Ex Mafia Hot Daddy

Ex Mafia Hot Daddy
# Part 96 EMHD



"Jangan beraktivitas sampai membuatmu lelah." ujar Alex dengan wajah serius. Aisyah tersenyum lalu mengangguk.


"Kamu harus minum susu tepat waktu." lanjut Alex lagi sembari membacakan ulang pesan-pesan penting untuk istrinya dalam selembar kertas.


"Makannya harus yang mengandung kalsium."


"Hindari makanan yang terlalu manis seperti coklat, krim dan juga permen." Aisyah merebut kertas sepanjang satu meter itu dengan cepat.


Kupingnya sudah memerah karena petuah-petuah sang suami sudah diabadikan dalam selembar kertas kecil sepanjang 1 meter. Dan sekarang malah dibaca ulang oleh Alex sampai berkali-kali. Ia sampai menghafal urutan dan isi kertas itu di luar kepala.


"Aku sudah ingat semuanya, Alex." ujar Aisyah dengan bibir dipaksa tersenyum.


"Aku takut akan lebih ingat isi pesan itu daripada dirimu sendiri, hihihihi." Aisyah tertawa cekikikan berniat bercanda. Sedangkan sang suami langsung menekuk wajahnya berpura-pura sedih.


"Aku dan Maksim akan ke New York beberapa hari ini , makanya aku harus memberimu pesan-pesan itu sayang, supaya kamu selalu menjaga dirimu." ujar Alex dengan penuh perhatian.


"Iyya Alex, aku akan mengingat dan melaksanakannya." jawab Aisyah dengan senyum di wajahnya.


"Sekarang berangkatlah, di rumah ini ada banyak yang akan menjagaku. Ada Maryam dan juga Anna. Albert juga ada." Alex meraih bibir Istrinya dan memberikan ciuman yang cukup lama. Ia merasa berat meninggalkan istrinya di rumah.


"Jaga dirimu Alex." ujar Aisyah setelah suaminya menyudahi ciuman perpisahannya.


"Kamu juga, aku akan menelponmu setiap 2 jam sekali." ujar Alex kemudian membawa bibirnya ke perut istrinya. Dia lama di sana. Berpamitan dengan Alex junior.


Maksim tak jauh beda dengan Alex, ia berpamitan dengan cara yang lebih dramatis. Sampai membuat Maryam tak berhenti tertawa.


"Kamu seperti akan ikut berperang, Max." Maksim hanya tersenyum.


"Aku akan sangat merindukanmu." ujar Maksim kemudian mencium istrinya lembut.


"Aku juga, dan cepatlah pulang." jawab Maryam dengan senyum malu-malunya.


"Eh, aku belum berangkat dan kamu sudah menyuruhku cepat pulang." ujar Maksim dengan senyum samar. Maryam Langsung tertunduk malu tak mampu membalas tatapan suaminya yang begitu mengintimidasinya.


Dua pasangan bucin itu membuat rambutnya keriting.


Akhirnya para suami yang super manja itu berangkat ke bandara diantar oleh Albert dengan senyum cerah dari para istri. Mereka berdua langsung saling berpandangan dan tersenyum senang.


Siang ini Anna akan datang berkunjung sekaligus bertugas menemani dua nyonya itu agar tidak bosan tinggal di rumah tanpa para suami bucin mereka.


"Apa yang akan kita kerjakan Anna?" tanya Aisyah dengan wajah antusias. Ia sepertinya sangat bersemangat siang itu. Ia membayangkan Anna akan memperlihatkan cara gadis itu berkelahi dengan musuh-musuhnya. Atau agen cantik itu akan membawa mereka berdua ke belakang rumah untuk menyaksikan Anna menembak dari jarak dekat.


Aisyah lupa kalau ia sedang hamil besar dan harus selalu menjaga kondisi tubuhnya untuk tidak beraktivitas terlalu berat.


"Tadaaaa, aku bawa ini..." ujar Anna Kemudian membuka tas ranselnya dan mengeluarkan beberapa buah buku. Aisyah dan Maryam saling berpandangan.


"Buku?" tanya Aisyah dengan wajah tak percaya. Ia tak menyangka kalau siang ini Anna akan membacakan mereka buku.


"Kamu ingin memperlihatkan bagaimana cara membaca buku itu dengan cepat?" tanya Aisyah dengan wajah tak sabar. Anna meringis kemudian mempersilahkan dua nyonya muda itu untuk duduk dengan nyaman.


"Aku ingin belajar pada kalian." ujar Anna dengan wajah serius. Kembali Aisyah dan Maryam saling berpandangan.


"Belajar apa?" tanya Maryam sembari mengintip judul buku yang sedang dipegang oleh gadis berambut pendek itu.


"Tadaaaa..." Anna memperlihatkan sampul buku itu sepenuhnya kepada mereka berdua.


"Taharah?" ujar Aisyah dengan wajah tak percaya. Ia memandang wajah Anna tak berkedip. Sedangkan Maryam mengambil buku itu kemudian membuka isinya.


"Kenapa? apa tidak boleh?" tanya Anna dengan nada bingung. Kedua perempuan cantik berhijab itu memandangnya lagi kemudian tersenyum.


---Bersambung--


Mana nih dukungannya untuk karya receh ini, Like dan komentar dong.


Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍