Ex Mafia Hot Daddy

Ex Mafia Hot Daddy
# Part 151 EMHD



Hari ini Rama Putra Tama beserta keluarga besarnya akan kembali ke Jakarta. Mereka menemui Alexander Smith dan juga Abdul Rachman untuk berpamitan.


"Terima kasih banyak pak Rama, sudah menyempatkan hadir di acara ini. Kami sangat senang sekali." ujar Abdul Rachman ayahnya Reisya sang pengantin baru.


"Saya yang berterima kasih Pak Rachman karena diundang diacara yang sangat meriah ini." balas Rama Putra Tama kemudian melanjutkan sembari memandang Alexander Smith,


"Dan tuan Smith, saya harap kita bisa bertemu lagi dilain kesempatan." ia menjabat tangan Alex dan memeluk pria berkebangsaan Rusia itu.


"Saya harap begitu Tuan Raditya,"


"Sampai jumpa lagi dan sampaikan salamku pada pengantin baru kita yang sepertinya masih berada di kamar saat ini, hehehe," kekeh Rama yang diikuti oleh tawa semua orang yang ada di tempat itu.


Semua orang maklum kalau sang pengantin belum juga menunjukkan batang hidungnya di tempat umum padahal ini sudah hari ketiga setelah acara pernikahan.


"Ya ya, sampai jumpa lagi." ujar Alex sembari melambaikan tangannya pada rombongan keluarga Raditya yang akan diantar oleh Heru ke bandara.


"Bye Qiya, see you." teriak Nikita ketika melihat putri kecil Rama itu mengeluarkan kepalanya dikaca jendela mobil yang terbuka.


"Da da Niki, sampai jumpa lagi." mereka berdua saling berteriak sembari melambaikan tangan mereka berdua. Sampai mobil itu menghilang dari pandangan mereka semua.


"Mereka keluarga yang baik," ujar Aisyah kemudian mengajak Nikita untuk masuk kembali ke Resort. Rupanya mereka lebih menyukai tinggal di Resort itu daripada harus kembali ke Hotel tempat mereka menginap selama ini.


"Ya mereka ramah dan nampak sangat bahagia, semoga keluarga Smith juga seperti itu." jawab Alex sembari menggenggam tangan istrinya lembut.


"Jadi kapan kita kembali ke Moskow Alex, kita sudah hampir sebulan di kota ini. Nikita kan harus sekolah."


"Ah ya, pekerjaan di Moskow menantikan kita untuk segera kembali." Alex sepertinya menyetujui mereka semua kembali.


"Daddy, aku masih mau di tempat ini. Disini menyenangkan. Aku juga suka makanannya," sela Nikita diantara pembicaraan daddy dan Mommynya.


Alex dan Aisyah langsung berpandangan.


"Lihat! pantainya indah kan, kita bisa berjemur di pinggir pantai dan tidak perlu menunggu liburan musim panas tiba jika harus mengunjungi tempat seperti ini." lanjut Nikita kemudian berlari ke arah bibir pantai di pagi menjelang siang itu.


Alex hanya tersenyum melihat tingkah putri kecilnya. Sejak beberapa hari tinggal di sini kulit pucat Nikita sudah berubah kecoklatan dan itu sangat baik untuknya.


Alex menarik tangan istrinya untuk mengikuti langkah kaki kecil Nikita ke bibir pantai. Aisyah sendiri tidak menyukai berpanas-panasan di pinggir laut. Ia cukup bersyukur akan kulitnya yang putih mulus bersih tidak seperti kulit putih pucat orang barat pada umumnya.


"Niki, kita tetap akan pulang 2 atau 3 hari yang akan datang, sayang." ujar Alex pada putrinya yang masih betah memandang gelombang air laut yang semakin besar ke arah mereka sampai kemudian pecah menghantam bibir pantai.


"Kenapa Dad, aku suka tinggal di sini. Aku ingin melukis alam yang begitu indah ini di tempat ini." Nikita tidak mengalihkan pandangannya dari arah hamparan laut biru yang sangat luas itu.


Hanya ada titik-titik kecil dari kejauhan yang menandakan ada beberapa pulau kecil di sana.


"Karena di sini bukan rumah kita sayang, uncle Albert juga akan membawa onty Reisya untuk ke Moskow bersama kita." jelas Alex agar putrinya itu bisa mengerti.


"Baiklah Dad, tapi sekarang aku ingin naik banana boat dulu atau perahu yang di sana itu, bolehkan?" Nikita menatap Alex dan Aisyah bergantian.


"Tentu saja sayang, kita akan naik perahu saja. Itu lebih aman buatmu dan juga mommy,"


"Yeay, aku sayang Daddy dan Mommy." teriak Nikita dengan hati senang luar biasa. Ia segera berlari kembali ke Resort bagian dalam dimana kamar-kamar tempat mereka menginap ada di sana.


"Niki mau kemana?" teriak Alex dengan wajah bingung.


"Aku mau mengajak onty Anna dan juga onty Reisya, Dad!" balas Nikita dengan teriakan pula. Suaranya semakin mengecil karena terbawa angin laut pagi itu.


"Sayang," panggil Alex kemudian memeluk Aisyah dari belakang. Istrinya itu ternyata juga masih betah menatap hamparan air biru dan juga ombak yang sedang berkejaran itu.


"Hem," jawab Aisyah singkat.


"Terima kasih banyak karena kamu masih setia bersamaku," bisik Alex kemudian mencium pipi sang istri.


Aisyah menoleh dan menatap mata suaminya dengan pandangan penuh cinta.


"Aku yang berterima kasih Alex, karena kamu mau bersabar dengan keras kepalaku."


"Aisyah, jangan berkata begitu sayang, aku yang kadang rewel padamu," Alex semakin mengeratkan pelukannya pada sang istri. Hingga Aisyah merasakan tubuh suaminya mengeras dari belakang bokongnya.


"Alex?"


"Hem, aku menginginkanmu sekarang Aisyah," bisik sang suami parau.


"Tapi kita berjanji akan naik perahu bersama Nikita Alex,"


"Ya ya, aku akan bersabar sedikit tetapi biarkan aku memelukmu seperti ini agar kamu tahu begitu kamu menjadi canduku sayang," Aisyah tersenyum senang.


Ia selalu suka jika suaminya memberikan kata-kata manis seperti ini. Lama mereka berdiri di bibir pantai itu dengan posisi saking berpelukan hingga kadang tangan Alex bergerak kedepan dan menyusup kedalam blus yang sedang di pakai istrinya.


Ia meremas dan dua gundukan kenyal dibalik bra tipis berenda milik istrinya itu sembari menunggu kedatangan Nikita dan para onty kesayangan gadis cilik itu.


"Alex aahhh."


"Kenapa, hem?"


"Apa mungkin ada orang yang melihat kita seperti ini sayang? kita kembali ke kamar saja yah?" ujar Aisyah dengan nafas memburu, perlakuan suaminya membuatnya melayang dan ingin segera kembali ke kamarnya.


"Untungnya tuan Raditya menutup tempat ini untuk beberapa hari, jadi hanya Keluarga Smith saja yang ada di sini. Kira bebas melakukan apa saja di sini, sayang hem,"


"Tapi ini diluar Alex, aku merasa risih, ayo kita lanjutkan di dalam." jawab Aisyah dan melepaskan tangan suaminya yang masih betah bermain di area sensitifnya.


Alex tersenyum dan mengangkat tubuh istrinya itu ala bridal style.


"Aaaaa turunkan aku Alex, aku bisa jalan sendiri," teriak Aisyah karena kaget suaminya mengangkat tubuhnya seperti itu.


"Tenanglah sayang, aku ingin memanjakanmu sekarang, aku hanya ingin melakukannya ditempat yang lain dari yang lain Aisyah," bisik Alex kemudian mengecup lembut bibir Istrinya itu.


"Hey, apa maksudmu Alex?" tanya Aisyah dengan semburat merah diwajahnya. Otaknya sudah membayangkan apa yang sedang diucapkan oleh sang suami.


"Aku ingin sekali melakukannya dibawah kolam," bisik Alex sensual.


"Tapi sayangnya ini bukan kolam privat sayang," lanjut Alex dengan wajah kecewa. Berbagai ide pun muncul di otaknya. Dan berharap si othor meluluskan keinginannya itu.


----Bersambung---


Othor: kamu kan horang kaya Alex, sono lakukan saja apa yang kamu mau yang penting halal😎


Alex: betul juga yak🤔😍


Like dan Komentarnya dong para readers tersayang, dan tanpa bosan aku promosikan novelku yang lain, siapa tahu ada yang belum mampir, mampir lah plis.


Gadis Pemimpi dan juga Beby Si Wonder Woman.


Aku tunggu kalian di lapak sana ya😍