Ex Mafia Hot Daddy

Ex Mafia Hot Daddy
# Part 201 EMHD



Omar dan Anna beserta baby twinsnya muncul di ruang makan yang luas itu bersamaan dengan Reisya dan Albert.


"Selamat datang dokter Omar, nyonya Anna." sapa Suriya," sapa Suriya dan Abdul Rachman selaku tuan rumah acara makan-makan ini.


"Silahkan makan terlebih dahulu," lanjut ibu dari Reisya sembari mempersilahkan untuk duduk di kursi yang telah disediakan untuk mereka.


Sedangkan baby twins langsung diambil oleh pelayan di rumah itu.


"Terima kasih banyak bibi, paman," ujar Anna tersenyum. Matanya berbinar cerah melihat begitu banyak macam makanan di atas meja yang lain dari yang lain dari bentuk maupun aromanya.


Setelah mereka mencicipi makanan-makanan tradisional dari Indonesia itu, mereka pun sholat duhur berjamaah kemudian sama-sama membaca sholawat dan doa untuk dua ibu hamil yang berada di keluarga Smith. Agar persalinan mereka nantinya lancar, selamat, dan sehat.


"Nah karena hari ini adalah Indonesia day yang bertepatan dengan perayaan hari kemerdekaan negara republik Indonesia, maka kita akan mengadakan lomba-lomba yang cukup menghibur, setuju?" Albert berdiri di depan semua anggota keluarga Smith dan juga Omar.


"Uju!" teriak Baby Danil dengan suara lucu. Semua orang tertawa kecuali readers.


"Setuju!" jawab Nikita dengan wajah gembira. Ia dan Baby Danil melompat-lompat kegirangan karena senang.


Seharian ini ia membuka laman sosial medianya dan menemukan begitu banyak keseruan orang-orang Indonesia dalam merayakan kemerdekaan negara mereka.


Keluarga yang lain pun ikut meneriakkan kata setuju.


"Lomba pertama adalah lomba joget dangdut, tahu kan kalo Indonesia terkenal dengan musik dangdutnya." ujar Reisya mengambil alih menjadi pembicara menggantikan suaminya.


Semua orang yang ada di ruangan itu manggut-manggut.


Reisya pun menjelaskan aturan mainnya. Bahwa semua peserta lomba joget harus menggunakan balon di dahinya bersama pasangan sembari berjoget dan balonnya tak boleh jatuh.


Pemenangnya adalah yang kuat dan tidak memecahkan balonnya sementara musik berjalan.


"Siap!" semua peserta dari keluarga Smith menjawab Siap juga.


Aisyah bersama Alex, Maksim bersama Maryam, Omar bersama Anna, dan Albert bersama dengan Reisya. Dewan juri adalah Nikita dan juga Abdul Rachman.


Musik pun dimulai, lagu Aja Dibandingke, oleh Farel Prayoga.


Wong ko ngene kok dibanding-bandingke


Saing-saingke yo mesti kalah


Tak oyako aku yo ora mampu


Mung sak kuatku mencintaimu


Ku berharap engkau mengerti


Di hati ini hanya ada kamu


Jelas bedo yen dibandingke


Ora ono sing tak pamerke


Aku raiso yen kon gawe gawe


Jujur sak onone


Sopo wonge sing ra loro ati


Wes ngancani tekan semene


Nanging kabeh ora ono artine


Raono ajine


Wong ko ngene kok dibanding-bandingke


Saing-saingke yo mesti kalah


Tak oyako aku yo ora mampu


Mung sak kuatku mencintaimu


Ku berharap engkau mengerti


Di hati ini hanya ada kamu


Sopo wonge sing ra loro ati


Wes ngancani tekan semene


Nanging kabeh ora ono artine


Raono ajine


Sedangkan Alex sengaja menjatuhkan balon itu dan malah menciumi wajah istrinya saja.


Tak jauh beda dengan Albert dan Reisya, mereka lebih asyik berdansa karena perut Reisya lebih menarik untuk dipeluk daripada balon itu.


"Daddy, stop! tidak boleh seperti itu!" teriak Nikita yang melihat Alex hanya sibuk mencumbu istrinya sampai melupakan balon.


Baby Danil berlarian mengambil balon itu begitupun dengan Emran yang sibuk merangkak mencari balon-balon yang terlepas dari peserta lomba.


Hanya pasangan Omar dan juga Maksim yang bertahan sampai lagu itu selesai. Dan merekalah pemenangnya.


"Alex, kamu membuat kita kalah," rajuk Aisyah dengan manja yang hanya disenyumi oleh Alex.


"Daddy, kamu nakal jadi tidak menang," ujar Nikita sembari menusuk perut kotak-kotak Alex.


"Sabar, lomba makan kerupuk nanti, aku yang akan menang," jawab Alex jumawa. Ia bahkan menepuk dadanya dengan seringaian.


"Janji ya Dad, kalau tidak menang kamu harus makan nasi satu piring." ujar Nikita sembari mengacungkan jarinya didepan hidungnya.


Alex langsung bergidik ngeri. Ia paling tidak bisa memakan jenis karbohidrat seperti itu. Itu bisa merusak bentuk tubuhnya yang selama ini ia jaga.


"Baiklah, deal aku akan menang yang penting tidak makan nasi." tekadnya kemudian mengecup bibir Aisyah, istrinya.


"Doakan aku sayang," ujar Alex dengan wajah memohon.


Aisyah dan Nikita tertawa terpingkal-pingkal melihat expresi dari Alex itu yang sepertinya akan menghadapi sebuah perang besar.


Lomba kerupuk pun dimulai yang diiringi lagu kebangsaan Indonesia raya.


"Daddy! ayo kamu bisa!" teriak Nikita menyemangati. Rupanya diantara peserta lomba Alexlah yang paling banyak pendukungnya dimulai dari istri, anak, maupun semua pelayan yang ada di rumah itu.


Semua peserta berusaha menggigit dan menghabiskan kerupuk yang sedang digantung dengan menggunakan tali itu.


Omar paling kewalahan mendapatkan kerupuk itu meskipun tubuhnya tinggi.


Tangannya yang diikat membuatnya sangat lelah. Meskipun begitu Anna tetap berada di sana menyemangati bersama dua baby twinsnya.


Emran bersama Maryam bukannya menyemangati Maksim. Mereka berdua sibuk memakan sisa kerupuk dari ketua panitia konsumsi.


Perlombaan itu terus berlangsung dengan yel-yel dari semua pelayan bagaikan cheerleaders dengan membawa bendera kecil Rusia dan Indonesia.


"Daddy kamu menang Yeay!" teriak Nikita dan langsung memeluk tubuh Daddynya dengan gembira.


Semua pelayan langsung bernafas lega karena kalau bukan Alex pemenangnya maka mereka semua akan ikut makan nasi sebakul tanpa lauk.


Dasar Alex!!! wkwkwkwk.


Lomba tarik tambang kali ini diikuti oleh semua pelayan karena keluarga Smith sudah lelah dan lebih memilih untuk makan es buah saja yang sudah dibuat oleh Suriya selaku ketua panitia konsumsi.


Hari itu semua tampak bahagia, mereka ikut bergembira dengan hari kemerdekaan Indonesia.


Ada banyak hal yang mereka ambil hikmah dari acara hari ini. Kebersamaan dan kekompakan keluarga adalah hal yang paling utama.


Saling mencintai dan saling mempercayai antar sesama pasangan.


Dan yang terpenting adalah perbedaan itu pasti ada.


Yang penting adalah mereka selalu ingat bahwa Tuhan itu ada dalam kehidupan mereka dan akan selalu melimpahkan Rahmat yang sangat banyak untuk semua hambaNya.


Baik itu yang beriman maupun yang tidak. Tuhan selalu ada untuk semuanya.


Tak lama kemudian Aisyah merasakan perutnya nyeri dan Sakit.


"Alex, apa aku terlalu banyak makan ya? perutku sakit." ujar Aisyah sembari memegang pinggangnya.


"Aku panggilkan kak Omar untuk memeriksamu, tenang disini ya," ujar Alex kemudian segera berlari mencari Omar sang dokter.


---Bersambung--


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍