monica agar dia bahagia karena menjadi tunangan Darrel yang sesungguhnya.


“ Oh, iya kak, aku bakal jaga jarak, hehehe,” jawaban Luna dengan senyum di wajahnya, apapun dia lakukan agar percakapan ini berakhir dan Luna bisa melanjutkan langkahnya, sebelum nantinya Luna muak dan memilih untuk melukai gadis itu.


“ Bagus kalau kamu ngerti. Aku tahu Darrel udah anggap kamu adik karna kamu adik dari sahabatnya. Tapi kita kan sama – sama perempuan, kamu tahu lah rasanya,” ujar Monica seakan menyindir Luna meski dengan tersenyum.


“ Oke kalau kamu udah paham, makasih ya pengertiannya,” ujar Monica tersenyum lebar dan segera berbalik meninggalkan Luna, Luna bisa melihat gadis itu menatapnya sinis saat hendak berbalik, Luna hanya mengedikkan bahu dan melanjutkan langkahnya menuju kelas.


Suasana di kelas pun tak jauh berbeda. Berita tersebar cepat dan Darrel menjadi topik perbincangan hangat yang justru membuat telinga Luna mendidih. Perlukah kalung liontinnya dia pajang dibawah bendera merah putih agar mereka melihat bahwa dia tunangan Darrel?


Astaga Luna, jika sampai dia nekat melakukan itu, pastilah dirinya akan viral, seluruh Indonesia menghujatnya, dia harus membuat video memangis sambil meminta maaf, membuat surat pernyataan tertulis dan akhirnya menjadi artis musiman yang diundang ke acara talkshow yang tayang di pagi hari.


“ Gak usah lo pikirin, mau dia ngaku ngaku sampai sekarat, tetap Lo yang jadi tunangan aslinya,” ujar Radith di telinga Luna dan langsung pergi begitu saja. Luna bahkan terkejut dan nyaris saja memukul lelaki itu, untung Luna dapat menahan refleknya.


Benar juga kata Radith, mau Monica ataupun seluruh dunia ini mengatakan Monica adalah tunangan Darrel, tetap Luna yang menjadi tunangan sah Darrel, dia tak perlu khawatir akan apapun, meski sampai saat ini dia masih merutuki kebodohan Darrel yang notabene jauh lebih pintar darinya.


Luna memilih untuk tidak memikirkan hal itu lagi, lenih baik dia melanjutkan PR yang belum sempat dia selesaikan karena semalaman dia berniat untuk mengerjakan. Hanya berniat, tidak sampai memegang alat tulis apapun Karen daya Tarik Kasur yang tinggi.



“ Mampus Lo! Satu Sekolah heboh Lo tunangan sama Monica, whauhahahahaa,” ujar Angga menertawai Darrel dengan puas sampai Darrel memandangnya masam. Jika Darrel tau akan jadi seperti ini, dia tak akan berbicara hal yang ngawur.


“ Mending Lo diem daripada gue bilang Lo suaminya babu Monica, pasti semua orang percaya kalau gue yang ngomong,” ujar Darrel dengan malas.


“ Eitss, gak boleh gitu dong Bro, kan Lo sendiri kemarin yang mengakui, bukan gue yang nuduh Lo, salah Lo sendiri lah,” ujar Angga mengangkat tangannya dan tak ingin terlibat.


Babu Monica adalah sebutan ‘ teman baik’ Monica yang mau mengikuti gadis itu kemana saja, dan mau melakukan apapun yang diperintahkan oleh Monica. Penampilan mereka pun nyaris sama, sama - sama membuat orang lain ingin muntah melihat mereka.


“ Siapa sih yang nyebarin berita gitu? Ngeselin banget!” Ujar Darrel dengan tampang jengkelnya, Angga yang melihat it pun tak berani beromentar banyak, Darrel yang sedang kesal bukanlah Darrel yang bisa diajak kompromi.


“ Coy! Monica live Instakram,” ujar Angga setelah membuka apalikasi Instakram dan melihat story Monica yang menunjukkan dia sedang live.


“ Sejak kapan Lo follow cabe itu?” Tanya Darrel dengan wajah herannya, Darrel tahu betul Angga bukan tipe orang yang kepo tentang cabe original sepergi Monica.


“ Hehehehe, tadi malem, kepo gue dia ada drama apalagi tentang Lo,” ujar Angga menggaruk kepalanya, kepo terhadap masalah orang saja sudah cukup membuat Angga salah tingkah.


“ Lama – lama Lo bisa gila ngurusin dia,” ujar Darrel dengan takjub dan tak percaya, Angga sendiri hanya menyengir dan kembali menatap layar ponselnya yang meampakkanw ajah monica bersama teman satu gengnya.


Darrel pun sedikit tertarik dengan apa yang dibicarakan oleh mereka, kedua lelaki itu lantas menonton live Monica diringi komentar sorak sorai penonton lain karna Angga terciduk.


Angga bukan lelaki sembarangan di Sekolah ini. Wajahnya tampan dengan postur tinggi tegaknya, apalagi dia merupakan anggota inti tim basket STM Taruna yang membuatnya memiliki banyak penggemar, meski taka da yang sefanatik penggemar Darrel.


“ Well guys, ternyata sahabat tunangan gue juga join di live kali ini, hahaha, nih bentar gue pin ya,” ujar Monica sembari mengotak atik ponselnya. Muncullah nama akun Angga di media sosial itu, membuat Angga berdecak kesal karena tingkah kekanakan Monica.


“ Bngst, malah gue yang kena kalau gini nih,” ujar Angga tanpa mengalihkan pandangannya. Darrel melihat Angga sekilas dengan wajah yang binung, namun sesaat kemudian Darrel terkekeh dan kembali menatap layar ponsel tersebut.


“ Awalnya emang sepakat gak mau umbar – umbar, tapi dai sendiri malah keceplosan ke Angga, dan entah siapa waktu itu ada yang ngerekam dan nyebarin berita ini, terpaksa deh semua ketahuan,” ujar Monica menampakkan wajah sedih.


“ Tapi yaudah lah ya, mungkin emang waktunya public tahu hubungan kami, mohon doanya ya guys,” ujar Gadis itu tersenyum lebar.


“ Gilak tuh dia, bisa sepede itu padahal Lo gak pernah ngelirik dia sama sekali,” ujar Angga sambil menatap Darrel denga wajah herannya, Darrel sendiri hanya mengepalkan tangan untuk menahan emosinya.


“ Sakit jiwa!” ujar lelaki itu dengan pelan namun penuh tekanan, seakan ingin meremas Monica sampai hancur dalam tangannya sendiri.


“ Lo mau klarifikasi gak?” Tanya Angga mendapat ide cemerlang. Darrel menatap Angga dengan curiga, namun dia akhirnya mengangguk percaya, dia yakin sebusuk – busuknya Angga diantara yang paling busuk sekalipun, Angga tak pernah membiarkannya dalam situasi sulit terlalu lama.


“ Eh? Halu ya kak? Kapan tunangannya?” Angga mengalihkan pandangannya dan melihat Monica yang sedang membaca komentar mereka yang bergabung dalam siaran langsung.


“ Gue? Gue gak halu, maaf kalau kalian masih belum bisa terima. Apalagi kalian yang termasuk fasn Darrel, gue ada buktinya kok, nih cincin tunangan kami, kalian bisa lihat sendiri, hehehe,” Ujar Monica dengan riang dan mengangkat tangan kirinya, menunjukkan sebuah cintin yang sekilas memag mirip dengan milik Darrel


Angga tersenyum miring dan mulai menggerakkan jarinya untuk mengetiks euah komentar. Komentar Angga berbunyi ‘ Guys, siapa yang mau lihat Darrel Live, kuy pindah lapak ke Instakram gue,”.


Lelaki itu segera keluar dari live monica dan memulai live miliknya sendiri, dia menunggu orang – orang itu datang ke Siaran langsung yang dia buat bersama Darrel. Lapak Angga langsung ramai dan mereka semua mengirim like dan komentar yang sangat beragam, intinya sih memuji ketampanan mereka berdua.


“ Well, kita tunggu Monica join ya guys, biar Darrel sama Monica bisa live bareng,” ujar Angga dengan riang, sementara Darrel masih dengan wajah dinginnya, lelaki itu ingin menuntaskan semua hal yang memuakkaan baginya.


Tak lama Monica bergabung dengan siaran langsung mereka dan wajahnya Nampak dalam layar. Monica tampak gugup dan takut, meski dia tetap tersenyum untuk menutupi rasa takutnya itu.


“ Seperti yang kalian tahu, saya Darrel Atmaja sudah memiliki tunangan, dan bisa terlihat dari cincin yang saya kenakan. Kalian pasti sudah dengar , saya kemarin bilang kalau tunangan saya Monica,” uajr Darrel dalam siaran langsung itu.


Mereka yang melihat siaran itu tentu merasa kecewa, mereka mengira Darrel mengkonfirmasi hubungan keduanya dan tidak ingin mereka mempertanyakan lagi, mereka berbondong – bongong mengirimi komentar sedih dan patah hati.


“ Mon, angkat cincinnya dong,” ujar Darrel yang mengangkat tangan kirinya dan menempelkan jari manisnya ke kamre agar cincinnya terlihat jelas.


Monica tersenyum dan senang hati melakukan itu, tidak menyangka Darrel akhirnya meresponnya dan memberinya kejutan seperti ini. Mungki nsaja sebenarnya Darrel sudah menyukainya dari lama, namun lelaki itu sengaja diam dan menunggu waktu yang tepat, ah romantisnya.


“ Kalian bisa lihat, kita sama sama memakai cincin di jari manis tangan kiri,” ujar Darrel meski mukanya tidak terlihat karena tangannya memenuhi layar.


“ Kalian bisa capture layar kalian jika kalian tidak percaya atau perlu bukti,” sambung lelaki itu.


“ Kalau kalian sudah capture, silakan kalian cermati kedua cincin ini. Memang sekilas sama, namun jika kalian perhatikan, model dari kedua cincin ini sangat berbeda, kalian bsia melihat dari hasil tangkapan layar kalian.”


Akhirnya Darrel bisa meluapkan emosinya dengan sakit meski dalam tingkah yang tenang, lelaki itu tersenyum saat melihat komentar yang menghujat Monica, gadis itu terlalu drama dan berhalusinasi.


“ Jadi disini saya Cuma mau bilang, saya memang sudah tunangan, namun bukan dengan Monica, saat itu saya hanya bercanda dengan Angga, namun karna kesalahan seorang yang tidak bertanggung jawab, muncul berita tidak mengenakkan seperti ini, saya mohon maaf,” ujar Darrel dengan lembut dan sopan.


“ Saya rasa semua sudah jelas, saya permisi dulu, terimakasih atas waktu yang kalian luangan, love you all,” ujar Darrel menunjukkan Love sight dengan jarinya dan tersneyum manis, pose itu bertahan beberapa detik sebelum akhirnya Angga menghentikan siaran langsung itu.


“ Keren lo bro, kalau gini kan Luna gak akan salah paham sama Lo,” ujar Angga dengan reflek dan menepuk pundak Darrel, ellaki itu langsung menatap Angga dengan tatapan tajam


“ Sejak kapan Lo tahu kalau tunangan gue itu dia?” Tanya Darrel dengan nada sedihnya.


“ Gue udah sahabatan sama Lo, mudah buat gue cari tahu semua, kemarin itu gue Cuma mau Lo ngaku, Lo nya aja ynag bodoh malah ngakuin cewek lain,” ujar Angga dengan malas, namun cukup membuat Darrel tersenyum tipis karenanya.


“ Makasih ya ngga, Lo emang ngertiin gue,” ujar Darrel dengan tulus, membuat Angga berbinar menatap Darrel.


“ Lo serius berterima kasih sama gue sebagai teman? Bukan sebagai ATM yang selalau bayarin Lo makan kalau Lo gak bawa dompet?” Tanya lelaki itu sambil mengatupkan tangannya. Jujur saja, Darrel juga jijik melihat hal itu.


“ Lo gak usah bikin gue jijik dengan tatapan lo yang seakan mau menodai gue,” ujar Darrel sambil meyilangkan kedua tangannya di depan dada. Angga sendiri tersneyum iblis dan mendekat kea rah Darrel


“ Gue udah lama mau lakuin ini ke Lo, dan mungkin sekarang kesempatannya,” ujar Angga semakin mendekat pada Darrel, membuat Darrel memundurkan badannya agar tidak bersentuhan dengan Angga.


“ Lo gak usah gila njing! Minggir gak lo! Gak usah jadi homoan gitu!” seru Darrel yang berusaha menjauhkan Angga yang berada di dekatnya. Angga memang pria yang tampan, Darrel akui itu, namun Darrel kan juga lelaki, mana mungkin lelaki itu tertarik pada yang berdada bidang?


Angga dengan sengaja malah menubruk Darrel dan memeluk lelaki itu, membuat Darrel menggeliat risih dan berusaha mendorong Angga agar menyingkir.


“ ASTAGA!!!! KALIAN NGAPAIN??!” Tanya seseorang yang muncul dari balik pintu dan menatap mereka dnegan mulut yang terbuka.


Seketika Angga dan Darrel tersadar mereka masih ada di lingkungan sekolah.