Ex Mafia Hot Daddy

Ex Mafia Hot Daddy
# Part 39 EMHD



Pagi pertama Aisyah sebagai seorang istri bagi Alexander Smith berada di dapur dilakoninya dengan senyum yang tak lepas dari bibirnya. Ia dengan cekatan beraksi mengeluarkan semua bakatnya yang selama ini terpendam karena bibi Sarah selalu melarangnya mengunjungi tempat untuk memasak itu.


"Mommy, aku mau minum susu." Nikita yang baru muncul di pintu dengan wajah bantalnya langsung duduk di kursi kecil menghadap ke arahnya yang sedang sibuk mencuci sayuran.


"Hum, anak manis sudah cuci muka belum?" tanya Aisyah sembari meletakkan sayurannya di atas sebuah tempat tirisan kemudian menghampiri gadis cilik itu lalu menghujaninya dengan ciuman basah di pipi dan lehernya.


"Hummm, baunya asem." ujar Aisyah dan langsung membuat Nikita cekikikan karena geli.


"Susu, Mommy...aku belum minum susu. Biasanya Daddy yang membuatkanku." rengek Nikita dengan wajah cemberut. Aisyah langsung membuka kulkas dan mengambil sekotak susu cair dan memanaskannya.


"Silahkan diminum putri cantik ku." Aisyah menyerahkan segelas susu hangat ke depan Nikita yang masih sibuk memperhatikannya sedang sibuk hilir mudik membuat masakan pagi itu.


"Mom, mana Daddy?" tanya Nikita penasaran karena biasanya Daddy nya lah yang berada di sana setiap pagi. Mengurusi semua urusan dapur dan menyiapkan sarapan.


"Daddy hari ini libur, mommy yang akan buatkan sarapan kesukaan mu sayang."


"Daddy tidak boleh libur, ia harus membantu mommy." ujar Nikita kemudian turun dari kursinya setelah menghabiskan tandas susunya.


"Mau kemana Niki?" seru Aisyah yang melihat langkah gadis kecil itu semakin menjauh. Aisyah tidak mendengar jawaban putrinya itu. Ia langsung melanjutkan kegiatannya sembari bersenandung gembira. Pagi ini hatinya sangat senang karena impiannya menjadi mommy nya Nikita sudah tercapai, ia bebas keluar masuk rumah ini tanpa harus mendapatkan tatapan aneh dari pria dingin dan datar itu dan juga tentu saja ia akan punya banyak waktu untuk Nikita dan daddy-nya.


"Boleh pesan makanan Mrs. Smith?" tanya Albert yang memasuki dapur tanpa beri salam terlebih dahulu dan membuat Aisyah kaget. Perempuan muda itu belum terlalu akrab dengan Albert. Ia hanya sering berkomunikasi dengan Maksim yang paling sering datang ke desa ini.


"Hum, mau pesan apa?" tanya Aisyah setelah menarik nafas karena masih belum terbiasa dengan pria asing kecuali Alex tentunya.


"Boleh minta pasta?" tanya Albert lagi. Ia memang suka makan hingga sering merepotkan sang tuan rumah jika datang berkunjung.


"Boleh, tunggu sebentar ya. Kamu bisa minum juz atau susu dulu sambil menunggu pastanya siap." ujar Aisyah kemudian menyiapkan bahan untuk membuat pasta.


"Biar aku yang buat pastanya." ujar Alex yang tiba-tiba saja berada di dapur dengan wajah datarnya. Ia menatap tajam pada Albert yang sedang tersenyum samar.


"Tapi aku..." Aisyah tidak menyelesaikan kalimatnya karena Alex menatapnya tajam. Bahan-bahan pasta yang ia pegang diambil alih oleh suaminya itu.


"Kamu hanya boleh memasak untukku paham?" ujar Alex sambil melanjutkan memasak pasta yang diminta oleh Albert.


"Dan kamu, mulai sekarang harus pintar masak sendiri." ujar Alex sambil menunjuk wajah Albert dengan menggunakan pisau dapur. Pria muda itu tertawa terbahak-bahak melihat tingkah Alex yang aneh pagi itu.


Hap


Mulut Albert langsung tertutup oleh sebuah paprika yang melayang dari tangan dingin Alexander.


"Jangan lagi masuk ke dapur kalau aku tidak ada di sini!" geram Alex sembari memotong paprika itu dengan keras hingga menimbulkan suara yang cukup mengganggu di telinga. Aisyah yang melihat interaksi mereka berdua langsung tersenyum samar. Ia kemudian menata makanan yang sudah ia masak itu di atas meja.


"Nikita sayang, panggil uncle Max untuk sarapan di sini ya?" bisik Aisyah kepada putri kecilnya.


🍁


Tiga hari sudah setelah acara pernikahan itu terjadi, tetapi sepertinya hubungan Aisyah dan Alexander belumlah mengalami kemajuan yang berarti. Alexander masih tidur di kamar Nikita sedangkan Aisyah dan Nikita yang selalu tidur bersama.


Albert yang punya kepekaan tinggi terhadap perempuan merasa kasihan pada Aisyah. Ia dan Maksim merencanakan agar dua orang itu melakukan bulan madu ke suatu tempat agar hubungan mereka mengalami kemajuan.


Maksim membisikkan sesuatu kepada Nikita agar bisa memaksa Daddy nya untuk mengajak Aisyah keluar dari desa dan menikmati waktu bersama.


"Apa Nikita mau punya teman baru?" bisik Maksim kepada Nikita yang sedang bermain di ruang tamu.


"Aku sudah punya mommy, aku tidak mau teman baru lagi." jawab Nikita santai.


"Teman kecil yang lucu yang bisa kamu dandani seperti boneka Barbie." ujar Maksim berusaha mempengaruhi Nikita. Gadis kecil itu langsung menatapnya dengan pandangan berbinar.


"Betulkah uncle?" tanya Nikita mulai tertarik dengan tawaran uncle Maksim.


"Iya betul sekali."


"Bagaimana caranya?" Maksim mengarahkan pandangannya ke seluruh ruangan mencari tahu semoga Alexander tidak berada di sana.


"Kamu harus membiarkan Daddy mu tidur bersama mommy supaya nanti kamu dibuatkan mainan kecil seperti boneka."


"Oh begitu?" Jawab Nikita polos.


"Baiklah uncle, tapi pasti ada teman baru kan, boneka kecil." Maksim tersenyum kemudian mengangguk.


"Dan minta Daddy mu untuk membawa mommy jalan-jalan ke tempat yang bagus. Honey moon."


"Siap uncle." jawab Nikita sambil mengangkat tangannya dengan semangat.


🍁


Akhirnya karena rengekan Nikita mereka semua bersiap-siap berangkat ke Moskow untuk berbulan madu.


---Bersambung--


Like dan Komentar nya dong supaya othor tetap semangat update nya okey???


Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍