Ex Mafia Hot Daddy

Ex Mafia Hot Daddy
# Part 111 EMHD



Anna Peminov keluar dari ruangan dokter Omar sang pimpinan tertinggi di Rumah sakit itu dengan wajah memanas karena malu. Ia sampai menabrak seorang perawat yang selama ini sangat tidak menyukainya.


Elena Stevanov menatapnya dengan pandangan tajam.


"Nona Anna Peminov? apa yang anda lakukan di sekitar sini?" tanya nona Stevanov itu dengan wajah penuh tanya. Pasalnya Anna ini bukan salah satu bagian dari Rumah Sakit, perawat ataupun staf yang lainnya.


"Maafkan aku tapi aku harus pergi sekarang." ujar Anna kemudian berusaha untuk melangkah pergi jauh dari sana.


"Hey, jawab dulu pertanyaanku, apa yang anda lakukan disini? jangan katakan kalau anda sengaja datang untuk menggoda dokter Omar." dengus Elena Stevanov dengan wajah marah.


"Dokter Omar itu milikku dan aku tak mau kamu datang mengganggu hubungan kami."


"Dasar tak tahu malu, kamu datang kesini untuk menyerahkan dirimu ya?"


Anna tidak ingin membuat masalah dengan perawat ini jadi ia tak menjawabnya. Ia benar-benar ingin pergi sekarang dan tak berniat untuk datang lagi.


"Maaf saya harus pergi. Permisi."


Plak


"Ini untuk niatmu yang kotor itu yang sengaja datang ke tempat ini." ujar Elena Stevanov setelah memberikan tamparan yang cukup panas pada wajah Anna Peminov. Ia sudah bisa menebak apa yang telah mantan pasien dokter Omar itu lakukan di tempat itu.


Anna Peminov menatap tajam wajah perawat yang tak tahu sopan santun itu. Dengan gerakan cepat ia menampar balik pipi sang lawan dengan tangan kanannya sendiri. Ia tak mau ditindas oleh orang lain.


"Sekali lagi kamu melakukan ini padaku, aku tak akan segan-segan membuatmu mendapatkan hal yang lebih dari ini. Paham kamu suster?" ujar Anna Kemudian dengan langkah ringan meninggalkan tempat itu.


Cukup sudah ia merasa malu karena menjadi perempuan tak tahu diri mengunjungi sang dokter dan malah diperlakukan seperti itu lagi oleh sang perawat. Ingin ia menyembunyikan dirinya di sebuah tempat tersembunyi.


"Ini sungguh sebuah kesalahan, semoga Tuhan mengampuniku." ujarnya sembari berjalan kearah halaman Rumah Sakit.


"Dasar perempuan tak tahu malu!" teriak suster Elena Stevanov sembari meraba pipinya yang perih.


"Bukannya kamu yang tak tahu malu Elena?" ujar seorang perawat yang ternyata menyaksikan adegan tersebut. Ia adalah Annette yang telah ditelpon oleh dokter Omar untuk mengambil resep untuk gadis pujaan hati sang pimpinan Rumah Sakit. Ia ingin perawat itu memberikan obat pada Anna yang tiba-tiba saja kabur dari ruangannya.


"Hey, siapa kau Annette berani berkata seperti itu padaku, heh?" Annette mencebikkan bibirnya kesal.


"Jangan menutup matamu kalau dokter Omar menyukai gadis itu. Ia sampai menyuruhku agar nona Peminov diperiksa langsung olehnya. Jadi mulai dari sekarang bujuk hatimu untuk menerima kenyataan pahit ini." jelas Annette yang begitu menohok hati Elena Stevanov sang perawat senior di Rumah Sakit itu.


Annette berlalu menuju ke ruangan dokter Omar. Ia harus segera menyelesaikan tugasnya saat itu juga.


Sementara itu diluar sana. Albert secara kebetulan bertemu dengan Anna Peminov yang sedang terburu-buru.


"Anna!" panggilnya dengan diiringi langkah cepat memburu agen cantik berambut pendek itu.


"Anna!" panggil Albert lagi yang membuat gadis itu menghentikan langkahnya.


"Albert? kamu di sini?" tanya Anna dengan wajah penuh tanya.


"Aku yang harusnya bertanya padamu, apa yang kamu lakukan di sini. Siapa yang sakit Anna?"


"Aku hanya memeriksakan lukaku saja. Dan sekarang aku ingin pulang."


"Apakah kamu menggunakan Bus ke sini?" Anna mengangguk.


"Kalau begitu tunggu aku di mobil. Aku ada perlu sebentar saja dengan dokter Omar. Atau kamu mau ikut bersamaku kembali ke dalam?" Anna dengan cepat menggeleng.


Anna berjanji tidak akan bertemu lagi dengan sang dokter. Ia sangat malu dengan sikapnya tadi yang bertingkah sangat memalukan. Ia tahu pasti dokter itu tahu kalau ia sedang berpura-pura saja.


Ish mau ditaruh dimana wajahku nanti


"Baiklah kalau kamu tidak mau, aku akan kesana tetapi tidak lama. Jadi jangan kemana-mana, okey?"


"Okey Bos!" jawab Anna kemudian tersenyum lebar.


Albert memasuki ruangan Omar dengan terburu-buru. Ia tak mau Anna terlalu lama menunggu.


"Anna menungguku di luar sana. Permisi dokter. Kita akan berjumpa saat malam kan?"


"Ah Iya, kalau begitu pergilah cepat." ujar Omar dengan nafas lega. Ia tahu ia bisa mempercayakan keamanan gadis itu pada Albert.


"Assalamu'alaikum."


"Waalaikumussalam."


Albert benar-benar menepati janjinya dengan kembali menemui Anna dengan waktu yang sangat cepat.


"Ayok Anna, aku akan membawamu ke rumah Bos Alex."


"Hey kenapa? katanya kamu ingin mengantarku pulang."


"Sebenarnya Nyonya muda Smith memberiku pesan agar aku menjemputmu di rumahmu, nah kebetulan kita bertemu di sini jadi kurasa pekerjaanku jadi semakin ringan bukan ?"


"Kenapa nyonya ingin aku kesana Al?"


"Para perempuan itu rindu padamu. Mereka terus menanyakan kabarmu."


"Perempuan siapa lagi selain nyonya Smith."


"Maryam nyonya Smith kedua. Hahaha."


"Dan kapankah ada nyonya Smith ketiga Al?" tanya Anna dengan tersenyum samar. Lama ia tidak mendengar kisah asmara dari Bosnya yang satu ini.


"Entahlah Anna, menjalin hubungan jarak jauh ternyata sangat sulit. Hati kadang gampang tergoda dengan yang lain." jawab Albert dengan pandangan menerawang jauh, ia teringat Reisya dengan senyum manisnya yang kemudian tiba-tiba tergantikan dengan bayangan seorang gadis asing yang baru ia jumpai kemarin juga menarik perhatiannya.


"Akhhh" Albert mengerang kesal. Ia yakin dirinya belumlah jadi pria yang baik. Masa lalunya yang suka berganti-ganti perempuan kini ingin muncul kembali ke permukaan.


"Kenapa denganmu Al?" tanya Anna yang bingung dengan tingkah pria yang cukup berpengaruh dari klan Smith itu.


"Aku merindukan Reisya, Anna. Sangat." jawab Albert kemudian menghidupkan mesin mobilnya dan melajukannya ke arah rumah kediaman Alexander Smith. Anna hanya diam, ia belum pernah bertemu dengan gadis bernama Reisya itu. Ia akan menunggu sampai Albert sendiri yang menceritakan tentang gadis pujaan hati pria yang sedang dirundung rindu itu.


Tak lama kemudian mereka pun sampai di Rumah Mewah dan megah milik sang Bos, Alexander Smith.


Anna Peminov langsung masuk tanpa menunggu Albert yang menyimpan mobil terlebih dahulu di dalam garasi.


"Hai, Anna kamu sudah datang sayang." ujar Aisyah sembari menyapa gadis itu yang baru menginjakkan kakinya di ruang keluarga itu. Di sana ada Maryam juga sedang duduk disamping Aisyah disebuah sofa panjang.


"Kemarilah Anna, kita sedang video call nih sama sahabatku dari Indonesia." panggil ibu hamil itu sambil mengarahkan kamera ke arah Anna. Gadis yang dipanggil itu segera mendekat dan ikut bergabung dengan 2 perempuan kesayangan Bos Smith.


"Halo Reisya, perkenalkan ini Anna Peminov teman aku." ujar Aisyah sambil menunjuk Anna yang sedang tersenyum lebar dan ikut melambaikan tangannya.


"Halo Anna, senang berjumpa denganmu." jawab Reisya dari ujung sana. Gadis itu sedang berdiri di tepi pantai dan mulai memperkenalkan tempat wisata dimana ia bekerja sekarang layaknya seorang guide, tetapi ia kemudian berhenti bicara saat dilayar handphonenya muncul Albert secara tiba-tiba di sana. Di belakang 3 perempuan yang sedang berbicara dengannya.


Seorang pria tampan yang pernah melamarmya dan tak pernah berkabar lagi padanya tanpa alasan yang jelas.


"Reisya Ayo lanjutkan, kenapa kamu diam?" tanya Aisyah bingung dengan ekspresi gadis itu diseberang sana. Reisya tidak menjawab tetapi Albert lah yang menimpali dari belakang Aisyah.


"Maafkan aku, bisa aku ambil dulu handphonemu nyonya Smith?" tanya Albert dengan sopan. Ia ingin berbicara secara pribadi dengan gadis yang sedang berada dalam panggilan video itu.


"Silahkan Al, santai saja jangan terlalu kaku padaku." jawab Aisyah kemudian menyerahkan handphone itu pada Albert. Setelah itu Albert mencari tempat aman, dan mengobrol dengan gadis yang sudah lama ia rindukan.


Gadis manis yang tak pernah ia hubungi lagi itu dengan alasan kesibukan padahal ia sempat kecewa dan cemburu dengan story Reisya yang pernah ia lihat di Instagram.


Reisya sedang berpose bersama seorang pria tampan dan mapan bernama Rama Putra Tama itu. Ingatannya sangat jelas tentang nama pria itu karena gadis itu men tag nama itu yang tentunya sangat penting di hari Reisya.


---Bersambung--


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍