
" Lo udah siap banget nih Lo bakal nikah besok? Gue gak nyangka Lo malah nikah duluan ****, gue kira Adel yang bakal nikah duluan karna dia paling tua diantara kita," ujar Luna yang sudah heboh dengan Key yang sudah tak bisa tidur lagi. Luna sengaja memeca keheningan karna Adel yang sibuk dengan ponselnya, Lucy yang sudah setengah tertidur tak membantu Key untuk menghilangkan groginya.
" Heh, jangan ngomong seolah gue jauh lebih tua dari Lo pada. Gue sama Lo juga beda Cuma satu bulan Lun," ujar Adel dengan kesal, dia tidak suka jika dia dianggap yang paling tua, kenyataannya dia kan masih imut ( yah, setidaknya itulah yang dipercaya oleh Adel). Luna langsung menyengir mendengar protes itu.
" Kalian besok malam datang semua kan ke resepsinya? Gak usah gue kasih undangan pasti datang kan? Pagi nanti temenin gue buat pemberkatannya, mau kan? Gilak, gue grogi banget, kalau gue salah ngucap sumpahnya gimana?" tanya Key yang membuat Luna mengerutkan keningnya.
" Lah kan Lo baca Key, gak mungkin salah lah, orang ada contekannya. Mending Lo sekarang tidur karna gak lucu kalau besok Lo pemberkatan dengan kantong mata yang menghitam, gak banget deh," ujar Luna yang membuat Key menatap Luna dengan sebal.
" Gimana gue bisa tidur kalau gue deg deg an kayak gini Lun? Lo mah gak ngerasain jadi gue," ujar Keyla yang membuat Luna memutar bola matanya. Key terlalu berlebihan, meski dia paham mengapa Key sampai segugup itu, ini pertama kalinya dia menikah ( ah, semoga saja menjadi yang terakhir pula).
" Ya kalau Lo gak deg deg an, jantung Lo berhenti berdetak, itu artinya Lo udah tewas. Masak gitu aja gak ngerti. Dah lah, Lo tidur sekarang, kalau gak gue pulang aja," ujar Luna mengancam, namun dia malah mendapat dukungan dari Lucy dan Adel yang sudah mengantuk tapi tak bisa tidur karna Key belum tertidur.
Keesokan harinya. Entah siapa yang pengantin di sini, Luna tampak sibuk merias dirinya agar 'pantas' hadir dalam pemberkatan pernikahan yang dilakukan oleh Keyla. Mereka bersiap dengan Adel, Lucy dan Luna memakai baju yang sama persis, sementara Key tampak gemerlap dengan gaunnya yang dia pesan khusus untuk acara hari ini.
" George udah siap? Jangan bilang kayak di film – film dia kbur karna gak mau nikah, eh malah kawin lari sama yang lain. Hahaha," ujar Adel yang membuat Key panik, dia kira hal itu akan sungguh terjadi, padahal George sendiri sedang didandani di lantai bawah, sengaja mereka tak dipertemukan agar saling kagum saat nanti mereka bertemu.
" Gak usah dengerin Adel ngomong, anggap aja dia Cuma polusi suara. Mending sekarang Lo fokus dan berdoa semua lancar, gue masih excited banget Lo akhirnya nikah duluan," ujar Luna yang akhirnya menyelesaikan riasan simplenya. Gadis itu langsung berdiri di belakang Keyla yang tampak sekali tegang dan gugup, membuat Luna menepuk pundak Key dengan pelan.
" Gue yakin semua akan lancar, semoga Lo selalu bahagia sampai maut yang memisahkan. Akhirnya Lo ketemu sama orang yang bakal bareng sama Lo sampai tua, gak gonta – ganti pacar lagi. Gue bangga sama Lo," ujar Luna pelan dan meletakkan kepalanya di pundak Keyla.
" Makasih ya, makasih karna Lo dan kalian semua selalu support gue apapun yang terjadi, gue bahagia banget bisa ketemu dan bersahabat sama kalian semua. Gue bahagia dan bersyukur untuk hal itu," ujar Keyla yang membuat Adel dan Lucy mendekat dan memeluk Keyla bersama – sama.
" Selamanya kayak gini ya, gak peduli apapun yang terjadi, kita harus tetap jadi sahabat. Gue sayang sama kalian walau kalian bobrok sampai ke tulang," ujar Adel yang membuat mereka terkekeh dan menghapus air mata yang sudah hampir menetes. Mereka tak boleh menangis di hari bahagia ini, mereka harus tersenyum agar Keyla berkonsentrasi dengan janji sucinya.
" Kita berangkat sekarang? Keyla sudah siap? Pemberkatannya mulai sebentar lagi loh," ujar seseorang yang membantu jalannya pernikahan ini. Mereka menganggukkan kepala dan beriringan menuju mobil sementara George sudah berangkat duluan ke tempat pemberkatan agar tidak bertemu Keyla. Mereka mengobrol ringan selama perjalanan agar Keyla tak begitu memikirkan apa yang akan terjadi.
Saat mereka sudah sampai, Adel, Luna dan Lucy langsung mencari tempat duduk yang kosong, sementara Keyla menunggu di pintu depan dan menunggu ayahnya datang untuk menjemputnya. Keyla dan ayahnya berjalan pelan menuju altar pernikahan. Banyak mata yang memandang haru, terutama ibu Keyla yang tak menyangka putrinya akan menikah cepat.
Sementara itu George tak henti tersenyum menataap calon istrinya yang sangat cantik hari ini. Dia pun tak menyangka pada akhirnya Keyla ah yang menjadi istrinya setelah pertemuan mereka yang tak disengaja, hubungan mereka yang sering renggang dan bahkan LDR berbeda negara, namun jika sudah bicara jodoh, siapa yang tahu?
George mengulurkan tangannya pada Keyla, Keyla melepas tangan ayahnya dan menggapai tangan George untuk melihat pastor yang juga tersenyum melihat mereka. Ayah Keyla kembali ke tempat duduknya, menyaksikan jalannya upacara pemberkatan anaknya. Sampailah mereka di bagian pengucapan janji suci.
" Di hadapan imam dan para saksi, saya Georgino Abraham Lincoln memilih engkau Keyla Charissa Amanda menjadi istri saya. Saya berjanji setia kepadamu dalam untung dan malang, di waktu sehat dan sakit, dan saya mau mencintai engkau seumur hidup saya." Keyla menatap calon suaminya itu dengan mata yang berkaca – kaca.
George mengatakan sumpah pernikahan itu dengan lantang dan tegas, meski nada bicaranya belepotan karna dia baru belajar mengucapkan janji pernikahan dalam bahasa Indonesia. Sebenarnya dia bisa saja memilih untuk mendengarkan Pastor membacakan janji dan dia menjawab ' saya bersedia' namun pasti rasanya berbeda. Dia ingin mengucapkan janji itu sendiri.
" Di hadapan imam dan para saksi, saya Keyla Charissa Amanda memilih engkau Georgino Abraham Lincoln menjadi suami saya. Saya berjanji setia kepadamu dalam untung dan malang, di waktu sehat dan sakit, dan saya mau mencintai engkau seumur hidup saya." Keyla akhirnya bisa menyelesaikan janji itu meski tersendat karna tangisnya sendiri.
Di kursi hadirin, Luna dan teman – teman Keyla sudah menangis tanpa suara. Mereka menangis bahagia melihat Keyla yang akhirnya sudah resmi menikah. Mereka mulai memasangkan cincin di jari masing – masing, dan mengikuti prosesi pemberkatan ini sampai selesai. Mereka melanjutkan acara dengan berfoto sebagai dokumentasi hari bahagia ini. Tak ada kesedihan dalam momen ini, mereka sungguh bahagia.
" Selamat ya Keyla, kebahagiaan Lo lengkap banget mulai dari sekarang. Lo punya suami yang cakep, dan Lo langsung dikasih kepercayaan untuk seorang anak sama Tuhan, kalian semoga selalu bahagia ya, jagain Keyla ya George, maklumin kalau dia masih kayak anak – anak," ujar Luna pada George yang disambut anggukan kepala oleh lelaki itu.
" Emang kamu paham Luna ngomong apaan?" tanya Key dengan wajah menantang ke arah suami barunya itu. George menyengir dan menggelengkan kepalanya. Dia hanya beberapa kali datang ke Indonesia, dia tak bisa berkomunikasi dengan baik jika menggunakan bahasa Indonesia, dia hanya mengerti sedikit – sedikit.
" Yah Intinya, I hope for your Happiness, Both of you," ujar Luna yang membuat George tersenyum lebar dan mengangguk, tak lupa mengucapkan terima kasih. Mereka melewati pagi itu dengan senyum gembira, mereka langsung menuju ke gedung perayaan pernikahan, mereka mengundang teman – tean mereka untuk siang ini, dan nanti malam baru kolega – kolega penting dan keluarga dekat mereka.
" Lo gak pernah datang ke resepsi pernikahan atau gimana sih? Kayak gak pernah makan enak aja Lo, norak, hahaha," ujar Adel yang geli mendengar perkataan Luna. Mereka kembali menyantap makanan yang disediakan dengan penuh nikmat. Mereka melihat aura Keyla yang penuh kebahagiaan, akhirnya salah satu dari mereka sudah menemukan pangerannya.
"Eh, Lo nanti malam datang sama siapa?" tanya Lucy pada Adel dan Luna. Adel tentu langsung menajwab dia akan pergi dengan Rafadan Luna masih belum tahu dia akan pergi dengan siapa. Tak mungkin juga dia pergi sendiri, dan tak mungkin dia mengajak Radith yang masih sakit.
" Eh bentar, ponsel gue bunyi," ujar Luna yang langsung mengambil ponselnya dan melihat Darrel sudah menelponnya. Lelaki itu akhirnya ingat jika dia memiliki kekasih dan kahirnya menelpon Luna setelah beberapa lama tidak menelpon Luna. Gadis itu langsung keluar dari gedung agar tidak berisik dan menjawab panggilan tersebut.
" Kamu ada dimana? Kenapa dari malam belum pulang?" tanya Darrel yang membuat Luna bingung.
" Kak Darrel tahu dari mana Luna belum pulang? Luna nginap di rumah Keyla, hari ini dia menikah, jadi tadi malam Luna temenin dia di rumahnya. Sekarang Luna lagi di acara resepsinya, terus nanti malam diundang lagi di acara resepsi yang khusus keluarga," ujar Luna panjang lebar menjelaskan pada lelaki itu.
" Astaga, aku udah nunggu dari kemarin di rumah, aku sampai tidur di sofa nungguin kamu pulang, ternyata kamu malah nginap di rumah Keyla. Badan aku sakit semua nih karna tidur di sofa," ujar Darrel yang membuat Luna mematung untuk sejenak.
" Kak Darrel udah di rumah? Udah di Indonesia? Kenapa gak kasih kabar?" tanya Luna dengan heboh. Gadis itu tak menyangka Darrel sudah sampai ke rumahnya dengan cepat, biasanya lelaki itu membutuhkan waktu paling tidak satu bulan jika pergi ke luar negeri.
" Ya kan aku niatnya mau kasih kamu kejutan, mana tahu kalau kamu ada acara. Ya udah kalau udah selesai langsung pulang ya, aku tunggu. Ah iya, aku numpang mandi, belum mandi sejak dua hari," ujar Darrel yang membuat Luna kembali heboh.
" Iiihh, ganteng – ganteng jorok. Luna pulang sekarang aja," ujar Luna yang langsung mematikan sambungan telpon. Gadis itu langsung masuk dan pamit pada semua orang yang ada di sana sebelum akhirnya pulang ke rumahnya diantar oleh supirnya. Gadis itu tak sabar untuk bertemu Darrel.
Setelah sampai di rumahnya, gadis itu langsung berjalan ke lantai dua karna yakin Darrel akan meminjam salah satu kamar Jordan untuk mandi. Dia membuka salah satu kamar yang biasa dipakai Darrel jika menginap. Untung saja sidik jari Luna bisa mengakses semua ruang yang ada di rumah ini hingga dia tak memerlukan kunci.
Luna masuk tanpa mengetuk, langsung mencari keberadaan Darrel yang entah dimana. Gadis itu langsung mendengar suara shower dari dalam kamar mandi, Luna langsung tahu jika yang ada di dalam sana adalah Darrel, Luna akhirnya menunggu saja di sofa.
Tak lama kemudian Darrel keluar dali dalam kamar mandi hanya menggunakan handuk sebatas lutut, sementara rambutnya yang bahah dia keringkan dengan handuk kering. Lelaki itu kaget dengan kehadiran Luna, namun gadis itu tak menyadari keberadaannya, membuatnya berjalan mengendap ke arah lemari karna dia lupa membawa baju.
" Kak Darrel, AAAAAAAAAAAAAAAAAA." Benar saja. Luna langsung berteriak dan menutup wajahnya saat dia mendengar suara pintu lemari yang dibuka dan melihat Darrel yang hanya menggunakan handuk membuat Darrel langsung panik dan menutupi tubuhnya dengan pintu lemari, hanya kepalanya yang melihat ke arah Luna.
" Kamu kenapa masuk ke kamar orang gak bilang – bilang sih?" tanya Darrel dengan panik, dia memang senang menggoda Luna, namun jika dia masih mengenakan celana, sedangkan sekarang yak ada sesuatu yang melindunginya jika handuk ini terlepas, dia tak mengenakan apapun lagi dibalik handuk ini.
" Ini kan rumah Luna. Luna punya akses ke semua ruang! Kak Darrel mau mesum ya? Kenapa gak pakai baju dari dalam kamar mandi sih? Kan ada lemari kecilnya di dalam kamar mandi!" pekik Luna yang masih menutupi wajahnya. Dia bisa merasakan pipinya memanas karna malu. Dia sempat melihat bagian atas tubuh Darrel dan itu sangat indah.
" Ya, ya aku lupa bawa bajunya. Udah, kamu tutup mata dulu, aku mau ambil baju dulu," ujar Darrel yang dituruti oleh Luna. Lelaki itu langsung mengambil celana sekaligus celana dalamnya dan berlari ke kamar mandi untuk memakainya. Darrel keluar dari dalam kamar dan mengatakan dia sudah mengenakan pakaian.
Luna membuka matanya dan menatap ke arah Darrel. Wajah gadis itu kembali memerah, bahkan kini bertambah merah karna dia melihat dada bidang, perut yang berkotak enam, serta rambut basah khas seseorang baru saja keramas, siapa yang tak tergoda dengan pemandangan seindah ini? Astaga, Luna juga perempuan normal yang akan ngiler melihat pemandangan ini.
" Kedip sayang, mata kamu gak panas melongo kayak gitu?" tanya Darrel dengan geli yang membuyarkan lamunan Luna. Gadis itu langsung menutup mukanya dengan tangan, membuat Darrel menjadi gemas melihat gadis itu.
" Ke.. kenapa gak pakai baju sekalian? Kan.. kan Lu.. Luna jadi malu. Pakai baju dulu ih," ujar Luna yang sudah tergagap. Darrel tertawa mendengar Luna.
" Iya ini mau pakai baju, sengaja mau kasih rejeki dulu ke pacar aku, udah lama gak lihat abs di dunia nyata," ujar Darrel dengan geli.
" KAK DARREL!"
" Hahahahahhaha."