Ex Mafia Hot Daddy

Ex Mafia Hot Daddy
# Part 251 EMHD



"Niki, Crisstoffer sangat membutuhkanmu saat ini sayang,"ujar Anna dengan wajah sedih. Meskipun ia baru pertama kali bertemu dengan pria berkebangsaan Inggris itu tapi hatinya sudah terpaut dengannya. Dan ia yakin Crisstoffer adalah anak yang baik.


"Kenapa aku onty?" tanya Nikita tidak mengerti.


"Aku kasihan padanya Niki, ia belum sadarkan diri sampai saat ini dan hanya kamulah keluarga terdekatnya di sini," jawab Anna saat melihat Nikita nampak bingung.


"Apa maksudmu onty, ada banyak dokter di sini yang akan menanganinya. Aku tidak bisa, lagi pula apa yang harus aku lakukan padanya, bukankah semua dokter terbaik telah melakukan tugasnya."


Nikita sepertinya belum mengerti maksudnya. Anna hanya bisa menarik nafas dalam-dalam kemudian terdiam. Ia tak punya hak untuk memaksa gadis ini merawat Crisstoffer Anderson.


"Baiklah, terserah padamu, tapi kalau kamu sempat luangkanlah waktumu meskipun sedikit untuk melihatnya, dia anak yang baik Niki," ujar Anna kemudian mengalihkan pandangannya pada Omar yang masih menutup matanya dengan nafas yang teratur.


"Akan aku pikirkan onty, tapi aku tidak bisa berjanji, maafkan aku," jawab Nikita kemudian keluar dari ruang perawatan itu.


"Bagaimana dengan uncle Omar, apa ia sudah tertidur sayang?" tanya Aisyah pada putrinya yang ikut duduk di sampingnya di ruang tunggu itu.


"Iya mom, uncle kembali tertidur. Itu karena ia sudah diberikan obat."


"Alhamdulillah, kata dokter yang menanganinya, benturan di kepalanya tidak terlalu parah sayang. Sekarang aku malah sangat khawatir pada Criss, semoga dokter muda itu segera melewati masa kritisnya. Maukan kamu mendoakannya sayang?" Aisyah memandang Nikita dengan pandangan penuh harap.


"Iya mom, kita semua akan mendoakannya." jawab Nikita dengan wajah menunduk. Gadis itu menjalin jari-jarinya yang tiba-tiba merasakan rasa khawatir yang dalam pada sepupu yang masih dibencinya itu.


"Baiklah Niki, aku akan pulang dulu bersama Daddy mu, kamu bisa mengunjungi Criss kalau kamu mau sayang, kunjungilah dia sebagai sesama manusia dan karena Allah," ujar Aisyah kemudian berdiri dari duduknya.


"Daddy," Nikita tiba-tiba saja memeluk tubuh Alex yang sejak tadi diam saja. Ia ingin meminta izin pria itu untuk melakukan semua saran Mommy Aisyah dan juga onty Anna.


"Dengarkan kata hatimu sayang, Daddy yakin kamu tahu mana yang terbaik," ujar Alex sembari mengelus lembut punggung putrinya.


"Ah ya terimakasih banyak Dad," Nikita menyusut air matanya yang tiba-tiba saja menyeruak keluar.


"Kami pulang terlebih dahulu ya, kami akan membawa perlengkapan untuk uncle Omar sayang,"


"Iya Mom Dad, hati-hati," jawab Nikita berusaha untuk tersenyum.


Setelah kepergian kedua orang itu, Maksim pun ikut pergi dari sana untuk membeli makanan dan minuman untuk Anna dan juga Nikita.


Gadis itu duduk sendirian di kursi panjang di ruang tunggu Rumah Sakit itu. Dan setelah lama merenung, akhirnya Nikita melangkahkan kakinya ke arah ruang emergency room untuk melihat kondisi Crisstoffer Anderson yang katanya belum sadarkan diri.


Gadis itu memakai pakaian khusus untuk pengunjung pasien. Dan mulai menggunakan maskernya. Ia pun menghampiri seorang dokter laki-laki yang masih sangat muda dan sedang berjaga di ruangan itu.


"Permisi dokter, bisakah aku melihat hasil pemeriksaan dari pasien yang bernama Crisstoffer Anderson?" pintanya pada dokter itu.


"Maaf, apa anda ada hubungan keluarga dengan tuan Anderson?" tanya dokter itu balik.


"Saya, Nikita Smith. keluarga dekatnya." Nikita tersenyum dan memperkenalkan dirinya.


"Tunggu sebentar ya nona, akan saya ambilkan."


"Iya, terimakasih."


"Ini nona, hasil ronsen dan juga citisscan tuan Crisstoffer Anderson." dokter itu menyerahkan beberapa lembar hasil pemeriksaan yang dibutuhkan oleh Nikita.


"Terimakasih banyak, dokter." ujar Nikita sembari mengambil hasil pemeriksaan itu dengan senyum diwajahnya.


Hanya ada bekas benturan di kepala tetapi itupun tidak sampai mengenai bagian yang sangat vital seperti otak atau semacamnya.


Nikita memperhatikan kembali bagian tubuh yang lainnya. Hanya ada keretakan dibagian Lengan. Dan sepertinya itu sudah dioperasi oleh tim dokter.


"Silahkan, semoga dengan kehadiranmu ia bisa memberikan respon yang baik," ujar sang dokter sembari mempersilahkan Nikita untuk masuk ke kamar khusus pasien yang belum sadarkan diri itu.


Nikita mengucapkan bismillah dan mulai membuka pintu ruangan perawatan Crisstoffer Anderson. Entah rasa apa yang ia rasakan saat ini. Gadis itu semakin mendekat kemudian menarik satu kursi untuk ia duduki.


Lama Nikita memandang wajah Crisstoffer Anderson yang terbalut kain kasa di bagian kepalanya.


Tangan pria itu juga sedang terpasang gift.


Belum lagi alat penunjang kehidupan yang terpasang di dada bidang pria itu.


Nikita tidak tahu apa yang harus dilakukannya hingga ia diam saja sembari memohon pada Tuhan untuk kesembuhan cucu lain dari Kakeknya, William Anderson.


Setelah lama terdiam ia pun berdiri dari duduknya kemudian menampar pria tampan yang tak sadarkan diri itu. Ia ingin melampiaskan emosinya pada pria yang pernah menculik dan melecehkannya.


Plak!


"Dasar pria brengsek! Kamu mau tidur saja di sini hah?! Dan tak mau melaksanakan wasiat kakek Will?!" teriaknya dengan suara tercekat. Airmatanya kembali menyeruak keluar tanpa permisi.


"Katanya seorang dokter hebat, sakit begini saja manja, Cih! ayo bangun!" lanjut Nikita sembari menyusut airmatanya.


"Kalau kamu tidak mau bangun juga sekarang, itu berarti semua harta kakek aku yang punya, mengerti kamu pria brengsek! Dan aku ucapkan terimakasih, aku akan menghabiskannya sendiri," ancam Nikita dengan perasaan campur aduk.


Gadis itu kemudian pergi meninggalkan Crisstoffer Anderson yang tiba-tiba menggerakkan jari-jarinya dan tak lama kemudian membuka kelopak matanya.


"Nikita?" panggilnya pada gadis yang sempat berada dalam mimpinya dan meneriakinya. Nikita yang belum jauh dari sana menghentikan langkahnya dan menoleh.


Deg


Pria itu memandangnya dengan pandangan mata sayu kemudian tersenyum. Nikita menghapus airmatanya dengan hati berdebar. Ia berbalik dan menghampiri kembali ranjang pria itu.


"Niki," panggil Crisstoffer Anderson dengan suara pelan. Nikita tersenyum dari balik maskernya tetapi kembali menghardik pria tak berdaya itu.


"Heh, gara-gara aku mau mengambil semua warisan Kakek Will, kamu langsung terbangun. Hem dasar pria brengsek!" ujar Nikita sarkas.


"Maafkan aku, kamu bisa mengambil semuanya Niki, terserah kamu mau habiskan dimana. Aku hanya minta temani aku di sini," ujar Crisstoffer Anderson dengan suara pelan kemudian kembali menutup matanya.


"Hey, bangun! aku ada pekerjaan lain dan tidak mungkin menemanimu di sini," ujar Nikita dan tanpa sadar menyentuh tangan pria itu yang terbebas jarum infus.


Deg


Crisstoffer Anderson menggenggam tangan gadis itu tanpa mau membuka kelopak matanya. Ia kemudian mendengkur halus dengan tangan mereka berdua yang masih terpaut.


---Bersambung--


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍