
Antonio Cassano memandang layar handphonenya dengan senyum aneh diwajahnya.
Ia sengaja memantau semua kegiatan perempuan cantik berhijab itu lewat CCTV di setiap ruangan pada mansion mewah miliknya itu.
"Aku penasaran bagaimana indahnya tubuh perempuan itu dibalik pakaiannya." ujar Antonio Cassano sembari jari-jarinya menyusuri gambar Aisyah pada layar handphonenya itu.
"Aku tak sabar memilikinya, dia mempunyai pesona tersendiri," lanjut Antonio bermonolog dengan dirinya sendiri sembari mengerang nikmat hanya dengan membayangkan perempuan yang baru dikenalnya itu dibawah kungkungannya.
"Oh Shii*t!" ia menjambak rambutnya frustasi. Ia ingin sekali memaksa Perempuan itu untuk melakukan apa yang ia inginkan tetapi entah kenapa ia hanya bisa memandangnya dari jauh.
Selalu ada penghalang tak kasat mata yang menahannya untuk tidak bertindak diluar jalur karena ia tahu perempuan itu masih berstatus sebagai istri orang lain dan juga mempunyai seorang bayi kecil.
Sementara itu di dalam kamar yang ternyata dipasangi oleh kamera pemantau, Aisyah sedang berjalan hilir mudik dengan sebuah rencana di dalam otaknya.
Istri Alex itu tahu betul kalau di dalam kamar itu terpasang kamera sehingga ia tak pernah membuka hijabnya sama sekali.
Suaminya dulu sering memberi tahunya agar selalu berhati-hati jika memasuki tempat asing karena ia tahu istrinya ini terlalu berharga untuk dilihat oleh orang lain.
Kecuali di kamar pribadi mereka, barulah ia bisa melepaskan penutup tubuhnya itu. Dan ternyata hal itu sangat berguna disaat seperti ini.
Setelah lama berpikir, Aisyah kemudian membawa Danil ke dalam strollernya dan mendorongnya keluar kamar.
Ia ingin bertemu dengan pria yang bernama Antonio Cassano itu. Pria asing yang membawanya ke tempat asing dan berakhir jauh dari suami dan keluarganya.
Ia harus berpikir realistis. Sudah 40 hari ia ada di Mansion mewah ini menangisi nasibnya dan ia harus bangkit untuk melakukan sesuatu yang lebih bermanfaat.
"Aku ingin bertemu dengan tuanmu bibi." ujar Aisyah dengan wajah serius. Ia sengaja menemui bibi Rossy, perempuan yang selama ini baik padanya.
"Baik nyonya." jawab Rossy patuh dan meminta perempuan itu untuk duduk sembari ia menemui tuan besar pemilik Mansion mewah ini.
Bibi Rossy kembali menemui Aisyah dan memintanya untuk masuk ke sebuah ruangan yang cukup besar.
"Silahkan nyonya, tuan menunggu anda di dalam." ujar Rossy sembari membuka pintu itu dan menutupnya kembali saat Aisyah sudah berada di dalam sana.
"Halo tuan Cassano," sapa Aisyah saat melihat seorang pria tinggi besar dan tegap dengan rahang tegas menatapnya tak berkedip.
"Oh hai," jawab Antonio tiba-tiba merasa gugup sendiri.
Ia tak pernah merasakan yang seperti ini sebelumnya jika bertemu dengan perempuan lain. Karena ia yang selalu dominan jika bersama makhluk yang penuh dengan keistimewaan itu.
"Aku tidak tahu apa alasan anda membawaku kemari padahal anda tahu kalau anda sudah memisahkan seorang istri dengan suaminya." ujar Aisyah dengan suara tegas dengan sedikit emosi di dalamnya.
"Oh ya?" sebelah alis Antonio terangkat dengan bibir mencemooh.
"Istri yang diabaikan dan dibuat menangis sepanjang perjalanan dari Singapura ke Moskow?"
Deg
Aisyah tersentak dengan kata-kata pria asing di depannya ini.
Apa Pria ini mengetahui semua yang terjadi padaku?
Aisyah terdiam dan itu dimanfaatkan oleh pria asing di depannya.
"Kenapa diam? aku membawamu kesini agar kamu bisa lepas dari suami yang tak bisa membuatmu bahagia." ujar Antonio sembari melangkah mendekati Aisyah.
Pria itu langsung mengambil Danil dari dalam strollernya dan menggendongnya. Baby itu langsung tertawa dan memukul-mukul udara. Tampaknya ia sangat senang dengan pria asing itu.
"Ada lagi yang ingin kamu sampaikan?" tanya Antonio sembari menggelitiki tubuh baby Danil hingga baby boy itu tertawa cekikikan.
Aisyah kembali tersentak.
Sejak kapan Danil begitu dekat dengan pria ini?
"Lihat! putramu saja sangat senang padaku dan memanggilku Daddy, aku harap kamu mengerti maksudku." ujar pria itu dan mengangkat tubuh Danil ke Udara hingga ruangan yang sepi itu dihiasi oleh suara cekikikan bayi laki-laki itu.
"Aku ingin kembali ke rumahku, tolong bawa aku kembali. Aku perempuan bersuami, sungguh tak layak bersama seorang pria asing yang tak ada hubungan saudara atau apapun itu dalam satu rumah seperti ini." ujar Aisyah dengan suara tegas.
Perempuan itu sekarang berani menatap pria yang sedang menatapnya dalam.
"Pikirkan baik-baik apa yang kamu katakan. Aku pria single dan tak punya seseorang yang akan mengganggu hubungan kita kedepannya. Tidak seperti suamimu itu," sekali lagi sebelah alis Antonio terangkat dengan sebuah maksud tertentu.
"Jadi kamu mengenal suamiku?" tanya Aisyah dengan wajah tak terbaca.
"Siapa yang tak kenal suamimu, Alexander Smith yang selalu membuat banyak perempuan menangis." jawab Antonio dengan wajah mengeras.
"Aku tidak tahu apa hubungan kalian dimasa lalu, tapi aku ingin pulang ke rumahku sendiri."
"Apa pelayananku di sini belum membuatmu senang?"
"Tentu saja tuan Cassano, kamu menculikku dan tidak mengizinkanku keluar dari istanamu ini. Siapapun akan menderita!" Antonio terkekeh kemudian melanjutkan,
"Tinggallah di sini, aku akan membahagiakanmu, apapun akan kuberikan padamu, surga dunia akan kutaruh di tanganmu."
"Cih! surgaku adalah rumahku!" teriak Aisyah dengan emosi. Ia sudah bisa menebak apa maksud tersembunyi dari pria asing di depannya ini. Ia lantas menghampiri pria itu dan meraih Danil dari gendongan Antonio.
"Ini Rumahmu, kalau kamu mau saat ini juga akan aku serahkan atas namamu asalkan kamu mendampingiku di sini."
"Tidak!" aku mempunyai rumah sendiri yang lebih baik dari ini, aku mempunyai keluarga yang mencintaiku."
"Keluargamu dimana sekarang? mereka menganggapmu orang lain? lihat! siapa yang mencarimu, tidak ada sama sekali,"
"Bahkan suamimu mengabaikanmu, itu yang kamu anggap keluarga?"
Aisyah terdiam. Ia membenarkan kata-kata pria asing itu.
"Aku akan membahagiakanmu, semua Waktuku akan aku serahkan untukmu dan putramu."
"Tidak! ini tidak benar," Aisyah menggelengkan kepalanya tak percaya dengan apa yang ia dengar.
Bagaimana mungkin ia bisa meninggalkan pernikahannya dan lari ke rumah pria asing yang tak ia kenal samasekali.
"Kumohon bawa aku pulang, aku mau kembali ke rumahku," pinta Aisyah sembari melipat tangannya didepan dadanya.
Airmatanya menetes dengan kesedihan yang teramat sangat. Ia tak mau melakukan ini meskipun rasa sakit pada Alex masih ada, tetapi ia juga merindukan suaminya itu.
"Pikirkan baik-baik demi putramu, ia butuh Daddy, dan Alexander Smith itu tidak pantas mendapatkannya dari putranya sendiri."
"Tidak akan aku pikirkan! Bawa aku kembali titik!" seru Aisyah kemudian meninggalkan ruangan itu bersama Danil dan membanting pintu ruangan itu.
"Istimewa," ujar Antonio dengan senyum samar diwajahnya.
---Bersambung--
.Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya. Okey?
Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍