
"Daddy! kakek!" Anna sakit juga." seru Nikita memanggil semua orang saat membuka pintu kamar utama di rumah besar itu. Kamar Daddy dan Mommynya.
"Innalilahi. Sakit apa sayang?" tanya Mohammad Yusuf dengan wajah khawatir. Ia lantas mendekat ke arah gadis kecil itu yang masih ngos-ngosan karena habis berlari dari arah kamar Omar sampai di kamar sang Daddy.
"Dimana Anna sekarang, Niki?" tanya Alex yang juga ikut khawatir.
Terlalu banyak berita yang mengejutkan dipagi yang cerah ini. Meskipun lebih banyak tentang berita baik tetapi berita tentang Anna yang sakit benar-benar membuat semua orang jadi khawatir. Pasalnya gadis itu gadis yang tangguh dan kuat dalam segala kondisi.
"Aku hanya bisa berdoa semoga Anna bisa segera sembuh, Alex." ujar Aisyah dengan perasaan sedih juga. Anna sudah terlalu sering membantunya selama ini. Gadis itu tak boleh sakit.
"Iyya sayang, kamu istirahat saja dan makan yang banyak agar air su*sumu banyak untuk putra kita." jawab Alex sembari mengecup kening istrinya.
"Percayakan Anna pada Kak Omar, ia pasti bisa menanganinya." lanjutnya lagi dengan menggenggam tangan istrinya lembut.
"Aku harap begitu Alex."
"Ayok kakek, kita ke kamar uncle Omar. Kita harus lihat Anna sekarang." ajak Nikita sembari menarik tangan pria tua yang masih sangat kuat itu.
"Kak, makanlah dulu, seingatku sejak kita tahu kalau Aisyah melahirkan, belum ada diantara kita ini yang mengisi perut kita Padahal ini sudah sangat siang." ujar BibI Sarah mengingatkan.
"Iya betul. Ayo kita makan dulu. Aku juga baru merasakan lapar. Anna kita serahkan pada kak Omar ayah." timpal Alex membenarkan perkataan bibi Sarah.
"Dan aku rasa Anna jatuh sakit karena belum tidur dan juga makan yang benar." lanjut Alex dengan wajah serius.
"Mari Ayah, kita makan dulu, Niki juga kan, belum makan?"
"Iyya dad, tadi Anna hanya memberikan ku segelas susu."
"Aisyah, kami makan dulu ya sayang, katakan saja kamu mau makan apa?"
"Aku hanya mau makan sup dan daging Alex."
"Baiklah, pelayan akan membawakannya untukmu. Dan aku rasa Maryam dan Anna juga butuh makanan seperti itu agar mereka kembali sehat."
"Memangnya apa yang terjadi pada Maryam, Alex?" tanya Aisyah penasaran. Sepertinya banyak hal yang ia lewatkan hanya karena berbaring dalam masa pemulihan seperti sekarang ini setelah melahirkan.
"Maafkan aku sayang aku lupa memberi tahumu. Maryam juga sakit dan sempat pingsan di kamarnya tadi pagi."
"Oh Ya Allah. Pantas ia dan Maksim belum melihat bayiku." ujar Aisyah dengan wajah khawatir.
"Kenapa bisa seperti itu Alex? Bukankah setelah acara makan malam semalam kita semua baik-baik saja, Alex? kenapa semua pada sakit sih?"
"Oh MasyaAllah, pasti mereka berdua bahagia sekali. Segeralah makan dan minta pelayan untuk membawakan pada mereka berdua. Maksim dan kak Omar juga pasti belum makan."
"Okey baiklah sayang. Kamu bersantai saja di sini."
"Iya Alex, pergilah. Ayah dan Nikita pasti sudah lama menunggumu di sana."
🍁
Anna sampai menggigil demam dibawah selimut tebal yang menutupi tubuhnya.
"Anna apa yang kamu rasakan? tanya Omar dengan wajah khawatir. Ia menyibak selimut itu kemudian mengelus lembut kulit punggung Anna yang masih terasa panas meskipun sudah meminum obat.
"Aku kedinginan dokter, Brrrr." ujar Anna pelan dengan tubuh gemetar.
"Apa kamu sudah makan sesuatu?" Anna mengangguk, "Hanya segelas susu dokter," jawabnya pelan.
"Astaghfirullah. Pantas saja, mungkin asam lambung dan juga kamu belum tidur seharian ini, iyya kan?" Anna sekali lagi mengangguk.
Sejak ia sampai di rumah ini ia belum tidur dan juga makan hanya sedikit karena insiden Nikita yang sedang merajuk. Ia menemani gadis kecil itu sepanjang hari dan berakhir membantu Aisyah melahirkan di jam-jam istirahat dan sampai sekarang belum juga tidur.
"Tubuhmu bukan robot Anna, ia juga butuh istirahat dan makan." ujar Omar dengan wajah kesal. Ia kemudian mengecup lembut bibir gadis itu dan meninggalkannya menuju dapur untuk mengambil makanan untuk gadis itu.
Deg
Anna menyentuh bibirnya pelan, dengan perasaan yang tidak tahu apa namanya. Hatinya berdebar hebat.
Dokter Omar menciumku
---Bersambung--
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat update nya okey?
Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍
Eits, hati othor juga berdebar dengan kecupan dokter Omar.
Eh, mampirlah di novel teman othor nih, dijamin oke punya,