Ex Mafia Hot Daddy

Ex Mafia Hot Daddy
# Part 183 EMHD



Albert memandang punggung Alex yang semakin menjauh dari dirinya. Pria itu sedang menggendong Baby Danil dan akan membawanya ke kamar utama.


Rasa frustasi kembali datang lagi, apalagi cuaca dingin menusuk di sepertiga malam seperti ini. Waktu yang paling menyenangkan untuk tidur dan berpelukan dengan sang kekasih hati.


Pria itu pikir setelah mengunjungi Reisya ia bisa tidur dengan nyenyak ternyata tidak karena ia malah semakin gelisah karena istrinya itu.


Flash back on


"Kak Alex sebelum kamu membawa istrimu ke kamar utama, boleh aku meminta tolong?" Albert memandang Alex dengan wajah memohon.


"Katakan ada apa?" Alex balik bertanya. Dengan senyum malu-malu Albert berbisik.


"Aku ingin meminjam parfum yang sedang dipakai oleh mommynya Danil, boleh kan?" Alex menatap Albert dengan pandangan penuh tanya.


"Untuk apa hah? kamu mau aku lempar ke luar malam ini?"


"Dengarkan maksudku Kak, Reisya kan sangat suka mencium Aisyah istrimu mungkin ia mengidam aroma istrimu jadi bagaimana kalau aku memakai parfum istrimu agar Reisya mengira aku sebagai Aisyah."


"Hah? hahahaha..." tawa Alex menggema di dalam ruangan dapur itu.


"Kenapa kamu tertawa, tapi ini terkesan lucu sih, aku mohon pinjam parfumnya ya, siapa tahu saja berhasil."


"Baiklah, aku akan ambilkan di dalam kopernya. Dan semoga sukses." ujar Alex dengan mata berkedip sebelah.


Setelah parfum itu sudah ditangannya, Albert membuka pakaiannya dan segera menyemprotkan parfum itu ke seluruh tubuhnya kemudian dengan harap-harap cemas Reisya mau melayani keinginannya yang sudah hampir meledak malam ini juga.


Bersamaan dengan Alex membawa Aisyah pergi ke kamar utama. Ia juga menggendong tubuh istrinya ke kamar tamu yang kebetulan letaknya bersebelahan dengan kamarnya sendiri.


Albert dengan pelan meletakkan tubuh sang istri yang nampak sangat menggoda malam itu.


Meskipun ia sedang memakai pakaian tidur lengkap tetapi bagi Albert Reisya selalu saja tampak menarik dan menggodanya.


Perlahan ia mendekatkan wajahnya ke wajah istrinya yang sedang tertidur itu.


Ia sentuh bibir Istrinya yang sedang terbuka dan ia lummat pelan dan lama.


Daging kenyal itu begitu terasa sangat lezat bagi Albert hingga ia benar-benar membenamkan dirinya kedalam arus hasrat tak bertepi.


Reisya melenguh pelan tapi tidak terbangun. Albert mulai membuka pakaian istrinya itu pelan sampai berhasil terbuka semuanya.


Pria itu tak berkedip, penampilan istrinya sungguh membuatnya merasakan kebahagiaan yang sangat luar biasa.


Dengan pelan ia mendekati lagi tubuh itu. Memberinya sentuhan lembut.


Menyusuri keseluruhannya tanpa menyisakan seincipun dari belaian bibirnya sampai istrinya seperti sedang bermimpi, ia membalas semua perlakuan Albert yang juga sudah lama ia rindukan.


Reisya menyerang Albert dengan kecupan diseluruh tubuh suaminya sampai Albert terlena dan membiarkan istrinya itu membalasnya.


Dan ketika mereka berdua sudah benar-benar siap, Albert tanpa menunggu waktu yang lama ia melepaskan rudalnya ke sebuah lembah yang menjanjikan kenikmatan tak bertepi.


Mereka saling memuja dan mendamba setelah sekian lama. Malam itu mereka berdua saling memberi dan menerima dalam sebuah olahraga malam yang memabukkan.


Peluh keduanya membanjiri tubuh polos mereka hingga Reisya tersadar bahwa aroma parfum yang sangat ia sukai menghilang dan berganti dengan aroma suaminya, ia langsung merasa mual lagi.


Rasa tidak nyamannya kembali mendominasi. Ia mulai minta melepaskan dirinya yang sedang dipeluk mesra oleh tangan besar suaminya.


"Keluar kamu Albert dari sini, oeeek hhmm,!!!" Reisya bangun karena merasa benar-benar mual dan ingin muntah.


"Reisya," Albert segera menarik selimut untuk menutupi dirinya yang polos. Ia lupa dimana ia melemparkan pakaiannya tadi.


Sampai Reisya melemparinya dengan bantal karena kesal dan baru sadar kalau ia juga sedang tidak berada di dalam kamarnya sendiri.


"Al! kenapa kamu membawaku ke kamar ini hah?!" teriak perempuan yang sedang tak berbusana itu dengan melemparkan lagi bantalnya ke arah Albert.


Flashback off


Albert menuggu Reisya kembali ke kamarnya lagi setelah kegiatan menyenangkan mereka.


Perempuan yang sedang hamil muda itu mendengus dan kembali naik ketempat tidur dan tak lagi menegur suaminya.


Ia berusaha menjauh dan tak ingin mencium aroma yang tiba-tiba sangat menggangu penciumannya itu. Yakni perpaduan aroma Aisyah dan juga aroma asli suaminya.


Albert hanya bisa menatap istrinya itu dari jauh. Akhirnya malam itu ia kembali tidur di sofa. Tetapi satu yang ia syukuri adalah ia sudah berhasil melepaskan dirinya didalam sang istri.


Setidaknya ia sudah mendapatkan bekal untuk beberapa hari kedepannya meskipun itu masih belumlah cukup. Ia akan membuat rencana lain nantinya, itulah tekadnya di sepertiga malam itu.


🍁


Pagi sudah tiba di kediaman Alexander Smith. Semua pelayan sudah sibuk bekerja sejak beberapa jam yang lalu, Ada yang memasak dan ada yang membersihkan semua isi rumah dan juga sekitarnya.


Alex menghampiri istrinya dan mulai membangunkannya pelan. Ia tahu istrinya pasti masih sangat lelah setelah apa yang mereka lakukan semalaman.


"Aisyah bangun sayang, kamu harus mandi dan sholat," panggil Alex sembari berbisik mesra di kuping sang istri. Aisyah melenguh pelan dan membuka matanya.


"Ya Allah, ini sudah sangat terang Alex, kenapa aku baru dibangunkan?"


"Aku tahu kamu kelelahan sayangku, jadi kubiarkan kamu untuk istirahat terlebih dahulu." ujar Alex kemudian mengangkat tubuh istrinya ke kamar mandi yang sudah ia siapkan.


Perlahan ia menurunkan tubuh istrinya ke dalam Bathtub yang sudah ia isi dengan air hangat.


"Aku yang akan menggosok tubuhmu sayang," ujar Alex dengan senyum samar diwajahnya.


Dan Aisyah sangat tahu kalau suaminya itu mempunyai maksud yang lain.


"Mohon maaf tuan Smith, keinginan anda sepertinya sedang ingin aku tolak, aku takut terlambat sholat subuh kalau aku mengikuti keinginanmu sekarang, mengerti?" Alex langsung terbahak karena niatnya ketahuan.


Pria itu lalu meninggalkan sang istri untuk mandi tanpa mengucapkan sesuatu pun.


Setelah mereka sarapan bersama. Dan duduk-duduk sejenak.


Alex bersama Aisyah dan kedua anaknya segera berangkat ke Dagestan dengan menggunakan pesawat jet pribadi milik klan Smith.


Dalam perjalanan yang akan ditempuh sekitar 2 jam itu mereka berdua kembali diam. Yang terdengar hanya suara Nikita yang sedang mengajak adiknya untuk berbicara.


Alex dan Aisyah terus memanjatkan doa agar Ayah baik-baik saja dan masih memiliki umur yang panjang.


---Bersambung--


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya, okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍