
Julia Webber mengambil wadah yang berisikan bubur dari Rumah sakit untuk diberikan kepada Crisstoffer Anderson.
Dengan wajah ceria, gadis yang berprofesi sebagai dokter itu bersiap untuk menyuapi pasien tampan yang sedang menatapnya dengan pandangan tak bersahabat.
"Buka mulutmu Criss, aku tahu kamu belum makan." ujar Julia memaksa.
"Terimakasih July, tapi aku sedang tidak ingin makan saat ini." jawab Crisstoffer Anderson sembari mengalihkan wajahnya kesamping.
"Hey, kamu sedang sakit Criss dan jangan katakan kalau kamu tidak tahu pentingnya makan sebelum minum obat," Julia bertahan ingin menyuapi pria itu meskipun Criss tidak mau.
"July! aku bukan anak kecil dan sekarang kamu keluar!" seru Crisstoffer dengan intonasi yang mulai meninggi.
"Maafkan Aku Miss. Webber. Pasiennya sepertinya hanya ingin makan dari tanganku," ujar Nikita Smith yang tiba-tiba muncul di antara mereka.
Crisstoffer Anderson tersenyum lega. Pria itu senang sekali karena Nikita kembali ke ruangan itu. Mata birunya terus menatap pergerakan gadis cantik kesayangannya itu yang dengan berani meraih mangkuk berisi bubur dari tangan Julia Webber.
Sedangkan Nikita merasakan pipinya menghangat karena tidak menyangka ia begitu percaya diri mengatakan hal tersebut di depan wajah dua orang yang mempunyai hubungan spesial itu.
Flashback on
Omar dan Anna saling bertatapan dengan cerita Nikita tentang perempuan cantik yang katanya ada di kamar perawatan Crisstoffer Anderson itu.
"Apa benar kamu ada kelas hari ini sayang?" tanya Anna saat melihat putri Alex itu nampak gelisah. Nikita terdiam. Gadis cantik itu hanya menjalin jari-jarinya dengan perasaan campur aduk.
"Nikita? sayang?" Anna mengulangi memanggil gadis itu supaya menatapnya.
"Iya onty, aku ada kelas hari ini."
"Dan?" Anna mengangkat alisnya meminta gadis itu melanjutkan perkataannya.
"Kelas Mr. Anderson onty," jawab Nikita sembari menundukkan wajahnya. Ia takut Anna dan Omar tahu isi hatinya.
"Hahahaha kamu lucu sekali Niki," tawa Anna berderai di dalam ruangan itu dan membuat Omar juga ikut tertawa.
"Bukankah Mr. Anderson ada di Rumah Sakit ini? lalu kenapa kamu harus repot-repot ke Universitas Niki?" tanya Anna dengan ekspresi yang sangat lucu. Nikita merasakannya pipinya semakin menghangat karena malu.
"Sekarang, kembalilah ke kamar dosenmu itu. Dan bantu ia memakan buburnya agar nilaimu bagus dan kamu bisa jadi dokter dengan cepat." saran Anna dengan berusaha menahan senyumnya.
"Tapi onty, aku tidak mau kesana. Aku tidak mau mengganggu mereka berdua."
"Eh, kamu tidak akan menggangu mereka sayang, kamu hanya melaksanakan kewajibanmu sebagai keluarga terdekatnya atau mungkin sebagai calon istri, Hem," timpal Anna sembari memandang Omar yang sedang menahan senyumnya.
"Uhukkkk uhukkkk," tanpa sadar Nikita tersedak air liurnya sendiri. Gadis itu merasakan pipinya memanas hanya karena ucapan terakhir dari Anna.
"Niki, Criss ingin kamu yang merawatnya, sayang," timpal Omar dengan senyum diwajahnya. Pria itu tahu betul kalau Criss sangat menyukai keponakannya itu dan berharap segera menikahinya.
Omar juga tahu tentang Julia Webber, mantan yang ingin kembali merajut kasih dengan sang dokter. Karena mereka pernah bertemu sebelumnya di Birmingham.
"Tapi uncle," Nikita berusaha menolak meskipun hatinya sangat penasaran dengan apa yang dilakukan oleh kedua orang itu di kamar perawatan.
"Sudahlah sayang, dengarkan uncle dan cepatlah kesana. Kamu kan calon dokter dan pastinya bisa merawat pasien dengan sangat baik." ujar Anna kemudian mendorong tubuh Nikita untuk segera kembali ke kamar Crisstoffer Anderson.
Flashback off
"Hey, siapa kamu? dokter bukan, perawat bukan, beraninya kamu ya," ujar Julia Webber tidak suka dengan cara gadis itu mengambil sesuatu dari tangannya.
"Maafkan aku Miss. Webber. Aku adalah calon istri Crisstoffer Anderson. Dan kurasa itu lebih dari seorang dokter maupun perawat," jawab Nikita Smith dengan santai. Entah darimana kepercayaan dirinya itu muncul.
Mata Julia Webber dan Crisstoffer Anderson langsung membulat tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh gadis cantik berhijab itu.
"Waktunya makan, Haa," Nikita tidak memperdulikan ekspresi kaget dua orang yang ada di hadapannya itu. Ia langsung mengarahkan sendok berisi bubur itu ke mulut Criss yang sedang terbuka karena kaget.
"Criss! jelaskan padaku apa yang dikatakan gadis ini!" jerit Julia Webber dengan tatapan tajam pada Crisstoffer yang sedang mengunyah bubur itu dengan wajah bahagia.
"Dan sejak kapan kamu berhubungan dengan gadis yang tidak jelas seperti ini hah?!" lanjut gadis itu dengan wajah menantang.
"Berada di Moskow seleramu berubah Criss, sebaiknya aku urus kepulanganmu ke Birmingham sekarang juga," lanjut Julia Webber masih dengan emosi diwajahnya.
"Kamu bahkan sudah seperti pria yang tidak terurus setelah tinggal di sini. Kamu tidak bisa melihat mana gadis yang cocok untukmu dan mana yang tidak!"
Crisstoffer Anderson tidak perduli dengan apa yang dikatakan oleh Julia Webber. Kalimat-kalimat sarkas gadis itu bagaikan suara lebah yang berdenging di telinga tetapi tidak menggigit.
Pria tampan itu seakan berada pada musim semi di kota itu. Dimana semua bunga dan tanaman sedang bersemi dan bermekaran dihadapannya.
Wajah Nikita Smith berubah 1000 % lebih cantik dimatanya. Hingga ia tidak sadar bubur itu habis dalam waktu yang sangat singkat.
"Aku ingin tambah Niki, aku masih lapar." ujar Crisstoffer Anderson dengan suara merajuk. Ia seperti seorang bayi besar yang sedang butuh perhatian seorang ibu.
Gadis itu langsung memandang tajam pria dihadapannya yang tiba-tiba menjadi sangat manja. Nikita mulai kesal dengan sikap Crisstoffer yang berubah sangat aneh dimatanya.
"Criss, aku sudah memesan tiket ke Birmingham. Kita akan pulang setelah kamu selesai makan." ujar Julia Webber dengan pandangan tak suka pada gadis berhijab yang ia tak tahu asal-usulnya itu.
"Aku akan merawatmu di tempat yang lebih nyaman sayang," ujar Julia sembari mengelus lembut lengan pria itu. Dan langsung membuat Crisstoffer Anderson kembali ke dunia nyata.
"Hey siapa kamu berani mengatur hidupku hah?" tanya Crisstoffer Anderson dengan pandangan tajam ke arah gadis cantik itu. Lengannya ia sentakkan agar sentuhan Julia terlepas.
"Aku calon istrimu Criss, kamu mencintaiku dan kita akan segera menikah."
"Apa? kamu tidak sedang bermimpi kan?" tanya Crisstoffer dengan nada sinis. Julia Webber tersenyum manis kemudian dengan percaya diri mengecup lembut pipi pria itu dihadapan Nikita.
"Tidak sayang, aku tidak bermimpi dan aku masih ingat saat kamu melamarku dengan sangat romantis. Dan sekarang aku menerimamu Crisstoffer Anderson, aku siap menjadi istrimu," ujar Julia Webber dengan senyum mencibir ke arah Nikita Smith.
Gadis itu berusaha menahan debaran didadanya dengan apa yang ia saksikan sendiri di depan matanya.
"Niki, kamu tidak percaya kan dengan apa yang dikatakan gadis gila ini?" Crisstoffer menatap mata hitam Nikita yang juga sedang menatapnya.
---Bersambung--
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
Kita lanjutkan beberapa jam lagi hehehe. Kita tunggu apa yang akan dikatakan Nikita. Percaya atau tidak???
Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍