
Luna berjalan tertatih dari dapur menuju kamarnya. Padahal dia hanya ingin mengambil gelas, namun kakinya malah terkantuk meja dan membuat kaki mulusnya seperti tersengat aliran listrik.
Gadis itu masuk ke kamar dan menutupnya lalu duduk di kasur sambil menonton film yang sedari tadi sudah terputar. Luna memang sedang malas untuk masuk sekolah, dia hanya berjalan sampai depan gerbang saat Jordan mengantarnya dan kembali lagi ke rumah menggunakan taksi.
"Males banget sama pelajaran hari ini, mending Gue nonton Babang tamvan di sini," ujar Luna sambil memasukkan makanan lagi ke dalam mulutnya. Gadis itu sampai membersihkan bumbu makanan ringan yang masih menempel di jarinya.
Tak lama kemudian, Bel rumahnya berbunyi, namun dia tak berniat untuk beranjak dari sana. Sudah pasti bukan tamunya, dia bukan orang penting di rumah ini.
Benar saja, tidak ada suara lagi setelah itu. Luna mulai memejamkan mata karna alur cerita yang dia tonton cukup membosankan. Dia membersihkan kasur dari Snack yang jatuh dan tercecer, lalu bersiap untuk memejamkan matanya dengan tetap menyetel film tersebut.
Namun pintu kamarnya tiba - tiba saja terbuka, membuat tubuhnya tersentak kaget dan langsung menatap ke arah pintu dengan mulut yang setengah terbuka. Dia melihat sosok yang sangat tidak asing untuknya. Namun untuk apa anak itu ada di rumahnya?
"Lo? Lo ngapain di sini? Gilak Lo masuk ke kamar cewek sembarangan, kalau Gue lagi telanjang gimana? sakit jiwa Lo," ujar Luna dengan wajah tak santai, namun orang itu hanya berjalan masuk dan duduk di sofa, lalu mengambil ponselnya dan langsung sibuk dengan ponsel itu. Hal itu tentu membuat Luna makin geram.
"Lo datang ke rumah orang cuma buat main ponsel? Ga mutu banget hidup Lo. Sana buruan keluar, Ga baik anak cowok masuk ke kamar anak cewek begitu. Sana gak!" Bentak Luna yang menganggu pendengaran anak itu.
"Berisik banget Lo. Lo kalau mau tidur ya tidur aja, Ga usah ganggu Gue main di ponsel," ujar anak itu yang kembali sibuk dengan ponselnya. Luna langsung bangun dari kasurnya, menghampiri anak itu dan merebut ponselnya, lalu melempar ponsel itu ke kasur.
Mata anak itu memicing, menatap penuh dendam Luna yang sudah mengusik ketenangannya. Dia langsung memegang pundak Luna dengan kedua tangannya dan membalik posisinya agar Luna ada di sofa dan dia berdiri.
"Gue tadi dengar kabar kalau Lo sakit, dan Lo gak berangkat sekolah hari ini. Gue cabut dari sekolah buat ngelihat Lo sakit apa. Ternyata Lo cuma bolos. Udah puas dengar penjelasan Gue?" tanya anak itu dengan dingin dan suara yang berat, membuat Luna terkaku dan mengerjapkan matanya beberapa kali.
"Ya.. Ya kan Lo bisa ketuk pintu dulu atau telpon Gue. Ngapain Lo tiba - tiba masuk kayak maling?" tanya Luna dengan gagap. Anak itu menghela napasnya dan langsung duduk di sofa, berada di sebelah Luna.
"Sebenernya Gue juga ga tahu sih kenapa Gue langsung datang, mungkin karna Gue juga malas ke sekolah. Sekalian ngadem lah di sini, ada Wifinya pula. Lo kalau mau tidur ya tidur aja, ga napsu Gue sama Lo," ujar anak itu yang langsung berdiri dan berjalan ke arah kasur Luna.
"Eh Radith, Lo ngapain???? Lo jangan macam - macam ya Dith. Gue masih suci, masih polos, Gue gak siap Dith," ujar Luna yang membuat Radith menengok dan terdiam beberapa saat, lalu dia kembali ke kasur dan meraih ponsel yang tadi dilemparkan oleh Luna.
"Gue cuma mau ambil ponsel, otak Lo gak usah mesum gitu bisa ga? Gue udah bilang, Gue ga napsu sama Lo. Gue cuma numpang ngadem di sini, Lo tidur dan anggap Gue ga ada. Gue ga akan maling kok," ujar Radith yang membuat Luna berdecak kesal.
Namun berbeda dengan Luna, gadis itu tak bisa biasa saja, dia terus bergerak gelisah dan mengintip apa yang sedang dilakukan Radith dari selimutnya, yang Luna dapati hanya Radith yang masih memainkan permainan di ponselnya.
"Berasa tinggal sana suami sendiri Gue. Astaga Luna, ngawur Lo mikirnya. Aduh, mana ganteng banget lagi."
Luna terus bergumam sampai akhirnya dia lelah dan memejamkan matanya.
Tanpa Luna tahu, satu satunya lelaki di sana tersenyum karna dia tahu semua yang dilakukan Luna, namun dia bersikap seolah dia tak tahu.
"Lo pasti udah gila Dith." gumam lelaki itu pelan agar Luna tak mendengar meski gadis itu sudah tertidur pulas.
*
*
*
*
Authornya lagi rindu sama RADITH x LUNA, jadi hari ini mau up moment khusus mereka.
walau sedikit, semoga bisa mengobati rindu yang ada.
wkwkwkwk
Love,
Eliz