
Luna menggulung rambutnya dengan asal dan mulai sibuk dengan panci yang ada di depannya. Sementara tak jauh dari tempatnya ada Keysha yang melihatnya dengan penuh senyum. Demi kakak iparnya itu, Luna harus bekerja keras setiap harinya. Kali ini Keysha ingin makan bubur ayam buatan Luna, padahal Luna tak bisa memasak apapun, bahkan air pun hangus bila dia yang masak.
Untung saja Luna bisa bertanya pada Chef. Chef tersbut memandunya dengan sabar dan perlahan, memberi tahu Luna apa yang harus gadis itu lakukan meski sebenarnya sia sia saja karna Luna berulang kali salah dan gagal dalam membuat bubur. Namun Keysha tak menyerah, dia hanya memberi Luna semangat dan menahan rasa laparnya.
" Kak Key, udah sih biar Chefnya aja yang masak. Ini sayang banget karna banyak kebuang kak, gosong terus kak. Ayolah, Luna udah pusing banget kak," ujar Luna memelas, namun gadis itu melihat perubahan wajah Keysha menjadi sedih, membuat gadis itu mengalah dan kembali sibuk dengan panci yang ada di depannya.
" AKHIRNYAAAA!!!" Luna berteriak lima belas menit kemudian saat bubur ayam karyanya selesai dan siap dihidangkan. Luna memberikan mangkok itu pada Keysha dan Keysha langsung melahapnya dengan minat. Wanita itu terus tersenyum dan memasukkan satu sendok besar bubur tersebut ke dalam mulutnya dan tersenyum lebar.
" Enak banget. Gak nyangka kalau terpaksa kamu bisa masak juga. Ini enak banget loh. Makasih ya Chef udah pandu Lunetta buat masak, gak sia – sia ternyata," ujar Keysha dengan bangga. Wanita itu menghabiskan satu mangkok penuh bubur enak tersebut, sekaligus memberikan apresiasi tinggi kepada Lunetta yang sudah bekerja keras untuknya.
" Serius kak? Enak? Kak Key suka? Astagaaa, Luna gak nyangka Luna bisa masak," ujar Luna dengan senang. Gadis itu juga tak lupa mengucapkan terima kasih pada Chef yang sabar menghadapinya mengomel sepanjang dia menyelesaikan makanan sederhana itu. Meski sederhana, Luna perlu kemampuan lebih untuk membuatnya.
" Darrel pasti bangga banget nih kalau kamu ternyata bisa masak kayak gini. Bagus, kamu harus belajar masak masakan lain biar Darrel makin cinta dan gak akan berpaling dari kamu," ujar Keysha yang membuat Luna berpikir. Apakah benar Darrel akan jauh ebih tertarik padanya saat dia sudah bisa memasak? Tapi kan standart Darrel pasti tinggi karna lelaki itu sangat pandai memasak.
" Iya Luna bakal pelan – pelan belajar masak lagi buat kak Darrel, Luna mau ke atas dulu ya kak, mau telpon kak Darrel, hehehe," ujar Luna yang langsung berlari ke kamarnya karna mendapaat ijin dari Keysha. Gadis itu tak sabar menceritakan harinya pada Darrel, lelaki itu pasti tak menyangka jika Luna bisa memasak juga.
Luna mencoba menghubungi Darrel berkali – kali, namun nomor ponsel lelaki itu sama sekali tak aktif. Luna mencoba lagi sampai akhirnya dia menyerah dan mengirim pesan pada lelaki itu untuk menelponnya jika ponselnya sudah aktif. Luna akhirnya turun lagi menemui Keysha dengan perasaan sedih sekaligus khawatir.
Darrel tak pernah mematikan ponselnya sesibuk apapun lelaki itu. Bahkan jika dia tak bisa menjawab panggilan Luna, setidaknya nomornya aktif dan lelaki itu langsung menghubungi Luna kembali saat sudah ada waktu luang. Apakah Darrel sangat sibuk sampai tak bisa menyalakan ponselnya? Semoga lelaki itu baik – baik saja.
" Loh, kamu gak jadi telpon Darrel? Kok cepat banget telponnya?" tanya Keysha sambil mengelus perutnya. Wanita itu mengambil toples yang ada di depannya dan mulai memakan isi dari toples tersebut. Sementara Luna langsung duduk di sebelah Keysha dan langsung menghela napasnya panjang. Gadis itu hendak mengambil makanan yang Keysha pegang, namun segera ditepis oleh Keysha.
" Kamu ambil sendiri yang lain, ini punya aku sendiri. Lagi gak pingin bagi – bagi," ujar Keysha dengan tegas dan dingin. Membuat Luna meringis dan menggelengkan kepalanya dramatis, gadis itu tak menyangka Keysha bisa sepelit itu dengannya.
" Dasar Bumil, bikin tambah sebel aja," ujar Luna pelan lalu bangkit berdiri, membuat Keysha merasa tak enak dan menarik gadids itu untuk duduk kembali, sekaligus menyuapi gadis itu dengan makanan yang dia pegang. Luna langsung mengunyah makanan ringan itu dengan nikmat, ternyata rasanya sangat enak, pantas saja Keysha pelit padanya.
" Kenapa sih? Darrel gak bisa dihubungi? Ponselnya mati? Atau kamu gagal ngelacak posisi dia?" tanya Keysha yang membuat Luna mnatap Keysha dengan kaget. Apakah Luna terlihat sekali sampai Keysha bisa membaca ekspresinya? Kakak iparnya itu hebat sekali jika benar bisa melakukannya. Apakah Luna harus belajar padanya juga?
" Karna abang kamu juga sering banget kayak gitu, kamu masih mending Darrel pertama kali kayak gini, Jordan mah udah gak kehitung," ujar Keysha dengan tenang dan biasa saja, membuat Luna membulatkan mulutnya, namun sesaat setelah itu Luna menyadari sesuatu. Gadis itu menatap Keysha yang tak memiliki beban apapun saat mengatakannya.
" Lah bukannya kak Keysha selalu ikut kemanapun bang Jordan pergi? Kak Key juga sering pindah – pindah Negara, terus kapan deh kak Key ditinggal sama bang Jordan? Kalau Luna kan beda kasusnya," ujar Luna dengan heran, Key menatap ke arah Luna, sebenarnya merasa kasihan jika gadis seperti Luna harus merasakannya juga jika memang nantinya Luna menikah dengan Darrel.
" Kan kakak Cuma ikut ke negara mana bang Jordan pergi, kalau sampai negara itu ya kak Key Cuma nunggu abang kamu pulang ke rumah, bahkan sampai berhari – hari gak ada kabar pun sering. Tapi kak Key bisa tahan, kamu bisa agak?" tanya Keysha dengan serius namun santai, bagaimana cara mendeskripsikannya?
" Maksud Kak Key? Kenapa Luna harus ngerasain itu? Luna kan di Indonesia terus dan gak kemana – mana, lagian kan kak Darrel… Aaah, Luna paham," ujar Luna setelah berhenti sejenak dan mengetahui maksud Keysha menanyakan hal itu. Luna langsung terdiam dan tak bisa menjawab lagi, memng dia bisa menjawab apa?
" Kamu masih ada kesempatan buat pikirin semua matang – matang, kalau kamu bener – bener cinta sama Darrel, kamu ya bakal jadi kayak kakak gini, tapi kamu bakal ngerasa bahagia banget waktu lihat dia pulang ke rumah. Nah, kalau kamu gak bisa laluin itu semua, kamu harus menentukan mulai dari sekarang, karna pernikahan bukan hal yang sepele," ujar Keysha menasehati.
" Kak Key kenapa bisa cinta banget sama bang Jordan sampai mau ikut bang Jordan bahkan sampai ke Inggris waktu bang Jordan kuliah duu?" tanya Luna penasaran, Keysha langsung terdiam, apakah dia harus menceritakan masa lalunya? Apakah setelah itu Luna akan sama terhadapnya? Akhirnya Keysha menghirup napasnya dan menetapkan hatinya setelah beberapa saat.
" Kak Keysha dulu bukan orang yang baik, masa lalu kak Key pun gak bisa dibilang enak dan gemilang kayak kamu semasa SMA. Tapi bang Jordan mau terima semua itu dan bahkan meyakinkan kak Key kalau kami bisa berubah bersama. Awalnya Kak Key berusaha bikin abang kamu nyerah, tapi akhirnya kak Key yang jatuh cinta sama abang kamu."
Apakah Luna sudah memantapkan untuk siapa hatinya? Dia mencintai Darrel, namun dia tak bisa bila tak bertemu Radith untuk waktu yang lama. Kedua orang itu sudah bertahun – tahun mengisi hidup Luna, apakah yang harus Luna lakukan? Nyatanya sampai sekarang dia masih egois tentang hatinya.
" Pada akhirnya, hanya ada satu pria dalam hidup kamu. Tempat kamu menghabiskan semua suka duka kamu, tempat kamu bersandar dan tempat kamu melakukan segalanya bersama. Kamu harus tentukan segera, siapa nama yang ada di hati kamu? Siapa yang memang kamu cintai," ujar Keysha yang seakan tahu apa yang Luna pikirkan.
" Kak Key tahu tentang kisah Luna ya? Luna jahat banget ya kak karna Luna egois? Bahkan Luna masih aneh kalau Radith bilang dia mau cari pacar, walau Luna yang paks adia buruan cari pacar. Luna kenapa sih kak?" tanya Luna dengan frustasi. Keysha tersenyum dan menutup toples yang sedari tadi mengalihkan perhatiannya.
" Kak Key tahu, kan Kak Key baca season satunya. Menurut kakak kamu gak sepenuhnya salah, tapi waktu itu kamu masih sekolah, sekarang kamu udah dewasa, ayo kita berpikir selayaknya orang dewasa, kamu gak bisa kan jadi anak – anak setiap waktu?" tanya Keysha yang membuat Luna lagi – lagi terdiam, dalam hati dia membenarkan ucapan Keysha.
" Yang jelas, kamu jangan sampai memilih seseorang karna merasa gak enak atau apapun, kamu harus tentukan berdasarkan isi hati kamu. Mau kak Key ajarin caranya?" tanya Keysha yanag membuat Luna tertarik dan mengangguk. Dia juga penasaran siapa yang sebenarnya dia suka.
" Sekarang tutup mata kamu," ujar Keysha yang dituruti oleh Luna. Gadis itu menutup matanya dan menarik napasnya serta menghela napasnya berkali – kali seperti ucapan Keysha. Apakah kakak iparnya akan menghipnotis dirinya kali ini? Ah, itu adalah hal yang mustahil.
" Sekarang kamu bayangin wajah orang yang kamu sayang, siapa yang keluar saat kamu menutup mata, dia adalah orang yang benar – benar kamu sayangi. Kamu gak perlu kasih tahu kak Key, kamu simpan untuk diri kamu sendiri aja," ujar Keysha yang membuat Luna terdiam dan membuka matanya lalu mematung. Gadis itu seakan tak percaya pada apa yang dia lihat.
" Mungkin memang gak sesuai ekspetasi kamu, tapi itu kenyataannya. Kalau memang kamu perlu waktu untuk memantabkan lagi, kamu ambil sepuas kamu, jangan sampai akhirnya kamu menyesal dan semua udah terlambat. Take your time," ujar Keysha dengan senyumnya.
" Gimana Luna gak kaget kak, Luna kaget banget sama apa Luna lihat, kak Key mau tahu apa yang Luna lihat?" tanya Luna pada Keysha. Wanita itu menatap Luna yang tampak sangat serius, lalu menaikkan kedua alisnya agar Luna melanjutkan perkataannya. Sepertinya sesuai dugaannya karna dia memang berdiri di salah satu team lelaki yang menyukai Luna.
" Luna lihat ada dua orang yang senyum dan ngulurin tangan ke arah Luna! DUA ORANG KAK! ASTAGAA!!! LUNA HARUS APA?" Tanya Luna dengan heboh dan penuh dengan rasa frustasi. Gadis itu menarik sendiri rambutnya karna tak terima dengan apa yang dia lihat. Keysha sendiri sampai melongo dengan jawaban Luna.
" Ya udah yok kita nge mall aja, daripada kamu pusing sendiri. Kak Key ngaku kalah deh sama kamu, terserah kamu lah mau nikah sama siapa. Dua - duanya juga gak masalah dah udah, nanti anaknya iuran dari dua orang itu, hidungnya mirip A, matanya mirip B, rambutnya mirip kamu. Dah lah, terserah," ujar Keysha yang langsung bangkit berdiri.
Wanita itu menarik Luna yang masih membatu, mengajak gadis itu segera bersiap dan pergi ke mall untuk merefresh pikiran mereka. Hal itu disetujui oleh Luna mengingat dia tidak jadi pergi menonton dengan Radith kala itu, sekarang dia bisa menonton bersama Keysha.
" Kamu ada mau belanja gak? Tas atau baju atau apa gitu?" tanya Keysha yang membuat Luna menggelengkan kepalanya. Gadis itu tak suka jika harus berbelanja baju, tas dan sebagainya jika memang dia sedang tak butuh. Baju gadis itu sudah sangat banyak karna pelayan yang rutin membeli dan membuang baju untuknya setiap waktu.
" Kalau Luna tuh sukanya beli perihasan sama ponsel apel yang dimakan separuh kak. Selain itu Luna gak begitu tertarik," ujar Luna yang langsung berjalan meninggalkan butik yang sebenarnya cukup bagus karna menjual baju – baju yang memiliki kualitas serta harga selangit.
" Iya sampai ada dua lemari. Kalau rumah kamu kemalingan, malingnya yang bingung mau naruh barangnya dimana," ujar Keysha yang membuat Luna terkekeh. Gadis itu menjelaskan jika dia memang sudah sangat lama mengoleksi ponsel tersebut, entah mengapa dia suka melakukan hal itu. Karna kebiasaan, dia tak bisa menghilangkan hobinya itu.
" Kalau perihasan tuh sebernarnya Luna mau kayak investasi kak, karna harga perihasan kan gak mungkin tambah murah. Kalaupun turun juga gak seberapa dan naiknya lumayan. Makanya Luna pengen aja beli perihasan, antisipasi kalau Luna gak dikasih uang saku, Luna bisa jual tuh perihasan," ujar Luna sambil tergelak, dia sering dihukum oleh papa dan bang Jordan, membuatnya memiliki ide itu.
" Kalau kamu mau inves, kamu lebih untung kalau Investasi pakai emas batangan, walau kecil gak masalah. Itu bakal jauh lebih menguntungkan daripada emas yang udah jadi perihasan, percaya sama kakak," ujar Key sambil masuk ke dalam gedung bioskop untuk menukar tiket online mereka dengan tiket yang ada di bioskop.
Mereka melewati antrean panjang itu dan mendapat Tiket dengan waktu yang jauh lebih singkat, membuat mereka masih memiliki waktu untuk membeli minuman dan memilih camilan serta membicarakan banyak hal. Luna banyak belajar dari Keysha yang memiliki pemikiran dewasa, pantas saja abangnya jatuh hati, Luna yang perempuan saja merasa kagum.
" Kalau kamu mau tanya atau pun sharing sama kakak, kapanpun kakak mau, asal kakak gak lagi blue mood karna dedek bayi ya. Kamu bisa anggap kakak ini kakak kandung kamu," ujar Keysha dengan ramah, membuat Luna mengangguk bahagia.
Jadi seperti ini rasanay memiliki kakak perempuan. Sangat membahagiakan. Teman Luna semua anak tunggal, jadi mereka tak bisa memamerkan bagaimana rasanya memiliki kakak, hanya Luna yang bisa, itupun rasanya sangat berbeda jika kita memiliki kakak lelaki dan perempuan.