Ex Mafia Hot Daddy

Ex Mafia Hot Daddy
# Part 253 EMHD



"A Lex ..." Aisyah tak sanggup menahan rasa geli dan nikmat secara bersamaan saat bibir suaminya menyentuhnya dengan sangat lembut.


"Kamu suka Aisyee sayangku?" tanya Alex dengan bisikan lembut saat jari-jarinya juga berperan sangat penting membuat Aisyah bergerak tak karuan di atas pangkuannya.


"A Lex aaaakh," dessah Aisyah sembari menjambak rambut tebal suaminya yang masih betah bermain-main dibagian dadanya.


Alex semakin terpacu untuk membahagiakan sang istri ketika suara-suara lucnut tak bisa lagi Aisyah tahan dan akhirnya ruangan kedap suara itu dipenuhi oleh suara mereka yang saling merindu dalam kenikmatan yang tak bertepi.


Alex segera mengangkat tubuh istrinya yang sudah sangat lemas dipangkuannya.


Pria itu membawa tubuh Aisyah ke sebuah sofa multifungsi tetapi lebih sering mereka gunakan untuk kegiatan yang menyenangkan dibanding untuk duduk para tamu di ruangannya.


Tangan Alex bergerak melucuti pakaian yang tersisa pada istrinya hingga teriakan keras suara Danil dan Asma dari arah luar ruang kerjanya menjeda aktivitas tangannya.


"Mommy! Daddy! biarkan kami masuk," suara Danil dan Asma yang sepertinya memaksa pelayan yang berjaga di ruang kerjanya itu kedengaran melengking keras sampai di dalam sana.


"Aku akan menemui mereka sayang, mereka pasti mencari kita di kamar," ujar Aisyah sembari mencari pakaiannya yang sempat dilempar asal oleh suaminya.


"Aisyee, jangan sayangku. Kita selesaikan dulu yang tadi, okey?" Alex menatap mata istrinya dengan tatapan tak rela.


"Alex, anak-anak itu pasti akan menggangu kita sayang, kita juga akhirnya tidak bisa menikmatinya," jawab Aisyah tersenyum. Ia sangat mengerti kalau suaminya itu pasti sedang berada di puncak gairah.


"Alex plis, biarkan aku menemui mereka ya," pinta Aisyah lagi sembari mengecup lembut bibir suaminya. Yang justru semakin membuat pria itu tidak rela dan sepertinya Alex benar-benar tidak mau meninggalkan sesuatu yang sudah dimulainya.


"Coba kamu dengar sayang, tidak ada lagi suara mereka di luar sana," bisik Alex sembari merengkuh tubuh istrinya kedalam pelukannya.


"Kita bebas Aisyee, kamu tidak kasihan padaku sayang?" pria itu menatap bola mata bulat istrinya dengan pandangan memohon.


Ia pun meraih tangan istrinya dan mengarahkannya pada bagian dari tubuhnya yang lain yang tidak mungkin dibiarkan begitu saja.


Alex tahu semua pelayannya tahu siapa dirinya. Jika ia dan Aisyah sedang berada di dalam kamar bersama maka mereka semua tidak boleh menggangu. Itu artinya ada kegiatan menyenangkan yang sedang mereka lakukan di dalam sana.


Aisyah tersenyum karena putra dan putrinya benar-benar sudah berhenti memanggil. Ia pun melepaskan kembali pakaiannya yang sudah sempat ia gunakan.


Senyum cerah pun terbit diwajah Alex. Pria itu dengan cepat meraih bibir Istrinya lembut. Mengantarkan begitu banyak cinta yang ia rasakan pada ibu dari anak-anaknya itu.


Mereka terus saling memagut kemudian tak sadar melakukan perjalanan yang sangat indah menuju nirwana. Ruangan itu menjadi saksi begitu mereka saling mencintai dengan saling memberikan kepuasan dan kenikmatan.


Dessahan nikmat dan bisikan pujian menggema dalam ruangan itu menunjukkan begitu mereka merasa dunia ini hanya milik berdua.


🍁


Crisstoffer Anderson tersenyum samar saat ia terbangun dan mendapati Nikita tertidur di sampingnya. Pria itu merasakan kebahagiaan yang berlipat-lipat dan mensyukuri kecelakaan yang ia alami ini.


Ia melenguh dan bergerak pelan dan tak sadar justru membangunkan gadis cantik berhijab yang sangat ia cintai itu.


"Humm, kamu sudah bangun?" tanya Crisstoffer saat mata mereka berdua berada pada satu titik yang sama.


"Eh, iya. A ku Ter ti dur ya?" tanya Nikita dengan perasaan yang tiba-tiba gugup. Mata biru pria itu seakan menembus jantungnya.


"Tidak, aku ingin pulang. Kamu sudah sembuh kan?" ujar Nikita berusaha berdiri dari duduknya tetapi Crisstoffer menarik tangannya supaya bisa duduk kembali.


"Tolong, aku tidak punya keluarga selain dirimu di sini, aku tidak mungkin melakukan semuanya sendiri kan?" ujar pria sembari memandang kembali gadis cantik itu.


"Tapi aku tidak biasa bersama pria yang eh, tidak, aku ingin pulang. Aku sudah terlalu lama di sini," jawab Nikita masih dengan rasa gugup dihatinya.


"Hai Criss sayang, aku dengar kamu kecelakaan jadi aku langsung terbang kemari," ujar seorang perempuan cantik berambut pirang dengan wajah khawatir.


"Julia?" tanya Crisstoffer Anderson tak percaya kalau mantan kekasihnya itu bisa berada di Rumah Sakit ini dan berada di ruangannya.


"Hem, iya aku Julia Webber, kekasihmu. Jangan katakan kamu sedang hilang ingatan karena kecelakaan itu ya," jawab Julia Webber dengan langkah percaya diri menghampiri ranjang pria tampan yang sedang terbaring itu.


"Darimana kamu tahu kalau aku ada disini July?" tanya pria itu dengan wajah tak nyaman.


"Hey, dunia ini sempit sayang, berita sedikit saja tentang dirimu akan cepat tersebar ditiup angin. Dan siapa gadis ini Criss?"


"Hai, aku Nikita Smith," sapa Nikita dengan ramah sebelum diperkenalkan oleh pria itu.


"Oh, aku Julia Webber, teman dekat Crisstoffer Anderson. Senang berjumpa denganmu nona Smith."


"Iya, nona Webber, aku juga senang berjumpa denganmu. Karena anda sudah ada di sini. Aku akan pamit. Permisi."


"Niki, jangan pergi. Kamu harus di sini bersamaku." ujar Crisstoffer Anderson berteriak karena gadis itu benar-benar keluar dari ruangan itu.


"Siapa dia Criss? apa ia seorang perawat atau pelayan?" tanya Julia sembari memandang punggung Nikita yang semakin menjauh.


"Nikita Smith adalah calon istriku, jadi sebaiknya kamu tidak usah repot-repot tinggal menemaniku di sini."


"Hah? calon istri? akulah calon istrimu Criss, gadis tak jelas itu mana mungkin cocok denganmu."


"Sebaiknya kamu keluar dari ruangan ini July. Aku tak mau melihatmu."


"Ish tega sekali dirimu Criss, aku jauh-jauh dari Birmingham dan kamu seenaknya mengusirku hanya karena gadis ingusan itu? kamu tidak lihat bagaimana identitasnya tadi. Kalian tidak akan bahagia karena kalian berbeda."


"July, pergilah dari sini, aku tidak suka kamu mengatakan hal itu seperti itu tentang Nikita."


"Tidak. Aku tidak akan pergi. Aku akan merawatmu di sini sampai kamu sembuh." ujar Julia Webber dengan senyum diwajahnya.


Crisstoffer Anderson hanya bisa menarik nafasnya berat kemudian menutup matanya. Andai ia bisa bangun ia akan menyeret Perempuan itu untuk keluar dasi ruangan itu.


Pria itu tak sudi lagi satu ruangan yang sama dengan seseorang yang pernah menyakitinya.


---Bersambung--


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya, okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍