
Untungnya Omar mengambil cuti hingga ia bisa berlama-lama di rumah orang tuanya dan ikut menyaksikan pernikahan Maksim dan Maryam binti Salim. Ia yang selama ini lebih banyak di kota Moskow terkadang sudah lupa akan adat-istiadat di desanya. Terutama saat pesta pernikahan seperti ini.
Ia seperti orang asing yang terpukau oleh banyaknya rentetan acara yang harus dilakukan calon mempelai laki-laki maupun perempuan.
"Apa dokter tidak berniat menikah juga?" tanya Anna yang tiba-tiba muncul di hadapan Omar yang sedang memperhatikan kesibukan para warga desa mempersiapkan pernikahan Maksim. Putra pertama Mohammad Yusuf itu terlonjak kaget karena perempuan itu muncul di hadapannya dengan melompati pagar tanaman setinggi paha orang dewasa itu.
"Hei kamu seperti hantu yang terkenal dari Indonesia itu." ujar Omar masih dengan wajah kagetnya. Ia tak percaya seorang perempuan bisa melompati pagar itu dengan sangat mudah.
"Hantu apa?"
"Jailangkung."
"Ia datang tak diundang dan pulang tak diantar." jawab Omar dengan mata memperhatikan sosok Anna dari atas sampai ke bawah. Perempuan tomboi itu memakai jaket kulit dan juga celana panjang kulit yang cukup pas membentuk kakinya yang panjang. Rambutnya yang pendek dan berwarna kecoklatan menambah kesan sedikit nakal pada wajahnya yang eksotis.
"Hah, semua hantu sama saja dokter, di seluruh dunia bukan cuma di Indonesia. Semuanya datang tak diundang dan pulang tak diantar." jawab Anna kemudian duduk di samping dokter muda itu. Omar langsung tersenyum samar dengan jawaban Anna.
"Dokter Omar beruntung karena bisa melihat hantu cantik seperti aku." lanjut Anna kemudian ikut memperhatikan pekerjaan warga yang sedang membuat obor.
"Cih, beruntung. Kamu terlalu percaya diri. Ada banyak hantu di luar sana yang lebih cantik dan menarik darimu. Dan lihat semua orang di sini memandang aneh padamu." ujar Omar sembari tersenyum samar.
"Kenapa?" tanya Anna bingung.
"Kamu berbeda dengan orang-orang di sini." jawab Omar tanpa mau menjelaskan maksudnya. Anna diam sambil berpikir. Ia memang sering merasa diperhatikan oleh orang-orang di desa ini sejak ia tinggal untuk menemani Aisyah.
"Ah, iya dokter. Cuma aku saja yang tidak menutup kepalaku dengan kain seperti yang Aisyah gunakan." jawab Anna cengengesan.
"Pantas bibi Sarah sering tidak nyaman denganku. Ia seolah menyuruhku kembali ke Moskow. Matanya selalu menatap tak suka padaku." gumam Anna pelan. Omar yang mendengarnya langsung tersenyum samar dan melirik Anna yang sedang bicara sendiri.
"Aku akan kembali ke Moskow setelah pernikahan Maksim selesai. Aku memang berbeda dengan orang-orang di sini." ujar Anna dengan pandangan menerawang jauh. sekali-sekali ia menyelipkan rambutnya yang tertiup angin di balik kupingnya dan itu tak lolos dari perhatian Omar.
"Kupikir aku akan menerima perjodohan dari orang tua ku saja. Ibuku selalu memaksaku untuk pulang dan menikah."
"Kamu tahu dokter? Aku juga sebenarnya ingin menikah. Pasti akan sangat menyenangkan punya keluarga kecil dan memiliki anak. Tetapi dengan orang yang kita cintai tentunya."
"Aku akan keluar dari pekerjaan ini." Anna terus bicara seakan-akan sedang mencurahkan isi hatinya pada angin. Ia tak perlu jawaban atau respon. Dan tanpa ia sadari segala perkataanya justru membuat wajah Omar berubah warna.
"Permisi dokter, aku akan minta izin sama bos Alex. Besok aku akan kembali ke Moskow." Anna berdiri dan meninggalkan Omar yang tiba-tiba merasa ada yang hilang di hatinya.
"Anna!" panggil Omar saat punggung agen cantik itu sudah menjauh darinya. Anna menghentikan langkahnya kemudian berbalik.
"Ada apa dokter?" tanya Anna yang masih berdiri di sana.
"Ah, Tidak ada apa-apa. Lanjutkan saja pekerjaanmu."
Anna tersenyum dan kembali melanjutkan langkahnya ke dalam rumah mencari Alex untuk berpamitan terlebih dahulu.
Dagestan dikenal dengan keragaman masyarakat etnisnya yang menghargai tradisi, adat, dan budaya. Keragaman tradisi Dagestan sungguh menakjubkan.
Kita bisa menemukan kebiasaan dan adat-istiadat asli yang istimewa di hampir semua desa besar di pegunungan ini.
Seperti pada pernikahan Alex dan Aisyah yang lalu pernikahan Maksim kali ini tak jauh berbeda ritual dan adat-istiadatnya.
Para pemimpin desa juga harus mencurahkan beberapa hari untuk membagi-bagikan tanggung jawab kepada satu sama lain. Misalnya untuk mengirimkan undangan, membeli makanan, memilih musisi, untuk memutuskan tempat pernikahan dan untuk memilih urutan yang tepat dari semua tindakan tersebut.
Setiap pernikahan Dagestan berlangsung selama minimal 3 hari dan ada prosedur khusus yang harus dipatuhi.
Keluarga besar mempelai perempuan yaitu Maryam putri perempuan dari Salim berasal dari Desa pegunungan Balhar di Dagestan
Desa pegunungan Balhar yang letaknya tinggi terkenal berkat pengrajin tanah liatnya. Kendi, vas, dan mainan tanah liat Balhar tersohor tidak hanya di desa itu sendiri, tapi juga di kota-kota besar dan kecil di pelosok Rusia.
Desa ini juga terkenal dengan upacara pernikahannya, dimana masyarakat dari seluruh pelosok Dagestan datang untuk menyaksikan. Acara yang tidak direncanakan dan tak terduga semacam itu dapat menjadi bagian terbaik dari perjalanan wisata bagi turis.
Bagian yang paling menarik dan tidak biasa terjadi pada hari kedua. Menjelang malam, semua wanita berjalan beriringan dengan membawa hadiah pernikahan ke rumah tempat pengantin baru akan tinggal.
Para wanita itu membawa kendi, karpet, kain, barang pecah-belah. Pendeknya, semua benda yang akan dibutuhkan pengantin baru untuk membangun rumah tangga. Ketika hari sudah gelap, kaum pria, termasuk pengantin pria, menyalakan obor dan berjalan ke rumah pengantin wanita.
"Omar!" teriak salah seorang wanita dari pihak pengantin perempuan. dokter muda yang sedang dipanggil namanya itu berbalik dan memperhatikan siapa yang memanggilnya.
"Kamu tidak mengenaliku lagi ya? aku Sofia teman sekolah mu dulu." ujar perempuan cantik itu dengan ramah. Omar berpikir lama. Ia sudah banyak lupa dengan teman-teman masa kecilnya.
"Sebelum kamu melanjutkan sekolah ke Moskow. Kita pernah satu sekolah di SMA tetapi beda kelas." ujar Sofia berusaha mengingatkan. Omar hanya tersenyum.
"Maafkan aku Sofia kalau aku sedikit lupa. Maaf ya "
"Kudengar ada seorang gadis asing dari Moskow yang tinggal di rumahmu. Apa dia calon istrimu?" tanya Sofia lagi.
Deg
Omar tidak pernah membayangkan kalau keberadaan Anna Peminov di rumahnya ternyata menimbulkan cerita tak menyenangkan di seluruh desa.
"Oh itu, dia teman Aisyah. Ia akan kembali ke Moskow setelah acara pernikahan Maryam selesai." jawab Omar kemudian berpamitan pada teman lamanya itu.
Sepanjang mengikuti rentetan acara pernikahan Maksim, entah kenapa wajah Anna yang akan kembali ke Moskow selalu menghantui pikirannya.
---bersambung--
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat update nya
Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍