
' Lunetta, ke kamar kak Key sekarang ya.'
Dengan mata yang masih tertutup, Lunetta membaca pesan yang menganggu paginya. Gadis itu langsung bangun dan meregangkan tubuhnya. Gadis itu menguap dengan lebar dan menggaruk kepalanya sambil berdecak. Dia baru saja ingin menikmati paginya dengan bermimpi indah, namun notifikasi khusus untuk pesan Key membangunkannya.
" Kenapa kak Key? Lunetta masih ngantuk banget kak," ujar Luna yang sudah membuka kamar Keysha. Wanita itu sudah rapi dengan pakaiannya dan bahkan sudah bermake up. Padahal semalam dia tidak menjanjikan apapun untuk mengajak Luna pergi. Namun mengapa sepagi ini Keysha sudah akan pergi? Luna bahkan masih harus membuka sebelah matanya karna masih sangat mengantuk.
Salahnya karna dia begadang untuk menyelesaikan delapan episode drakor yang baru saja dia lihat iklannya di salah sattu aplikasi yang ada di ponselnya. Dia bahkan baru bisa memejamkan matanya saat waktu menunjukkan pukul empat pagi. Itu artinya dia baru tertidur selama tiga jam. Luna snagat mengantuk, sangat lelah dan snagat ingin beristirahat kembali.
" Selamat pagi." Luna langsung menoleh kaget dan terpaku melihat sesosok manusia yang sudah berdiri di depannya. Luna reflek berlari ke arah Keysha dan menutupi tubuhnya dengan tubuh Keysha. Gadis itu hanya menunjukkan kepalanya untuk melihat tamu yang entah mengapa sudah datang ke rumahnya.
Luna merasa malu karna dia hanya memakai celana super pendek dan baju crop tee yang cukup tinggi sehingga perut dan pusarnya sangat terekspos. Bahkan baju yang dia gunakan berlengan buntung, menampakkan lengan indahnya yang putih dan bersih. Wajar saja, Luna kan baru tersadar dari tidurnya. Dia mengira Keysha ingin sesuatu, tak menyangka Darrel datang ke rumahnya.
" Kakak yang telpon dia. Tiba – tiba kakak pengen jalan – jalan, kakak pengen Darrel yang temenin, tapi kan gak mungkin kami berdua, nanti abang kamu ngamuk. Jadi kakak ngajak kamu. Kamu kenapa sih, risih ih," ujar Keysha yang menggoyangkan badannya ke kiri dan kanan karna Luna berpegangan pada pinggangnya, membuat dia merasakan geli.
" Kak Key yang telpon kak Darrel? Jangan bilang kak Key ngidam pengen selingkuh sama pacar Lunetta? Kak Key keterlaluan ih," ujar Luna dengan nada kesal. Gadis itu masih tak mau menunjukkan tubuhnya di hadapan Darrel, lelaki itu hanya tersenyum melihat Luna yang tampak menggemaskan.
" Kamu kenapa sih ngumpet gitu? Gak usah malu sih, kan pada akhirnya aku bakal lihat semua," ujar Darrel menaikkan sebelah alisnya. Luna langsung melotot mendengar hal itu. Gadis itu bahkan mendorong pelan Key agar tidak di depan pintu dan menutup pintu kamar Keysha rapat – rapat.
" Nah kan malah marah tuh anak. Lo sih Rel, udah tahu Luna tuh badan aja gede, tapi pikiran masih anak TK, Malah Lo goda kayak gitu, gak tanggung jawab gue, Lo bujuk sendiri. Pokoknya gue mau setengah jam lagi kita berangkat jalan," ujar Keysha mengangkat bahunya dan berjalan ke arrah dapur.
" sayang? Sayang aku gak maksud bikin kamu gak nyaman ih, aku kan Cuma bercanda. Gak usah marah gitu dong sama aku," ujar Darrel sambil mengetuk pintu pelan, lelaki itu tak mau pertemuannya dengan Luna yang terbilang singkat akan diisi dengan hal seperti ini, dia tak mau itu terjadi.
" Dah lah, sana pergi aja sama kak Key. Kak Darrel juga ke sini gak ngabarin Luna dulu, malah bikin kaget Luna, nyebelin banget, sana ah, Luna jomblo, Luna gak punya pacar lagi," ujar Luna sedikit berteriak karna kesal. Darrel terkejut mendengar hal itu, namun dia segera tahu bahwa Luna hanya bercanda.
" Yakin jomblo? Ya udah kalau gitu aku mau ngabarin kalau besok aku udah balik ke Inggris dan gak bakal balik lagi ke Indonesia. Kamu marah banget kan dari aku? jadi aku gak bakal ganggu kamu lagi, biar kamu bahagia," ujar Darrel dengan nada sedih, namun dia tetap tertawa tanpa suara, dia menunggu respon gadisnya dari dalam sana.
" Coba kalau berani! Biar Luna gantung kepala di bawah kalau sampai berani kayak gitu," ujar Luna dengan kesal, membuat Darrel spontan tertawa mendengar respon di luar dugaannya. Lelaki itu meminta Luna untuk keluar dan ikut dia bersama Key agar dia tak salah paham atau berpikiran aneh tentang mereka.
" Ya udah kak Darrel keluar dulu, Luna malu dilihat kak Darrel. Sana ih ke dapur atau ke luar dulu, Luna mau mandi dulu," ujar Luna yang disetujui oleh Darrel. Lelaki itu berjalan ke dapur, mencari sesuatu yang bisa dimakan, seakan dia adalah tuan di rumah ini. Darrel duduk di samping Key yang sudah memotong pancake coklat dan memasukkannya ke dalam mulut.
" Tuan muda mau sarapan apa? Biar Chef siapkan segera," tawar chef yang ada di ruangan itu. Darrel langsung menunjuk ke arah pancake yang dimakan oleh Key dan meminta Chef untuk membuatkan satu untuknya. Chef tersebut langsung mengiyakan dan segera menyiapkan makanan untuk Darrel.
" Lo kok cakep banget sih? Kenapa coba Jordan gak secakep Lo? Coba kalau Jordan cakep begini, pasti betah bnaget gue mah," ujar Key yang membuat Darrel menengok kakget. Jordan sangatlah tampan, lelaki itu memiliki pesona yang kuat, membuat siapapun betah berada di dekatnya.
" Memang pancake ini ada alkoholnya ya kak? Kok kak Key mabok gitu sih habis makan pancake ini?" tanya Darrel dengan heran, Key berdecak dan melengos seketika, gadis itu kembali memakan pancake tanpa memandang ke arah Darrel lagi daripada moodnya berantakan dan anak yang dikandungnya merasa sedih.
" Luna udah siap. Eh tapi Luna mau sarapan dulu," ujar Luna yang bergabung dengan mereka dan meminta chef untuk membuatkan roti bakar untuknya. Dia tak mau makan makanan berat di pagi hari, hal itu akan membuat bentuk tubuh yang dia jaga menjadi tak bagus lagi. Meski Darrel tak pernah mempermasalahkan hal itu, Luna sendiri yang bersikaeras untuk menjaganya.
" Kamu tuh kalau makan gak usah kayak di hemat – hemat gitu. Keluarga Wilkinson gak mungkin bangkrut hanya dengan kamu makan banyak. Aku gak mau kamu nyiksa diri Cuma demi tubuh ideal, aku Cuma mau kamu sehat dan bahagia," ujar Darrel yang langsung meyuapkan pancake miliknya ke dalam mulut Luna.
" Kalian nyebelin banaget, aku bakal aduin ke Jordan," ujar Keysha yang langsung beranjak dari sana. Tentu saja hal itu membuat Darrel dan luna terkejut. Memang apa yang mereka lakukan smapai Keysha begitu marah pada mereka? Bahkan mereka sama sekali tak mengganggu Keysha. Atau justru karna itu Keysha merasa marah?
" Orang hamil gitu ya? Emosian banget, seram deh," ujar Luna bergidik ngeri. Gadis itu langsung memakan roti bakar yang sudah ada di hadapannya. Gadis itu lsrut dalam obrolan ringan bersama Darrel. Mereka berencana hadir dalam dies natalis sekolah mereka yang sebentar lagi dilaksanakan. Mereka terus mengobrol sampai ponsel Darrel berbunyi.
" Lo apapin bini gue sampai nangis – nangis waktu telpon gue? Kalau Lo di Indonesia malah bikin rusuh, gue kirim Lo ke alaska, mau Lo?" Darrel langsung menjauhkan ponselnya saat suara berat dan nyaring itu memekakan telinganya. Darrel langsung melihat ke arah Luna yang menatap Darrel.
Lelaki itu langsung mengubah panggilan ke mode loadspeaker agar Luna juga bisa mendengar suaranya. Luna mengangguk paham saat tahu Jordan yang menelpon Darrel, itu artinya Keysha benar – benar mengadukan mereka ke Jordan. Tapi tunggu, memang apa yang Keysha adukan di saat mereka tak melakukan hal yang salah?
" Memang kak Key bilang apa ke bang Jordan? Perasaan Darrel gak ngapa – ngapain deh kak," ujar Darrel yang diangguki oleh Luna. Gadis itu tak mengeluarkan suara agar Jordan tidak bertambah marah pada Darrel. Itu merupakan sirkulasi yang sudah umum ada di rumah ini.
Yah, Darrel takut pada Jordan yang memegang kendali atas karirnya, sementara Jordan takut pada Luna yang makin berani mengadu pada ayahnya, bahkan aduan yang tak masuk akal pun akan diterima oleh ayahnya dan ayahnya yang tua namun tetap menyebalkan itu tetap menghukumnya. Mungkin julukan anak badung pemberontak akan tetap melekat di diri Jordan di mata ayahnya.
" Lah? Bang Jordan yang tanggung jawab lah! Istri hamil bukannya dijagain malah ngurusin kerjaan yang gak ada habisnya. Sampai istrinya iri sama hubungan orang lain. Suami macam apa itu. Ish, ngeselin banget sih, udah ah, kami mau pergi jalan – jalan, bye." Luna langsung mematikan panggilan setelah puas mengomel.
" Habislah aku setelah ini pasti aku bakal diomelin sama bang Jordan. Kamu kenapa coba ngomong kayak tadi? Aturan mah kita dengar aja mau ngomong apa dia, nanti juga diem sendiri kan?" tanya Darrel yang memasukkan ponselnya lagi ke dalam kantong celananya. Luna yang melihat ponsel itu menonjol di celana Darrel jadi tak nyaman sendiri.
" Sini in ih ponselnya, taruh di tas Luna aja. Luna risih lihatnya," ujar Luna yang diangguki oleh Darrel, lelaki itu memberikan ponselnya pada Luna dan gadis itu menyimpan ponsel Darrel ke dalam tasnya. Mereka langsung membawa piring kotor ke wastafel dan berjalan ke ruang depan untuk menemui Key.
" Jadi pergi gak kak?" tanya Luna dengan santai yang diangguki oleh Key. Wanita itu langsung berjalan ke arah Darrel dan menggandeng tangan lelaki itu menuju mobil. Luna sampai melongo karna kelakuan Keysha yang tiba – tiba. Luna mengikuti mereka berdua dengan wajah ynag muram, dia tak bisa melawan Keysha apapun alasannya.
Mereka pergi ke pusat perbelanjaan agar Keysha tak terlalu lelah dan bisa mencuci matanya. Wanita itu tak pernh pergi ke tempat seperti ini untuk waktu yang lama. Wajar saja, dia hanya tidur di hotel atau rumah saat Jordan sibuk dengan pekerjaannya. Untuk turun dari kasur saja rasanya malas.
Untung saja tadi mereka sempat berlama – lama di jalan karna Keysha minta untuk diantar berkeliling melihat suasana ibu kota, hingga saat mereka sampai, hari sudah siang dan pusat perbelanjaan sudah dibuka. Mereka langsung melihat – lihat barang baru yang bagus, bahkan Luna membeli jam tangan baru setelah melihat model yang dia suka di salah satu toko yang ada di sana.
" Nonton film," ujar Keysha secara sepihak. Wanita itu menarik Darrel untuk masuk ke bioskop yang ada di tempat itu, sementara Luna masih mengikuti mereka dengan setia. Gadis itu seperti asisten atau sekretaris salah satu dari mereka karna dia bahkan tak berbicara dengan mereka sama sekali.
Hebatnya, Darrel tak merasa keberatan saat Keysha merangkul lengannya di hadapan Luna. Apakah sebenarnya lelaki itu menikmatinya? Atau bagaimana? Mengapa Luna terus memikirkan hal buruk tentang semua ini? Padahal alasan Darrel dan Keysha memintanya untuk ikut agar dia tak berpikir buruk, namun nyataya dia tak berhenti berpikiran buruk tentang hal ini.
Mereka akhirnya menonton film drama yang sama sekali tak disukai oleh Luna, bahkan Darrel sendiri tampak bosan selama menonton. Berbeda dengan Keysha yang serius melihat alur yang dia tonton. Apa itu karakter Keysha yang sebenarnya? Atau hal ini hanyalah bawaan bayi yang membuat karakter Keysha berubah? Entahlah, Luna makin pening jika memikirkannya.
Untung saja Luna tadi memohon agar Darrel di tengah saat Keysha tadi meminta dia berada di tengah. Karna dengan begitu, Darrel masih bisa berkomunikasi dengan Luna meski dengan sentuhan lembut di tangan Luna. Setidaknya hal itu bisa meghangatkan Luna dari suasana bioskop yang dingin.
" Tahu gak? Kita tuh kayak lagi selingkuh, nah pacar aku yang asli itu kak Keysha, kamu lihat deh dia," bisik Darrel yang meminta Luna mendekat karna dia tak bisa mendekat ke arah Luna mengingat posisi Keysha yang saat ini bersandar di pundaknya. Luna otomatis menengok ke arah Keysha dan berdecak.
" Untung banyak kau kak," ujar Luna yang memukul lengan Darrel, membuat lelaki itu tertawa kecil, namun segera menghentikan tawanya karna Keysha bergerak tak nyaman. Mereka kembali menonton film yang mulai menunjukkan klimak dengan tangan Darrel yang terus menggenggam Luna dan pundak Darrel yang dijadikan sandaran oleh Keysha.
Mereka keluar dari gedung bisokop dengan Keysha yang terus mengusap mata berairnya. Keysha benar – benar mendalami isi film dan tak henti meneteskan air matanya. Dia seakan bisa merasakan apa yang dialami para tokoh. Berbeda dengan Darrel dan Luna yang biasa saja saat keluar dari gedung bioskop.
" Sedih banget ya kan filmnya? Kak Key gak nyangka ceweknya setega itu sama si cowok, astaga, besok mau nonton seri 90 sama seri 91nya ah biar ngerti jalan ceritanya," ujar Keysha yang membuat Luna terheran. Ternyata wanita itu tak mengerti jalan ceritanya, tapi wanita itu bisa menangis dan mengatakan film yang dia tonton beralur sedih.
" Luna malah jadi sedih banget kak, uang lima puluh ribu terbuang buat nonton film begituan. Itu mah film ftv yang masuk layar lebar. Duh, sedihnya," ujar Luna yang berpura- pura mengusap matanya yang kering. Darrel bahkan terkekeh melihat tingkah Luna yang dia setujui. Mungkin memang selera orang berbeda – beda dan dia sendiri taak begitu menyukai film dengan genre drama.
" Ayo makan, kak Key lapar," ujar Keysha yang kembali menarik lengan Darrel, Luna yang sudah terbiasa dengan keadaan sejak pagi ini hanya mengikuti Keysha yaang ternyata mengajak mereka untuk pergi ke parkir mobil. Luna langsung menarik tangan Darrel yang satunya agar mereka berhenti melangkah.
" Kenapa gak makan di sini aja sih kak Key? Kan sama aja, daripada keluar terus masuk lagi? Katanya kak Key mau belanja?" tanya Luna yang dijawab jari telunjuk yang digoyangkan oleh Key. Wanita itu menggelengkan kepalanya dan menarik tangan Darrel agar berjalan lagi.
" makan di mall itu mahal, mencing cari makan di pinggir jalan. Murah meriah dan rasanya jauh lebih enak, gak ada pajaknya pula. Ayo, Kak Key tahu tempat makan yang enak," ajak Key yang membuat Luna terpaku beberapa saat sebelum berjalan lagi ke arah mobil mereka.
" Jadi kangen Radith," desis Luna dengan pelan agar Darrel tak mendengarnya.
*
*
*
Note : Luna kangen Radith guys, kalian kangen Radith atau enggak? Udah lama nih author gak munculin Radith. Betewe udah lama juga author gak up nih novel. Hehehe iritasi Author sembuh beberapa hari lalu, tapi habis itu Authornya demam sampai gak kuat bangun wkwkwk.
Kalian jaga kesehatan ya, karna menghadapi kenyataan itu butuh jiwa raga yang kuat. Jangan sampai badan kalian sakit, cukup hati aja yang sakit karna lihat dia dengan yang lain. ( HALAH BAPER)!
Karna ini tanggal 20, author harusnya Up sampai part 20 hari ini, tapi kayaknya gak sanggup, ya udah sedapetnya aja lah nanti, whehehehe. Laff laff.