
Omar mondar-mandir di dalam ruang tamu itu dengan wajah gelisah. berkali-kali pria itu melihat jam tangannya untuk melihat waktu.
"Kemana anak itu sampai sekarang belum datang juga," ujarnya pelan kemudian keluar ke bercanda depan, melihat kalau-kalau Crisstoffer sudah ada di depan rumah.
"Ada apa sayang? memangnya kamu menunggu seseorang?" tanya Anna pada suaminya yang nampak memperhatikan terus arah gerbang rumah itu.
"Ah ya, aku akan kedatangan tamu malam ini tapi sepertinya ia mungkin tidak jadi datang," jawab Omar sembari melihat kembali jam tangannya.
Anna hanya mengerutkan keningnya bingung. Masalahnya suaminya tidak pernah mengatakan kalau akan kedatangan tamu.
"Baiklah, kita makan saja sekarang, pasti Nikita sudah lapar."
"Ia, gadis itu sudah lama datang dan belum makan sesuatupun." ujar Anna tersenyum.
"Masuklah terlebih dahulu Anna, aku akan meminta penjaga untuk mengunci gerbang depan." ujar Omar kemudian menghubungi pos security agar mengunci saja gerbangnya dan tidak membiarkan siapa pun untuk masuk.
"Baikkah, aku masuk." ujar Anna dan meninggalkan suaminya di beranda rumah itu. Perempuan cantik itu ikut bergabung bersama dengan Nikita yang sedang bermain bersama dengan ElRasyid dan juga Elmira.
"Sedang main apa kalian?" tanya Anna pada ketiga orang itu yang nampak asyik menyusun huruf menjadi kata dalam sebuah papan kotak.
"Kami sedang main scrabble mum," jawab Elmira dengan wajah serius menatap Nikita menyusun huruf-huruf itu menjadi sebuah kata dalam bahasa Inggris.
"Wah kak Niki hebat, lihat mum nilainya tinggi sekali," seru ElRasyid dengan wajah gembira.
"Aku bisa kalah Mum, padahal selama ini aku selalu mengalahkan Elmira," lanjut ElRasyid dengan wajah nampak menggerutu.
"Aku akan senang sekali kalau kamu kalah El, hahahha supaya kamu tidak sombong lagi," jawab Elmira sembari memeluk Nikita.
"Memangnya ElRasyid selalu sombong kalau ia menang Mir?" tanya Nikita sembari melirik ElRasyid yang tampak tidak setuju kalau ia kalah.
"Kalau ia menang, aku selalu disuruh membaca surah dalam Alquran, kak Niki," lapor Elmira dengan bibir mengerucut hingga tampak sangat lucu.
"Bagus dong, kalau begitu aku akan mengalah supaya ElRasyid menang, bagaimana?"
"Setuju!" teriak ElRasyid dengan wajah berubah gembira.
"Sekali saja biarkan El kalah kak, supaya aku juga menyuruhnya membaca Alquran di depan mum dan Daddy." pinta Elmira dengan wajah memohon.
"Hum baiklah," jawab Nikita dengan mata berkedip memandang wajah Elmira agar gadis itu senang.
"Hore," teriak Elmira karena melihat sisa huruf yang dipegang oleh ElRasyid sisa 3 dan belum bisa membuat sebuah kata yang bermakna untuk menyambung huruf yang ada di dalam papan di hadapannya.
"Ayo kita makan dulu," panggil Omar pada semua orang yang ada di ruangan itu.
"Iya ayo kita makan," timpal ElRasyid dengan cepat karena ia tak mau melihat kekalahannya sendiri.
"Tunggu dulu El, aku ingin melihat kamu kalah," ujar Elmira sembari menahan tangan saudara kembarnya itu agar tidak berdiri dan meninggalkan tempat itu.
"Dad, aku sudah lapar, aku tidak mau bermain lagi," lapor ElRasyid meminta pertolongan Daddynya.
"Mira, kita makan dulu, setelah itu kalian lanjutkan permainan kalian, okey?"
"Okey Dad," jawab ElRasyid cepat dan segera kabur ke ruang makan.
"Ish El selalu seperti itu, aku kesal Kak Niki," ujar Elmira dengan wajah masam.
"Tak apa Mira, kita makan dulu yuk, kakak sudah lapar ini." ujar Nikita dan mengajak gadis kecil itu menuju meja makan.
🍁
Lama ia membunyikan klakson mobilnya tetapi tidak juga dibukakan oleh security rumah itu. Akhirnya ia meraih handphonenya dan menghubungi sang tuan rumah.
Tut
Tut
"Tidak tersambung," ujarnya sembari menatap layar benda pipih itu.
Tut
Tut
Sekali lagi ia menghubungi nomor dokter Omar tetapi tidak tersambung.
"Mungkin mereka sudah tidur. Aku akan kirim permintaan maaf saja karena datang terlambat," ujarnya kemudian mengetik pesan WhatsApp berisikan permohonan maaf dan berharap ia masih diberi kesempatan untuk bertemu dengan Nikita berdua.
"Baiklah, aku akan pulang saja," Crisstoffer segera melajukan kembali kendaraannya untuk pulang ke apartemennya.
"Ya ampun, ternyata Criss ada diluar tadi," ujar Omar saat membuka handphonenya setelah acara makan malam bersama dengan Nikita selesai.
"Kamu mengatakan sesuatu sayang?" tanya Anna mendengar suaminya mengatakan sesuatu yang kurang jelas ditelinganya.
"Iya Anna, sebenarnya aku sedang menunggu Crisstoffer Anderson untuk makan malam bersama dengan kita disini." ujar Omar dengan senyum diwajahnya.
"Eh, kenapa kamu tidak mengatakannya sejak tadi?" bisik Anna takut Nikita mendengarnya.
Para perempuan di keluarga mereka itu sebenarnya tahu dan melunak dengan wasiat terakhir William Anderson tetapi mereka takut pada tiga orang pria Smith itu. Sehingga mereka semua hanya bisa berdoa dalam diam semoga permasalahan Nikita dan Crisstoffer Anderson cepat selesai dan berakhir baik.
"Aku takut Nikita tahu dan akhirnya minta pulang dan melaporkan kita pada 3 harimau penjaganya," jawab Omar balas berbisik.
"Hihihi," Anna jadi cekikikan sendiri dengan gelar harimau pada 3 Daddy dari Nikita itu.
"Mum, kenapa kalian berbisik-bisik?" tanya Elmira dengan tatapan mata tajam pada kedua orangtuanya.
"Kata ibu guru Onty Reisya, dilarang berbisik-bisik jika ada banyak orang di sini, nanti ada yang tersinggung dan marah," jelas Elmira dengan menggoyang-goyangkan jarinya di depan hidungnya.
"Mira kemari sayang, kita main lagi. Mum dan daddy berbisik karena ada hal rahasia yang sedang mereka bicarakan dan kita tidak boleh mendengarnya , iyyakan uncle, onty?"
"Iya sayang, ini adalah pembicaraan orang dewasa," jawab Anna dengan berusaha menahan tawanya.
"Niki, bawa adik-adikmu untuk bermain lagi," lanjut Anna masih dengan senyum diwajahnya.
"Baik onty," jawab Nikita dan segera membawa dua bocah itu untuk ke ruangan lain di rumah itu untuk melanjutkan permainan mereka.
"Anna, kita lanjutkan di kamar sayang. Aku juga ingin bermain denganmu," ujar Omar kemudian merengkuh pinggang istrinya lembut.
"Eh, mau bermain apa?" tanya Anna pura-pura tidak mengerti. Omar langsung mengecup bibirnya dengan lembut.
"Bermain apa saja yang penting menyenangkan, kita manfaatkan Nikita yang ada di rumah ini untuk menjaga dua bocah itu, Hem," Anna langsung menyetujui ide suaminya itu. Mereka berdua tersenyum sembari melangkah kedalam kamar pribadi mereka.
Bayangan Nikita kecil yang selalu mengganggu kegiatan menyenangkan mereka berdua dulu, membuat Omar dan Anna ingin membalas gadis itu untuk menjaga keamanan mereka.
---Bersambung--
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like dan ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍