
" Maksudnya apa kak?" tanya Luna dengan bingung dan wajah yang cengo, ekspresi yang sesuai harapan Darrel. Lelaki itu menggenggam tangan Luna erat dan mengajak Luna untuk berjalan ke panggung utama dimana pembawa acara pun sampai bingung dibuatanya. Fera? Jangan ditanya lagi, gadis itu sudah menangis dan melemas seketika.
" Aku mau kamu kembali jadi tunangan aku, mengakhiri segala kesalah pahaman yang terjadi. Aku mau kamu yang temani aku dan jadi calon istri aku, kamu mau kan? Sekarang aku lamarnya secara resmi loh gak kayak waktu itu, hehehe," ujar Darrel menoel hidung mancung Luna, membuat gadis itu semakin bingung dan gelisah, bagaimana mungkin Darrel melakukan hal sejahat ini? Melamar orang lain dihadapan calon tunangannya.
" Kak Darrel gila, mana mungkin Luna jadi tunangan kak Darrel? Harusnya disini tuh yang tunangan kak Darrel sama Fera, gimana sih kak?" tanya Luna dengan sebal, gadis itu berusaha melepaskan genggaman tangan Darrel, namun lelaki itu menggeleng dan memperat genggaman tangan itu.
" Kamu yang lebih pantas untuk jadi tunangan aku, aku mau kamu yang jadi tunangan aku. apalagi gadis kayak Fera, aku gak akan kasih hati aku buat dia Lun," ujar Darrel tanpa sungkan sedikitpun meski dia tahu kebanyakan tamu undangan adalah kolega dari kedua belah pihak. Tentu ayah Fera sudah memerah karna marah dan menahan emosinya.
" Maksud kak Darrel apa?" tanya Luna dengan bingung. Suasana tetap hening dengan bisik – bisik yang dapat dilihat dengan jelas oleh Darrel. Lelaki itu memberi kode dan suasana menjadi redup, tiba - tiba ada sebuah layar turun dan menampilkan sebuah Video yang tak asing lagi bagi Darrel, Dara, Angga dan Fera sendiri.
Fera melotot melihat cuplikan Video tersebut. Dia langsung menggeleng keras dan tak menghentikan tangisnya.
" Itu gak bener, itu Video bohong, itu, itu semua diedit, itu bukan aku Rel, kamu percaya sama aku ya, aku dijebak, itu Video editan, aku mohon percaya sama aku ya Rel."
" Editan? Hmmm iya ya bisa jadi itu editan," ujar Darrel tampak berpikir yang membuat Fera berbinar, gadis itu mengangguk penuh harap dan berharap Darrel percaya padanya, Darrel tersenyum miring dan memberikan kode lagi untuk kejutan selanjutnya.
" Dia juga editan Fer?" tanya Darrel dengan wajah mengejek dan menunjuk ke arah dimana seorang pria berjalan ke arah mereka dengan wajah yakinnya, dia menghampiri Fera yang membuat Fera langsung marah dan berteriak.
" Lo ngapain ada disini sih Do? Gue udah bilang gak usah ganggu gue lagi," ujar Fera dengan nada keras dan tinggi, membuat Darrel tersenyum karna Fera masuk ke dalam jebakannya. Gadis itu tampak panik dan tampak menatap ke arah lain.
" Jadi, Lo kenal sama dia Fer? Dia siapa? Kenalin Boleh dong ke kita semua?" tanya Darrel yang sengaja menyindir Fera agar gadis itu mau mengaku. Fera tampak menghindari tatapan Darrel dan berusaha menatap ke arah lain gadis itu menggeleng cepat sebagai jawaban. Hanya bisa menggeleng tanpa melakukan hal lain.
" Fer, Lo tahu kan gue sayang banget sama Lo? Lo bilang mau capai cita – cita Lo disini, tapi kenapa Lo malah mau tunangan sama orang lain? Gue sayang banget sama Lo dan bahkan Lo juga sayang kan sama gue? Nyatanya Lo mau kasih kehormatan itu ke gue."
" ENGGAK! Gue gak sayang sama Lo! Dan gue gak bohong, gue emang mau raih cita - cita gue, dan cita cita gue itu Darrel, bukan Lo! Kenapa Lo bisa sampai kesini sih?" tanya Fera dengan galak dan ketus. Nampak sudah sifat aslinya yang jauh dari kata kalem dan tenang.
Darrel, Angga dan Dara tersenyum puas menyaksikan wajah terkejut dan panik yang ditunjukkan oleh gadis bernama Fera itu. Kala itu….
Dara dan Angga sudah masuk ke dalam mobil, Darrel dengan frustasi hendak masuk ke dalam mobil, namun saat dia sudah memegang gagang pintu mobil, dia terdiam dan menarik napasnya berkali – kali. Menenangka pikirannya dan mencari ide agar bisa amembujuk Aldo untuk ikut dengan mereka. Mereka sudah datang jauh ke kota ini, tak mungkin mereka datang dengan tangan kosong.
Lelaki itu langsung menjauh dari mobil dan berjalan lagi ke arah rumah Aldo. Lelaki itu memencet bel beberapa kali dan berusaha membuat Aldo keluar dari rumah itu.
" Lo apa apan sih Rel? Lo gak ada kapok udah diusir sama dia? Udahlah kita coba kesini lagi lain kali, kita pulang dulu atau cari hotel dekat sini," teriak Angga pada Darrel dari dalam mobil, namun lelaki itu tak menghiraukan Angga dan terus memencet bel rumah Aldo beberapa kali.
" ALDO! AKHIR MINGGU INI GUE BAKAL TUNANGAN SAMA FERA, GUE TAHU LO SAYANG SAMA DIA! LO MAU LIHAT ORANG YANG LO SAYANG MALAH TUNANGAN DAN NIKAH SAMA ORANG LAIN?!" seru Darrel setelah memencet bel rumah beberapa kali tak berhasil membuat Aldo keluar dari dalam rumah itu.
" GUE UDAH TAHU APA YANG KALIAN PERNAH LAKUIN! GUE GAK AKAN ANCAM LO PAKAI HAL ITU! TAPI APA LO GAK KASIHAN SAMA FERA, SAMA CALON SUAMINYA DAN BAHKAN KASIHAN SAMA DIRI LO SENDIRI KALAU BIARIN FERA SAMA ORANG LAIN DISAAT LO TAHU APA YANG PERNAH KALIAN LAKUIN?" Teriak Darrel yang tak menyerah dan berusaha untuk membujuk Aldo dengan sisa ide yang dia miliki.
Baik Darrel maupun Angga dan Dara harap – harap cemas, jika rencana ini tak berhasil, mereka terpaksa memaksa Aldo dengan kasar, namun mereka tak mau melakukan itu dan tetap berharap Aldo mau diajak bekerja sama untuk kebaikan bersama.
" SEMUA BELUM TERLAMBAT DI! TAPI KALAU LO RAGU, SEMUA BAKAL TERLAMBAT, SEMUA AKAN KEHILANGAN KEBAHAGIAANNYA!" Seru Darrel yang sampai berteriak teriak dan memegang pagar dengan erat.
Tampak Aldo yang keluar dari dalam rumah dan berjalan ke arah mereka. Darrel tersenyum dan menghela napasnya untuk menetralkan suaranya, ternyata tidak enak harus berteriak – teriak seperti ini, hahaha.
" Serius kalian bakal tunangan? Lo gak lagi bohongin gue dan jebak Fera kan?" tanya Aldo dengan wajah yang menyelidik. Dia tidak bisa langsung percaya pada lelak iasing di depannya, namun mereka sudah mengetahui aib Aldo dan Fera, tentu saja Aldo tak bisa mengabaikan hal itu begitu saja.
" Gue beneran bakal tunangan sama dia, tapi gue gak mau karna gue pun punya orang yang bakal gue nikahi. Gue juga tahu Lo tulus sama dia dan kalian lakuin hal itu karna suka sama suka. Lo gak mau perjuangin cinta kalian gitu?" tanya Darrel dengan wajah yang meyakinkan. Aldo terdiam dan tidak bisa melakukan ataupun membantah lagi.
" Oke, gue percaya dan bakal ikutin rencana Lo, tapi gue mohon jangan sampai Fera terluka. Setelah itu gue bisa dekat sama Fera dan Lo bisa balik lagi sama orang yang Lo sayang."
" Well sebagai tanda terima kasih, ijinin gue buat kabulin satu permintaan apapun untuk masa depan Lo. Misal kayak modal usaha atau apa gitu?" tanya Darrel dengan senyum yang merekah.
" itu urusan gampang, sekarang tinggal Lo kasih tahu ide Lo dan kita susun rencana untuk kasih pacar gue sedikit pelajaran hidup biar dia bisa sedikit berubah di kemudian hari," ujar Aldo dengan serius dan membuka pagar rumahnya agar Darrel dan yang ;ain bisa masuk ke dalam rumahnya.
" Sorry rumah gue kecil, gue bukan orang kaya, mungkin karna itu Fera gak mau sama gue, hahaha," ujar Aldo sambil menyajikan minuman untuk Darrel, Dara dan Angga.
" Santai aja bro, gak perlu kayak gitu, dan untuk masalah Fera, gua janji sama Lo ke depannya gue bakal bikin Lo jadi orang sukses, gue gak jamin Lo sukses sih, tapi gue bakal bantuin Lo, tinggal gimana usaha Lo buat jadi suskes itu sendiri," ujar Darrel dengan riang, bahkan Dara sampai ilfeel sendiri melihat Darrel.
" Hahahaha, gue gak minta sampai segitunya, yang penting Fera bisa tahu kalau gue beneran sayang sama dia, itu udah cukup buat gue, ujar Aldo yang membuat Angga bertepuk tangan salut atas kebijaksaaan yang Aldo miliki.
" Kalau gue jadi Lo nih ya do, gue bakal minta seratus persen saham Darrel, auto jadi owner kan Lo? Kan Darrel udah janji mau kasih apapun, ye kan? Lo mah gak bisa memanfaatkan keadaan," ujar Angga tak tahu malu yang membuat Darrel memukul kepala lelaki itu pelan.
" untung gue tawarinnya ke Aldo bukan ke Lo, bangkrut gue kalau ke Lo," ujar Darrel terkekeh dan meminum air yang disajikan oleh Aldo. Mereka langsung memasang wajah serius untuk membahasa rencana yang mungkin memang menjebak Fera, namun tak akan sampai melukai gadis itu.
" Gimana Fer? Lo masih gak bisa lihat se dalam apa Aldo sayang sama Lo? Harusnya Lo bersyukur ada orang yang bener – bener sayang sama Lo, tapi Lo malah pilih orang lain buat jadi pasangan Lo," ujar Darrel yang berusaha menyadarkan Fera, meski tanpa sadar perkataannya juga menampar Luna yang sama saja seperti Fera.
" Ini semua karna Lo!" seru Fera galak dan mengulurkan tangan untuk menjambak Luna, namun tangannya dicekal kuat oleh Aldo, membuat Fera menatap Aldo dengan sebal dan menepis tangan Aldo. Gadis itu mengeluarkan kalung liontin yang terdapat cincin pula di dalamnya.
" Lihat, bahkan kalung dan cincin ini udah ada di gue, ini tanda kalau Darrel memang diciptakan buat gue dan bukan buat Lo, kenapa Lo masih hadir dan ganggu hidup kami? Lo itu benalu! Kalau gak ada Lo, Darrel pasti masih cinta sama gue, Darrel gak mungkin berpaling!" seru Fera dengan keras, Luna tak berkutik dan tak menjawab apapaun, dia tak mau terseret dalam masalah ini.
" Fer, Kenapa Lo kayak gini sih? Kenapa Lo jauh lebih pilih Darrel dibanding gue? Gue tulus sama Lo, dan gue sayang banget sama Lo Fer," ujar Aldo yang berusaha menggenggam tangan Fera, namun Fera masih saja menepis tangan Aldo dan mendorong Aldo agar menjauh darinya.
" Darrel milyader dan Lo miskin! Gue emng suka sama Lo, tapi gue sadar kalau gue gak bisa hidup miskin sama Lo, dan gue yakin kalau Darrel jodoh gue. Kami sederajat, dan Darrel cinta pertama gue, sebelum Lo hadir dan rusak semuanya!" seru Fera yang membuat Aldo terkejut, tak menyangka bahwa uang adalah alasan Fera berubah padanya.
" Gue bakal berusaha jadi orang suskes, bahkan lebih sukss dari Darrel, Lo mau kan tunggu sebentar aja Fer? Gue mohon jangan siksa diri Lo sendiri dengan maksain hubungan ini, Darrel cinta sama Luna Fer, Lo harusnya sadar, tahu diri dan mundur sendiri, lihat disini Fer, gue selalu siap buat jadi penopang di hidup Lo," ujar Aldo yang berusaha menyadarkan Fera dengan keputusannya yang salah.
" CUKUP!!!" Mereka semua menengok ke arah sumber suasa dimana papa Fera sudah berjalan mendekat dan mengarah langsung ke Darrel yang masih terdiam menunggu apa yang akan lelaki itu lakukan.
~ plaaakk
" Berani sekali kau baj*ngan kecil mempermalukan aku seperti ini, tidak kah kau thu bahwa papa mu sudah diambang kebangkrutan dan dia sangat bergantung padaku? Kau pikir kau siapa hah?!" seru papa Fera di depan umum, Darrel langsung mengepalkan tangannya dan menatap lelaki di dpeannya dengan emosi.
Darrel berusaha menjaga emosinya karna dia masih sadar dan masih ingat bahwa pria di depannya jauh lebih tua dari dirinya, dia harus menjaga sikap dan intonasi bicaranya agar tidak dianggap sebagai anak durhaka.
" Maaf pak, tapi seharusnya bapak tanya sendiri ke anak bapak kenapa saya tidak suka lagi dengannya, dan dia sendiri yang memutuskan secara sepihak untuk melanjutkan pertunangan ini meski dia tahu dia tak pantas untuk keluarga Atmaja. Untuk masalah keluarga Atmaja yang diambang kebangkrutan, terimakasih karna Anda sudah peduli pada kami, tapi saya rasa anda salah paham."
Darrel tersenyum ramah dan menatap ke arah papanya yang menatapnya dengan bangga, memang tidak salah dia percaya pada anaknya sejak awal dan merencanakan ini semua. Darrel yang bersikeras untuk menolak perjodohan ini berjanji untuk mencari pengganti penanam saham selain keluarga Fera.
" saya sudah mendapatkan penanam saham dengan jumlah yang jauh lebih besar dan jauh lebih menjamin dibandingkan dengan saham yang anda tawarkan. Satu lagi, sepertinya anda terllau percaya diri dengan kekayaan yang anda dapatkan selama ini hingga anda lupa dengan pajak negara yang sudah entah berapa tahun tidak anda bayarkan."
" Jangan memfitnah kamu! Saya selalu tepat bayar pajak dan saya tidak pernah melakukan hal yang sehina itu!" seru papa Fera dengan wajah yang galak, namun dari gelagatnya tampak sekali dia ketakutan akan sesuatu yang sudah berusaha dia tutupi. Darrel mengangkat tangannya untuk memanggil segerombolan orang berpakaian serba hitam mendekat.
" Pak, silakan tunjukan bukti penggelapan uang negara yang dilakukan oleh beliau dan bawa beliau pergi dari hadapan saya segera," ujar Darrel dengan tegas dan galak. Mereka mengeluarkan berkas yang menunjukkan bahwa papa Fera memiliki banyak perusahaan gelap yang memang tidak pernah membayarkan pajaknya, hanya perusahaan inti saja yang membyar pajak, tentu hal ini sangat merugikan negara.
Papa Fera dibawa oleh orang – orang itu sementara Fera langsung terduduk dan tak menyangka semua datang secara tiba – tiba. Bahkan dalam sekejap dia berubah miskin karna dia tahu bahwa smeua set milik papanya akan disita untuk menutup semua kerugian negara karna perbuatan papanya. Gadis itu termangu dan tak melakukan appaun lagi.
Pandangan dan pikirannya kosong, entah dia harus berbuat apa setelah ini, yang jelas dia tak mau menjadi miskin begitu saja, dia tak mau harus menjalani hidup susah karna sejak lahir dia memiliki segalanya.
" Fer, masih ada gue, gue yang bakal berusaha buat ngurusin Lo, gue yang bakal jagain Lo, percaya sama gue ya?" ujar Aldo yang terduduk dan memeluk Fera yang tak menjawab apapun.
Fera hanya menangis di bahu Aldo, bahu yang tanpa sadar membuat Fera merasa nyaman dan aman.
*
*
*
Hello Hai kalian semua yang masih stay sampai part iniiiii
Terimakasih yaaaaaa
mohon untuk kritik, saran dan dukungannya.
Jangan lupa untuk mampir ke lapak aku yang lain
Adella
T(w)o : Heart
Ex lover
Miss galak, I Love you
I Luffy duffy all of you
salam,
Eliz