Ex Mafia Hot Daddy

Ex Mafia Hot Daddy
# Part 165 EMHD



"Apa ada perkembangan kabar tentang kak Aisyah Al?" tanya Reisya dengan wajah khawatir dan sedih.


Sejak ia dan rombongan keluarga Smith tiba di Moskow dengan kenyataan hilangnya Aisyah, semua orang tampak merasakan kekhawatiran yang teramat sangat.


Rumah besar yang sangat mewah itu berubah menjadi istana yang menyedihkan. Tak ada suara tawa atau canda lagi.


Semua ikut bersedih dan kehilangan akan nyonya besar yang sangat baik hati itu.


Nikita menjadi gadis pendiam. Kalaupun ia bicara yang ditanyakan adalah dimana Daddy dan juga mommynya.


Albert menarik nafas panjang lalu merengkuh bahu istrinya lembut.


"Maafkan aku ya Sya, kamu jadi ikut terlibat dalam masalah keluarga ini." ujar Albert dengan pikiran yang cukup berat.


"Tidak apa Al, aku mengerti. Kita kan keluarga, kita seperti satu anggota tubuh. Satu yang sakit maka yang lainnya pun merasakan hal yang sama." jawab Reisya memberi penghiburan.


"Kak Alex sejak pergi Ke Dagestan belum juga kembali ke rumah ini, padahal menurut informasi ia sudah tiba kemarin siang."


"Ia pasti sibuk mencari istrinya Al,"


"Ya, tapi Nikita? gadis itu kembali terabaikan." Albert meraup wajahnya kasar.


"Aku ada disini Al, Nikita akan aku anggap sebagai putriku sendiri."


"Terimakasih sayang, I love you, Reisya," ujar Albert kemudian melabuhkan satu kecupan singkat dibibir istrinya.


"Love you, too, Albert," balas Reisya sembari menutup matanya menikmati kecupan suaminya yang sejak beberapa hari ini tak pernah ia rasakan.


"Jaga Nikita sayang, Aku akan segera berangkat. Ada informasi baru tentang si Sanchez itu." ujar Albert dengan berat hati.


Ia masih ingin bersama sang istri tetapi apa daya, mereka harus selalu siap siaga ketika mendengar kabar ada petunjuk yang berguna untuk menemukan Aisyah dan putranya itu.


"Hati-hati Al, aku menunggumu pulang,"


"Iya, ingat jaga Nikita, bawa anak itu bermain atau belajar agar ia bisa melupakan kejadian buruk ini."


"Iya Al, aku tahu itu."


Reisya mencium punggung tangan suaminya dan melepas kepergian Albert dengan hati cemas.


🍁


Di sebuah Club besar Di Moskow.


"Anda yang bernama Sanchez?" tanya Alex pada seorang pria yang sedang memutar-mutar gelas slokinya di depan bartender.


"Ya, anda siapa? apa kita pernah bertemu?" tanya pria muda yang bernama Sanchez itu.


"Hem, tidak. Kita belum pernah bertemu sebelumnya. Tapi aku tahu kamu sedang mengincar seorang gadis sekarang ini." jawab Alex sembari ikut memesan minuman kepada Bartender itu.


"Tuan Smith, anda?" Alex segera mengangkat tangannya di udara agar si bartender yang mengenalinya tidak melanjutkan kata-katanya.


"Beri aku Vodka."


"Baik tuan."


"Sepertinya anda orang penting tuan Smith. Bartender ini saja kenal dengan anda." ujar Sanchez sembari terus memandang seorang gadis cantik yang sedang menari dengan ceria di tengah-tengah lantai dansa. Alex tidak menjawab ia hanya mengikuti pandangan mata Sanchez.


"Kamu sepertinya sangat menginginkan gadis itu ya?" Alex balas bertanya.


"Tidak juga, tetapi kalau ia bersedia tidur denganku malam ini, kurasa itu bukan ide yang buruk." jawab Sanchez kemudian kembali meneguk cairan kuning di dalam slokinya dan meminta kepada Bartender agar ditambah lagi. Alex tersenyum samar dan mengedipkan matanya pada si bartender.


"Aku bisa membantumu mendapatkan gadis itu," ujar Alex tersenyum.


"Hah? aku pikir dia gadis tak tersentuh, lihat! tak ada pria yang berani mendekatinya."


"Aku bisa membantumu, apa perlu aku buktikan sekarang?"


Alex tertawa terbahak-bahak.


"Kamu sepertinya bisa mengenali orang dengan baik, dan kurasa aku memang harus membantumu." Alex langsung berbisik kepada seorang pria tinggi tegap berpakaian serba hitam agar segera membawa gadis cantik yang sedang sangat diinginkan oleh Sanchez itu.


"Guideline, layani temanku ini, kamu bisa kan sayang?" ujar Alex dengan wajah mengeras.


Ia sungguh tak rela memanggil sayang kepada wanita lain selain kepada Aisyah tapi karena ini demi perempuan yang sangat dicintainya itu maka kata itu berhasil keluar dari mulutnya dengan sangat berat.


"Okey my boss," ujar Guideline dengan senyum paling manis yang ia punya. Ia lantas menghampiri pria yang sedang menatapnya tak berkedip itu.


"Haloo tampan, nampaknya kamu sudah tak sabar mengunyahku ya?" sapa gadis berpakaian seksih itu sembari menyusuri wajah Sanchez dengan jari-jarinya yang panjang dan lentik.


Pria itu menutup matanya menikmati tarian eksotis Guideline pada permukaan wajahnya.


"Awwww," teriak Guideline tertahan. Pria bernama Sanchez itu berhasil mengigit ujung jari gadis itu dengan mata berkabut hasrat.


"Pergilah, aku sudah menyiapkan kamar untuk kalian," ujar Alex sembari menyeringai senang.


"Terimakasih tuan Smith, akan kubalas kebaikan anda ini dengan harga yang pantas." ujar Sanchez sembari merengkuh pinggang ramping Guideline. Gadis itu hanya tersenyum kemudian mengedipkan matanya ke arah Alex.


Bos besar klan Smith itu mengangkat gelasnya ke depan wajahnya sembari tersenyum.


"Nikmati malam panjangmu Sanchez, aku harap kamu benar-benar membayar kebaikanku dengan harga yang pantas."


"Ya,ya, aku sudah tidak tahan dengan pesona gadis ini, permisi tuan Smith," Sanchez pun berlalu dengan membawa sang gadis ke sebuah kamar VIP.


Alex menghisap cerutunya dalam kemudian menyingkirkan Vodka yang dituangkan oleh bartender tadi.


"Anda tidak minum tuan?" tanya si bartender sembari membuang minuman itu ke tempat pembuangan.


"Kamu tahu aku sudah lama tidak minum kan?"


"Iya tuan."


"Apa pernah kamu melihat pria itu datang kemari sebelumnya?"


"Beberapa bulan yang lalu, pria itu sering datang kemari bersama seorang pria lainnya. Mereka sering bertransaksi narkoba di sini, tuan."


"Oh ya?"


"Iya tuan, tapi sekarang hanya Sanchez yang masih sering berkunjung. Kurasa pria yang merupakan bosnya itu sudah meninggalkan kota ini."


"Hemm, apa kamu tahu seperti apa tampang pria itu Jose?"


"Yah usianya mungkin seperti anda tuan, tetapi kupikir anda lebih tampan darinya. Ia cuma sangat kasar dan kejam."


"Hahahaha, kamu memujiku Jose?" tawa Alex mengudara dan kemudian hilang. Tawa itu terasa kering dan tak bermakna.


"Anda pantas dipuji tuan, aku cuma penasaran kenapa anda turun tangan sendiri untuk semut kecil seperti Sanchez itu,"


"Ah ya aku hanya ingin berkenalan dengannya, ada hal yang sangat ingin aku tahu kemana ia beberapa hari ini dan kurasa Guideline bisa aku andalkan."


Jose tersenyum dan mulai bisa menerka apa tujuan Alexander Smith memintanya untuk mencampur sebuah obat kedalam minuman pria muda itu.


"Kamu yakin apa yang kamu lakukan tadi akan berhasil Jose? aku tak mau mengorbankan Guideline, agen terbaikku untuk pria yang sebentar lagi akan merasakan hal yang tak pernah ia rasakan selama hidupnya ini." geram Alex sembari menekan sisa cerutunya dengan ujung sepatunya.


"Jose, Aku ke dalam dulu, aku ingin lihat apa saja yang mereka lakukan di dalam kamar sana," Alex berdiri dari duduknya kemudian melangkah dengan cepat ke arah kamar VIP yang sudah dimasuki oleh Sanchez dan juga Guideline.


"Good job!" ujar Alex tersenyum penuh makna melihat Sanchez sedang dalam kondisi tanpa busana.


---Bersambung--


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya, Okey?


Kira-kira Guideline habis ngapain Sanchez yak🤔